Tag: berita

  • Mengenal Manusia Kerdil Dari Suku Oni Yang Berada di Hutan Indonesia

     

     

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Ada Beragam Suku, Ras dan Agama yang tersebar di seluruh Dunia, terlebih di Indonesia.Kehidupan kelompok suku di berbagai daerah mempunyai khas masing-masing. Masyarakat yang hidup di era modern seakan tidak percaya akan hal-hal unik yang dianggap sebagai budaya dari suku tertentu.

    Namun, ada yang menarik yang wajib kita ketahui, dimana ada manusia kerdil bertahan hidup di hutan sampai saat ini.

    Mereka pun terinformasi hidup secara komunal di tempat terisolir dan tak berhubungan dengan dunia asing.

    Beberapa waktu lalu, di pedalaman Aceh ada yang menemukan manusia kerdil Suku Mante.

    Namun, manusia yang tak sengaja terekam kamera pengendara motor itu kabur berlari kencang di semak-semak.

    Kemudian, berkembang cerita bahwa memang ada orang kerdil Suku Mante di hutan pedalaman Aceh.

    Hanya saja, tidak mudah menemukan orang-orang tersebut karena mereka bersembunyi dari manusia lainnya.

    Secara umum, suku-suku yang ada saat ini berkembang dan eksis di tengah masyarakat.

    Manusia kerdil dan lincah kebanyakan dikenal sebagai hobbit.

    Hobbit adalah salah satu jenis makhluk fiktif dalam karya fantasi Tolkien.

    Namun, sebenarnya manusia hobbit tak hanya fiktif belaka.

    https://test.petasulut.com/pesona-tuur-maasering-tomohon-menghadirkan-hutan-pohon-aren/

    Manusia berukuran lebih kecil dari orang normal ini hidup di Indonesia. Fenomena orang kerdil di Indonesia ternyata juga ditemukan di Bone, Sulawesi Selatan.

    Di Bone Sulawesi Selatan, manusia kerdil dikenal sebagai Suku Oni.

    Suku Oni merupakan pribumi asli Kabupaten Bone yang dulunya bekerja membangun benteng, irigasi dan bangunan lainnya pada zaman kerajaan.

    Suku Oni terkenal sangat lincah dan kuat. Mereka memang terbiasa tinggal di hutan dan hidup secara alami di dalamnya.

    Mereka juga dipercaya menjadi mata-mata raja Bone.

    Cerita mengenai keberadaan suku Oni dimulai dari Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka yang mengaku pernah berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 sentimeter.

    Ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan Tanjung Palette.

    "Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, sekitar 17 tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk ke dalam perkampungan mereka."

    "Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus berjalan sekitar tiga kilometer."

    "Saat hendak masuk memang agak sulit,"

    "Karena, mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja."

    "Tapi di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan bertingkat-tingkat," jelas Lukman, melansir Kompas.com.

    Manusia kerdil tersebut disebut-sebut tinggal di gua-gua di tengah hutan.

    Walau masih simpang siur, sebagian warga di sekitar pegunungan Bone menjuluki mereka sebagai makhluk setengah siluman.

    Lantaran, sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan.

    Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai makhluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya.

    Tapi memang, hanya secara fisik lebih kecil.

    Cerita lain menyebutkan, suku Oni bisa "dipancing" keluar dari tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang diletakkan di mulut gua.

    Namun, beberapa orang yang mencoba cara ini tidak mendapati kehadiran mereka.

    Artikel ini telah tayang di suar.grid.id dan Bangkapos.com

    (ABL)

  • Anak Buah Sri Mulyani Tegur Anies Baswedan

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Terkait dengan sisa lebih perhitungan APBD Pemprov DKI Jakarta (Silpa) 2020 sebesar Rp. 2,02 triliun, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti menegur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut meminta Anies dalam pengelolaan keuangan daerah sebaiknya Silpa tidak terlalu besar.

    “Ini mungkin sebetulnya pengelolaan keuangan di daerah ya, kalau bisa yang namanya Silpa daerah ini jangan terlalu besar Pak Gubernur, karena ini dilihatnya seperti uang nganggur,” ujar Astera dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) DKI secara virtual, Rabu, 14 April 2021 lalu, dikutip dari Tempo.co.

    Padahal, menurut Astera, Silpa ini seharusnya sudah ada peruntukannya.

