Tag: Minsel

  • Kasus Guru di Motoling Berproses, Ini Kata Kadis Pendidikan Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru terhadap siswi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Motoling, Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut) yang viral di media sosial diketahui telah berproses di Polres Minsel.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara Grace Punuh pun membenarkan hal tersebut.

    Grace Punuh mengatakan oknum guru yang bersangkutan telah diperiksa di Polres Minsel, sambil dimintai keterangan.

    “Ternyata yang mengaku sekitar 17 atau 18 Siswi. Tapi saat ini yang sudah dimintai keterangan ada 4 siswi. Ini agak miris,” kata Grace Punuh usai mengikuti rapat KUA PPAS TA 2022, Senin (18/10) diruang rapat paripurna DPRD Sulut.

    Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Grace Punuh

    Grace Punuh pun mengharapkan kepada seluruh kepala-kepala sekolah agar waspada. Jangan sampai terjadi lagi hal-hal memiriskan seperti ini.

    “Hal ini sangat mencoreng dunia pendidikan yang ada di sulawesi utara karena menyangkut moral. Saya beranggapan bahwa oknum yang bersangkutan punya kelainan, padahal oknum guru itu punya 4 anak. Bayangkan, depe anak mo trima yang dia da rasa. Kebutuhan sosial besar sekali, kasiang keluarganya harus menerima hal seperti ini,” tutur Grace Punuh.

    “Jadi sekali lagi saya ingatkan untuk seluruh kepsek agar terus mengawasi, jangan terjadi lagi hal-hal miris seperti ini,” tutup Grace Punuh.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Dugaan Pelecehan Guru di SMA Motoling, WALUKOW: Kalau Benar, Tindak Tegas!

    test.petasulut.com/, SULUT – Aksi tak senonoh yang diduga dilakukan oknum guru SMA Motoling, Minsel terhadap seorang siswi memicu tanggapan dari gedung cengkih yakni Anggota DPRD Sulut, Henry Walukow.

    Bagaimana tidak, foto yang viral di media sosial tersebut memperlihatkan seorang guru yang sedang asik meremas payudara siswi yang sementara belajar.

    “Apabila kejadian itu benar adanya tentunya harus diberikan sanksi yang tegas karena ini merusak nama baik dunia pendidikan di provinsi sulawesi utara,” ungkap Politisi Partai Demokrat itu, senin (11/10) di kantor DPRD Sulut.

    Tak hanya itu, Aleg Dapil Minut-Bitung itu juga menuturkan bahwa guru yang selama ini dipercayai orang tua untuk menitipkan anak mereka untuk di didik dan dibentuk, baik di didik secara ilmu termasuk akhlak dan juga moral.

    “Tetapi melalui kasus ini, yang diharapkan mampu mendidik justru memperlihatkan cara-cara yang tidak bermoral. Kasihan untuk guru-guru lainnya yang dengan lelah dan terus berusaha melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan benar,” jelas Walukow.

    Foto dugaan kasus pelecehan guru terhadap siswa viral beredar(foto/instagram)

    Henry juga secara pribadi mengatakan bahwa kalau memang benar dan terbukti kasus ini terjadi harus berikan sanksi yang tegas.

    “Kalau perlu pecat dengan tidak hormat oknum guru SMA Motoling itu,” tegasnya.

    Terinformasi bahwa kasus dugaan pelecehan seksual seorang guru terhadap siswi di SMA Motoling, Minsel yang viral di media sosial tersebut telah berproses di Polres Minsel.

    (ABL)

    Video terkait:

  • Kecam Aksi Pelecehan Guru di SMA Motoling, BW: Hukum Berat Bila Terbukti!

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu sangat mengecam keras aksi oknum guru yang diduga melakukan pelecahan seksual terhadap siswi di SMA Motoling, Minahasa Selatan.

    Bahkan aksi cabul oknum guru itu yang viral di media sosial diduga bukan cuma seorang siswi saja yang menjadi korban tapi ada banyak korban yang dilakukan hal tidak senonoh itu.

    “Apabila kejadian yang viral di medsos ini benar terjadi, tentunya hal ini sangat berdampak buruk bagi dunia pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara,” ungkap Politisi Partai NasDem itu, senin (11/10) diruang kerjanya.

    Tak hanya itu, Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas masalah ini.

    ” Apabila terbukti, Hukum seberat-beratnya oknum guru itu. Kelakuan yang dilakukannya sangat tidak beradab dan pastinya mental siswi yang menjadi korbannya akan jatuh,” tegas BW.

