Tag: Harga Minyak goreng tinggi

  • Lonjakan Harga Minyak Goreng, Nick Desak Disperindag Segera Cari Solusi

    test.petasulut.com/, SULUT – Pada beberapa bulan belakangan ini, harga Minyak Goreng di Sulut tak kunjung turun dan masih di kisaran 20 ribu – 21 ribu per kilogram. Hal itupun membuat legislator gedung cengkih, Nick Adicipta Lomban angkat bicara.

    Personil Komisi II DPRD Sulut itupun mendesak pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Disperindag bergerak cepat merespons harga minyak goreng yang mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir di Sulut.

    "Banyak pelaku usaha makanan skala UMKM yang kesulitan dengan naiknya harga minyak goreng. Saya dapat banyak keluhan seperti pedagang gorengan di beberapa tempat yang terhimpit kenaikan harga minyak goreng. Mau menaikkan harga jual tidak mungkin karena daya beli masyarakat belum pulih," kata Nick, senin (17/01) saat diwawancarai awak media.

    Ia mengatakan, selain berdampak ke ekonomi, kenaikan minyak goreng bisa berdampak negatif ke kesehatan. Sebab, warga bisa saja memakai minyak goreng berulang-ulang lantaran untuk membeli yang baru harganya sudah melonjak naik.

    Lanjut Ketua Fraksi Partai NasDem Sulut, apapun masalah yang terjadi di lapangan terkait lonjakan harga minyak goreng, pemerintah dalam hal ini Disperindag, harus hadir memberi solusi.

    "Pemerintah harus pro aktif terkait masalah melambungnya harga minyak goreng. Segera cari solusi seperti operasi pasar khususnya minyak goreng" Ucapnya.

    "Setidaknya pemerintah hadirkan solusi jangka pendek dan jangka panjang juga untuk masyarakat. Di masa pandemi covid-19 ini juga masyarakat masih berbenturan dengan masalah ekonomi, ditambah dengan masalah baru seperti ini tentunya makin pusing," Tegasnya.

    https://test.petasulut.com/nick-pertanyakan-btp-disperindag-yang-menyentuh-rp-25-m/

    Mengenai persoalan ini, Lomban mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pimpinan dan anggota komisi II DPRD Sulut.

    "Aduan publik soal melambungnya harga minyak goreng di Sulut akan ditindaklanjuti melalui komisi II DPRD Sulut. Saya akan segera koordinasi," Tutupnya.

    (ABL)

  • BARA Desak Disperindag Pro-aktif Carikan Solusi Terkait Meroketnya Harga Minyak Goreng

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut, Alfian bara meminta pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Disperindag segera menggelar operasi pasar khususnya minyak goreng, menyusul harga komoditas tersebut mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir ini.

    “Kami berharap Disperindag segera mengambil sejumlah langkah guna menekan kenaikan harga minyak goreng di pasaran,” kata Bara, senin (17/01) saat diwawancarai awak media.

    Menurut Politisi Partai NasDem Sulut itu bahwa harga minyak goreng di sejumlah tempat di Sulut mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp11 ribu hingga Rp15 ribu, kini mencapai Rp20 – Rp21 ribu per kilogram.

    Bara mengatakan apa yang menjadi penyebab tingginya harga minyak goreng di pasaran.

    “Pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah, yakni menggelar operasi pasar khusus komoditas minyak goreng, melakukan pengawasan terhadap distributor minyak goreng bekerja sama dengan kepolisian.

    Selain itu, melakukan pendataan berkala kebutuhan masyarakat untuk minyak goreng dan mendorong pemerintah segera berkoordinasi dengan semua yang terkait agar mendapatkan pasokan minyak goreng.

    “Kami (DPRD Sulut) berharap tidak ada yang salah dengan tata kelola minyak. Mudah-mudahan tidak ada permainan harga minyak goreng di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

    https://test.petasulut.com/alfian-bara-reses-di-moyongkota-masalah-infrastruktur-diseruhkan-warga/

    Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut Bara bahwa masyarakat diperhadapkan dengan masalah ekonomi dan ditambah pula dengan melambungnya harga minyak goreng tentunya membuat masyarakat lebih terpuruk.

    “Kiranya pemerintah pro-aktif dan segera cari solusi jangka pendek mengenai persoalan ini. Saya juga yang duduk di komisi II DPRD Sulut akan segera berkoordinasi dengan teman-teman komisi terkait hal ini. Dan tentunya Komisi II sepakat akan menindaklanjuti apa yang menjadi kendala dilapangan terkait meroketnya harga minyak goreng,” Tutupnya.

    (ABL)