Tag: Koha

  • Begini Harapan Pastor Paroki Mokupa Kepada Pengurus DPS Dan Wilayah Rohani Yang Baru Dilantik

    Minahasa, test.petasulut.com/ – Perjalanan panjang dari terbentuknya suatu kepengurusan organisasi didalam melayani umat Gereja di Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa memang tak mudah, karena ada berbagai proses yang harus dilalui. Mulai dari penjaringan hingga tahap penetapan sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra agar semua itu bisa terlaksana dengan baik.

    Dan setelah melalui proses dan tahapan tersebut akhirnya pengurus Stasi dan Wilayah rohani di Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa pun terbentuk dan telah resmi dilantik oleh Pastor Paroki pada sabtu (7/11) yang berlokasi di Stasi St. Blasius Kalasey untuk DPS dan Wilayah rohani di Stasi Tateli dan Stasi Kalasey, lalu minggu (8/11) pagi untuk Stasi Mokupa, Koha dan Agotey dilantik di Gereja Sta. Maria diangkat ke surga Koha.

    Dibawah Bimbingan Pastor Paroki Pst. Klaudius Albert Rumondor, Pr rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bidang Organisasi dan Kaderisasi Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa bisa berjalan dengan lancar.

    Adapun pesan dan harapan yang sering pastor paroki sampaikan dalam Misa Pelantikan dibeberapa kesempatan, agar supaya umat yang telah dipercayakan dalam memimpin umat dari Tingkat Stasi hingga Wilayah Rohani untuk selalu bekerjasama dengan baik dengan sesama pengurus, jalin komunikasi yang baik dan bangun kekompakan dalam membangkitkan semangat umat.

    "Untuk umat yang telah dipercayakan menjadi pimpinan di Stasi dan Wilayah rohani, agar sedikit pun jangan pernah ragu dengan kuasa Tuhan, karena saudara/i yang telah dipercayakan saat ini merupakan bagian dari apa yang telah Tuhan rencanakan kedepan. kemudian ingat bahwa kita itu hadir untuk melayani umat, bukan untuk dilayani oleh umat." ucapnya.

    Dia pun berharap agar pengurus bisa berkolaborasi dalam pelayanan kepada umat, sehingga apa yang diharapkan oleh gereja bisa terwujud dan bermanfaat bagi umat maupun masyarakat luas.

    "Kurang lebih harapan saya seperti apa yang diharapkan oleh bapa Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. yaitu, agar supaya umat Gereja Katolik makin dekat dengan umat, terlebih dekat dengan masyarakat. Sekurang-kurangnya Gereja Katolik punya pengaruh positif ditengah masyarakat." Tutur Pastor Paroki.

    Suksesnya Pelantikan pengurus Stasi-stasi dan Wilayah rohani dari setiap stasi, tentunya tak luput dari kerja keras dari DPP Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa. Dimana pengurus DPP Paroki Mokupa selalu bekerjasama dengan pastor paroki untuk terbentuknya kepengurusan di tingkat Stasi maupun Wilayah rohani.

    Adapun harapan dari koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Paroki Mokupa bpk. Ruben F. Kalalo yang juga merupakan bagian terlibat dalam pembentukan pengurus-pengurus tersebut.

    Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi berharap agar kedepan Pengurus yang telah dilantik bisa merangkul umat terutama bisa bekerjasama dengan baik.

    "Harapan kami agar semua pengurus bisa merangkul, bisa bekerjasama, bahu-membahu dan berjalan bersama Tuhan Yesus Kristus untuk menuju kepada tujuan kita bersama untuk kedamaian serta keselamatan jiwa kita, sehingga Gereja kita akan selalu eksis dan tampil menjadi injil yang hidup." Pungkas Kalalo.

    Perlu diketahui, Hingga saat ini Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa telah terbentuk kepengurusan 5 Stasi, 53 Wilayah Rohani, 16 unit KBK, 8 unit OMK, 8 unit Sekami dan 19 ranting WKRI.

  • Putri FK Ungkap Sosok Ayahnya Semasa Hidup

    test.petasulut.com/, Sulut – Kasus pembunuhan anak yang terjadi di Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa memang menjadi perbincangan publik, khususnya di Sulawesi Utara.