    Foto dugaan kasus pelecehan guru terhadap siswa viral beredar(foto/instagram)

    Sebelumnya, Komisi IV DPRD Sulut telah melakukan RDP dengan Dikda Sulut, salah satunya membahas dan meminta jawaban terkait persoalan ini.

    BW juga pada saat RDP dengan Dikda Sulut menegaskan agar masalah ini harus segera ditindaklanjuti.

    “Saya meminta penjelasan terkait kasus viral dugaan pelecehan guru terhadap siswi di SMA Motoling. Kalau Kacabdin hadir saat ini, saya minta pak Kacabdin telepon sekarang guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Disini hadir juga awak media, supaya juga teman-teman pers mendapat keterangan terkait masalah ini,” jelas Braien dihadapan Kepala dinas pendidikan sulut, Grace Punuh bersama jajaran.

    Menanggapi itu, Kepala dinas Pendidikan Sulut, Grace punuh mengatakan bahwa kejadian ini pasti akan ditindaklanjuti.

    “Untuk kasus yang terjadi di SMA Motoling itu yang lebih tahu adalah Kacabdin Minsel,” ucap kadis seraya meminta Kacabdin Minsel untuk menerangkan kepada Komisi IV soal kasus itu.

    Pada kesempatan itu, Kacabdin Minsel Max Lengkong mengatakan bahwa laporan soal kasus viral ini sudah masuk dan langkah pertama yang ditempuh adalah langsung memberikan surat panggilan.

    “Jadi besok kita (Dikda) akan BAP yang bersangkutan. Memang sudah viral tetapi kan intinya kita harus mencari bukti otentik dulu, apa benar pelaku melakukan itu atau bagaimana. Kalaupun misalnya dalam pemeriksaan yang bersangkutan melakukan hal itu, tetap kita akan tindaklanjuti,” jelasnya.

    Terinformasi juga, bahwa pada hari ini kasus tersebut telah berproses di Polres Minsel.

    (ABL)

    Video terkait:

  • RDP Komisi IV, Dikda Sulut Beri Jawaban Soal Kasus Viral Guru di SMA Motoling

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru terhadap siswi viral di media sosial. Aksi cabul ini terinformasi terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Motoling, Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut).

    Gerak cepat pun dilakukan komisi IV DPRD Sulut, dimana mereka langsung memanggil mitra kerja terkait yakni Dikda Sulut, senin (11/10) siang.

    Pada pertemuan itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu pun dengan tegas meminta jawaban terkait kasus viral tersebut.

    “Saya meminta penjelasan terkait kasus viral dugaan pelecehan guru terhadap siswi di SMA Motoling. Kalau Kacabdin hadir saat ini, saya minta pak Kacabdin telepon sekarang guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Disini hadir juga awak media, supaya juga teman-teman pers mendapat keterangan terkait masalah ini,” jelas Braien dihadapan Kepala dinas pendidikan sulut, Grace Punuh bersama jajaran.

    Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi IV Careig runtu juga menambahkan bahwa jika kejadian itu benar, oknum guru itu sangat dan sangat merusak citra pendidikan di Sulut.

    “Kalau oknum guru itu ada di tempat ini, kita so tampeleng pa dia. Saat ini pemerintah lagi fokus menaikan citra dalam dunia pendidikan sulut tapi malah ada oknum guru yang merusak tatanan pendidikan, sangat-sangat tidak beradab,” tegas CNR.

    Menanggapi itu, Kepala dinas Pendidikan Sulut, Grace punuh mengatakan bahwa kejadian ini pasti akan ditindaklanjuti.

    “Untuk kasus yang terjadi di SMA Motoling itu yang lebih tahu adalah Kacabdin Minsel,” ucap kadis seraya meminta Kacabdin Minsel untuk menerangkan kepada Komisi IV soal kasus itu.

    Foto dugaan kasus pelecehan guru terhadap siswa viral beredar(foto/instagram)

    Pada kesempatan itu, Kacabdin Minsel Max Lengkong mengatakan bahwa laporan soal kasus viral ini sudah masuk dan langkah pertama yang ditempuh adalah langsung memberikan surat panggilan.

    “Jadi besok kita (Dikda) akan BAP yang bersangkutan. Memang sudah viral tetapi kan intinya kita harus mencari bukti otentik dulu, apa benar pelaku melakukan itu atau bagaimana. Kalaupun misalnya dalam pemeriksaan yang bersangkutan melakukan hal itu, tetap kita akan tindaklanjuti,” jelasnya.