    “Ini masalah di daerah, monggo diatur yang baik,” ucapnya. Kemenkeu mencatat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan Silpa sebesar Rp 2,02 triliun itu sebagai sumber alternatif menutupi defisit pembiayaan tahun 2021.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggunakan penerimaan pinjaman daerah yang naik signifikan dari Rp 0,26 triliun di APBD 2020 menjadi sebesar Rp 9,98 triliun di APBD 2021.

    “Kita berharap ini juga diikuti dengan tata kelola yang baik, saya percaya DKI Jakarta ini Ibu Kota negara tentunya level dari pada pengelolaannya seharusnya sudah lebih tinggi dibanding daerah lainnya,” kata Astera.

    Secara umum laporan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ihwal serapan APBD 2020 kepada Kemenkeu menunjukkan realisasi pendapatan DKI Jakarta sebesar 118,43 persen atau lebih tinggi dari pada capaian nasional yang berada di kisaran 100,34 persen.

    Hal itu juga diikuti dengan realisasi belanja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang relatif baik di angka 117,7 persen. Sementara, realisasi belanja nasional berkisar di angka 97,60 persen. Akhir tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati besaran pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 sebesar Rp 84,19 triliun.

    Besaran tersebut disepakati setelah Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama TAPD menetapkan sejumlah pagu. Seperti proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp 72,18 triliun, pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 51,89 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp 16,87 triliun dan pendapatan lain-lain yang sah Rp 3,42 triliun.

    Selanjutnya, pagu belanja daerah yang ditetapkan sebesar Rp 72,96 triliun dengan perincian belanja operasi Rp 57,45 triliun, belanja modal Rp 9,99 triliun, belanja tidak terduga (BTT) Rp 5,04 triliun serta belanja transfer Rp 498,01 miliar. Adapun, untuk postur penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp 12,09 triliun yang didapat dari Silpa 2020 Rp 2,02 triliun dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp 9,98 triliun.

    Adapun postur pengeluaran pembiayaan diproyeksikan Rp 11,22 triliun dengan perincian Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 10,99 triliun dan pembayaran cicilan utang jatuh tempo Rp 33,65 miliar, dan pemberian pinjaman daerah Rp 200 miliar. Persetujuan tersebut sebelumnya telah mempertimbangkan dalam pandangan lima komisi DPRD Provinsi DKI Jakarta dengan memberikan sejumlah catatan terhadap APBD DKI 2021.

    (ABL)

  • BPkel Oi Hidup dan YKAKI Manado Sukses Gelar Kegiatan Hari Kanker Anak Internasional 2021

    test.petasulut.com/, MANADO – Badan pengurus kelompok (BPKel) Ormas Oi Hidup bersama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Manado melaksanakan kegiatan dalam rangka hari kanker anak Internasional 2021.

    Pergelaran hari kanker anak Internasional 2021 ini pun sukses digelar.

    Adapun beberapa pergelaran yang dilaksanakan yakni berani gundul dan lomba akustik untuk penggalangan dana bagi anak kanker.

    Pada pantauan media, ada lima belas orang terlibat berani gundul dan enam band yang terlibat dalam lomba akustik, di Meeting Point Food and Launge Politeknik, Jumat (19/02/2021).

    Ketua panitia BPKel Oi Hidup, Adam Hakim ketika diwawancarai mengatakan, akan rasa terima kasihnya kepada peserta yang berpartisipasi dalam penggalangan dana bagi anak kanker baik mengikuti lomba akustik maupun berani gundul.

    Sedangkan donasi yang terkumpul pada acara kemarin berjumlah 740 ribu, pendaftaran 6 ratus, sedangkan untuk donasi rekening baik masuk ke rekening BPKel Oi Hidup maupun YKAKI Cabang Manado belum dihitung, rencana akan dihitung semuanya baru akan diserahkan langsung ke pihak YKAKI Cabang Mando.

    “Harapan saya, berapapun terkumpul kiranya bisa membantu kebutuhan dan perobatan anak kanker yang ada di Sulut, Doa kami juga mereka diberikan kesembuhan,” tuturnya, di kediamannya Sabtu (20/02/2021).

    Sedangkan pihak YKAKI Cabang Manado, Meylan T. Mamudi selaku ketua mengucapkan rasa syukurnya kegiatan hari kanker anak Internasional 2021 yang digelar di Kota Manado berjalan dengan baik, dengan kegiatan berani gundul dan lomba akustik dalam rangka penggalangan dana bagi anak kanker.

    Mamudi menambahkan, banyak terimakasihnya kepada pihak BPKel Oi Hidup yang mau bersama-sama menggalang dana bagi anak penyandang kanker di masa pandemi ini, yang adalah masa-masa sulit untuk berbagi.

