Tag: KASUS

  • Warga Ungkap Kronologi Penemuan Jasad Yang Diduga FK

    test.petasulut.com/, Sulut – Penemuan jasad yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan dibenarkan warga desa Koha, Minahasa, jumat (28/5) pagi.

    Dimana, Jasad itu ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Besar dugaan, meninggal karena bunuh diri.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    “awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.

    Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.

    “Setelah menemukan jasad FK, warga langsung menghubungi pemerintah setempat.” Ujar Jemmy.

    Diketahui, yang menemukan jasad itu adalah Jems Moningka, Pala Sony Rori dan Nyong Walewangko.

    (ABL)

  • Pelaku Pembunuhan Anak, STELLA: Hukum Seberat-Beratnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan kasus pembunuhan anak perempuan yang terjadi di Desa Koha membuat publik geram.

    Bagaimana tidak, Korban yang masih berumur 12 tahun itu diduga diperkosa lalu dibunuh oleh terduga pelaku inisial FK.

    Reaksi pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Dimana, Legislator Partai NasDem Stella Runtuwene mengecam agar pelaku baiknya dihukum mati.

    “Mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan, ada baiknya pelaku dihukum mati,” tegas Runtuwene, Senin (24/5) kemarin.

    Dirinya mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang dinilainya tidak manusiawi tersebut. Hal itu karena tindakan itu sangat-sangat bejat prilakunya.

    “Untuk itu aparat harus cepat bertindak agar supaya tidak ada korban-korban yang lain seperti ade Marshella” desak wakil ketua Komisi III DPRD Sulut itu.

    Menurutnya, kasus ini jadi peringatan buat semua orang tua. Itu supaya ke depan lebih waspada lagi dengan anak-anak mereka.

    “Agar jangan membiarkan mereka keluar sendirian. Pihak yang berwajib harus segera mencari orang tersebut,” ujarnya.

    “Hukum seberat-beratnya kalo bisa hukuman mati agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti Marshella,” sambungnya.

    (ABL)

  • BRAIEN Kecam Keras Pelaku Pembunuhan Anak di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali dihebohkan lagi dengan kasus pembunuhan anak di bawah umur. Kali ini, korban inisial MS anak berusia 12 tahun menjadi korban kebiadaban seorang pelaku diduga oknum perangkat desa.

    Sebelumnya terinformasi, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut karena penemuan sebuah karung bekas yang berisikan jenasah anak tersebut di daerah sekitaran perkebunan Desa Koha. Korban MS sudah dinyatakan hilang oleh keluarga selama 3 hari.

    Dari peristiwa tersebut membuat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu (BW) Geram. Menurutnya bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak beradab.

    “Apalagi ini korbannya anak kecil yang baru berusia 12 tahun. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan di Sulawesi Utara,” Jawabnya dengan geram saat di hubungi wartawan media ini, Jumat (21/5).

    MS (12) ditemukan tak bernyawa dalam sebuah karung

    Selanjutnya, BW berharap pelaku segera ditemukan dan mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya.

    “Saya sangat mengecam keras tindakan okn pelaku pembunuhan. Tapi saya yakin, Kepolisian pasti akan menemukan pelaku dan hukum akan menjawab perbuatan pelaku. Selebihnya saya turut berdukacita untuk keluarga,” Harapannya.

    (ABL)

  • MS Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Karung, Ini Penjelasan Kakak Korban

    test.petasulut.com/, SULUT – Warga Koha pada Jumat (21/5) subuh tadi dihebohkan penemuan mayat seorang anak yang berjenis Kelamin perempuan.

    Mayat anak perempuan berinisial MS (12) itu ditemukan di dekat desa koha dengan kondisi sedang berada di dalam karung.

    Pada beberapa hari sebelumnya, MS (12) sempat dinyatakan hilang.

    Keluarga Korban pun diketahui meminta tolong kepada para kerabat dan tetangga untuk membantu pencarian.

    Namun sayangnya, Korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

    Frangki Sulu, Kakak korban pun saat di wawancarai wartawan menjelaskan kronologi hilangnya MS (12) sampai pada ditemukannya korban.

    Awalnya pada waktu sore, ada tanya pa papa, dia (MS) ada pulang baganti. kong so ba malam so gelap dia sempat ada minta doi pa papa mo beli sosis. Nah, itu dia so kaluar kong kita sampe, baganti, lapas tas, makang kong kita dudu di sebelah. Nanti kita somo maso tidor sekitaran jam 12, kita tanya ulang pa kita pe Ade yang satunya, dimana sela? Dia bilang ada tidor diatas stou jadi kita Iko tidor no,” jelasnya.