    Melihat foto yang viral, dirinya mengatakan bahwa memang benar itu berada di SMA motoling. Apakah itu foto asli atau direkayasa, kami belum bisa membuktikan. Tapi yang pasti kalau wajah, itu memang benar adalah beliau.

    “Kapan itu terjadi? Saya juga belum tahu pasti. Apakah baru atau peristiwa lama, saya belum tahu. Makanya besok kami akan BAP yang bersangkutan,” ucapnya.

    Untuk pengambilan gambar atau foto itu, Max mengatakan bahwa kemungkinan besar adalah siswa.

    “Untuk gambar pula, kami belum bisa pastikan asli atau tidak,” tutupnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • BILLY LOMBOK Angkat Bicara Perihal Pencemaran Sungai Yang Diduga Berasal Dari Limbah PT Sasa Inti

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan adanya pencemaran sungai Tongop yang besar dugaan berasal dari limbah pabrik PT Sasa Inti yang berada di Minsel tepatnya di Jalan Trans Sulawesi Kilometer 73.

    Dugaan itu mencuat karena adanya laporan warga sekitar yang mengeluhkan adanya pencemaran sungai Tongop, yang diduga warga tercemarnya sungai berasal dari limbah dari pabrik PT Sasa Inti.

    Mengenai hal itu, Wakil ketua DPRD Sulut Billy Lombok angkat bicara. Dirinya mengatakan bahwa apa yang dirasakan oleh warga, tentu menjadi bagian pekerjaan rumah bagi DPRD Sulut.

    “Perusahaan ini ada laporan semester tentang udara, air serta kebisingan atau tidak. Lalu kenapa 14 hari, WLN hanya 3-5 hari. Semua data akan jelas disitu, dan dinas harus tegas menegakkan aturan,” ungkap Politisi Partai Demokrat, kamis (30/9) saat dihubungi melalui WA.

    Aleg Dapil Minsel-Mitra itu juga menuturkan baiknya penyerahan sampel disaksikan oleh banyak pihak termasuk DPRD, sampai kepada penyerahan sampel di laboratorium pemeriksa.

    “Ada WLN, BTKL serta BARISTAN, dan menjadi kewajiban perusahaan menyediakan hasil pemeriksaan,” tuturnya.

    Tak hanya itu, Lombok juga menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tetap dijalankan.

    “Dalam hal ini, pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi terkait tidak memberikan tembusan ke DPRD, padahal ini terkait aduan masyarakat,” tutupnya.

    Terinformasi, bahwa baru-baru ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah melakukan inspeksi ke perusahaan tersebut.

    Inspeksi dipimpin Kepala Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas DLH, Arfan Basuki, bersama sejumlah staf. Tujuan utama inspeksi adalah melakukan pengecekan tempat produksi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang diduga mengalami persoalan sehingga menyebabkan adanya dugaan pencemaran.

    DLH mengaku jika mereka mendapati jika PT Sasa Inti, memiliki IPAL yang cukup besar, dan belum pernah dilihatnya di perusahaan lain yang juga memiliki IPAL.

    “Namun, ada beberapa catatan yang diberikan, karena terlihat IPAL yang ada memiliki daya serap yang kurang, sehingga ada bau yang ditimbalkan dari limbah hasil produksi,” kata Arfan.

    Namun demikian, menurut Arfan untuk bau yang ditimbulkan, setelah dicek dengan alat pengukur udara, masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan. Untuk itu, pihaknya hanya memberikan rekomendasi perbaikan daya serap.

    Sementara itu, terkait dengan pembuangan akhir limbah dari PT Sasa Inti, pihak DLH Sulut telah berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Minsel, untuk segera melakukan pengambilan sampel air di sungai Tongop, yang dilaporkan diduga telah tercemar.

    “Sampelnya nanti maksimal ada hasil 14 hari setelah diperiksa. Jadi, kita tunggu apakah hasilnya di atas ambang batas atau tidak. Kita tidak bisa buru-buru menentukan apakah ada pencemaran atau tidak,” ujarnya kembali.

    (ABL)

  • FER Gelar Kegiatan Vaksinasi di Minsel, Warga Sambut Antusias

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna mendukung program pemerintah dalam hal menekan angka penyebaran Covid-19, Ketua komisi IX DPR RI Felly Runtuwene menggelar kegiatan Vaksinasi untuk Masyarakat Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan.

