Tag: bunuh diri

  • Putri FK Ungkap Sosok Ayahnya Semasa Hidup

    test.petasulut.com/, Sulut – Kasus pembunuhan anak yang terjadi di Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa memang menjadi perbincangan publik, khususnya di Sulawesi Utara.

    Dimana, kejadian itu berawal dari hilangnya seorang anak perempuan MS selama dua hari. Dan dihari ketiga MS ditemukan warga Desa Koha dalam keadaan telah meninggal didalam sebuah karung.

    Atas kejadian itu, warga pun menduga pelaku pembunuhan itu adalah FK. Sehari selang penemuan MS, FK pun dikabarkan telah menghilang.

    Pihak kepolisian pun mencari keberadaan FK. Pada hari yang kesepuluh FK ditemukan warga diperkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Kuat dugaan bahwa FK telah bunuh diri.

    Namun terlepas dengan kasus tersebut, Putri FK, Marcia Kalesaran memberikan penjelasan tentang sosok ayahnya semasa hidup.

    “Yang pasti, Papa adalah Sosok yang Baik, Tegas, Bijaksana, penuh humor dan penuh sosial kepada sesama. Maka dari itu, masyarakat desa Koha tak menyangka semua ini bisa terjadi,” jelas Kalesaran, senin(31/5) melalui pesan Messenger.

    “Papa ketika masyarakat butuh bantuan Ataupun Keluarga ada pengeluhan, pasti papa berusaha dan selalu mengayomi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

    Dalam postingan media sosial pun terlihat Putri FK itu menuliskan “Ayah Dalam Hening Hati Ku Rindu” dengan mengunggah beberapa foto bersama dengan ayahnya.

    (ABL)

  • Keluarga Buka Suara Terkait Jatuhnya Alen Dari Lantai 7 Hotel di Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – Jatuhnya calon pengantin pria GFS alias Alen dari lantai 7 hotel berbintang di Manado sehingga menewaskan GFS menimbulkan sejumlah pertanyaan.

    Dimana, pihak keluarga tidak mempercayai bahwa GFS berniat untuk melompat dari lantai 7 hotel.

    Keluarga menduga dan percaya bahwa GFS terjatuh saat membuka kain tirai jendela hotel.

    Hal itu dibenarkan dan diakui oleh adik korban. Dimana dirinya menyebut bahwa Alen terjatuh dan bukan melompat.

    Paman korban Jack Andalagi, juga menjelaskan jika rekan-rekan korban yang akan menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin, mengaku saat kejadian Alen dalam kondisi selalu ceria dan tidak menampilkan raut wajah kecewa, sehingga bisa memicu dirinya melompat dari jendela.

    “Dari pengakuan adik dari Alen dan teman-teman Alen saat kejadian, kami keluarga berkeyakinan jika Alen tidak melompat tapi terjatuh. Pertama adiknya yang sudah kelas 6 SD mengaku jika kakaknya Alen terjatuh bukan melompat. Kemudian, teman-temannya bilang, Alen dalam kondisi yang sangat ceria. Jadi kami yakin Alen tidak melompat tapi terjatuh,” ujar Andalagi saat Ditemui di rumah duka yang ada di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, sabtu (29/5) dilansir dari Kumparan.

    Menurut Andalagi, ada kemungkinan Alen terjatuh karena kelelahan mempersiapkan pernikahannya.

    Lanjut dikatakan Andalagi, dirinya sangat tahu jika keponakannya tersebut memiliki mental yang kuat. Alen sejak kecil telah menjadi tulang punggung keluarga, di mana dirinya berjualan kue untuk membantu ibunya. Sementara, ketika lulus sekolah, Alen memilih jadi pelaut.

    “Anak ini seorang petarung. Sejak kecil sudah bertarung dengan kerasnya hidup. Setelah lulus dia memilih jadi pelaut yang harus punya mental baja. Jadi, kalau hanya masalah kecil, tidak mungkin sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar Andalagi.

    Sementara, terkait dengan adanya dugaan jika Alen melompat dari lantai 7, disebabkan ada masalah internal, yakni keluarganya terlambat datang ke pernikahan, menurut Andalagi hal tersebut tidak mungkin menjadi penyebab hingga Alen harus melakukan perbuatan yang tidak masuk akal.

    Walaupun diakui Andalagi, pasti ada rasa kekecewaan yang dirasakan terkait dengan keterlambatan tersebut, namun tidak mungkin sampai memicu seseorang hingga bunuh diri.

    “Saya kenal benar anak ini, karena Alen sejak kecil saya ikut merawatnya. Bahkan di profil facebooknya, Alen menulis saya itu ayahnya. Alasan ada masalah internal keluarga itu saya bisa katakan tidak mungkin sampai membuat dia melompat. Jadi, saya mewakili keluarga menyampaikan jika Alen terjatuh karena kemungkinan terlalu lelahnya Alen mempersiapkan pernikahan ini,” ujar Andalagi. Sumber: Kumparan.com

    Sebelumnya, Alen yang adalah pengantin pria akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.