    Dimana, kejadian itu berawal dari hilangnya seorang anak perempuan MS selama dua hari. Dan dihari ketiga MS ditemukan warga Desa Koha dalam keadaan telah meninggal didalam sebuah karung.

    Atas kejadian itu, warga pun menduga pelaku pembunuhan itu adalah FK. Sehari selang penemuan MS, FK pun dikabarkan telah menghilang.

    Pihak kepolisian pun mencari keberadaan FK. Pada hari yang kesepuluh FK ditemukan warga diperkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Kuat dugaan bahwa FK telah bunuh diri.

    Namun terlepas dengan kasus tersebut, Putri FK, Marcia Kalesaran memberikan penjelasan tentang sosok ayahnya semasa hidup.

    “Yang pasti, Papa adalah Sosok yang Baik, Tegas, Bijaksana, penuh humor dan penuh sosial kepada sesama. Maka dari itu, masyarakat desa Koha tak menyangka semua ini bisa terjadi,” jelas Kalesaran, senin(31/5) melalui pesan Messenger.

    “Papa ketika masyarakat butuh bantuan Ataupun Keluarga ada pengeluhan, pasti papa berusaha dan selalu mengayomi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

    Dalam postingan media sosial pun terlihat Putri FK itu menuliskan “Ayah Dalam Hening Hati Ku Rindu” dengan mengunggah beberapa foto bersama dengan ayahnya.

    (ABL)

  • Keluarga FK Dan MS Bertemu, Ini Hasilnya!

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin, dalam keadaan meninggal dunia.

    Keluarga dari pihak FK maupun keluarga MS melakukan pertemuan, pada Sabtu (29/5) hari ini.

    Pertemuan itupun dilangsungkan di kantor hukum tua Koha barat. Yang dihadiri oleh pihak keluarga FK yakni Istri FK, Tine dan Anak-anak FK, Octaviana Maria Kalesaran dan Marcia Kalesaran, Pihak keluarga MS yaitu Ayah MS, Eddy Sulu serta Kumtua Koha Barat, Antonius Sulu.

    Pertemuan itupun dibenarkan oleh Anak FK, Marcia Kalesaran. Dimana dirinya mengatakan bahwa keluarga kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan.

    “Intinya Skrg Dari keluarga belah pihak,
    Antara Keluarga Saya dan Keluarga Adik Sella Mmg sih Blm Di Rencanakan, Tapi Karena Mmg Sudah Rencana Tuhan kami sudah berdamai dan Tidak Lagi Menyimpan Dendam Dan Memulai Hdp Baru,” jawab Marcia saat dihubungi melalui pesan Masengger.

    Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    (ABL)

  • Di Medsos, Anak FK Ungkapkan Isi Hati Pasca Penemuan Ayahnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin.

    Anak kandung perempuan FK, Marcia Kalesarn mengungkapkan isi hatinya melalui postingan di media sosial Facebook.

    Berikut isi tulisan Marcia Kalesarn:

    Biarpun Krg Dapa Dlm Keadaan Bgtu
    Ttp Qt Syg Papa😭😭
    Slmt Jalan Papa Qt Nd Akan Lia Papa Pe Kekurangan
    Tapi Qt Akan Sllu Inga Papa p’Bae dg Syg p Qt Kiky dg Papa Pee Cucu”
    Buat Papa Dbekeng Kesalahan Itu Nanti Papa Tanggung Jwb Di Akhirat Jo p Tuhan Yesus😇🙏😢

    We Love You Father💔😭

    Postingan inipun dibagikan oleh para pengguna media sosial.

    Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    “awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.

    Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.

    (ABL)

  • Warga Ungkap Kronologi Penemuan Jasad Yang Diduga FK

    test.petasulut.com/, Sulut – Penemuan jasad yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan dibenarkan warga desa Koha, Minahasa, jumat (28/5) pagi.

    Dimana, Jasad itu ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher. Besar dugaan, meninggal karena bunuh diri.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    “awalnya hanya ingin memperbaiki pipa saluran air di bagian kuala tateli. Berawal dari melihat sendalnya yang tidak jauh dari lokasi jasadnya, lalu warga tersebut melihat tas FK yang berada tidak jauh dari dirinya yang sudah tak bernyawa lagi.” Terang salah satu warga yang menemukan jasad FK.

