Tag: DKI Jakarta

  • Nongkong di Warkop Saat PPKM, 8 Petugas Dishub di Pecat

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Terkait dengan beredarnya video viral para petugas Dishub yang nongkrong di warkop.

    Dimana dalam video yang beredar di media sosial tersebut menunjukan para petugas itu terlihat sedang makan dan duduk-duduk di warung kopi atau warkop.

    Padahal selama PPKM Darurat, rumah makan dilarang menerima pelanggan ditempat atau makanan dan minuman hanya boleh dibawa pulang.

    Atas tindakan tersebut, sebanyak 8 petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta itupun resmi dipecat.

    “Telah memenuhi unsur untuk diberikan sanksi kategori berat, yaitu pemutusan hubungan kerja dan dilaksanakan mulai hari ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Balai Kota, Jumat (9/7) dikutip dari tempo.co

    Melalui rekaman suara yang diterima Tempo dari Humas Pemprov DKI Jakarta, Syafrin menjelaskan kedelapan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) Dishub itu telah melanggar Keputusan Gubernur Nomor 875 Tahun 2021 Tentang PPKM Darurat.

    “Ini sebagai peringatan kepada seluruh jajaran Dishub lainnya dalam melaksanakan tugas, selalu taat akan regulasi yang ada,” kata Syafrin.

    (ABL)

  • Kasus Covid-19 di Tanah Air Tembus 2 Juta Kasus

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Merebaknya kasus Covid-19 ditanah air menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat maupun di sebagian besar sektor.

    Yang paling terasa yakni di sektor ekonomi dan pariwisata, dimana sektor-sektor inilah yang pertumbuhannya naik-turun bahkan sempat lumpuh akibat wabah virus Corona.

    Semua anggaran pemerintahan pusat dan daerah pun digeser (Refocusing) besar-besaran untuk penanganan Covid-19.

    Kendati demikian, wabah Covid-19 ini tak kunjung turun bahkan virus corona varian baru sedikit demi sedikit menggorogoti Republik ini.

    Sejak awal merebaknya covid-19 yakni pada bulan maret 2020 silam sampai hari ini, total kasus covid-19 telah menyentuh angka 2 juta kasus.

    Total kasus Corona yang ditemukan di Indonesia sejak Maret hingga hari ini mencapai 2.004.445 kasus. Pasien sembuh dari Corona mencapai 1.801.761 orang. Sedangkan total pasien COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 54.956 orang.

    Data penanganan pandemi Corona, Senin (21/6/2021), dipublikasikan oleh Humas BNPB. Data ini diperbarui setiap hari per pukul 12.00 WIB.

    Sementara tambahan harian kasus corona juga melonjak drastis di beberapa daerah.

    Daerah melaporkan penambahan kasus baru terbanyak pertama masih dipegang oleh DKI Jakarta dengan 5.014 kasus. Kemudian diikuti Jawa Tengah dengan 3.252 kasus dan Jawa Barat 2.719 kasus pada senin 21 Juni 2021.

    Dilansir dari Detik.com, Berikut ini sebaran kasus baru Corona pada 21 Juni:

    1. Aceh: 47
    2. Sumatera Utara: 280
    3. Sumatera Barat: 70
    4. Riau: 148
    5. Jambi: 119
    6. Sumatera Selatan: 111
    7. Bengkulu: 46
    8. Lampung: 119
    9. Bangka Belitung: 41
    10. Kepulauan Riau: 227
    11. DKI Jakarta: 5.014
    12. Jawa Barat: 2.719
    13. Jawa Tengah: 3.252
    14. DI Yogyakarta: 662
    15. Jawa Timur: 719
    16. Banten: 333
    17. Bali: 91
    18. Nusa Tenggara Barat: 23
    19. Nusa Tenggara Timur: 7
    20. Kalimantan Barat: 97
    21. Kalimantan Tengah: 70
    22. Kalimantan Selatan: 5
    23. Kalimantan Timur: 162
    24. Kalimantan Utara: 9
    25. Sulawesi Utara: 16
    26. Sulawesi Tengah: 19
    27. Sulawesi Selatan: 35
    28. Sulawesi Tenggara: 3
    29. Gorontalo: 66
    30. Sulawesi Barat: 2
    31. Maluku: 0
    32. Maluku Utara: 6
    33. Papua: 12
    34. Papua Barat: 6

    Berikut ini sebaran pasien sembuh dari Corona hari ini:
    1. Aceh: 200
    2. Sumatera Utara: 139
    3. Sumatera Barat: 195
    4. Riau: 405
    5. Jambi: 164
    6. Sumatera Selatan: 84
    7. Bengkulu: 65
    8. Lampung: 26
    9. Bangka Belitung: 76
    10. Kepulauan Riau: 4001
    11. DKI Jakarta: 2.835
    12. Jawa Barat: 1.245
    13. Jawa Tengah: 2.207
    14. DI Yogyakarta: 218
    15. Jawa Timur: 367
    16. Banten: 87
    17. Bali: 60
    18. Nusa Tenggara Barat: 29
    19. Nusa Tenggara Timur: 9
    20. Kalimantan Barat: 101
    21. Kalimantan Tengah: 97
    22. Kalimantan Selatan: 29
    23. Kalimantan Timur: 82
    24. Kalimantan Utara: 0
    25. Sulawesi Utara: 25
    26. Sulawesi Tengah: 43
    27. Sulawesi Selatan: 26
    28. Sulawesi Tenggara: 5
    29. Gorontalo: 0
    30. Sulawesi Barat: 0
    31. Maluku: 0
    32. Maluku Utara: 10
    33. Papua: 0
    34. Papua Barat: 3

    (ABL)

  • DKI Catat Rekor Tertinggi, 5.582 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Lonjakan kasus positif Covid-19 pada Minggu (20/6) sangat drastis.