    Namun, satu jam sebelum pemberkatan nikah, kejadian naas pun terjadi.

    (ABL)

  • Keluarga FK Dan MS Bertemu, Ini Hasilnya!

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin, dalam keadaan meninggal dunia.

    Keluarga dari pihak FK maupun keluarga MS melakukan pertemuan, pada Sabtu (29/5) hari ini.

    Pertemuan itupun dilangsungkan di kantor hukum tua Koha barat. Yang dihadiri oleh pihak keluarga FK yakni Istri FK, Tine dan Anak-anak FK, Octaviana Maria Kalesaran dan Marcia Kalesaran, Pihak keluarga MS yaitu Ayah MS, Eddy Sulu serta Kumtua Koha Barat, Antonius Sulu.

    Pertemuan itupun dibenarkan oleh Anak FK, Marcia Kalesaran. Dimana dirinya mengatakan bahwa keluarga kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan.

    “Intinya Skrg Dari keluarga belah pihak,
    Antara Keluarga Saya dan Keluarga Adik Sella Mmg sih Blm Di Rencanakan, Tapi Karena Mmg Sudah Rencana Tuhan kami sudah berdamai dan Tidak Lagi Menyimpan Dendam Dan Memulai Hdp Baru,” jawab Marcia saat dihubungi melalui pesan Masengger.

    Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    (ABL)

  • Jatuh Dari Lantai 7 Hotel, Pengantin Pria di Manado Tewas

    test.petasulut.com/, SULUT – Kejadian bunuh diri kembali mengguncang daerah Manado, Sulawesi Utara.

    Dimana, melalui beberapa postingan di media sosial pada jumat (28/5) pagi beredar kabar, seorang pria inisial F melompat dari lantai 7 di salah satu hotel bintang lima yang berada di Manado.

    Tragis, Pria inisial F itu diketahui adalah pengantin pria, yang akan melaksanakan pemberkatan nikah pada hari ini.

    Dari beberapa komentar media sosial yang berhasil di rangkum, ada yang mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak benar atau Hoax. Tapi ada juga yang membenarkan kejadian itu.

    Postingan salah satu teman korban

    Di media sosial, beberapa teman korban menuliskan “Rip Alen Suatan,”

    Namun, terinformasi dari keluarga yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan seharusnya Alen melangsungkan pemberkatan pernikahan pukul 14.00 WITA hari ini. Namun, karena alasan keluarga terlambat datang maka dia keluar dari kamar dan melompat dari lantai 7 hotel tersebut.

    “Saya dapat infonya seperti itu,” sebutnya dikutip dari Expose News.

    Terinformasi juga, jenazah Alen kini sudah berada di RS Siloam Manado. Dan rencananya akan dibawa ke rumah duka.

    (ABL)

     

  • Warga Ungkap Kronologi Penemuan Jasad Yang Diduga FK

    test.petasulut.com/, Sulut – Penemuan jasad yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan dibenarkan warga desa Koha, Minahasa, jumat (28/5) pagi.

    Dimana, Jasad itu ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Besar dugaan, meninggal karena bunuh diri.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    “awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.

    Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.

    “Setelah menemukan jasad FK, warga langsung menghubungi pemerintah setempat.” Ujar Jemmy.

    Diketahui, yang menemukan jasad itu adalah Jems Moningka, Pala Sony Rori dan Nyong Walewangko.

    (ABL)

  • Beredar Foto Terduga Pelaku pembunuhan Anak Gantung Diri, Benarkah?

    test.petasulut.com/, SULUT – Media sosial diviralkan dengan beredarnya foto yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan MS di Koha, Minahasa.

    Foto yang beredar di grup-grup Whatsapp itu membuat publik kaget.

    Dimana, di dalam foto tersebut terlihat mayat sudah mulai membusuk dan posisi mayat tersandar di sebuah pohon dan ada sebuah tali yang terlingkar di leher.

    Melihat posisi mayat, besar dugaan bahwa meninggal karena gantung diri.

    Caption yang tersebar di grup WA dalam foto tersebut menuliskan “info terkini pala pelaku pemerkosaan dan Pembunuhan sudah ditemukan dlm keadaan meninggal dunia gantung diri. posisi didesa koha samping kuala sudah membusuk,” isi tulisan yang beredar, jumat (28/5) pagi.

    Namun, menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    Tapi, sampai berita ini dimuat, belum ada informasi atau pernyataan resmi dari pihak berwajib, apakah di dalam foto tersebut adalah terduga pelaku pembunuhan anak MS.

    Sebelumnya, terduga pelaku pembunuhan FK telah dinyatakan DPO oleh kepolisian.

    (ABL)