    “Saya salut untuk Oi Kota Manado, salam Oi,” ucapnya.

    Melihat kegiatan dari BPKel Oi Hidup bersinergi dengan YKAKI Cabang Manado, ditanggapi baik oleh ketua Badan Pengurus Kota (BPK) Manado, Mustofa Hasan.

    “Kami sangat mendukung semua program yang dibuat oleh Oi Kelompok yang ada di Kota Manado. Seperti BPKel Oi Hidup yang bersinergi dengan YKAKI Cabang Manado, ini hal yang sangat luar biasa. Kiranya ini menjadi motivasi bagi masyarakat Kota Manado untuk lebih peduli lagi dengan adik-adik kita yang sedang berjuang melawan kanker,” ujarnya.

    Sekali, apresiasi bagi BPKel Oi Hidup yang menjalankan tradisi Ormas Oi dalam lingkup kemanusiaan. Semoga donasi yang terkumpul bisa bermanfaat untuk adik-adik kita dalam hal kebutuhan dan pengobatan.

    Diketahui, pada acara hari kanker anak Internasional 2021, di siarkan langsung Se-Indonesia, dan dihadiri oleh artis-artis ternama seperti Agnes Monica, Indera Bekti, Rizky Billar dan Lesti Kajora.

    (ABL)

  • Akhir Masa Jabatan, GSVL Akan Terapkan PPKM Skala Mikro

    test.petasulut.com/, MANADO – Masa kerja Walikota Manado G.S Vicky Lumentut diketahui tinggal menyisakan dua bulan lagi sesuai periodesasi jabatannya bersama dengan Wakil Walikota Manado Mor Bastian

    Dalam kurun dua bulan kedepan ini, GSVL tetap akan bekerja maksimal sekaligus mempersiapkan kota Manado yang lebih baik untuk Walikota dan Wawali Manado berikutnya yakni Andrei Angouw- Richard Sualang.

    Persoalan yang paling mendesak dan perlu untuk dituntaskan diakhir periode GSVL yakni menurunkan tingkat penyebaran dan jumlah kasus Covid-19 di kota Manado.

    “Persoalan pertama yang akan kami persiapkan adalah mengajak rakyat agar disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan” ujar GSVL yang menyebut juga bahwa Manado masih dalam zona merah.

    PPKM skala mikro yang akan diberlakukan dengan membuat zonasi sendiri menurut Kecamatan versi Gugus Tugas Kota Manado. Ada 3 Zona yang dipakai Zona Resiko Tinggi, Zona Sedang, dan Zona Aman. Zona Resiko Tinggi kita lakukan pembatasan, Zona Resiko sedang akan sedikit longgar, dan Zona Aman dilonggarkan dengan harapan ekonomi kota tetap berjalan.

    “Hari senin depan ada langkah yang dilakukan, adalah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro, yang merupakan terjemahan dari Presiden dalam kegiatan Munas Apeksi agar menekan penularan dari Covid-19 ini dengan program Lingkungan Manado Tangguh” Tambah Walikota Manado.

    (ABL)

  • BP2MI Manado Sosialisasi Peluang Kerja ke Jepang, Makalalag: Tunjang Pemerintah Kurangi Pengangguran

    test.petasulut.com/, SULUT – UPT BP2MI Manado kembali mensosialisasikan peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker dengan mengambil tempat di kantor UPT BP2MI Manado.

    Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh sekitar 20 peserta, Jumat (19/2/2021).

    Pada kesempatan itu, dalam sambutannya Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyebutkan bahwa program SSW Jepang dibuka untuk 14 sektor pekerjaan dengan total kuota kebutuhan pekerja hingga menyentuh angka 345 ribu orang yang dibagi dengan negara-negara Asia lainnya.

    “Untuk sosialisasi kali ini, UPT BP2MI Manado menggandeng lembaga pelatihan Gerontopia Niigata Manado sebagai lembaga yang mempersiapkan calon pekerja Care Worker program SSW dengan konsentrasi pelatihan bahasa dan kemampuan perawat lansia,” Jelas Makalalag.

    Di temui di tempat pelaksanaan acara, Hendra Makalalag menyebutkan bahwa kini setiap harinya UPT BP2MI Manado, kerap didatangi masyarakat yang gencar bertanya mengenai program SSW Jepang.

    “Setiap harinya kami banyak melayani masyarakat yang bertanya tentang program SSW, baik itu melalui telepon, media sosial, maupun yang datang langsung untuk bertanya ke kantor kami” sebutnya.