    Warga pun antusias mengikuti kegiatan vaksinasi itu. Terbukti, kurang lebih 500 anak usia 12 – 17 tahun keatas serta lansia menerima suntikan vaksin tahap pertama dan kedua.

    Salah satu siswa Aprilia Tumiwa mengaku sangat senang menerima suntikan vaksin yang dilakukan Politisi Partai Nasdem ini menyediakan lokasi vaksinasi yang berdekatan dekat tempat tinggalnya.

    Aprilia menuturkan ia sangat membutuhkan suntikan vaksin dalam menjaga kekebalan tubuhnya dari virus covid 19, terlebih ia juga mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar sekolah tatap muka terbatas.

    “Terima kasih ibu Felly yang telah menyediakan fasilitas bagi kami untuk vaksin, apalagi di daerah kami Rumoong Bawah sebab kami diwajibkan sekolah untuk vaksin agar bisa belajar secara tatap muka, ” ujar siswa SMAN I Amurang ini.

    Besarnya animo masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut diapresiasi ketua komisi IX Felly Runtuwene.

    Dikatakannya kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan tahun 2020 lalu yang dihadiri langsung Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

    ” Ini bukan yang pertama kali ibu laksanakan, sebab sebelumnya kegiatan vaksinasi juga dilakukan tahun 2020 lalu di Manado yang dihadiri langsung Pak Menteri Kesehatan RI.” ungkapnya, senin (6/9) kepada wartawan.

    Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan bahkan nantinya akan dilaksanakan di beberapa tempat lain khususnya yang memiliki tingkat keterpaparan covid 19 cukup tinggi itu.

    Hal ini dilakukan sekaligus membantu upaya pemerintah daerah secara bersama sama memutus rantai penyebaran virus covid 19.

    Selain itu tambah mantan anggota DPRD Sulut ini yang harus menjadi perhatian pentingnya pendataan bagi penerima vaksin agar tidak terjadi tumpang tindih.

    “Ada yang sudah vaksin pertama namun belum menerima vaksin kedua, harusnya mereka tidak boleh lewat dari yang sudah dijadwalkan
    Karena ketika sudah lewat jadwal misalnya seminggu atau dua minggu apakah masih ada manfaatnya dalam diri mereka, nah inikan kita butuh penelitian, kita akan sampaikan lagi ke badan POM maupun Kementerian kesehatan itu sendiri. Sementara tujuan kita adalah membentuk herd immunity kepada kelompok – kelompok masyarakat, ” tandasnya.

    Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang memiliki kesadaran serta memberikan dirinya untuk divaksin khusunya dalam mencegah penyebaran virus covid 19 ini.

    “Terima kasih masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan yang telah datang dengan antusias menerima Vaksinasi,
    Terima kasih juga kepada Kementerian Kesehatan RI serta Poltekes Kemenkes Manado, atas kerjasamanya yang telah melaksanakan vaksinasi massal untuk 500 dosis tahap satu dan tahap dua serta vaksinasi untuk anak usia 12 sampai dengan 17 tahun di Kabupaten Minahasa Selatan.” tutupnya.

    (ABL)

  • Diabaikan, 10 Tahun Warga Tumpaan Menunggu Pembangunan Bronjong

    test.petasulut.com/, SULUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan kecamatan Tumpaan yakni Hukum Tua Desa Tumpaan bersama dengan beberapa perwakilan masyarakat mendatangi kantor DPRD Sulut guna menyampaikan aspirasi, Senin (15/3).

    Wakil ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene pun menerima perwakilan masyarakat desa Tumpaan sekaligus menanyakan aspirasi apa yang akan disampaikan.

    Hukum tua desa Tumpaan pun memberikan keluhan masyarakat dalam bentuk proposal, yang didalamnya terkait dengan permintaan masyarakat untuk pembuatan tanggul penahan tanah yang berlokasi di desa Tumpaan jaga 5 dan permintaan terkait pembuatan Bronjong sungai yang berlokasi di jaga 6.

    Masyarakat desa Tumpaan berharap ini dapat segera direalisasikan oleh pemerintah karena diketahui sudah 10 tahun pengajuan disampaikan tapi belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

    Menanggapi keluhan itu, Politisi Partai Nasdem Sulut, Stella Runtuwene berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini.

    “Yang saya tahu diarea itu memang rawan longsor, waktu lalu kantor camat disitu sempat kena longsor, apalagi ini sudah 10 tahun tapi tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Memang hal ini sudah urgent,” kata Runtuwene.

