Tag: Info

  • Pegawai Honorer Kelurahan Diduga Lecehkan Tiga Siswi Magang

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Kasus pelecehan seksual terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel), dimana seorang pegawai Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, melakukan tindak pelecehan seksual kepada tiga siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL).

    Dilansir dari fajarpendidikan, Tiga korban berinisial AN (16), NA (16), dan AW (17) mengaku trauma dan akhirnya menolak saat dipanggil kembali untuk magang di kantor Kelurahan Jombang.

    1. Pelaku berinisial SA berusia 54 tahun

    Ketiga siswi tersebut jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pegawai kelurahan berinisial SA (54). Kepada wartawan, Lurah Jombang Hasanudin menjelaskan kasus dugaan pelecehan siswa magang itu dalam proses pengusutan Satgas Perlindungan Anak (PA) Kelurahan Jombang.

    Informasi yang berhasil dihimpun, oknum pelaku pelecehan seksual tersebut berstatus sebagai pegawai honorer. Dalam kasus itu, pihak kelurahan mengklaim telah memanggil dan meminta keterangan langsung dari SA soal kejadian itu.

    2. Pimpinan SA juga sudah dimintai keterangan terkait dugaan pelecehan siswa magang itu.

    3. Siswi Magang Jadi Korban Pelecehan Pegawai Kelurahan di Tangsel Rapid test di terhadap ASN di Serang.

    https://test.petasulut.com/honor-pns-daerah-tembus-rp-25-juta-sry-mulyani-bakal-kurangi-dan-atur-batasan/

    Menanggapi kasus tersebut, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel menegaskan, pegawai berinisial SA itu adalah pegawai honorer. Pihaknya, juga telah memanggil pimpinan dari diduga oknum pegawai honorer itu.

    “Dia (SA) non-PNS,” ungkap Kepala BKPP Tangsel, Apendi dikonfirmasi.

    Dia menegaskan, atasan SA pun telah dimintai keterangan. Dalam keterangan sementara yang diperoleh, oknum pegawai itu, hanya mencolek siswi magang di kantor kelurahan itu.

    Kepala BKPP: Kata Lurah pelaku cuma nowel

    Lurah Jombang, Hasanudin, kata Apendi juga sudah memanggil SA, untuk dimintai keterangan. Dia juga memerintahkan sang lurah untuk menggali keterangan secara benar dan utuh.

    “Kata dia, ‘cuma nowel (mencolek) doang’. Ini mah lurah yang bilang ke saya tadi,” kata Apendi.

    Menurutnya, untuk proses lebih lanjut diserahkan kepada ketiga siswi yang merasa dilecehkan.

    Sementara pihak BKPP Tangsel, lanjut Apendi, merekomendasikan kepada pejabat kecamatan untuk menegakan aturan dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.

    “Ini kan mencemarkan nama baik Tangerang Selatan sebagai pegawai,” ucapnya.

    Artikel ini telah tayang di fajarpendidikan.co.id dengan judul "tiga siswi magang diperkosa pegawai honorer kelurahan"

    (ABL)

  • Mengenal Manusia Kerdil Dari Suku Oni Yang Berada di Hutan Indonesia

     

     

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Ada Beragam Suku, Ras dan Agama yang tersebar di seluruh Dunia, terlebih di Indonesia.Kehidupan kelompok suku di berbagai daerah mempunyai khas masing-masing. Masyarakat yang hidup di era modern seakan tidak percaya akan hal-hal unik yang dianggap sebagai budaya dari suku tertentu.

    Namun, ada yang menarik yang wajib kita ketahui, dimana ada manusia kerdil bertahan hidup di hutan sampai saat ini.

    Mereka pun terinformasi hidup secara komunal di tempat terisolir dan tak berhubungan dengan dunia asing.

    Beberapa waktu lalu, di pedalaman Aceh ada yang menemukan manusia kerdil Suku Mante.

    Namun, manusia yang tak sengaja terekam kamera pengendara motor itu kabur berlari kencang di semak-semak.

    Kemudian, berkembang cerita bahwa memang ada orang kerdil Suku Mante di hutan pedalaman Aceh.

    Hanya saja, tidak mudah menemukan orang-orang tersebut karena mereka bersembunyi dari manusia lainnya.

    Secara umum, suku-suku yang ada saat ini berkembang dan eksis di tengah masyarakat.

    Manusia kerdil dan lincah kebanyakan dikenal sebagai hobbit.

    Hobbit adalah salah satu jenis makhluk fiktif dalam karya fantasi Tolkien.

    Namun, sebenarnya manusia hobbit tak hanya fiktif belaka.

    https://test.petasulut.com/pesona-tuur-maasering-tomohon-menghadirkan-hutan-pohon-aren/

    Manusia berukuran lebih kecil dari orang normal ini hidup di Indonesia. Fenomena orang kerdil di Indonesia ternyata juga ditemukan di Bone, Sulawesi Selatan.

    Di Bone Sulawesi Selatan, manusia kerdil dikenal sebagai Suku Oni.

    Suku Oni merupakan pribumi asli Kabupaten Bone yang dulunya bekerja membangun benteng, irigasi dan bangunan lainnya pada zaman kerajaan.

    Suku Oni terkenal sangat lincah dan kuat. Mereka memang terbiasa tinggal di hutan dan hidup secara alami di dalamnya.

    Mereka juga dipercaya menjadi mata-mata raja Bone.

    Cerita mengenai keberadaan suku Oni dimulai dari Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka yang mengaku pernah berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 sentimeter.

    Ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan Tanjung Palette.

    "Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, sekitar 17 tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk ke dalam perkampungan mereka."

    "Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus berjalan sekitar tiga kilometer."

    "Saat hendak masuk memang agak sulit,"

    "Karena, mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja."

    "Tapi di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan bertingkat-tingkat," jelas Lukman, melansir Kompas.com.

    Manusia kerdil tersebut disebut-sebut tinggal di gua-gua di tengah hutan.

    Walau masih simpang siur, sebagian warga di sekitar pegunungan Bone menjuluki mereka sebagai makhluk setengah siluman.

    Lantaran, sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan.

    Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai makhluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya.

    Tapi memang, hanya secara fisik lebih kecil.

    Cerita lain menyebutkan, suku Oni bisa "dipancing" keluar dari tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang diletakkan di mulut gua.

    Namun, beberapa orang yang mencoba cara ini tidak mendapati kehadiran mereka.

    Artikel ini telah tayang di suar.grid.id dan Bangkapos.com

    (ABL)