Tag: GMNI Sulut

  • GMNI Sulut Launching Badan Riset Dan Media Centre

    test.petasulut.com/, SULUT – Bertempat di Sekretariat DPD GMNI di Jl. 17 Agustus No.28, Teling Atas, Kec. Wanea, Kota Manado, DPD GMNI Sulut melaunching Badan Riset dan Media Centre, Sabtu (1/5).

    Para peserta yang hadir dalam launching Badan Riset dan Media Centre berasal dari beberapa perwakilan, seperti DPK Komisariat Bramantya UNPI, DPK Komisariat Swaradika (FISPOL UNSRAT), DPK Komisariat Pancasila (POLITEKNIK, DPK Komisariat Tulipa (PERTANIAN UNSRAT), dan juga turut hadir perwakilan dari DPC Bitung dan Sangihe.

    Sementara itu dalam sambutannya, Ketua DPD GMNI Sulut, Vrenky Muluwere mengatakan bahwa hal ini guna memperkuat basis gerakan dalam hal sumber daya yang ada.

    “Badan Riset dan Media Center dibentuk dalam rangka akselerasi sumberdaya gerakan untuk memperkuat basis dalam setiap ladang pengabdian bagi kaum marhaen,” tutur Muluwere.

    Ia juga menjelaskan, tentang tugas dari Badan Riset dan Media Centre ini sebagai bahan riset analisa tentang kehidupan masyarakat di Sulut, terutama Kota Manado dan Lolak.

    “Badan ini bertugas untuk menyusun riset disetiap daerah, baik masalah sosial dan mendifusikan hasil riset sebagai bahan gerakan digital beserta unsur penunjang lainnya, kami telah memulai dari daerah Manado Utara melakukan riset analisis sosial pemukiman kumuh dan menjabarkannya berbentuk video pendek durasi 5 menit, video ini bisa dicek di akun FB DPD GMNI Sulut dan akun IG gmnisulawesiutara,” jelas Muluwere.

    Vrenky berharap, sekiranya badan riset ini bisa menjadi acuan gerakan di era revolusi industri saat ini.

    “Saya berharap Badan Riset dan Media Center ini dapat menjadi agenda gerakan progresif yang relevan di era revolusi industri 4.0,” tutup Muluwere

    (ABL)

  • Liow Serahkan SKT, GMNI Sulut Bidik Indeks Pembangunan Manusia di Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka Dies Natalis GMNI Ke 67 Tahun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sulut menggelar SIMPOSIUM, Selasa (23/03) di cafe Charity.

    Maksud dari pergelaran itu adalah membahas tentang indeks pembangunan manusia di Sulut.

    “Analisis masalah sebagai diskursus dimana GMNI Sulut menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan,” ungkap ketua DPD GMNI Sulut, Vrenky M. Muluwere.

    Lanjutnya, ada 6 daerah kabupaten yang masuk dalam kategori sedang dalam hitungan indeks pembangunan manusia diantarnya, Sitaro, Talaud, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow, dan oleh karena itu output dari SIMPOSIUM ini guna menyusun resolusi sebagai kritik konstruktif dari GMNI Sulut terhadap pemerintah, dan kedepannya kajian-kajian SIMPOSIUM ini nantinya akan disusun kedalam peta jalan pembangunan Sulut demi terwujudnya pemerataan bangunan.

    “Perlu diketahui SIMPOSIUM ini merupakan bakti dedikasi GMNI di Sulut, dan pemerataan indeks pembangunan manusia akan dikaji dengan menggunakan konsep Trisakti Bung Karno sebagai pisau analisa, DPD GMNI Sulut mengharapkan secepatnya semua pemikiran dalam SIMPOSIUM ini dirampungkan ke dalam naskah peta jalan pemerataan pembangunan yang nantinya akan diserahkan kepada pemerintah,” ucapnya.

    Pada SIMPOSIUM yang digelar DPD GMNI Sulut dihadiri Kanan Kesbangpol, Steven Liow mewakili Pemerintah Provinsi Sulut.

    Pada kesempatan itu pun Steven merespon baik adanya SIMPOSIUM yang dibuat oleh GMNI Sulut.

    “GMNI harus menjadi gerakan terdepan yang mampu memberikan pokok-pokok pikiran, kajian, kritikan dilandaskan dengan solusi kepada pemerintah Provinsi Sulut guna meningkat kesejahteraan masyarakat Sulut,” ujar Liow.

    Liow menambahkan, di HUT ke 67 Tahun GMNI dirangkaikan SIMPOSIUM merupakan hal yang luar biasa, dimana GMNI membantu memberikan saran, ide dan sumbangsih bagi Pemerintah dalam meningkatkan indeks pembagunan manusia di Sulut. Ada pun kritik mendalam di SIMPOSIUM ini terkait siklus-siklus yang dibahas tentang tingginya harga pemasaran dan komoditas. Ketimpangan masyarakat bawah ternyata diamati oleh kader-kader GMNI, hal ini sangat luar biasa agar pemerintah Sulut sentuhan petani sampai ketingkat pemasaran bisa diintervensi.

