Tag: banjir

  • Walikota Manado Lagi-Lagi Turlap Di Beberapa Titik Yang Rawan Terjadi Banjir

    Manado, test.petasulut.com/ – bukan soal pencitraan semata atau mencari ketenaran di mata masyarakat, namun hal yang dilakukan oleh Walikota Manado Andrei Angouw sangat nyata untuk kepentingan masyarakat dan keseriusan Walikota dalam menangani Banjir di Kota Manado sangat patut diberikan apresiasi.

    Pasalnya bukan baru satu atau dua kali saja beliau turun lapangan (turlap) di tengah hujan deras. Tapi hampir sering Walikota melakukan turlap disaat hujan deras, yang pastinya tujuannya ingin mencari tau apa sumber penyebabnya sehingga terjadi banjir.

    Seperti yang Walikota Andrei Angouw lakukan siang tadi, Jumat (6/8) Walikota Manado melakukan turlap dibeberapa Lokasi saat hujan deras untuk memantau sscara langsung kondisi anak sungai dan parit-parit yang sering terjadi genangan air sehingga menyebabkan banjir.

    Walikota meninjau Tikala Kumaraka untuk melihat kondisi aliran anak sungai dan parit-parit disana. Selesai dari situ Angouw melanjutkan kunjungannya ke bagian Paal IV sampai Taas lingkungan satu, disana Walikota Memantau kondisi anak sungai dan parit.

    Kunjungan yang berakhir di Mahawu itu difokuskan untuk masalah anak sungai dan parit-parit, karena curah hujan yang deras maka perlu diperhatikan kedua hal tersebut.

    Dari pengamatan dilapangan terlihat bahwa masih banyak sampah plastik di parit-parit dan aliran anak sungai, seperti anak sungai di Kumaraka yang aliran airnya meluap hingga ke jalan umum dan seputaran POM Bensin Tikala.

    Hasil dari kunjungan itupun dapat disampaikan bahwa ada hal-hal yang perlu dibenahi agar luapan air ke jalan bisa diatasi dan ancaman banjir bisa diminimalisir dampaknya, dan "satu hal yang masih perlu diingatkan lagi adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," Ungkap Angouw.

  • Curah Hujan Tinggi, BW Imbau Warga Waspada

    test.petasulut.com/, SULUT – Kewaspadaan terhadap curah hujan yang tinggi di kota Manado dan dan dibeberapa titik lokasi lainnya berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

    Menyikapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu meminta masyarakat perlu untuk mewaspadai dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

    ” Masyarakat pesisir sungai dan yang tinggal di daerah yang rawan tanah longsor untuk sementara menjauh dari daerah tersebut, ini semua untuk menghindari  hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu kepada media test.petasulut.com/, Minggu (16/5).

    Braien Waworuntu, Politisi Partai NasDem Sulut Dapil Minahasa-Tomohon

    Politisi Partai NasDem itupun menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu berhati-hati dalam beraktifitas.

    “Karena kita lihat intensitas curah hujan masih tinggi, oleh karena itu kepada warga untuk selalu berhati-hati apabila melakukan aktivitas, jaga imun, jaga kesehatan dan selalu mengandalkan Tuhan”, tutup BW.

    (ABL)

  • Gerak Cepat, Komisi III Deprov Temukan Penyebab Banjir di Paniki Baru

    test.petasulut.com/, SULUT – Langkah cepat dilakukan Komisi III DPRD Sulut, perihal aduan warga Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan terkait dampak banjir yang terjadi di lokasi tersebut baru-baru ini.

    Dimana, Komisi III langsung meninjau aliran sungai yang menjadi titik utama penyebab banjir di wilayah tersebut.

    Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III Berty Kapojos didampingi Wakil Ketua Yongki Limen, Sekretaris Stella Runtuwene, anggota Ayub Ali Albugis, Agustien Kambey bersama pihak Balai Sungai.

    Peninjauan itu pun menemukan salah satu penyebab terjadinya banjir di lokasi tersebut dikarenakan adanya penyempitan dan pendangkalan sungai yang ada.

    “Jelas karena masalah ini hujan sedikit saja bisa menyebabkan banjir. Saluran tidak mampu menampung volume air yang ada saat banjir,” ujar Berty Kapojos, Jumat (16/4/21) siang kepada awak media.

