Tag: MoU

  • Di Saksikan Bupati JG, Seasoldier Sulut Teken Mou Dengan Polimdo Lestarikan Laut

    test.petasulut.com/, SULUT – Bertujuan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan, Seasoldier Sulut kembali bekerja sama dengan perguruan tinggi Politeknik Negeri Manado (Polimdo).

    Setelah sebelumnya, Seasoldier Sulut lakukan kerja sama Bank Negara Indonesia (BNI).

    Kerjasama diawali dengan penandatanganan Mou antara Seasoldier Sulut yang diwakili ketua Jesicha T. Tumuahi, SST dengan perguruan tinggi Polimdo, yang di tandatangani langsung direktur, Maryke Alelo, MBA yang disaksikan langsung oleh Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, Pantai Pulisan, Minut, Sulut, Sabtu ( 3/07/2021).

    Ketua Seasoldier Sulut, Jesicha T. Tumuahi, SST ketika diwawancarai mengatakan, apresiasinya dengan tim Seasoldier Sulut yang sudah menjalankan program-program kerjasama dengan sangat baik, dalam hal pelestarian lingkungan.

    “Saya sangat mengapresiasi tim Seasoldier Sulut yang sudah terlibat dalam program kerja sama, apalagi dalam melestarikan lingkungan. Kemarin, Seasoldier Sulut bekerja sama dengan BNI dalam aksi penanaman karang. Dan kali ini, dengan perguruan tinggi Polimdo,” jelasnya.

    Jesicha menambahkan, kiranya kerjasama baik pihak BNI dan Perguruan tinggi Polimdo dengan Seasoldier Sulut tetap terjaga, apalagi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

    “Kami berharap kerjasama BNI dan perguruan tinggi Polimdo bersama Seasoldier Sulut bisa terus terjaga.
    Kebanggaan juga buat Seasoldier Sulut, karena penandatangan MOU bersama perguruan tinggi Polimdo disaksikan langsung oleh Bupati Minut, Joune Ganda,” tuturnya.

    Sedangkan Direktur Polimdo, Maryke Alelo, MBA menjelaskan, kerjasama antara perguruan tinggi Polimdo bersama Seasoldier Sulut guna saling meningkatkan keuntungan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

    “Kiranya kerjasama perguruan tinggi Polimdo dan Seasoldier Sulut tujuannya saling menguntungkan dan meningkatan SDM. Serta saling mendukung guna menjaga kelestarian lingkungan laut, serta menciptakan SDM yang unggul,” pungkasnya.

    (ABL)

  • MoU Dengan BP2MI, ANDREI ANGOUW Fokus Mengirim PMI Manado Yang Skill Work, Bukan Pembantu

    test.petasulut.com/, SULUT – Walikota Manado, Andrei Angouw mengatakan tidak ingin mengirim pekerja migran Indonesia asal Manado hanya bekerja sebagai pembantu.

    Hal itu dikatakan Andrei Angouw saat melakukan MoU Pemkot Manado dengan Badan Pelindung Pekerja Indonesia (BP2MI), Selasa (22/6) yang dihadiri langsung oleh Kepala BP2MI, Benny Ramdhani bersama jajaran.

    “Kita nanti bukan mengirim pembantu rumah tangga, tapi yang punya Skill Worker,” tegas Andrei.

    Pernyataan Andrei Angouw ini ternyata memiliki tujuan jangka panjang.

    “Mereka bekerja diluar negeri nanti akan terbentuk etos kerja yang utama makin mengasah keterampilan kerja,” jelas mantan DPRD Sulut ini.

    Foto Bersama usai pergelaran MoU BP2MI bersama Pemkot Manado

    Efek domino nantinya menurut Andrei Angouw, para pekerja ini akan membantu perekonomian di Kota Manado.

    “Mereka tentunya nanti akan mengirimkan uang kekeluarga dan uang tersebut akan berputar di Kota Manado sehingga dapat membantu perputaran ekonomi, karena uang dari luar masuk ke kota ini,” lugasnya.

