Tag: Aksi teror

  • Ketua Fraksi Nyiur Melambai: Keamanan di Sulut Harus Diperketat

    test.petasulut.com/, SULUT – Aksi Teror yang dilakukan para teroris sekarang ini semakin menjadi-jadi.

    Bagaimana tidak, diwaktu yang berdekatan telah terjadi dua penyerangan aksi teror di dua lokasi yang berbeda, yakni di Gereja Katedral Makassar dimana pelaku melakukan aksi bom bunuh diri dan baru-baru ini terjadi di Mabes polri, dimana seorang terduga teroris melakukan aksi teror dengan menembaki para anggota polri namun pelaku tersebut langsung dilumpuhkan.

    Menyikapi hal itu, Ketua Fraksi Nyiur Melambai Sjenny Kalangi pun mengapresiasi langkah dan tindakan pihak kepolisian dalam memberantas terorisme.

    Khusus di Sulawesi Utara, Politisi Partai Gerindra itu berpesan agar keamanan di Sulut agar lebih diperketat.

    “Perketat keamanan daerah perbatasan di Sulut dan juga harus berhati-hati terhadap orang luar yang beridentitas kurang jelas yang akan memasuki daerah Sulut,” ucap Kalangi, Rabu (31/3) kepada media test.petasulut.com/.

    Lanjut Aleg Dapil BMR, Apalagi ini memasuki perayaan Jumat agung dan Paskah. Penjagaan di Gereja-gereja lebih dan lebih ditingkatkan.

    “Namun saya meyakini, Polda Sulut dibawah arahan Kapolda Irjen Nana Sudjana pasti akan menjaga dan menseriusi dari segi keamanan di rumah-rumah ibadah maupun di perbatasan-perbatasan daerah kita ini,” ucapnya.

    “Saya minta semua masyarakat percayakan hal ini kepada kepolisian dari segi keamanan,” tambahnya.

    Dirinya juga menyampaikan agar kita semua tidak terpancing dengan oknum-oknum radikal dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Dengan saling bekerja sama dan menjalin relasi yang baik dengan Kepolisian dan Pemerintah maupun dengan semua unsur agama yang ada,” tutupnya.

    (ABL)

  • Ini Pernyataan Resmi Kapolri Pasca Aksi Teror di Mabes Polri

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Pasca penyerangan seorang terduga teroris di Mabes Polri pada, Rabu (31/3) sore tadi.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menggelar konferensi pers (konpers) untuk memaparkan secara lengkap perihal aksi teror di Gedung Mabes Polri.

    Kapolri mengatakan bahwa aksi teror yang terjadi sekitar pukul 16.30 tadi telah dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku teror yang mencoba melakukan aksi di mabes polri.

    “Adapun Kronologisnya, seorang wanita yang berjalan masuk dari pintu belakang kemudian yang bersangkutan mengarah ke pos gerbang utama yang ada di mabes polri. Yang bersangkutan kemudian menanyakan dimana keberadaan kantor pos dan kemudian diberikan pelayanan oleh petugas dan ditunjukan arah kantor pos tersebut, kemudian wanita tersebut meninggalkan pos itu, namun kemudian wanita itu kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota yang ada di pos jaga dengan melakukan penembakan sebanyak 6 kali. 2 kali ditembakkan kepada anggota di dalam pos, 2 kali diluar dan menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya,” jelas Prabowo dalam konferensi pers.

    “Kemudian terhadap tindakan tersebut, dilakukan tindakan tegas terukur terhadap yang bersangkutan. Dan dari hasil olah TKP, ditemukan identitas yang bersangkutan bernama ZA umur 25 tahun alamat di jalan lapangan tembak kelapa dua wetan kecamatan ciratas kota Jakarta timur. Kemudian dicek berdasarkan identifikasi sidik jari, ternyata identitasnya sesuai,” tambahnya.

    Kapolri juga mengatakan bahwa yang bersangkutan ini beridiologi radikal ISIS, yang dibuktikan dengan postingan disosial media. Tersangka ini mantan mahasiswa di salah satu kampus dan DO saat di semester lima.

    “Dari hasil pendalaman dan penggeledahan, didapatkan beberapa temuan terkait dengan barang yang dibawah yakni map kuning didalamnya ada amplop bertuliskan kata kata tertentu dan kemudian juga yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru di buat ataupun di-posting 21 jam yang lalu didalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait dengan masalah bagaimana perjuangan jihad. Ditemukan juga saat penggeledahan dirumahnya ada surat wasiat dan ada kata kata di WA Grup keluarga dimana yang bersangkutan akan pamit,” jelas Kapolri.

    Prabowo juga sudah perintahkan kepada densus untuk mendalami dan mengusut tuntas terhadap kemungkinan adanya kelompok jaringan yang terkait dengan tersangka ini.

    “Saya meminta untuk seluruh anggota untuk berikan pelayanan kepada masyarakat namun demikian tingkatkan kewaspadaan dan sistim pengamanan baik di markas komando maupun pada saat melaksanakan tugas di lapangan,” mintanya.

    “Terkait dengan pengungkapan bom yang telah dilakukan, kejadian bom di Makassar sampai dengan hari ini, sudah diamankan 13 orang dimana 1 orang atas inisial W adalah otak pengrakit bom, kemudian dijakarta sendiri saat ini sudah diamankan 5 orang dan di Bima 5 orang sehingga total sampai hari ini ada 23 orang dari 3 tempat tersebut dan ini akan terus kita kembangkan dan kita usut sampai tuntas,” tutup Prabowo.

    (ABL)