    Namun, karena kondisi jasad FK yang ditemukan sudah membusuk itu, warga langsung menghubungi pemdes setempat.

    “Setelah menemukan jasad FK, warga langsung menghubungi pemerintah setempat.” Ujar Jemmy.

    Diketahui, yang menemukan jasad itu adalah Jems Moningka, Pala Sony Rori dan Nyong Walewangko.

    (ABL)

  • Beredar Foto Terduga Pelaku pembunuhan Anak Gantung Diri, Benarkah?

    test.petasulut.com/, SULUT – Media sosial diviralkan dengan beredarnya foto yang diduga adalah terduga pelaku FK pembunuhan anak perempuan MS di Koha, Minahasa.

    Foto yang beredar di grup-grup Whatsapp itu membuat publik kaget.

    Dimana, di dalam foto tersebut terlihat mayat sudah mulai membusuk dan posisi mayat tersandar di sebuah pohon dan ada sebuah tali yang terlingkar di leher.

    Melihat posisi mayat, besar dugaan bahwa meninggal karena gantung diri.

    Caption yang tersebar di grup WA dalam foto tersebut menuliskan “info terkini pala pelaku pemerkosaan dan Pembunuhan sudah ditemukan dlm keadaan meninggal dunia gantung diri. posisi didesa koha samping kuala sudah membusuk,” isi tulisan yang beredar, jumat (28/5) pagi.

    Namun, menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    Tapi, sampai berita ini dimuat, belum ada informasi atau pernyataan resmi dari pihak berwajib, apakah di dalam foto tersebut adalah terduga pelaku pembunuhan anak MS.

    Sebelumnya, terduga pelaku pembunuhan FK telah dinyatakan DPO oleh kepolisian.

    (ABL)

  • Pelaku Pembunuhan Anak, STELLA: Hukum Seberat-Beratnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan kasus pembunuhan anak perempuan yang terjadi di Desa Koha membuat publik geram.

    Bagaimana tidak, Korban yang masih berumur 12 tahun itu diduga diperkosa lalu dibunuh oleh terduga pelaku inisial FK.

    Reaksi pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Dimana, Legislator Partai NasDem Stella Runtuwene mengecam agar pelaku baiknya dihukum mati.

    “Mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan, ada baiknya pelaku dihukum mati,” tegas Runtuwene, Senin (24/5) kemarin.

    Dirinya mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang dinilainya tidak manusiawi tersebut. Hal itu karena tindakan itu sangat-sangat bejat prilakunya.

    “Untuk itu aparat harus cepat bertindak agar supaya tidak ada korban-korban yang lain seperti ade Marshella” desak wakil ketua Komisi III DPRD Sulut itu.

    Menurutnya, kasus ini jadi peringatan buat semua orang tua. Itu supaya ke depan lebih waspada lagi dengan anak-anak mereka.

    “Agar jangan membiarkan mereka keluar sendirian. Pihak yang berwajib harus segera mencari orang tersebut,” ujarnya.

    “Hukum seberat-beratnya kalo bisa hukuman mati agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti Marshella,” sambungnya.

    (ABL)

  • Ini Ungkapan Hati Putri Dari FK, Terduga Pelaku Pembunuhan di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Putri dari terduga Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan bocah berusia 12 tahun di Desa Koha inisial FK mengungkapkan isi hatinya pasca ditetapkan ayahnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.

    Bernama lengkap Octaviana Maria Kalesaran atau biasa di panggil Ledy (anak dari FK) mengatakan Kasus yang Ayahnya perbuat itu membuat dirinya bersama Keluarga merasa Malu dan bahkan marah. Pasalnya FK telah menjadi buron Tim Maleo Polda Sulut karena diduga telah Membunuh adik Marshella Sulu (12).