    Selain itu, para pekerja ini disaat kembali ke kota Manado akan diminta membantu warga.

    “Asahan keterampilan yang didapat dari luar negeri akan dimanfaatkan untuk kemajuan kota Manado dari berbagai aspek,” tegas pasangan Richard Sualang.

    Karena itu Angouw berharap adanya dukungan dari Forkpimda dan DPRD Sulut untuk kemajuan kota Manado.

    Turut hadir pada kegiatan itu, Para Pejabat Pemda Kota Manado, Para Plt. Deputi dan Direktur di lingkungan BP2MI, Kepala UPT BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Toku, Para Kepala UPT yang hadir secara virtual.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • BP2MI MoU Dengan Pemkot Manado, BENNY Serius Siapkan PMI Terampil

    test.petasulut.com/, SULUT – BP2MI RI, selasa (22/6) pagi menggelar Penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Kota Manado di ruang serbaguna Pemkot Manado.

    Hadir dalam pergelaran tersebut, Walikota Manado Andrei Angouw, Wawali Manado Richard Sualang, Para Pejabat Pemda Kota Manado, Para Plt. Deputi dan Direktur di lingkungan BP2MI, Kepala UPT BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Toku, Para Kepala UPT yang hadir secara virtual.

    Pada kesempatan itu, Kepala BP2MI RI Benny Ramdhani dalam sambutannya mengatakan bahwa pada saat dirinya dilantik sebagai Kepala BP2MI pada tanggal 15 April 2020 di Istana Negara Jakarta, Presiden memberikan amanat yang jelas yaitu untuk melindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki.

    “BP2MI mengubah paradigma pelayanan, bahwa kita adalah pelayanan bagi PMI dan keluarga, dan PMI berhak diperlakukan warga negara VVIP, berhak mendapat perlakuan hormat negara. Sebagai pembanding bahwa PMI menyumbang devisa terbesar kedua setelah migas 159,7 T dan tidak kalah dengan sumbangan sektor pariwisata atau setara 7% APBN,” jelas Putra Sulawesi Utara itu.

    Diketahui, BP2MI RI telah merumuskan program prioritas sesuai amanat Presiden RI Yakni;

    – Pemberantasan Mafia Penempatan Ilegal PMI ke Luar Negeri.

    -Penguatan Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.

    -Menjadikan PMI Sebagai Warga VVIP (Very Very Important Person) dengan memberikan pelayanan dan pelindungan maksimal.

    -Modernisasi Sistem Pendataan Secara Terintegrasi.

    -Pembebasan Biaya Penempatan.
    Pembenahan Tata Kelola Penempatan PMI Sea-Based (awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran).

    – Penguatan Skema Penempatan PMI dalam rangka peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional.

    -Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial bagi PMI dan keluarganya di dalam dan luar negeri.

    -Peningkatan Sinergi dan Koordinasi multi-stakeholder terkait tata kelola penempatan dan perlindungan PMI.

    Sebagai wujud perlakuan hormat, lanjut Benny bahwa BP2MI membangun lounge khusus PMI di Bandara Soekarno Hatta, jalur cepat (fast track) dan helpdesk (pusat layanan informasi).

    “Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Manado yang mengadakan MoU dengan BP2MI dan menjadi kota ke-12 yang melakukan Kerjasama dengan BP2MI, sebelumnya adalah Talaud, Sangihe Kepulauan, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Kota Palu, Kota Padang, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Bandung, Morowali Utara,” ungkap Brani sapaan akrabnya.

    “Mengapa kerjasama ini penting? Pelindungan PMI yang diamanahkan UU 18/2017, bukan hanya menjadi tanggung jawab Pusat namun juga daerah dan Pemerintah Desa (Pasal 40, Pasal 41 dan Pasal 42). Selain itu, kerjasama ini juga penting untuk membantu menyiapkan tenaga-tenaga terampil dan profesional untuk dapat bekerja ke luar negeri,” tambahnya.

