Tag: komisi II

  • NICK Dorong Jatah Pupuk Subsidi Untuk Sulut di Tingkatkan

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulut, Nick Adicipta Lomban kembali menyoroti soal kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Utara.

    Dimana, sampai pada detik ini para petani menjerit akibat kelangkaan pupuk, apalagi di masa pandemi covid-19 ini.

    Pun, Nick menuturkan bahwa pada kegiatan reses anggota DPRD Sulut baru-baru ini, sebagian besar masyarakat mempertanyakan masalah tersebut.

    Personil Komisi II DPRD Sulut itu juga mengakui bahwa terjadinya kelangkaan pupuk ini memang bukan semata-mata kewenangan pemerintah provinsi, tapi ini harus sinkron antara pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

    “Tentunya pertama adalah melobi ke pusat agar jatah pupuk bersubsidi itu ditingkatkan, kemudian mekanismenya yakni adanya pengawasan dan lain sebagainya,” ungkap Aleg Dapil Bitung-Minut itu, senin (13/9) di kantor DPRD Sulut.

    “Sekali lagi, kami (DPRD Sulut) mendorong agar jatah pupuk subsidi untuk Sulut itu ditingkatkan,” tambahnya.

    (ABL)

  • Petani Menjerit Soal Pupuk dan Bibit Jagung, KALANGI Warning Distanak Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut, Sjenny Kalangi kembali menyoroti kelangkaan pupuk bersubsidi serta bibit jagung.

    Hal itu terungkap saat Kalangi menyerap aspirasi masyarakat di Bolmong raya, dimana sebagian besar masyarakat petani BMR menjerit dikarenakan persoalan Pupuk dan bibit.

    Mengenai itu, Anggota Komisi II DPRD Sulut pun mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan selaku instansi terkait yang dinilai kurang tanggap mengantisipasi persoalan yang menjadi kebutuhan utama petani ini.

    Dikatakannya, semangat Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandow yang selalu mengkampanyekan ” Marijo bakobong” terkesan tidak ditunjang instansi teknis dengan banyaknya keluhan petani di lapangan.

    “Kebanyakan yang sering dikeluhkan petani saat saya turun lapangan terlebih saat reses, soal pupuk bersubsidi dan bibit jagung yang sulit mereka peroleh, kalaupun ada, penyaluran tidak sesuai permintaan petani.” ungkap politisi Partai Gerindra itu, senin (13/9) diruang kerjanya.

    Menyikapi persoalan tersebut Kalangi menegaskan, akan mengusulkan untuk mengagendakan hearing bersama Dinas Pertanian guna mengetahui pengkal persoalan penyebab kelangkaan tersebut.

    ” Akan segera diusulkan melalui komisi II untuk mengagendakan pertemuan dengan Instansi terkait agar persoalan yang dihadapi para petani kita dapat dicarikan solusi terutama bagaimana memenuhi ketersediaan pupuk dan bibit yang mereka butuhkan saat ini.” pungkas Kalangi.

    (ABL)