    “Besok pagi, kita minum kopi kong basadia Pi karja, kita Lia jam 7 pagi kong kita Lia dia le belum pulang deng tambah le dia mo ujian di skolah, kong kita Lia dia pe tamang-tamang so dimuka skolah kong kita batanya pa Depe tamang-tamang mar sebelum kita batanya, Depe tamang-tamang bale batanya dimana sela? Kita jawab, kita pekira ada bermain deng ngoni kemarin,” tambahnya.

    Jadi intinya, awal hilangnya MS (12) pada saat dia selesai ganti baju pada sore hari dan langsung keluar lagi.

    Jadi pagi hari itu pas batanya pa Depe tamang-tamang, kita langsung bacari pa dia Deng langsung so babilang pa papa Deng ade-ade laeng. Makin lama, banyak warga pun membantu bacari. Pagi, siang dan malam terus bacari,” kata kakak korban.

    Dan terakhir, MS (12) ditemukan warga di kebun sekitar desa Koha dengan keadaan di dalam karung dan sudah tidak bernyawa.

    Harapan keluarga agar pelaku pembunuhan bisa diberi hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

    (ABL)

  • Warga Koha di Hebohkan Penemuan Mayat Anak Perempuan Dalam Karung

    test.petasulut.com/, SULUT – Pengguna Media Sosial atau Warganet Jumat (21/5) hari ini dihebohkan dengan beberapa postingan penemuan mayat seorang anak yang berjenis Kelamin perempuan.

    Dalam postingan yang beredar, Mayat anak perempuan berinisial MS (12) itu ditemukan di dalam karung.

    Sebelumnya, pada beberapa hari terakhir MS (12) sempat dinyatakan hilang.

    Hal itu dibenarkan oleh postingan dari beberapa pengguna media sosial. Dimana, dalam postingan seorang pengguna Facebook Chatalea Rinny menuliskan bahwa MS (12) dinyatakan hilang pada tanggal 18 jam 8 malam.

    Namun sayang, MS (12) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

    Pun, Pelangi Senja dalam postingannya menuliskan sungguh tragis nasib anak ini.

    Setelah 3 hari dinyatakan hilang, akhirnya anak perempuan yang bernama MS di temukan sudah tidak bernyawa lagi dengan cara yang sangat mengenaskan.

    Anak ini di temukan di sebelah Barat Desa Koha Raya dan sudah di masukkan dalam karung.

    Sungguh perbuatan yang sangat biadab. Kiranya pihak berwajib dapat menyelidiki secara tuntas peristiwa yang tentu saja menggegerkan masyarakat Desa Koha Raya.

    Begitu juga, postingan anak perempuan berinisial MS (12) ini tersebar di beberapa Grub WA.

    Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

    “Iya. Nanti saya kirim laporannya,” jawabnya, Jumat pagi dikutip dari tribunmanado.co.id.

    (ABL)

  • Ngeri, 2 Minggu Bertambah 3 Juta Kasus Covid di India

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Situasi Wabah Covid-19 di India semakin menjadi-jadi.

    Hal tersebut dikarenakan terus melonjaknya jumlah kasus dan kematian disana.

    Yang berakibat, Negara India pun lumpuh, sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (24/4/2021).

    Terbukti, sejumlah rumah sakit melaporkan kehabisan tempat tidur perawatan intensif, obat-obatan, dan kehabisan oksigen dalam gelombang infeksi Covid-19 yang mengganas.

    “Negeri Anak Benua” sejauh ini melaporkan lebih dari 186.000 kematian dan 16 juta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

    Dari jumlah kasus Covid-19, sebanyak tiga juta kasus ditambahkan hanya dalam dua pekan terakhir.

    Jumlah kasus harian Covid-19 di India juga tidak menunjukkan penurunan, justru sebaliknya, terus mengalami kenaikan.

    Bahkan dalam tiga hari terakhir, Kamis (22/4/2021) hingga Sabtu, jumlah kasus harian Covid-19 di India melampaui 300.000 kasus.

    Kengerian akibat Covid-19 di India semakin kentara saat televisi dan foto-foto yang tersebar di media sosial menunjukkan kremasi massal di seluruh negeri.

    Kremasi massal dilakukan saat seluruh negeri kehabisan ruang akibat korban tewas Covid-19 yang sangat banyak.

    Para jurnalis di berbagai kota mempertanyakan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah India.

    Mereka seringkali menghabiskan berhari-hari di luar krematorium untuk menghitung korban tewas yang sebenarnya.

    Hasil penghitungan mereka menunjukkan, kematian akibat Covid-19 di beberapa kota sebenarnya sepuluh kali lebih banyak daripada yang dilaporkan pemerintah India.

    Pekan lalu, BBC Gujarat melaporkan bahwa krematorium di kota Surat berlangsung terus menerus sehingga panas mulai melelehkan sebagian cerobong asapnya.

    Kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di India menurut informasi bahwa warga disana kebanyakan tidak mengikuti anjuran pemerintah dalam hal protokol kesehatan.

