Tag: pelayanan

  • GM Pelindo IV: Saya Fokus Kerja Untuk Tingkatkan Pelayanan

    test.petasulut.com/, SULUT – Tuntutan masyarakat plus pertanyaan masyarakat kepada pihak Pelindo IV akhir-akhir ini dinilai cukup banyak. Terlebih soal kenaikan tarif masuk pelabuhan Manado.

    Mengenai hal itu, General Manager PT. Pelindo IV cabang Manado, Rudi Hartono mengatakan bahwa pertanyaan berulang-ulang itu soal tarif masuk, dirinya telah menjelaskan juga secara berulang-ulang kepada media maupun masyarakat.

    “Tujuan kami (Pelindo IV) itu tidak lain hanya untuk meningkatkan pelayanan. Dan itu akan saya buktikan dengan kerja-kerja yang sementara saya lakukan di Pelabuhan Manado. Lihatlah nanti kedepannya, pelabuhan Manado akan seperti apa, silahkan masyarakat datang kesini dan menilai,” ucap Hartono kepada awak media, rabu (8/9).

    Terkait dengan fasilitas di terminal penumpang, Rudi mengungkapkan bahwa pada saat ini telah dipasang AC Standing sebanyak 12 unit.

    “Dan juga kami akan segera memperbaiki toilet yang menjadi keluhan masyarakat, bahkan untuk sepanjang dermaga, itu akan dipasangi Kanopi agar bisa dihubungkan ke dermaga lapan agar masyarakat tidak lagi kehujanan ketika warga hendak ke dermaga lapan, karena memang jaraknya cukup jauh,” jelas GM Pelindo IV.

    Tak hanya itu, dirinya juga menuturkan akan menampilkan budaya-budaya atau kearifan lokal yang ada di Sulut ini. Gambaran-gambaran tentang tempat-tempat wisata Sulut yang harus di kunjungi masyarakat, itu akan ditampilkan di pelabuhan manado ini.

    ” Intinya, itu juga menjadi perhatian Pelindo IV,” Singkatnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • SILANGEN: Kita Harus Dukung Kerja Keras Para Nakes Dalam Menangani Pasien Covid

    test.petasulut.com/, SULUT – Berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan para tenaga Nakes di beberapa rumah sakit di Sulawesi Utara terus dikemukakan.

    Bahkan, keluhan terhadap pelayanan tenaga medis ini menjadi buah bibir dan perbincangan hangat di media sosial.

    Menjawab hal itu, Ketua DPRD Sulut dr. Fransikus Andi Silangen, SPB, KBD mengakui bahwa melonjaknya kasus positif covid-19 di Sulut ini membuat para tenaga nakes menjadi sedikit kewalahan karena tingginya jumlah pasien.

    Namun, dirinya tetap memberikan dukungan terhadap kerja keras para tenaga kesehatan yang sementara berjuang dalam menangani pasien covid 19 di sejumlah rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

    Sebagai pimpinan Dewan sekaligus pernah menjadi bagian dalam menangani pasien, ia sangat menghargai kerja teman – teman sejawat tenaga kesehatan ditengah wabah Pandemi covid 19.

    Dikatakannya masyarakat harus bersatu memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan yang menjadi garis terdepan mengatasi persoalan covid 19 yang terjadi di seluruh dunia terutama Sulawesi Utara.

    ” Situasi sekarang yang sulit, teman-teman pers juga harus membantu. Orang bekerja dalam keadaan tertekan beda dengan situasi normal apalagi nakes juga saat ini cukup banyak terpapar bahkan ada yang sampai meninggal apalagi kalau dalam situasi tekanan dalam bekerja bisa saja hilang konsentrasinya dan itu perlu dipahami, ” ujar Politisi PDIP kepada wartawan Senin (9/8/21) usai rapat RPJMD di ruang paripurna DPRD Sulut.

    Secara khusus terkait sorotan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Prof RD Kandou Manado, Silangen menjelaskan pengalamannya yang pernah bertugas di rumah sakit tersebut.

    ” Sebagai rumah sakit pendidikan, prosedur tindakan yang dilakukan sangat ketat. Kita itu paling takut kalau orang meninggal, karena kalau pasien sampai meninggal ada akan dipertanggung jawabkan melalui forum, jadi akan diurutkan kronologi pasien yang meninggal. Dibenak saya yang pernah mengikuti pendidikan itu yang paling ditakuti. ” ungkap Silangen

    Karena menurutnya di rumah sakit pendidikan tersebut ada yang namanya koas, residen masing -masing harus mempertanggung jawabkan kronologis tindakan yang dilakukan.

    ” Contohnya seperti ini ada kasus kematian itu pasti mereka telusuri semua, ” bebernya

    Disisi lain legislator Dapil Nusa Utara ini menghimbau masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit karena menurutnya tidak ada yang namanya rumah sakit sengaja meng-covid kan pasien.

    ” Tidak ada, tidak ada rencana rumah sakit mencovidkan pasien, semua itu di rumah sakit ada protapnya ada SOP, jadi sangat ketat menentukan pasien itu menjadi covid, “pungkas Silangen.

    (ABL)

  • Soroti Keluhan Publik Soal RS Kandou, BW Desak Nakes Utamakan Pelayanan

    test.petasulut.com/, SULUT – Keluhan masyarakat terkait pelayanan Rumah Sakit Kandou, malalayang terus dilontarkan dan sempat viral di media sosial.

    Adapun beberapa kasus yang terjadi baru-baru ini yakni seorang ibu hamil yang meninggal serta anak remaja yang dinyatakan meninggal dengan status Positif Covid-19.

    Di 2 kasus itu, keluarga dan para kerabat korban melalui postingan di media sosial sangat menyesalkan pelayanan pihak RS Kandou yang dinilai telah melakukan pembiaran atau tidak dilakukannya pelayanan yang maksimal.

    Keluhan masyarakat yang diviralkan di Media Sosial soal pelayanan RS Kandou

    Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu angkat bicara.

    Dirinya menekankan bahwa para Nakes di RS Kandou harus bekerja profesional.

    “Saya mengakui memang lonjakan kasus positif covid-19 di Sulut membuat para nakes sedikit kewalahan menangani para pasien. Tapi jangan sampai mengurangi profesionalisme dalam bekerja, karena hal ini menyangkut nyawa seseorang,” ungkap Politisi Partai NasDem ini, jumat (6/8).

    Lanjut BW, bangsa ini sedang diperhadapkan dengan wabah covid-19 dan yang menjadi garda terdepan dalam memberantas virus corona adalah para tenaga medis. Tuntutan besar ini harus dibarengi dengan kinerja yang mempuni, karena pemerintah juga telah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

    “Saya mendesak pihak RS Kandou untuk melakukan pembenahan secepatnya dari segi pelayanan dan kinerja. Hal itu yang menjadi tuntutan publik. Jangan sampai seperti pribahasa ‘Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga’,” desaknya.

    Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu juga menuturkan bahwa komisi IV DPRD Sulut akan segera memanggil pihak RS Kandou untuk dimintai penjelasan.

    “Kalau perlu, kami komisi IV akan agendakan untuk turun langsung ke RS Kandou,” katanya.

    “Hidup ini harus jadi berkat, pelayanan tenaga medis untuk menyembuhkan orang adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan,” tambahnya.

    (ABL)