    “Adapun saya lihat disini ada semangat baru dari GMNI Sulut untuk membekap petani dan buruh termasuk kepentingan mahasiswa, ini juga momentum di HUT ke 67 Tahun ini, GMNI berubah sangat luar biasa, sangat progresif. Saya melihat siknal progresif selalu menjadi jati diri anak-anak GMNI, biarlah benar kaum Marhaen menang dan merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, saya kira peta jalan dari Bung Karno melalui Trisakti berdaulat, berdikari dan berbudaya ini harus menjadi jiwa semangat kebangsaan anak bangsa, apa yang disampaikan oleh-oleh GMNI tadi merupakan pemikiran yang sangat luar bisa, momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pemikiran bung Karno itu mendarat bagi rakyat melalui mahasiswa kader GMNI,” Jelasnya.

    Ia berharap, kader GMNI terus maju, menjadi pemenang dan menjadi pembawa amanat rakyat.

    Pada kesempatan itu pun, Stevan Liow memberikan Surat keterangan terdaftar (SKT) DPD GMNI Sulut di kesbangpol Provinsi Sulut atas kepemimpinan Ketua Vrenky M Muluwere dan Meyorits Mandiangan beserta jajaran.

    Pada SIMPOSIUM dihadiri ketua Bidang Sarinah DPP GMNI, Inggreyit C. Kumentas, dan dihadiri pula perwakilan-perwakilan DPC sampai tingkat DPK yang ada di Sulut.

    (ABL)

  • Gelar Konfenda, Juan Rattu Terpilih Sebagai Ketua DPD GMNI Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI), Jumat (19/3-20) melangsungkan Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) GMNI Sulawesi Utara (Sulut).

    Konfenda ini dilaksanakan dalam rangka penyegaran dan regenerasi organisasi.

    Kegiatan yang berlangsung demokratis dan penuh dinamika tersebut menghasilkan Juan Ray Rattu sebagai Ketua DPD GMNI Sulut dan Michael Ayal sebagai Sekretarisnya.

    Dalam kesempatannya, Juan Rattu pertama mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Marhaenis yang boleh mempercayakan jabatan tersebut kepadanya.

    Alumni Fakultas Hukum Unsrat ini pun berharap proses dinamika yang terjadi tersebut pun bisa menjadi pelecut semangat perjuangan organisasi GMNI yang diketahui sangat mengedepankan slogan Marhaenisme.

    “Terima kasih untuk dukungan dari kader-kader Marhaenis, ini menjadi tanggung jawab yang besar bagi kita semua, bahwa kerja-kerja Marhaenis harus terus dilakukan, karena permasalahan di Sulawesi Utara semakin kompleks,” Imbuhnya.

    Dirinya pun berharap, ketika menjabat sebagai ketua DPD GMNI Sulut, bisa menambah semangat untuk memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan sebagai kader GMNI.

    “Semoga dinamika yang terjadi, menjadi pelecut semangat untuk perjuangan kita ke depan memenangkan hak-hak kaum marhaen,” Imbuh kader GMNI yang dikenal sangat mengedepankan perjuangan kepada kaum marginal tersebut.

    Pun, dirinya mengakui bahwa dalam kepemimpinannya kedepan, akan banyak permasalahan yang harus diselesaikan.

    Khususnya, masalah tanah adat dan pengrusakan situs-situs budaya yang dianggapnya sebagai permasalahan.

    Ia pun menegaskan bahwa dirinya bersama dengan GMNI berada dalam barisan perjuangan yang akan mengusahakan advokasi terhadap masalah-masalah tersebut.

    “Banyak permasalahan yang dialami Masyarakat Adat di Sulawesi Utara, semisal permasalahan tanah adat dan pengrusakan situs-situs budaya, serta pengakuan terhadap masyarakat adat. GMNI Sulawesi Utara akan konsern pengadvokasian terhadap masyarakat adat, dengan memperjuangkan RUU Masyarakat Adat. Saya ingin memastikan GMNI berada dalam barisan perjuangan Masyarakat Adat di Nusantara, karena dalam Trisakti Bung Karno, Kepribadian dalam Kebudayaan, yang menjadi pengejawantaan dari Revolusi Mental ini, adalah poros utama juga memenangkan zaman untuk membumikan Marhaenisme di Jazirah Utara Sulawesi Ini.” Tegasnya.

    Perlu diketahui sebelumnya bahwa Konferda DPD GMNI Sulut ini dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Imanuel Cahyadi.

    (ABL)