    Lebih lanjut Hendra menambahkan bahwa kedepannya UPT BP2MI Manado akan gencar melakukan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri khususnya program SSW Jepang.

    “Karena melihat antusiasme ini, kedepannya kami akan gencar melakukan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri karena ternyata minat masyarakat Sulawesi Utara untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi. Rencananya kami akan mengadakan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri ini setiap 2 minggu sekali di kantor UPT BP2MI Manado secara gratis dan terbuka untuk umum”ungkapnya.

    Hendra juga menambahkan bahwa peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker lewat program SSW memang sangat menggiurkan.

    “Gajinya saja sudah menyentuh angka 20 juta/bulan, dengan izin tinggal selama 5 tahun dan persyaratan yang cukup mudah. Jadinya kami juga gencar melakukan sosialisasi dan promosi program ini karena bisa membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan menambah pemasukan bagi daerah lewat remitansi” tutupnya.

    (ABL)

  • Mantapkan pembentukan OCC, BPW Ormas Oi Sulut Bertemu Basarnas Kelas A Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Ormas Oi Sulut diketahui makin serius membentuk Oi Crisis Center (OCC).

    Keseriusan itu terlihat, ketika BPW Ormas Oi Sulut bertemu langsung dengan kepala Basarnas Kelas A Manado, Suhri N. N. Sinaga, S.E., M.M, di Kantor Basarnas Manado, Selasa (16/02/2021) kemarin.

    "Kedatangan BPW Ormas Oi Sulut di kantor kami sebagai langkah awal dalam hal koordinasi maupun komunikasi potensi-potensi SAR yang ada di Sulut, sebab melihat kondisi saat ini Sulut rentan bencana khususnya Kota Manado, kiranya dengan pertemuan ini kedepannya Ormas Oi Sulut dan Basarnas bisa bekerja sama dalam hal pelatihan-pelatihan dan kerja-kerja lapangan terkait SAR, dan kami mendukung penuh atas upaya BPW Oi Sulut untuk membentuk badan otonom (Banom) Oi Crisis Center (OCC) UPW Se-Sulut," ungkap Kepala Kantor BASARNAS Kelas A Manado, Suhri N. N. Sinaga, S.E., M.M kepada media test.petasulut.com/, Rabu (17/02/2021).

    Sedangkan pihak BPW Ormas Oi Sulut sangat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Basarnas Kelas A. Manado.

    “Terimakasih atas sambutan dan jamuan dari kepala Basarnas Kelas A Manado yang sudah menerima kami BPW Ormas Oi Sulu,” ujar Muh. Awaludin Lainutu mewakili BPW Ormas Oi Sulut.

    “Pertemuan BPW Ormas Oi Sulut dengan kepala Basarnas Kelas A Manado tujuannya untuk membangun Silahturahmi. Dari silahturahmi ini kedepannya terkait pembentukan OCC di Sulut,” tambahnya Awaludin.

    (ABL)

  • Raski Bantah Tahapan Pemeriksaan BK Soal Pemberhentian JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka pengambilan keputusan terhadap hasil pemeriksaan Badan Kehormatan, pada Selasa (16/2).

    Badan kehormatan telah mengambil keputusan. Dimana berdasarkan Peraturan DPRD Sulut Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Peraturan Tata Tertib DPRD Sulut serta Peraturan DPRD Sulut Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD Sulut,

    BK DPRD Sulut memberikan rekomendasi dengan mengusulkan pemberhentian James Arthur Kojongian dari jabatan Wakil Ketua DPRD Sulut dan pemberhentian JAK dari Anggota DPRD Sulut sesuai mekanisme diserahkan ke partai Golkar.

    Usai pelaporan keputusan BK, Ketua Fraksi Golkar Raski Mokodompit pun melakukan interupsi.

    Dirinya membantah laporan BK dengan alasan ada 2 keputusan yang disampaikan BK.

    “Di poin kedua tadi disampaikan bahwa pemberhentian sebagai anggota DPRD diserahkan kepada partai politik yakni Golkar, tidak perlu disampaikan dalam pembacaan keputusan BK dan dalam forum paripurna ini. Karena itu adalah urusan pribadi dari partai kami (Golkar). Ini yang menjadi keanehan dan rancu,” ucap Raski ngotot.

    Menanggapi itu, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen menyampaikan itu merupakan satu keputusan yang bulat.