    Dengan adanya hal tersebut, Ledy Mengungkapkan bahwa dia bersama keluarga merasa Malu dan menyerahkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

    “yang pasti malu dan marah sekali sama pelaku. Tapi secara fisiknya. secara pribadi saya tidak membenci, Karena saya juga tidak ada hak untuk menghakimi, biarlah kasus ini pihak berwajib yang menangani sampai tuntas. Saya dan keluarga berharap dia (FK) segera menyerahkan diri dan menjalani hukum yang berlaku.” Ungkap Ledy Kepada awak media via pesan Messenger, selasa (25/5).

    “kalau soal Postingan saya, saya mengunggah status hanya untuk sekedar mengungkapkan isi hati biar tidak terlalu ada beban. Karena ini masalah besar dan fatal, jujur saya dan keluarga sangat kecewa sekali dengan adanya kejadian ini. Tapi apa mau di kata semua sudah terjadi, tinggal pelakunya menyadari dan segera menyerahkan diri agar semua orang dan terutama yang ada di desa koha tenang, Aman dan tidak ketakutan untuk keluar rumah.” tambahnya.

    Ledy juga menyampaikan untuk tidak membully keluarga, karena keluarga tidak tau apa-apa, dia juga membenarkan bahwa ada komentar dari warganet yang mengatakan bahwa keluarganya terlibat dan menyembunyikan pelaku.

    “jangan membully saya dan keluarga karena kami tidak tau apa-apa. Saya lihat ada komentar yang bilang kalau kami menyembunyikan pelaku atau membantunya, pedahal kami tidak terlibat dan memang kami tidak tau keberadaannya sekarang.” Tuturnya.

    “kami dan saya pribadi pun tidak menyangka kalau tersangka bisa nekat berbuat sekeji itu terhadap Alm, Marshella Sulu. Dan saya juga tau persis kepribadian tersangka, jadi agak tidak percaya juga kalau dia dengan teganya membuat adik Sella begitu.” Jelasnya.

    Putri FK juga berharap agar siapa saja yang mengunggah foto tersangka di social media cukup wajah tersangka saja. Karena dirinya dan keluarga sudah cukup merasa kecewa dengan apa yang diperbuat oleh tersangka jangan membuat keluarganya semakin terpojok dan lebih down lagi.

    “tolong kalau mau unggah foto di sosmed kalian cukup muka tersangka, karena saya dan keluarga sudah cukup kecewa dan sakit hati atas perbuatannya itu. Jangan membuat kami sekeluarga lebih down dengan ocehan kalian terhadap kami keluarga. Karena kalian tidak tau bagaimana perasaan kami dan hati kami. Andaikan saja kalian bisa merasakan atau mengalami kejadian ini kepada keluarga kalian pasti kalian juga akan seperti keadaan kami yang down dan sakit hati bahkan seringkali kami ketakutan jangan sampai tersangka balik ke rumah dan menyakiti kami. Tapi kami tau dia tidak mungkin menyakiti kami, pasti dia juga sekarang terpuruk dan rasa bersalah, mungkin dia belum siap untuk menyerahkan diri. Jadi cukup dia saja yang dibully dan di caci maki, jangan kami sekeluarga, jangan membuat kami semakin terpojok dan lebih down.” Jelas Ledy.

    (ABL)

  • WL Melayat ke Rumah Duka Anak Kasus Pembunuhan di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Kasus pembunuhan anak di bawah umur terjadi di Sulut, tepatnya di Desa Koha Minahasa.

    Kali ini, korban inisial MS anak berusia 12 tahun menjadi korban kebiadaban seorang pelaku diduga oknum perangkat desa.

    Sebelumnya terinformasi, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut karena penemuan sebuah karung bekas yang berisikan jenasah anak tersebut di daerah sekitaran perkebunan Desa Koha. Korban MS sudah dinyatakan hilang oleh keluarga selama 3 hari.

    Mengetahui hal tersebut Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut datang melayat ke rumah duka MS (12) serta mengikuti ibadah malam penghiburan.

    Wawali Kota Tomohon itu mengatakan turut berduka cita kepada keluarga dan pelayat yang hadir saat itu atas meninggalnya Almarhum. Karena dia percaya akan masih ada kehidupan kedua setelah kematian.