    Foto situasi di Desa Tumpaan Jaga 5 dan 6

    Politisi dapil Minsel-Mitra itu juga mengatakan proposal permohonan yang telah diajukan ini akan ditindaklanjuti oleh komisi III DPRD Sulut.

    “Saya pastinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas PUPR Sulut dan Balai Sungai guna menanyakan sekaligus meminta mereka untuk melakukan langkah awal terkait hal ini. Koordinasi dengan Komisi III DPRD Sulut juga akan dilakukan,” pungkasnya.

    “Ini memang sudah mendesak, keselamatan masyarakat Desa Tumpaan Jaga 5 dan 6 dipertaruhkan,” tambah Stella.

    (ABL)

  • 5 Kepala Daerah Sulut Dilantik, Ini Pesan OLLY DONDOKAMBEY

    test.petasulut.com/, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey melantik lima kepala daerah di Sulut hasil pilkada 2020 di Graha Gubernuran Jumat (26/2/2021) pagi.

    Pada pergelaran itu, Protokol kesehatan diberlakukan sangat ketat, orang yang masuk ke ruangan pelantikan dibatasi hanya sampai 10 orang untuk setiap Bupati/Wali Kota.

    Masing-masing Kepala Daerah hanya bisa disertai 10 orang. 5 orang dari Bupati dan 5 orang dari Wakil Bupati.

    Mereka semua sudah termasuk perwakilan dari Anggota Dewan dan pihak keluarga.

    Pelantikan 5 kepala daerah tersebut diambil sumpah dan janji, oleh para rohaniawan.

    Adapun Bupati/Walikota yang dilantik yakni:

    -Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda dan Wakil bupati Kevin Lotulung.

    Bupati Boltim Sam Syahrul Mamonto dan Wakil Bupati Oscar Manoppo

    Bupati Bolsel Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid

    Bupati Minsel Frangky Wongkar dan Wakil Bupati Petra Rembang

    Walikota Tomohon Carrol Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut

    Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi 5 Kepala daerah terpilih, di sulawesi Utara.

    ” Saya berharap kita dapat bekerjasama untuk percepatan pembangunan di sulawesi Utara terutama juga didaerah kabupaten/kota.” Ungkap Gubernur Olly.

    Olly Juga mengatakan agar kedepannya pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota bisa terus membangun sinergitas.

    “Sinergitas antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat penting, karena bisa membawa perubahan yang baik untuk masyarakat sulawesi utara. Mari sama-sama kita bangun Sulut lebih hebat lagi,” pungkasnya.

    (ABL)

  • Reses III 2020 STELLA RUNTUWENE, DAS, Talud Dan Lampu Jalan Jadi Keluhan Warga Buyungon

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Stella Runtuwene melanjutkan kembali kegiatan reses III tahun 2020 dengan menyambangi kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang, senin (30/11) Malam.

    Guna menjalankan kehidupan normal baru, Runtuwene tetap memperhatikan imbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran CVD.

    Kehadiran konstituen berdasarkan keterwakilan, diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan, kelompok petani, buruh serta aparat pemerintah kelurahan setempat.

    Adapun aspirasi yang disampaikan kepada anggota DPRD Stella Runtuwene:

    • Lurah Buyungon petrus Ulaan meminta adanya pembuatan DAS ranoyapo dan pemasangan tiang listrik dari kebun lopana kecil tersambung ke batu dinding kilometer 3. Kalau ini terwujud, akan merupakan penghargaan kepada warga.
    • Ester meminta kalau boleh perjuangkan aspirasi warga untuk bisa mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan yang sudah mati, pemasangan lampu jalan di kelurahan buyungon.
    • Alex sumampouw mengusulkan pembuatan talud dan jalan setapak di desa Buyungon.

    Menanggapi hal itu, Stella Runtuwene mengatakan bahwa mengenai kartu BPJS, dimanapun kita berada BPJS itu bisa digunakan selagi BPJS kita aktif.

    “Kalau ada kendala saat pemakaian di RS, sudah pasti Kartu BPJS tersebut sudah non aktif dan pastinya saya akan berjuang untuk warga agar kartu BPJS yang sudah di non aktifkan agar bisa diaktifkan kembali,” ucapnya.

    Lanjut Wakil ketua komisi III DPRD Sulut, mengenai keluhan warga terkait DAS, Talud dan Lampu jalan itu merupakan tugas dari Komisi III, pasti diperjuangkan di gedung cengkih.