    Dalam penanganannya, lanjut Kapojos, pihaknya meminta proposal langsung dari perangkat desa untuk bisa diteruskan serta ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

    “Jadi, Hukum Tua bisa memasukkan proposal melalui DPRD Sulut agar masalah ini bisa segera diperhatikan,” tuturnya.

    Kapojos menambahkan, pembangunan drainase di Desa Paniki Baru tersebut sudah sangat mendesak karena setiap kali musim hujan masyarakat selalu merasakan dampak banjir.

    ” Dalam pantauan kami di lokasi ternyata hampir tidak ada saluran induk disana, kami juga berupaya dan sudah bicara dengan pihak balai sungai untuk pembuatan saluran, ” ujar mantan Ketua DPRD Minut ini.

    Ditambahkannya, Desa Paniki Baru merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Manado sehingga dalam waktu dekat komisi III juga akan berkonsultasikan dengan pemerintah kota dalam hal ini Dinas PU agar nantinya proses pembangunan bisa berjalan dengan baik.

    “Desa Paniki Baru memang masuk wilayah Minahasa Utara tetapi aliran air akan melewati wilayah Manado, itu yang akan kami konsultasikan dengan pemerintah kota apalagi saat ini sudah terbangun sinergitas antara Propinsi dan Kota Manado tentu ini sangat memudahkan kami memperjuangkan aspirasi masyarakat. ” tandas politisi PDIP ini.

    Sementara itu, Pjs. Hukum Tua Desa Paniki Baru Lenda Mokalu mengaku akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu prioritas.

    “Karena saya sendiri baru dilantik sebagai Pjs Hukum Tua sehari sebelum kunjungan ini,” kata Mokalu.

    (ABL)

  • Banjir Flores NTT, Tercatat 44 Orang Meninggal

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Sejumlah desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dihantam banjir bandang.

    Diketahui, kejadian berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

    Menurut BNPB, banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Flores Timur beberapa jam belakangan. Hingga saat ini, pemerintah setempat masih berupaya melakukan penanganan di lokasi bencana.

    Dampak dari Banjir bandang tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 44 orang. Catatan itu dimutakhirkan pada Minggu (4/4) pukul 15.00 WIB.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan korban jiwa tersebar di tiga desa. BNPB dan sejumlah lembaga negara masih terus memperbarui data dari lapangan.

    “Desa Lamanele 38 orang meninggal dunia, Desa Waiburak 3 orang meninggal dunia, Desa Oyang barang 3 orang meninggal dunia. Total 44 orang meninggal dunia, 7 hilang dalam pendataan,” kata Raditya lewat keterangan tertulis, Minggu (4/4) dikutip dari CNNIndonesia.com.

    BNPB masih mendata jumlah korban luka-luka dari berbagai desa yang terdampak. Untuk sementara, 49 kepala keluarga dipastikan terdampak kejadian ini.

    Raditya menyampaikan saat ini ada 7 orang yang dinyatakan hilang usai kejadian. Seluruhnya berasal dari desa Waiburak.

    BNPB pun mencatat kerugian berupa kebendaan. Hingga saat ini, BNPB melaporkan pemukiman warga hanyut tersapu banjir, puluhan rumah di Desa Lamanele tertimbun lumpur, dan jembatan di Desa Waiburak putus.

    Raditya menuturkan sejumlah instansi terkait telah rapat terbatas dan mendirikan posko. Sejumlah pejabat tingkat kabupaten dikabarkan akan turun langsung ke lokasi bencana.

    “Tim yang terdiri dari bupati, TNI, Polri, Asisten 1, BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan, Dinas Perkebunan dan peternakan, Bagian Humas, Anggota DPRD sedang dalam perjalanan laut, 30 Menit lagi baru sampai ke lokasi dan segera menginformasikan kondisi terkini,” ujarnya.

    (ABL)

  • Antisipasi Banjir di Tingkulu-Taas, Komisi III Desak Balai Jalan Lakukan Penanganan Awal

    test.petasulut.com/, SULUT – Kota Manado beberapa waktu lalu diterjang banjir besar yang mengakibatkan beberapa lokasi terdampak banjir. Salah satu lokasi yang paling parah yakni di kelurahan tingkulu dan taas.

    Warga Tingkulu Taas pun mengeluhkan terkait belum adanya penanganan awal dari pemerintah guna mengantisipasi jika terjadinya banjir susulan.