    “Bagi orang percaya, karma baik akan menghasilkan yang baik. Jika Torang (kita) tidak mendapatkan itu, tapi keturunan kita yang akan mendapatkannya. Pada kesempatan ini kita semua yang hadir ditempat ini merasa prihatin dengan apa yang dialami oleh adik Marshella dan kita doakan dan kita yakini anak ini tidak ada salahnya serta mari kita doakan bersama agar anak ini bisa beristirahat dengan tenang disisi Allah Bapa di Surga. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan penghiburan sejati oleh Tuhan yang maha kuasa.” Ucapnya dalam ibadah penghiburan tersebut. jumat (22/5) malam.

    Dia juga menuturkan bahwa dirinya sangat tidak tega melihat kejadian seperti ini.

    “Sedangkan kita pe jauh di Tomohon kita lia bagini, nyanda tega mo baca itu berita.” Ungkapnya.

    WL Berjanji akan Fasilitasi Biaya Penguburan MS (12)

    Oleh karena itu Wawali Wenny Lumentut dengan rasa pedulinya ia mengatakan akan membiayai pembuatan tempat peristirahatan terakhir buat adik Sella.

    “Untuk itu sebagai kepedulian saya, saya perintahkan untuk pemerintah desa koha bikin itu kubur bagus-bagus, nanti biaya ambil dari saya Untuk menghormati adik marshella.” Jelas Wenny Lumentut.

    Diakhir kata Wawali mengingatkan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19.

    “Bagi kita semua selalu diberkati oleh Tuhan, diberikan kesehatan dan kekuatan ditengah pandemi covid-19 yang sementara berlangsung. Tetap protokol kesehatan dijaga. Imun di tingkatkan, Iman juga di tingkatkan.” Tutupnya.

    (ABL)

  • MS Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Karung, Ini Penjelasan Kakak Korban

    test.petasulut.com/, SULUT – Warga Koha pada Jumat (21/5) subuh tadi dihebohkan penemuan mayat seorang anak yang berjenis Kelamin perempuan.

    Mayat anak perempuan berinisial MS (12) itu ditemukan di dekat desa koha dengan kondisi sedang berada di dalam karung.

    Pada beberapa hari sebelumnya, MS (12) sempat dinyatakan hilang.

    Keluarga Korban pun diketahui meminta tolong kepada para kerabat dan tetangga untuk membantu pencarian.

    Namun sayangnya, Korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

    Frangki Sulu, Kakak korban pun saat di wawancarai wartawan menjelaskan kronologi hilangnya MS (12) sampai pada ditemukannya korban.

    Awalnya pada waktu sore, ada tanya pa papa, dia (MS) ada pulang baganti. kong so ba malam so gelap dia sempat ada minta doi pa papa mo beli sosis. Nah, itu dia so kaluar kong kita sampe, baganti, lapas tas, makang kong kita dudu di sebelah. Nanti kita somo maso tidor sekitaran jam 12, kita tanya ulang pa kita pe Ade yang satunya, dimana sela? Dia bilang ada tidor diatas stou jadi kita Iko tidor no,” jelasnya.

    “Besok pagi, kita minum kopi kong basadia Pi karja, kita Lia jam 7 pagi kong kita Lia dia le belum pulang deng tambah le dia mo ujian di skolah, kong kita Lia dia pe tamang-tamang so dimuka skolah kong kita batanya pa Depe tamang-tamang mar sebelum kita batanya, Depe tamang-tamang bale batanya dimana sela? Kita jawab, kita pekira ada bermain deng ngoni kemarin,” tambahnya.

    Jadi intinya, awal hilangnya MS (12) pada saat dia selesai ganti baju pada sore hari dan langsung keluar lagi.

    Jadi pagi hari itu pas batanya pa Depe tamang-tamang, kita langsung bacari pa dia Deng langsung so babilang pa papa Deng ade-ade laeng. Makin lama, banyak warga pun membantu bacari. Pagi, siang dan malam terus bacari,” kata kakak korban.

    Dan terakhir, MS (12) ditemukan warga di kebun sekitar desa Koha dengan keadaan di dalam karung dan sudah tidak bernyawa.

    Harapan keluarga agar pelaku pembunuhan bisa diberi hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

    (ABL)