Tag: komisi I DPRD Sulut

  • Gelar Rapat Internal, Ini Agenda Komisi I DPRD Sulut Sepanjang Bulan Januari

    test.petasulut.com/, SULUT – Mengawali tahun 2022, Komisi I DPRD Sulut bidang pemerintahan langsung action menggelar rapat, selasa (4/1) diruanh rapat Komisi I.

    Terinformasi bahwa tapat Komisi I tersebut bersifat Internal.

    Rapat tersebut di pimpin langsung ketua komisi I Vonny Paat didampingi Wakil ketua Herol Kaawoan, Sekretaris Mohammad Wongso, Anggota Arthur Kotambunan.

    Usai rapat, Ketua Komisi I Vonny Paat mengatakan bahwa rapat internal ini dilakukan guna membahas agenda kegiatan di sepanjang bulan Januari tahun 2022.

    https://test.petasulut.com/fokus-sejahterakan-rakyat-komisi-iv-deprov-agendakan-rdp-dinkes-dan-dikda/

    “Beberapa rencana agenda pun berhasil didapat, diantaranya pelaksanaan rapat paripuna didalamnya ada badan musyawarah (Bamus), lintas komisi 1 dan 3, dan silahturahmi dengan Pangdam 13 Merdeka. Pun, pembahasan paripurna sebentar pukul 12 siang, dan rapat lintas komisi guna membahas lahan yang ada di Molas pukul 15.00 Wita,” jelas Paat ketika diwawancarai awak media.

    “Kemudian, ada agenda lainnya yaitu bertemu dengan pangdam yang baru, karena mereka bagian dari mitra kerja komisi 1,” Tambah anggota legislatif dari dapil VI Minahasa-Kota Tomohon ini.

    Intinya, Paat menekankan bahwa pembahasan Komisi 1 DPRD Sulut hanya fokus pada seputar agenda di bulan Januari ini.

    (ABL)

  • WONGSO: Pelindung Untuk Pol PP Kenapa Tak di Tata? Kasat Optimis Kedepan Tak Ada Demo

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPRD Sulut bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sekretaris Komisi I Mohammad Wongso mempertanyakan terkait operasional untuk para personil Satpol PP.

    “Di belanja modal ini hanya ada pengadaan kursi dan printer. Sebenarnya yang harus dipikirkan adalah pengadaan alat pelindung untuk para personil baik dari kepala sampai di kaki, apakah ditata? Karena ketika terjadi demo di kemudian hari, hal inilah yang perlu disediakan,” ucap Wongso dihadapan Kepala Satpol PP Sulut, Farly Kotambunan, selasa (2/11) diruang rapat komisi I DPRD Sulut.

    “Para personil Satpol PP ini nantinya berhubungan langsung dengan aksi demo dan menjadi yang terdepan, karena bukan tidak mungkin demo akan terjadi nantinya. Unsur keselamatan dan keamanan ini yang harusnya diutamakan,” tambah Politisi Partai NasDem itu.

    Komisi I DPRD Sulut RDP dengan Satpol PP Provinsi Sulut

    Menanggapi itu, Kepala Satpol PP Sulut, Farly Kotambunan menuturkan bahwa untuk alat pelindung itu tidak dianggarkan.

    “Kalau tameng itu sangat dibutuhkan ketika unjuk rasa atau penertiban tapi memang belum dianggarkan karena kami (Satpol PP) menyesuaikan dengan anggaran,” ucapnya.

    Tetapi untuk alat perlengkapan lain lanjut Kotambunan, seperti pentungan dan lainnya itu sudah dilarang dari pusat untuk anggota Pol PP harus profesional dan humanis.

    “Jadi semua dilakukan melalui 3S (Senyum, Sapa dan Santun). Memang kalau ada alat pelindung untuk anggota lebih bagus. Kami mempunyai personil 150 anggota, kalau mau beli alat pelindung untuk 150 anggota ini memang anggarannya lumayan besar. Tapi saya harap kedepannya tidak ada lagi unjuk rasa ataupun penertiban,” pungkasnya.