    Mengenai hal itu, Komisi III pun langsung melakukan pertemuan dengan Instansi terkait yakni Balai Jalan, Balai Sungai serta mengundang perwakilan warga Tingkulu dan Taas, Senin (22/2)

    Dalam rapat tersebut, perwakilan warga Tingkulu Taas mendesak agar segera lakukan penangan awal guna mengantisipasi banjir susulan.

    “Bencana alam, kita tidak tahu kapan datangnya. Jadi saya meminta kepada pihak yang bertanggung jawab dan yang berwenang untuk segera melakukan penanganan awal,” katanya.

    “Benahi dulu aliran air dari arah gorong-gorong ringroad. Sudah 3 minggu warga menunggu penanganan dari pemerintah. Saya menilai balai jalan tidak siap. Saat ini kami warga sudah trauma kalau terjadi hujan lebat. Jadi dimohon segera lakukan penanganan,” tambahnya.

    Dihadapan pihak balai jalan, Personil Komisi III Amir Liputo menyampaikan bahwa sekarang ini masyarakat menanti akan menanganan jadi dirinya meminta agar yang menjadi kewenangan balai jalan segera dilakukan.

    “Tolong buatkan aliran air yang baik sampai ke tempat pembuangan. Jangan lupa, dulu di tempat itu belum ada gorong-gorong jadi mau tidak mau kita harus bertanggung jawab karena ini yang masyarakat minta. Kalau boleh dalam jangka waktu dekat, minimal memakai alat berat untuk pembersihan dari hulu sampai hilir agar air bisa mengalir. Karena ini sangat darurat,” jelas Liputo.

    “Jangan hanya beralasan kewenangan, harus cari jalan keluar,” katanya.

    Menanggapi itu, Pihak Balai Jalan Jimmy mengatakan bahwa hal ini akan segera dinaikan ke pimpinan dan hasilnya akan secepatnya disampaikan ke Anggota Komisi III dan warga.

    “Untuk alat, kebetulan di ringroad kami sementara mengerjakan saluran, jadi kalau memang bisa dialokasikan kesitu, pasti kita lakukan tinggal menunggu arahan pimpinan,” ungkapnya.

    Di akhir rapat, Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapojos berjanji akan mendesak kepala balai jalan untuk action dalam penanganan.

    “Walaupun kewenangan balai jalan hanya sepanjang 100 meter tapi itu bisa menjadi langkah awal mengantisipasi banjir di Tingkulu Taas,” katanya.

    Kapojos juga menuturkan bahwa pada Senin depan akan dilakukannya rapat lanjutan mengundang semua instansi terkait guna membicarakan penanganan jangkah panjang perihal pembenahan aliran air.

    (ABL)

  • Terpanggil, PPMI DK Manado Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Dan Tanah Longsor

    test.petasulut.com/, SULUT – Bentuk kepedulian serta wujud keterpanggilan untuk saling membantu sesama manusia, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Manado menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor, Rabu (10/02/2021).

    Diketahui, Bantuan yang diberikan berupa sembako, obat-obatan dan pakaian layak pakai.

    “Bantuan yang kami berikan tidaklah banyak sedianya bisa meringankan beban dan kebutuhan sehari-hari dari masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor,” ungkap ketua LPM SUAM IAIN Manado, Fitraini Hadju selaku anggota PPMI DK Manado.

    Lanjutnya, bantuan ini akan diberikan kepada masyarakat sesuai dengan data-data yang yang didapatkan di lapangan.

    “Dari hari ini, ada 7 dari 17 Kepala keluarga (KK) yang terdata sudah mengambil bantuan yang ada di Posko PPMI DK Manado yang berlokasi di Sekretariat LPM SUAM IAIN Manado dan sisanya yang belum mengambil bantuannya akan didistribusikan langsung esok hari, Kamis (11/02/2021),” ujarnya.

    Perlu diketahui donasi yang didapatkan pada penggalangan dana untuk Kota Manado dan Sulawesi Utara (Sulbar), uang sebesar Rp. 8.300.000, Pakaian layak pakai 9 Karung dan 9 Kardus. Dan untuk uang penyalurannya dibagi dua antara Sulut dan Sulbar. Sedangkan pakaian diperuntukan bagi masyarakat Kota Manado yang terdampak banjir dan tanah longsor.

    Kiranya, apa yang diberikan hari ini, sampai esok hari bisa meringankan duka yang dialami saudara-sudara kita yang terdampak banjir dan tanah longsor.