    “Poin 1 dan 2 itu merupakan satu kesatuan. Diberhentikan dari Pimpinan dewan dan pemberhentian dari anggota dewan diserahkan ke parpol bersangkutan,” ucapnya.

    Raski juga menyambung terkait tahapan pemeriksaan BK, siapa dan kapan pelapor melaporkan persoalan ini sampai BK menindaklanjutinya.

    “Pada pembacaan BK Tadi, tidak disampaikan hal ini. Pemeriksaan pengadu juga tidak disampaikan, tiba-tiba muncul sebuah keputusan padahal sejak awal tahapan-tahapan ini tidak jelas. Keadilan prosedural ini yang saya pertanyakan,” jelasnya.

    (ABL)

    Berikut Video Selengkapnya:

    https://youtu.be/JppR9F1i5BM
    https://youtu.be/n1XuAh2VXIU
  • Mills Support Sulut United Musim 2021 Dan 2022

    test.petasulut.com/, SULUT – Fokus menatap Liga 2 Indonesia musim 2021-2022, Sulut United telah resmi menggandeng brand aparel lokal Mills sebagai sponsor.

    Hal tersebut dibuktikan dengan terjalinnya kesepakatan kedua belah pihak lewat penandatanganan pada 2 Februari 2021 lalu.

    Sebagaimana diketahui, Mills merupakan brand apparel resmi Tim Nasional Sepakbola Indonesia.

    Dalam Perjanjian Kerjasama tersebut Mills akan menjadi brand apparel resmi klub kebanggaan masyarakat nyiur melambai Sulut United selama 2 musim (2021 dan 2022), dimana Mills akan support secara penuh Sulut United di musim kompetisi yang akan datang.

    “Kami menyambut dengan amat baik kerjasama dengan Mills yang merupakan brand lokal dimana mereka sedang menanjak di tanah air, harapan kami kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang optimal baik bagi Sulut United ataupun Mills”, ungkap CEO Sulut United, Bima Sinung Widagdo mengenai penandatanganan kontrak tersebut.

    Sementara, Direktur Marketing Mills Stevendy Tjen dalam kutipan statemennya mengatakan, sebagai sebuah klub yang dikelola dengan baik sehingga menarik minat Mills untuk bekerjasama.

    “Kami menganggap Sulut United merupakan klub yang dikelola oleh manajemen yang baik di Liga 2, Liga Indonesia dan klub yang mempunyai potensi untuk berkembang menjadi klub besar ke depan nya. Kami yakin bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” ungkap Stevendy Tjen.

    Diharapkannya pula, dengan kerjasama tersebut, menjadikan sebuah energi baru bagi Mills untuk mengarungi Liga 2 nanti.

    “Semangat dan visi yang sama membuat Sulut United dan Mills menjalin kerjasama. Yang pasti akan ada efek positif untuk Sulut United, Mills dan supporter kedepannya,” ujar Manager Sulut United Muhammad Ridho.

    (ABL)

  • Pasukan Manguni Makasiow Fokus Lahirkan Kembali Budaya Mapalus

    test.petasulut.com/, SULUT – Sebagai wujud kepedulian serta keterpanggilan untuk melayani dan membantu sesama manusia. Pasukan Manguni Makasiow terus bergerak membantu korban bencana alam di kota Manado.

    Hal ini juga bertujuan untuk melahirkan kembali semangat gotong-royong (Mapalus) dan SITOU TIMOU TUMOU TOU (Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain) yang sudah meredup.

    Terbukti, Pasukan Manguni Makasiow dibawah komando Panglima Besar Andy Rompas membantu korban tanah longsor di Kelurahan Tingkulu.

    Bantuan alat berat dikerahkan Manguni Makasiow untuk mengeluarkan material-material rumah yang telah rusak, sekaligus membantu pembangunan rumah korban lewat Mapalus.

    Pangbes Andy Rompas mengatakan bahwa akan melahirkan kembali budaya Mapalus ditanah Minahasa.

    “Program membangun kembali rumah yang hancur karena longsor adalah bentuk budaya Mapalus (saling bergotong royong). Itulah yang sementara kami lakukan untuk saudara kami Willy Rantung yang terkena tanah longsor,” ucap Rompas, Senin (15/2).

    Pasukan Manguni Makasiow Membantu Korban Tanah Longsor di Kelurahan Tingkulu

    Menanggapi itu, Willy Rantung mengatakan sangat bersyukur karena pasukan Manguni Makasiow rela buang waktu dan tenaga untuk membantu.