    Dimana, catatan rekor tertinggi positif Covid-19 ini ada di tiga provinsi dengan kontribusi di atas 1.000 kasus.

    Hal ini berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada hari ini terdapat penambahan kasus sebanyak 13.737 kasus.

    Pertama, DKI Jakarta sebanyak 5.582 kasus. Angka ini juga merupakan rekor tertinggi bagi ibu kota. Sementara kesembuhan di Jakarta bertambah 2.457 kasus dan kematian bertambah 69 kasus.

    Kemudian disusul Provinsi Jawa Tengah, yang menyumbang angka kasus tertinggi pada hari ini sebanyak 2.195 kasus dengan bertambah 86 kasus kematian dan kesembuhan bertambah 154 kasus.

    Provinsi ketiga dengan penambahan di atas 1.000 kasus yakni Jawa Barat dengan 2.009 kasus, kematian bertambah 62 kasus dan 973 kesembuhan.

    Kementerian Kesehatan melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 pada Minggu (20/6) sebanyak 13.737 kasus.

    Dengan pertambahan ini, akumulasi kasus menjadi 1.989.909 kasus. Penambahan kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 89.183 spesimen.

    Sementara itu, kasus meninggal hari ini bertambah 371 kasus. Sehingga secara total 54.662 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

    Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 6.385 kasus. Sehingga total, 1.792.528 orang Indonesia sudah sembuh dari Covid-19.

    (ABL)

  • Anak Buah Sri Mulyani Tegur Anies Baswedan

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Terkait dengan sisa lebih perhitungan APBD Pemprov DKI Jakarta (Silpa) 2020 sebesar Rp. 2,02 triliun, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti menegur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut meminta Anies dalam pengelolaan keuangan daerah sebaiknya Silpa tidak terlalu besar.

    “Ini mungkin sebetulnya pengelolaan keuangan di daerah ya, kalau bisa yang namanya Silpa daerah ini jangan terlalu besar Pak Gubernur, karena ini dilihatnya seperti uang nganggur,” ujar Astera dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) DKI secara virtual, Rabu, 14 April 2021 lalu, dikutip dari Tempo.co.

    Padahal, menurut Astera, Silpa ini seharusnya sudah ada peruntukannya.

    “Ini masalah di daerah, monggo diatur yang baik,” ucapnya. Kemenkeu mencatat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan Silpa sebesar Rp 2,02 triliun itu sebagai sumber alternatif menutupi defisit pembiayaan tahun 2021.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggunakan penerimaan pinjaman daerah yang naik signifikan dari Rp 0,26 triliun di APBD 2020 menjadi sebesar Rp 9,98 triliun di APBD 2021.

    “Kita berharap ini juga diikuti dengan tata kelola yang baik, saya percaya DKI Jakarta ini Ibu Kota negara tentunya level dari pada pengelolaannya seharusnya sudah lebih tinggi dibanding daerah lainnya,” kata Astera.

    Secara umum laporan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ihwal serapan APBD 2020 kepada Kemenkeu menunjukkan realisasi pendapatan DKI Jakarta sebesar 118,43 persen atau lebih tinggi dari pada capaian nasional yang berada di kisaran 100,34 persen.

    Hal itu juga diikuti dengan realisasi belanja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang relatif baik di angka 117,7 persen. Sementara, realisasi belanja nasional berkisar di angka 97,60 persen. Akhir tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati besaran pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 sebesar Rp 84,19 triliun.

    Besaran tersebut disepakati setelah Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama TAPD menetapkan sejumlah pagu. Seperti proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp 72,18 triliun, pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 51,89 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp 16,87 triliun dan pendapatan lain-lain yang sah Rp 3,42 triliun.

    Selanjutnya, pagu belanja daerah yang ditetapkan sebesar Rp 72,96 triliun dengan perincian belanja operasi Rp 57,45 triliun, belanja modal Rp 9,99 triliun, belanja tidak terduga (BTT) Rp 5,04 triliun serta belanja transfer Rp 498,01 miliar. Adapun, untuk postur penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp 12,09 triliun yang didapat dari Silpa 2020 Rp 2,02 triliun dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp 9,98 triliun.

    Adapun postur pengeluaran pembiayaan diproyeksikan Rp 11,22 triliun dengan perincian Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 10,99 triliun dan pembayaran cicilan utang jatuh tempo Rp 33,65 miliar, dan pemberian pinjaman daerah Rp 200 miliar. Persetujuan tersebut sebelumnya telah mempertimbangkan dalam pandangan lima komisi DPRD Provinsi DKI Jakarta dengan memberikan sejumlah catatan terhadap APBD DKI 2021.

    (ABL)