    Diketahui, yang tergabung dalam PPMI DK Manado terdiri dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Inovasi Unsrat, LPM Acta Diurna Fispol Unsrat, LPM SUAM IAIN Manado, LPM Pers Politeknik N. Manado (Polimdo) dan LPM Euridice FMIPA Unima.

    (ABL)

  • Sambut HUT Ke-13, GERINDRA Sulut Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam di Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) melakukan kegiatan bakti sosial bagi korban bencana alam di Kota Manado, rabu (03/02).

    Maksud dari kegiatan ini adalah guna menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 pada 6 Februari nanti.

    Kegiatan baksos sendiri dimulai dengan penyerahan bantuan sembako berupa beras, minyak kelapa, supermie, dan matras bagi Kader Gerindra yang terkena bencana banjir bertempat di Kantor DPD Gerindra Sulut, Jala Temboan no. 5 Kelurahan Winangun II.

    Selanjutnya, rombongan pimpinan DPD dan panitia HUT ke-13 Gerindra, di bawah komando Ketua DPD Melki M Suawah SP MM dan Sekretaris Drs Ferdinand Mewengkang MM menuju ke lokasi bancana banjir di Kelurahan Dendengan Dalam (Kampung Bugis) dan Perumahan Welong Kelurahan Malendeng.

    Dalam Baksos tersebut, Melki Suawah mengatakan, HUT ke-13 Gerindra mengangkat tema ‘Perkuat Diri Membangun Negeri’.

    “Saat bencana banjir pertama kami telah bergerak melakukan aksi nyata membantu masyarakat, kegiatan baksos hari ini adalah dalam rangka memperingati HUT ke-13 Partai Gerindra,” ujarnya sembari menambahkan aksi nyata ini akan terus dilakukan guna membantu masyarakat yang terkena musibah.

    Senada dengan itu, Sekretaris DPD Gerindra Sulut Ferdinand Mewengkang menuturkan, saat ini Gerindra Sulut telah membentuk tim khusus penanggulangan bencana.

    “Guna membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam Gerindra Sulut telah membentuk tim khusus, mereka ditugaskan menjadi garda terdepan membantu masyarakat korban bencana,” aku Ketua Komisi I DPRD Sulut periode 2014-2019 ini.

    Sementara, Ketua Panitia HUT Gerindra yang juga ketua DPC Gerindra Kota Manado Mona Kloer SH MH mengaku, HUT Partai Gerindra akan dirayakan secara sederhana tapi penuh makna.

    “Dengan tema yang ada dan kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan yakni baksos korban bencana di Manado, penanaman dan penyerahan bantuan bibit pohon kelapa di Minut, serta acara puncaknya tanggal 6 Februari yakni RAKORDA Partai Gerindra Sulut yang akan dilaksanakan di Aula Kantor DPD Gerindra Sulut dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya.

    (ABL)

  • PEDULI, DPP PEWARNA INDONESIA Salurkan Bantuan Untuk Anggota PEWARNA Sulut Terdampak Banjir

    test.petasulut.com/, SULUT – Kota Manado dan sekitarnya beberapa minggu terakhir terus di guyur hujan, beberapa lokasi pun terdampak banjir dan tanah longsor.

    Bahkan sebagian besar wilayah yang bermukim di kota manado terkena dampak banjir dan tanah longsor.

    Atas dasar kemanusiaan sekaligus wujud keterpanggilan, DPP PEWARNA INDONESIA bersama dengan DPD PEWARNA Provinsi Sulawesi Utara berbagi kasih khusus untuk anggota PEWARNA yang terdampak banjir yang bermukim di kota manado.

    Sementara itu, Ketua DPD PEWARNA Sulut Sisco Manossoh mengatakan bahwa kepedulian ini merupakan wujud kebersamaan kita semua yang tergabung dalam PEWARNA.

    “Saya mewakili DPP PEWARNA INDONESIA untuk menyalurkan bantuan kepada Anggota DPD PEWARNA Sulut yang terdampak banjir di kota Manado, berupa diakonia dan bahan natura. Seberapapun yang diberikan kiranya itu dapat membantu meringankan beban dari teman-teman,” ungkapnya, senin (01/02) disela-sela penyerahan bantuan.

    Selaku ketua DPD PEWARNA Sulut, lanjut Manossoh menyampaikan trima kasih kepada seluruh DPP PEWARNA INDONESIA yang sudah berpartisipasi membantu anggota PEWARNA Sulut yang terdampak banjir.