    Terinformasi, UU No. 18/2017 sudah diundangkan sejak 22 November 2017. Artinya, sudah 3 tahun 7 bulan. Namun, belum banyak Pemda yang menyadari adanya kewajiban dalam yang diamanahkan dalam UU tersebut.

    BP2MI juga diketahui telah melakukan sosialisasi secara masif ke 23 provinsi kantong PMI, dan sudah dilakukan di 10 Provinsi, terakhir kemarin 14 Juni 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Total Penempatan PMI dari Sulawesi Utara:
    -2017 : 462 PMI;
    -2018 : 511 PMI;
    -2019 : 604 PMI;
    -2020 : 316 PMI; (pandemi)
    -Jan. sd. 31 Mei 2021 : 74 (pandemi)

    Penempatan PMI Kota Manado:
    -2017 : 97 PMI
    -2018: 97 PMI
    -2019 : 108 PMI
    -2020 : 60 PMI (pandemi)
    -Jan. sd. 31 Mei 2021: 11 (pandemi)

    Terbanyak ke negara Hong Kong, Japan, Malaysia, Papua New Guinea, Saudi Arabia, Singapura, Solomon Islands, Taiwan;

    Dimana didominasi oleh sektor pekerjaan sebagai Caregiver, Drivers, Fisherman, Heavy Equipment Operator, House Maid, Housekeepers/Plrt, Plantation Worker, Worker.

    Kasus-kasus terbanyak didominasi oleh:
    -PMI gagal berangkat
    -Meninggal dunia di negara tujuan
    Sakit
    -PMI sakit di penampungan
    -Pekerjaan tidak sesuai PK
    -PMI Ingin Dipulangkan
    -Gaji tidak dibayar
    -PMI sakit/rawat inap
    -Penahanan paspor atau dokumen lainnya oleh PPPMIS

    Ramdhani pada kesempatan itu juga menuturkan bahwa Peluang kerja di Jepang dan Korea. Kedua negara tersebut memiliki undang-undang perlindungan warga negara asing yang baik, memiliki tingkat standar gaji yang tinggi sehingga menjamin keselamatan dan juga kesejahteraan para PMI disana. Rata-rata penempatan ke Korea setiap tahun dari tahun dari sebelum Covid sebanyak 6.921 (2018) dan 6.201 (2019), bahkan sebelum lockdown awal 2020 hingga Maret tahun lalu masih tercatat 641 PMI.

    “Penempatan ke Korea ini memiliki prospek yang luar biasa, dimana untuk jabatan Perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) memiliki gaji yang cukup besar, yakni mencapai 22 juta sampai 27 juta, dengan kontrak kerja 5 tahun. Demikian juga di Jepang dengan gaji kisaran 23 sd. 30 juta. Ini angka penghasilan yang jauh dari rata-rata pekerja di negara kita, apalagi tingkat pelindungan yang sangat baik dengan tingkat rata-rata kekerasan yang sangat minimum,” jelas Benny.

    Adapun upaya BP2MI dalam mendorong pembebasan biaya penempatan (implementasi Perban 09/2020):

    A. Rapat koordinasi terbatas dengan Pemda (sudah ada 18 Pemda yang menganggarkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja dan 22 P3MI yang membebaskan biaya penempatan).

    B. Mendorong perubahan Permenko Perekonomian yang mengatur Pedoman Pelaksanaan KUR dengan beberapa point:

    -KUR Penempatan PMI dengan bunga 3%
    -KUR diterima langsung oleh PMI tanpa melalui pola linkage lewat koperasi dan Lembaga multifinance
    -Plafon KUR lebih dari 100 juta
    Kerjasama dengan BNI untuk program BNI Flexi

    “Semoga kolaborasi dan inisiatif positif ini terus dikuatkan dan dikembangkan. Semoga niat baik kita untuk melayani para pahlawan devisa tidak pernah luntur terbentur kepentingan yang tidak berpihak kepada Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya,” tutupnya.

    (ABL)