    (ABL)

  • Bu Winsu Berpulang, WALUKOW: Beliau Sosok Yang Patut Diteladani

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali dirundung duka. Salah satu tokoh terbaik asal Nusa Utara, Winsulangi Salindeho dikabarkan telah berpulang.

    Anggota DPRD Sulut, Winsulangi Salindeho meninggal dunia pada minggu (15/8) setelah sempat dirawat di RS Hermina Manado.

    Duka mendalam pun dirasakan para legislator Sulut sepeninggalan mantan Bupati Sangihe itu.

    Salah satunya rekan kerja komisi I Bu Winsu yakni Henry Walukow. Dimana dirinya mengaku kaget mendengar kabar tersebut.

    Anggota DPRD Sulut, Henry Walukow

    Di mata politisi partai Demokrat ini “Bu Winsu” panggilan akrab Winsulangi Salindeho adalah sosok yang patut diteladani.

    “Bu Winsu” adalah sosok senior yang penuh keteladanan, disiplin, tepat waktu, suka berbagi ilmu penuh pengalaman namun tetap suka memberi nasehat dan memiliki rasa humoris yang tinggi, “ujar Henry Walukouw.

    “Sebagai rekan kerja di Komisi 1 kami semua sangat kehilangan sosok yang mampu berkontribusi dan memberi warna dalam tugas pekerjaan dan pelayanan,” tegas Walukouw saat dihubungi via Whatsapp.

    Sebagai Informasi, sebelum meninggal Winsulangi Salindeho selain sebagai eksekutif dan legislator beliau juga adalah pelayan gereja yang pernah memangku jabatan jabatan strategis.

    Berikut Jabatan strategis yang pernah di jabat beliau.

    -Mantan Sekkot Manado,
    -Mantan Wabup Sangihe,
    -Mantan Bupati Sangihe,
    -Mantan Anggota BPMS GMIM, anggota DPRD Sulut Periode 2019-2024.
    -Beliau juga adalah Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Nusa Utara dan
    -Tokoh pendiri Kabupaten Kepulauan Sitaro serta Perintis Pendirian Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar).

    Selamat Jalan “Bu Winsu” Rakyat Sulawesi Utara akan selalu Mengenangmu.

    (ABL)

  • Ini Pesan HENRY WALUKOW Dalam Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang jatuh pada 22 Juli 2021, personil Komisi I DPRD Sulut Henry Walukow berpesan kejaksaan untuk berbenah, memperbaiki yang kurang dan setiap prestasi yang telah dicapai harus ditingkatkan.

    Kendati demikian, Walukow tetap memberikan apresiasi terhadap Kinerja Kejaksaan dalam penegakan hukum.

    Politisi Partai Demokrat ini mengatakan salut dengan capaian kinerja kejaksaan dalam hal penegakan hukum di Indonesia khususnya di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

    Terkait dengan kemitraan sebagai mitra kerja Komisi I Walukow mengatakan bahwa selama ini dalam hubungan kemitraan dengan Komisi I DPRD Sulut berjalan cukup baik sehingga ada banyak keberhasilan dan prestasi.

    “Peringatan hari bhakti Adyaksa ke 61 tidak hanya menjadikan Kejaksaan dewasa dalam berkarya untuk Bangsa dan Negara, tetapi lebih dari itu dapat menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Walukow.

    Politisi Dapil Minut-Bitung itu juga mengatakan, peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tak bisa hanya sebatas di kegiatan seremoni, tetapi bagaimana menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah untuk dapat memenuhi rasa keadilan yang diharapkan oleh segenap Rakyat Indonesia.

    ” Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang jatuh pada 22 Juli 2021 diharapkan jadi momentum bagi kejaksaan untuk berbenah, memperbaiki yang kurang dan setiap prestasi yang telah dicapai harus ditingkatkan, sedangkan terhadap catatan negatif jika ada harus diperbaiki agar integritas Kejaksaan bersama segenap jajarannya, akan tetap eksis,” tutur Walukow sambil berharap Kejaksaan akan terus menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

    (ABL)