    “Keluhan warga buyungon, pasti saya akan membawa permintaan ini ke DPRD Sulut untuk dibahas bersama eksekutif dengan dinas-dinas terkait, kalaupun tidak bisa di buat pada tahun anggaran 2021 pasti akan terlaksana pada tahun 2022. Masyarakat juga harus memaklumi bahwa tahun ini kami semua diperhadapkan dengan wabah covid-19, pergeseran anggaran besar-besaran dilakukan guna pemakaian di covid-19,” jelas Stella seraya menghimbau kepada warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan jauhi kerumunan.

    Warga pun memberikan apresiasi kepada Stella Runtuwene atas atensi terhadap masyarakat Buyungon.

    (ABL)

  • Serap Aspirasi Warga Kilometer 3, Stella Berjanji Akan Memperjuangkan Keluhan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Pada kesempatan ini, Anggota DPRD Sulut Stella Runtuwene melaksanakan reses III tahun 2020 di Desa Kilometer 3 kecamatan Amurang kabupaten Minahasa selatan, senin (30/11) siang.

    Protokol Covid-19 pun tetap di jalankan Runtuwene sesuai dengan himbauan pemerintah.

    Warga pun terlihat sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan reses ini, guna menyampaikan aspirasi mereka.

    Berikut aspirasi yang disampaikan Warga Desa Kilometer 3:

    • Kumtua herman ulaan meminta perjuangkan signal untul provider Tri. Towernya sudah ada tapi providernya belum disiapkan. Anak-anak sekolah sangat perlu untuk belajar virtual

    -Viktor soputan mengusulkan perbaikan jalan dan jembatan menuju pariwisata batu dinding di Kilometer 3, Karena sampai sekarang tempat tersebut tabiar. Juga Pelebaran jalan di kawasan kilometer 3 karena masih sempit mohon untuk bisa diperjuangkan pada tahun anggaran 2021.

    -Inggrid Ngantung, meminta pembuatan talud di sungai kilometer 3. “Ta talud dimohon untuk kase lanjut akang karena sangat membahayakan dikala hujan deras,”.

    -Ivan meminta untuk fungsikan puskesmas yang ada di kilometer 3. Karena sampai sekarang puskesmasnya ada tapi tidak difungsikan.

    -Fence tumangkeng meminta agar warga Kilometer 3 dapat dicover lewat BPJS kesehatan. Warga disini banyak yang belum memiliki BPJS. Dan juga adanya pemeriksaan Covid-19.

    -Welma lelemboto mengusulkan adanya beasiswa untuk anak-anak maupun yang sudah kuliah. Banyak anak-anak belum menerima beasiswa. kiranya usulan ini dapat diperjuangkan.

    Menanggapi hal itu, Wakil ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene menuturkan mengenai jalan maupun jembatan pariwisata Batu Dinding pasti akan diperjuangkan, tapi memang untuk anggaran di tahun 2020 ini banyak terserap di percepatan pergeseran anggaran di covid 19.

    “Perihal kesulitannya akses ke Batu Dinding, nantinya akan saya perjuangkan di gedung cengkih. Ini merupakan aset daerah yang perlu adanya percepatan pembenahan,” ucapnya.

    Lanjut Stela, untuk Pemeriksaan covid-19, dirinya memberi informasi bagi yang ingin memeriksa perihal Covid-19 bisa langsung pergi ke dinKes provinsi Sulut pasti mereka akan melayani tanpa dibayar.

    ” Dan untuk warga yang belum tercover BPJS kesehatan pastinya saya akan mengusahakan di DPRD Sulut,” katanya.

    Mengenai beasiswa, Stella mengatakan untuk SD dan SMP itu merupakan kewenangan kabupaten tapi untuk SMA itu adalah kewenangan provinsi.

    “Ajukan saja proposal yang berisikan anak-anak yang kurang mampu yang ingin mendapatkan beasiswa ke Dinas Pendidikan Sulut. Pastinya saya akan menyuarakan dan teriak terus ke eksekutif, koordinasi di fraksi Nasdem juga selalu saya beritahukan,” ujarnya.

    Mengenai persoalan jaringan telepon, saya akan langsung mendatangi kantor provider 3 untuk menyampaikan hal ini.

    “Di gedung DPRD Sulut nanti semua aspirasi warga pasti saya akan memperjuangkannya, melalui lintas fraksi maupun lintas komisi. Terakhir, saya mengingatkan kepada semua warga untuk tetap mematuho protokol kesehatan, mulai dari pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan,” tutupnya.

    (ABL)