Manado, test.petasulut.com/ – Walikota Manado Melantik 504 ketua Lingkungan se-Kota Manado. Hal itupun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat, karena mengingat serta mencegah penyebaran dan penularan covid-19, sehingga yang dilantik dalam acara itu hanya perwakilan dari setiap ketua lingkungan, yaitu 2 orang ketua lingkungan saja dihadirkan di ruang serbaguna kantor Walikota Manado. Selasa (3/8).
Bagi ketua Lingkungan yang tidak bisa hadir dalam pelantikan secara fisik, maka mereka mengikuti secara virtual melalui video conference Zoom Meeting. Dan bagi tamu undangan yang hadir harus melakukan swab antigen sebelum memasuki ruangan, sehingga apabila yang ditemukan ada yang reaktif. Akan segera di persilahkan pulang ke rumah dan melakukan isolasi mandiri.
Ketua Lingkungan atau dulunya biasa di sebut kepala Lingkungan (pala) yang dilantik Walikota Manado Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang adalah mereka yang sudah lolos dari tahapan seleksi seperti pendaftaran dan seleksi administrasi, serta tes kompetensi.
Acara pelantikan yang diawali dengan pembacaan SK Walikota Manado tentang pengangkatan ketua lingkungan se-Kota Manado, lalu pengambilan atau pengucapan sumpah janji dan jabatan yang dipimpin langsung oleh Walikota Manado Andrei Angouw setelah itu Walikota melantik secara resmi ketua lingkungan se-Kota Manado.
Selanjutnya, penanda tanganan Berita Acara Pelantikan yang dilakukan oleh Perwakilan ketua Lingkungan juga disaksikan oleh kadis Sosial Kota Manado, Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Kota Manado.
Turut hadir dalam Acara pelantikan, beberapa anggota Dewan Kota Manado. Seperti, Jimmy Gosal, Jean Sumilat, Rosalita Mandey dan asisten I Heri Saptono, Para Camat, para pejabat eselon lainnya, Rohaniawan, serta 174 ketua lingkungan yang mewakili setiap kelurahan yang ada.
Usai prosesi pelantikan, Walikota menyampaikan sambutan, dan dalam sambutannya Walikota mengucapkan selamat kepada mereka yang sudah lolos dan terpilih sehingga bisa dilantik menjadi ketua Lingkungan.
Ia pun berharap kepada ketua lingkungan yang baru saja dilantik agar jabatan yang mereka emban merupakan tanggungjawab bukan suatu “pemberian”. Selain itu, harapan Walikota mereka bisa melayani masyarakat dengan baik dan bisa menjaga kondusifitas warga.
“Pilkada sudah selesai, jadi masyarakat harus dirangkul dan dilayani siapapun dia, kendati berbeda disaat pilkada lalu,” Tutur Andrei Angouw.
Walikota juga berharap Ketua Lingkungan yang baru saja dilantik ini bisa bekerjasama dalam mensosialisasikan program-program pembangunan Pemerintah Kota.
Ada 3 hal penting yang disampaikan oleh Walikota dalam sambutan itu, pertama terkait penanganan pandemi covid-19, pada kesempatan itu Walikota lebih menekankan ke Program vaksinasi agar bisa diperhatikan oleh ketua lingkungan serta disosialisasikan ke masyarakat.
Kedua, Walikota menyinggung soal drainase disetiap lingkungan agar dicek oleh ketua lingkungan, apakah ada yang tersumbat atau ada hal lain penyebabnya.
Ketiga, mengenai pendataan lingkungan. Dimana setia ketua lingkungan wajib tau berapa jumlah KK dilingkungan dan kondisi dilingkungan itu sendiri.
“Harus diidentifikasi berapa rumah dilingkungan, berapa KK dan siapa-siapa warganya harus diketahui oleh ketua lingkungan,” ujar Walikota.
Diakhir sambutan Walikota menjelaskan akan beberapa program yang sudah tidak ditata dalam anggaran APBD tahun 2021, karena hal tersebut belum dan bahkan bukan program Pemerintahan AARS. Tapi dia mengatakan hal itu nanti kembali di atur dalam anggaran APBD Tahun 2022 nantinya.
“Contohnya Dana Lansia yang tidak dianggarkan dalam APBD Tahun 2021 ini, sebab bukan kita yang merancang penganggarannya, nantinya akan dianggarkan pada Tahun 2022 mendatang,” jelasnya.
Acara pelantikan pun diakhiri dengan Doa yang dipimpin oleh Pdt. Ulke Tendean S,Th.