    “Saya bersama keluarga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Tuhan Yesus Memberkati Pasukan Manguni Makasiow,” katanya.

    Sebelumnya, Pangbes Manguni Makasiow Andy Rompas telah berbagi kasih sekaligus membantu korban bencana di Mamuju.

    (ABL)

  • Ini Pernyataan Sikap Fraksi NasDem Sulut Terkait Persoalan JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan persoalan yang di hadapi salah satu pimpinan DPRD Sulut yakni James Arthur Kojongian (JAK), Fraksi Partai Nasdem Sulut pun menyatakan sikap.

    Menurut partai NasDem bahwa peristiwa yang terjadi pada hari Minggu Malam tanggal 24 Januari 2021, di Jalan Raya Kelurahan Tumatangtang Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon.

    Dimana sebuah mobil yang diduga kuat dikendarai oleh JAK bersama seorang perempuan didalam mobil tersebut. Sementara diduga kuat isterinya bernama MEP yang bergantungan diatas kap/deksel mobil tersebut dan berteriak-teriak minta tolong agar mobil dihentikan dan turunkan seorang perempuan yang berada dalam mobil tersebut, namun mobil tersebut tetap dijalankan oleh yang diduga kuat adalah JAK.

    Sehingga menyeret yang diduga kuat isterinya bernama MEP sejauh kurang lebih 30 meter dan pada akhirnya mobil tersebut dihentikan atas upaya warga yang berada disekitar tempat peristiwa tersebut.

    Peristiwa tersebut telah terjadi ditempat umum dan secara spontan disaksikan serta diliput oleh beberapa warga yang berada dilokasi tersebut dan disebarkan secara luas, sehingga menjadi viral di media massa dan sosial media (sosmed) yang pada umumnya masyarakat yang menyaksikan (melalui video) peristiwa tersebut sangat mencela dan menunjukan ketidaksukaan sangat kuat terhadap pelaku (pengendara mobil tersebut).

    Masyarakat yang menyaksikan (melalui video) tersebut berasal dari berbagai kalangan terutama dari kalangan perempuan bahkan mereka yang tergabung dalam wadah Gerakan Perempuan Sulut (GPS) membuat petisi dan mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulut serta mendesak dengan sangat agar pelakunya (pengendara mobil tersebut) yang diduga kuat adalah JAK sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut segera mengundurkan diri atau diberhentikan sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Jika benar dan terbukti bahwa pelaku perbuatan (pengendara mobil tersebut) adalah JAK yang adalah oknum Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut (Pejabat Publik), maka perbuatan tersebut telah sangat melanggar kepatutan dan kewajaran yang berlaku dalam masyarakat, sehingga perlu diproses oleh Badan Kehormatan (BK) dan dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 65 ayat (1) Peraturan Tata Tertib DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Fraksi Partai NasDem pun sangat setuju dan mendukung sepenuhnya, agar Badan Kehormatan DPRD Sulut kenakan sanksi terhadap JAK, namun BK harus dan wajib perhatikan dengan sungguh-sungguh seluruh ketentuan hukum dan Peraturan yang berlaku termasuk Peraturan DPRD Sulut Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Peraturan Tata Tertib DPRD Sulut serta Peraturan DPRD Sulut Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD Sulut yang masih sah dan berlaku sampai saat ini karena belum dicabut dan belum diadakan yang baru oleh DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Dan juga proses pengambilan keputusan oleh BK DPRD Sulut dengan pemberian sanksi terhadap JAK, agar dilakukan dengan benar sesuai ketentuan hukum dan Peraturan yang berlaku sehingga tidak cacat hukum dan tidak terbuka cela akan adanya keberatan ataupun gugatan dari pihak manapun juga dikemudian hari.

    Fraksi Partai NasDem pun memintakan dengan sangat agar BK DPRD Sulut dalam proses pengambilan keputusan, harus dan wajib perhatikan seluruh ketentuan hukum dan Peraturan yang berlaku termasuk Peraturan Tatib DPRD Sulut serta Peraturan Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD Sulut, khususnya yang diatur dalam Bab XI Tata Beracara BK Pasal 21 sampai Pasal 59 Peraturan DPRD Sulut Nomor 14 Tahun 2012.

    Demikian pernyataan sikap Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sulut terhadap peristiwa yang diduga kuat dilakukan oleh James Arthur Kojongian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Hormat Kami,
    Pimpinan Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sulawesi:
    Ketua Nick A Lomban
    Wakil Ketua Mohammad Wongso
    Sekretaris Stella M Runtuwene

    (ABL)