    “Sekali lagi, atas nama DPD PEWARNA Sulut menyampaikan banyak terima kasih, semoga kebersamaan ini bisa selalu terjaga. Tuhan Yesus Memberkati,” tutupnya.

    (ABL)

  • Terpanggil, PT MSM Bantu Warga Manado Dan Minut Terdampak Banjir Dan Tanah Longsor

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna membantu meringankan beban warga Manado dan Minahasa Utara yang terkena dampak banjir dan tanah longsor, PT. MEARES Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dua anak perusahaan PT Archi Indonesia pun melakukan kegiatan kemanusiaan yakni menyalurkan bantuan.

    Sejak pekan lalu, sejumlah bahan bantuan seperti Kasur, tikar, beras, susu, mie instan, ikan kaleng, sabun cuci dan sabun mandi, disalurkan ke sejumlah titik bencana di kota Manado dan kabupaten Minahasa Utara.

    Selain disalurkan langsung ke sejumlah titik bencana, PT MSM dan PT TTN juga, memberikan bantuan ke Pemerintah kota Manado yang akan disalurkan BPBD, diterima Walikota GSV Lumentut di pendopo Balai Kota Sabtu (23/01).

    “Kegiatan ini, sudah menjadi agenda rutin kami ketika Sulawesi Utara dilanda bencana alam. Ini untuk kesekian kalinya kami lakukan, sebagai bagian dari Corporate Social Responsbility PT MSM dan PT TTN,”ujar Presiden Director kedua perusahaan ini, David Sompie.

    Lanjut menurutnya, dalam menyalurkan berbagai bantuan bencana di Sulawesi Utara, pihaknya senantiasi berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

    Sementara, Walikota Manado, GSV Lumentut, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian yang ditunjukkan PT MSM dan PT TTN, dalam meringankan korban bencana banjir dan tanah longsor di kota Manado,

    “Kami akan menyalurkan berbagai bantuan yang sudah masuk melalui BPBD kota Manado secara merata ke warga yang membutuhkan,” ujar Lumentut, yang ditemui disela-sela sedang memantau lokasi bencana.

    Tak henti dengan menyalurkan bantuan ke enam titik lokasi bencana di kota Manado, awal pekan ini (26/01), tim MSM-TTN Peduli, mengantarkan langsung bantuan ke desa Gangga Satu, di pulau Gangga, kabupaten Minahasa Utara.

    Di Pulau Gangga, terdapat sekitar 25 rumah yang hancur akibat dihantam ombak. Kepala Desa Gangga Satu, Moses Corneles, menerima langsung bantuan yang diberikan PT MSM dan PT TTN. Setelah dari Pulau Gangga, bantuan juga diberikan kepada warga desa Sarawet yang terkena imbas banjir.

    Sebelumnya, PT MSM dan PT TTN, memberikan bantuan bagi korban gempa bumi di Sulawesi Barat, dan banjir bandang di Kalimantan Selatan.

    (ABL)

  • Setwan Sulut Berbagi Kasih Kepada Wartawan Deprov Yang Terdampak Banjir

    test.petasulut.com/, SULUT – Kota Manado dan sekitarnya sampai hari ini terus di guyur hujan, beberapa lokasi pun terdampak banjir dan tanah longsor.

    Bahkan sebagian besar wilayah yang bermukim di kota manado terkena dampak banjir dan tanah longsor.

    Atas dasar kemanusiaan sekaligus wujud keterpanggilan, Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara berbagi kasih khusus untuk wartawan pos liputan DPRD Sulut yang terdampak banjir dan tanah longsor yang bermukim di kota manado.

    Diketahui, Bantuan yang diberikan kepada wartawan ini dalam bentuk diakonia dan diserahkan langsung oleh Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu didampingi Kabag Umum Jhon Paerunan, Kabag Persidangan Ronny Geruh dan Kasub Justman.

    Disela-sela pemberian bantuan, Sekwan Glady mengatakan agar kiranya diakonia ini dapat membantu meringankan beban yang dialami.

    “Semoga tali kasih ini dapat membantu meringankan beban teman-teman wartawan yang terdampak,” ucap Kawatu, Rabu (27/01) pagi diruang rapat paripurna.

    Diketahui, acara tersebut dirangkaikan dengan Penandatangan Perjanjian Kinerja (Pejabat Struktural), Penandatanganan Pakta Integritas (semua ASN) serta Penandatangan Kontrak Kerja THL.

    (ABL)