    Bahkan, menurut informasi yang didapat bahwa kerumunan orang sering terjadi disana sehingga angka covid-19 terus mengalami lonjakan drastis.

    (ABL)

  • YUSRA ALHABSYI Beri Komentar Soal Kasus Perundungan Anak di Kotamobagu

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan video viral yang beredar di media sosial, dimana dalam rekaman video itu terjadinya perundungan yang dialami salah satu anak di Kota Kotamobagu.

    Hal itupun pada pekan belakangan ini menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat Sulut.

    Atas kasus tersebut, berbagai komentar pedas dari masyarakat pun dilontarkan.

    Mengenai itu, salah satu politisi dari dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) yakni Yusra Alhabsyi ikut menanggapi.

    Dirinya mengaku prihatin dengan kasus yang terjadi.

    “Sebagai wakil rakyat saya tentu merasa prihatin karena dilakukan oleh pelajar,” buka Alhabsyi, Kamis (4/3/2021) pagi.

    Anggota Komisi IV DPRD Sulut itu juga menyampaikan, dari kasus ini bisa dijadikan fakta bahwa dunia pendidikan kita di Sulut terlebih khusus di Kota Kotamobagu perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota dan Provinsi.

    “Pengawasan terhadap peserta didik harus lebih ketat baik dari guru maupun orang tua. Selain Dinas Pendidikan perlu menyediakan waktu dan materi pembelajaran etik, tatakrama dan adab pada peserta didik serta menerapkannya pada lingkungan sekolah,” usul Alhabsyi.

    Sekretaris DPW PKB Sulut ini meneruskan, sudah saatnya kita untuk benar-benar kita menjadikan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter.

    “Terlebih bagi anak-anak didik bukan sekedar mengejar target prestasi peningkatn iQ,” usulnya.

    Untuk para orang tua, Alhabsyi menekankan pada sikap orang tua atau wali yang harus lebih ketat dalam melakukan pengawasan.

    “Harus lebih ketat mengawasi anak dalam penggunaan gadget terlebih alat komunikasi HP, karena ini menjadi salah satu pemicu mereka dalam berbuat tindakan yang tidak terpuji,” Pungkasnya.

    (ABL)

  • Data Covid-19 Sulut 1 Januari 2021

    test.petasulut.com/, SULUT – Memasuki Awal Tahun 2021, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali merilis data Covid-19 per tanggal 01 Januari 2021 jam 18.00 Wita.

    Dimana, jumlah kasus Covid-19 yang sembuh tiap harinya mengalami peningkatan namun disisi lain kasus aktif juga terus naik.

    Berikut ini data terkini kasus Covid-19 di Sulawesi Utara.

    Pemprov Sulut pun tak henti-hentinya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19.

    Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau Handsanitizer.

    (ABL)

  • Ini Kabar Terbaru Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip

    test.petasulut.com/, JAKARTA – Eks Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Sri Wahyumi Maria Manalip waktu lalu diketahui terjerat permasalahan. Dimana nama Sri masuk dalam dugaan kasus suap.

    Lama tak terdengar, begini kabar terkini dari wanita yang dikenal berparas cantik tersebut.

    Dilansir dari Detik.com, bahwa Jaksa KPK mengeksekusi mantan Bupati Kepulauan Talaud nonaktif, Sri Wahyumi Maria Manalip, ke Lapas Anak Wanita Tangerang. Sri Wahyumi akan menjalani hukuman penjara 2 tahun.

    “Jaksa eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu telah melaksanakan putusan Peninjauan Kembali No.270PK/Pid.Sus/2020 tanggal 25 Agustus 2020 atas nama Terpidana Sri Wahyuni Maria Manalip dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Tangerang untuk menjalani pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata plt juru bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

    Hukuman bui 2 tahun itu diberikan setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) Sri Wahyumi dari 4 tahun 6 bulan.

    Ali mengatakan eksekusi dilakukan pada hari ini. Ali juga menyebut Sri Wahyumi telah melunasi pembayaran denda.

    “Terpidana juga telah melunasi pembayaran denda sebesar Rp200 juta dan telah disetorkan ke kas negara sebagai bagian asset recovery pada hari Jumat (2/10/2020),” ujar Ali.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Sri Wahyu, Benhur, dan Bernard Hanafi Kalalo. Sri diduga menerima sejumlah barang mewah dan uang suap dari Benhard melalui Benhur.

    Barang-barang mewah itu diduga sebagai pemberian suap dari Bernard untuk Sri demi mendapatkan proyek di Talaud. Proyek yang dimaksud, menurut dugaan KPK, adalah dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo.

    Sejumlah barang yang diterima Sri adalah tas tangan Chanel senilai Rp 97.360.000, tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000, jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000, anting berlian Adelle Rp 32.075.000, cincin berlian Adelle Rp 76.925.000, serta uang tunai senilai Rp 50 juta.