Tag: Ekonomi

  • Secara Virtual Walikota Manado Ikuti Rakor Nasional Pengendalian Inflasi Bersama Presiden Jokowi

    Manado, test.petasulut.com/ – Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021, dilakukan secara virtual dengan Tema : Mendorong Peningkatan Peran UMKM Pangan Melalui Optimalisasi Digitalisasi Untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Dan Stabilitas Harga Pangan.

    Walikota Manado Andrei Angouw ikut menghadiri secara virtual rapat tersebut dari ruang kerjanya di kantor Walikota Manado. Rabu (25/8).

    Presiden Indonesia Joko Widodo dari Istana Negara membuka secara resmi kegiatan tersebut dan berdampingan secara fisik oleh Ketua BPK RI, Gubernur BI, Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto serta Ketua OJK.

    Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Kementerian dan Lembaga Tinggi Negara, kepala daerah baik Gubernur, Walikota dan Bupati se-Indonesia serta jajaran TPID se-Indonesia.

    Presiden RI Joko Widodo saat dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi

    Mengawali sambutan Presiden Jokowi, Hadir untuk mendengarkan laporan dari Gubernur Bank Indonesia. Setelah itu Presiden menyampaikan Sambutan.

    Dalam sambutannya Presiden Jokowi menyampaikan terkait pertumbuhan ekonomi secara Nasional yang berada pada kisaran 7,2 % dengan tingkat inflasi yang terkendali.

    Tak hanya itu, Presiden juga memaparkan mengenai sektor pertanian nasional, pasar komoditas, ekspor dan lain sebagainnya menjadi perhatian dalam kondisi perekonomian semua disinggung Presiden.

    Adapun harapan dari Presiden agar Lembaga Teknis dapat melakukan pendampingan kepada para petani dilapangan. Tujuannya adalah supaya Petani dapat melaksanakan kegiatan pertanian dengan baik agar supaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ditengah masyarakat yang sedang berjuang melawan pandemi seperti saat ini.

    Rangkaian acara pun hingga berjalan dipenghujung, kemudian dilanjutkan dengan dialog Nasional bersama Presiden Jokowi yang dipandu oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

    Kegiatan pun berakhir setelah mendengar Arahan dan tanggapan terhadap beberapa pertanyaan yang dilontarkan saat dialog berjalan saat itu.

  • Budidaya Ikan Lele Menjadi Potensi Usaha di Masa Pandemi Covid-19

    Penulis: Agustinus Rumimpunu SPi

    test.petasulut.com/, Manado, — Sektor perikanan budidaya masih cukup menjanjikan di tengah masa pandemi Covid-19.

    Salah satu komoditi unggulan adalah ikan lele (Chlaros) yang layak dijadikan usaha bagi semua kalangan. Selain sederhana dalam pemeliharaan, ikan lele juga berpeluang mengasilkan income keuntungan.

    Jenis ikan lele sangkuriang saat ini di kembangkan kelompok usaha bididaya makasudu di area Mapanget, Paniki bawah dengan perincian perkiraan sekitar 3 hingga 4 bulan dari kategori larva (benih) sudah bisa mengasilkan sekilo 6 sampai 8 ekor.

    Ikan lele bisa dipelihara di dalam kolam beton, terpal bioflok atau kolam pekarangan sederhana. Selain itu, didalam ikan lele memiliki gizi yang cukup tinggi, terutama protein.

    Cara mengawinkan induk pun sederhana dengan kombinasi 2:2 yakni 2 jantan 2 betina atau 1:2 yaitu 1 jantan 2 betina.

    Dengan cara ini sudah bisa mendapatkan calon benih larva lele dengan metode secara alami atau vegetatif suntikan buatan.

    Dalam periode 3 hingga 4 bulan dari larva lele sudah masuk kategori siap konsumsi yaitu 1 kilogram 6 sampai 8 ekor.

    Kemudian dari pemberian makan pemeliharaan bisa berupa pelet apung, teripang ayam rebus dan cacing sutra untuk kategori larva.

    Sehingga sangat layak dijadikan usaha pengembangan budidaya ditengah pendemi Covid-19.

    Untuk mendapatkan ikan lele di area Manado bisa datang langsung di Mapanget Paniki, tepatnya di kelompok usaha pokdaken makasudu yang menjual ikan lele dengan beragam ukuran siap konsumsi.

    Pemeliharaan dan pembesaran ikan lele sangat sederhana untuk usahawan pemula mengingat komoditi lele termasuk ikan yang daya tahan tubuh kuat dalam pemeliharaan sulit terserang penyakit.

    Angka pemeliharaan hidup dari larva sampai dewasa termasuk bisa dipastikan aman.

    Dengan niat positif, tekun dan rajin, niscaya keuntungan kedepan cukup menjanjikan.

    Semangat berbudidaya perikanan.

    (*/Gabri)