Tag: pelindo 4 cabang manado

  • GM Pelindo IV: Saya Fokus Kerja Untuk Tingkatkan Pelayanan

    test.petasulut.com/, SULUT – Tuntutan masyarakat plus pertanyaan masyarakat kepada pihak Pelindo IV akhir-akhir ini dinilai cukup banyak. Terlebih soal kenaikan tarif masuk pelabuhan Manado.

    Mengenai hal itu, General Manager PT. Pelindo IV cabang Manado, Rudi Hartono mengatakan bahwa pertanyaan berulang-ulang itu soal tarif masuk, dirinya telah menjelaskan juga secara berulang-ulang kepada media maupun masyarakat.

    “Tujuan kami (Pelindo IV) itu tidak lain hanya untuk meningkatkan pelayanan. Dan itu akan saya buktikan dengan kerja-kerja yang sementara saya lakukan di Pelabuhan Manado. Lihatlah nanti kedepannya, pelabuhan Manado akan seperti apa, silahkan masyarakat datang kesini dan menilai,” ucap Hartono kepada awak media, rabu (8/9).

    Terkait dengan fasilitas di terminal penumpang, Rudi mengungkapkan bahwa pada saat ini telah dipasang AC Standing sebanyak 12 unit.

    “Dan juga kami akan segera memperbaiki toilet yang menjadi keluhan masyarakat, bahkan untuk sepanjang dermaga, itu akan dipasangi Kanopi agar bisa dihubungkan ke dermaga lapan agar masyarakat tidak lagi kehujanan ketika warga hendak ke dermaga lapan, karena memang jaraknya cukup jauh,” jelas GM Pelindo IV.

    Tak hanya itu, dirinya juga menuturkan akan menampilkan budaya-budaya atau kearifan lokal yang ada di Sulut ini. Gambaran-gambaran tentang tempat-tempat wisata Sulut yang harus di kunjungi masyarakat, itu akan ditampilkan di pelabuhan manado ini.

    ” Intinya, itu juga menjadi perhatian Pelindo IV,” Singkatnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Viral Soal Tarif Masuk Pelabuhan Manado, Ini Penjelasan Pihak Pelindo IV

    test.petasulut.com/, SULUT – Keluhan seorang pengguna jalan yang hendak masuk ke kawasan pelabuhan manado sempat viral di media sosial (Medsos).

    Dimana dalam postingan tersebut, dikeluhkan soal tarif masuk pelabuhan manado yang dianggap terlalu tinggi.

    Mengenai hal itu, General Manager PT. Pelindo IV cabang Manado, Rudi Hartono langsung merespon hal itu.

    Ia mengatakan, kenaikan tarif sudah melalui peraturan direksi (PD) nomor 5 tahun 2020 tak lain untuk meningkatkan pelayanan khususnya bagi penumpang yang akan berangkat maupun tiba di pelabuhan Manado.

    “Hal ini sudah tertuang dari peraturan direksi sebelumya. Sebelum ada saya OPD itu sudah ada. Jadi, general manager sebelumnya yang menyusun dan saya yang melaksanakannya,” kata rudi yang juga putra asli Sulawesi Utara (Sulut) ini, Senin (2/8) di ruang kerjanya.

    Dirinya menambahkan, kebijakan untuk menaikan tarif adalah untuk menutupi kerugian.

    “Setiap tahunnya kita (pelabuhan Manado, red) merugi. Kemarin itu di tahun 2020 kita merugi 1,6 miliar rupiah. Nanti kalau minta rinciannya saya akan perlihatkan datanya. Karena kita membiayai berapa karyawan dan fasilitas yang dibangun juga biaya penyusutannya,” ujarnya.

    GM Pelindo IV Cabang Manado, Rudi Hartono

    Ia pun membeberkan, untuk tarif lama yang diberlakukan sudah 12 tahun yang lalu sebelum terminal penumpang dibangun.

    “Sebelum terminal penumpang belum dibangun tarifnya tidak dinaikkan. Jadi orang kalau mau naik kapal hanya berteduh di atap kecil itu. Atau langsung naik ke kapal. Pihak kami sudah menambah fasilitas itu dan merombak gudang itu untuk dijadikan terminal penumpang. Biaya itu sekitar 5 miliar rupiah,” bebernya.

    Ditambahkannya, pihak PT. Pelindo IV juga telah membuat kanopi di pelabuhan.

    “Kami juga membuat kanopi di pelabuhan. Itu uang semua dari mana, itu berasal retribusi masyarakat sendiri. Tapi berharap dari masyarakat mengetahuinya. Untuk menghidupi pelabuhan manado dengan retribusi seperti itu kalau pihak swasta sudah lama lari karena tidak sesuai pendapatannya,” jelasnya.

    Menurutnya, pihak PT. Pelindo IV tidak mencari laba dari kenaikan tarif karena kinerja dituntut dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) dalam hal ini pemerintah yang ada di dalam pelabuhan. Dari masyarakat yang menuntut PT Pelindo IV untuk merubah fasilitas yang ada.

    “Yang saya takutkan itu apa yang diinginkan untuk peningkatan pelayanan sesuai permintaan masyarakat, pemerintah pasti direksi akan mempertimbangkan karena mereka akan melihat pendapat pelabuhan manado. Kami sementara memasang AC di terminal penumpang dan ini untuk kenyamanan masyarakat. Apa yang kami dapatkan itu kita berikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Ditambahkannya, BUMN dituntut oleh pemerintah supaya memaksimalkan pendapatan yang ada.

    “Ada beberapa BUMN yang disubsidi seperti Pelni sehingga tarifnya dibawah kapal-kapal biasa. Tapi PT Pelindo tidak ada disubsidi. Kami seperti angkasa pura. Mereka (masyarakat, red) selalu berpikir mengapa angkasa pura kalau masuk hanya dikenakan 6 ribu rupiah sedangkan di pelabuhan manado mahal sekali. Padahal masyarakat tidak tau kalau di bandara itu tarik pas penumpang sudah ada di tiket yang dikenal dengan airport tax,” katanya.

    Menurutnya, sebelumnya kerjasama tarik pas penumpang sudah ada kerjasama akan tetapi karena ada kenaikan agen pelayaran tidak lagi meneruskan kerjasama itu.

    “Kemarin sudah ada kerjasama di situ karena ada kenaikan agen pelayaran tidak lagi melakukan kerjasama, kalau begitu PT. Pelindo jual sendiri. Saya juga bermohon untuk membantu tetapi tidak dihiraukan,” tuturnya.

    Lebih lanjut, untuk kenaikan pas masuk itu sudah juga disampaikan kepada KSOP.

    “Kami sudah berkoordinasi dan hal ini pun sudah disetujui. Soal kebijakan untuk taksi-taksi online sudah diberikan kebebasan untuk masuk tanpa dipungut biaya asalkan tidak diparkir di lokasi karena menimbulkan kemacetan. Taksi online juga sudah dipasangkan stiker,” lanjutannya.

    Selain itu, pihak PT Pelindo juga mengeluarkan kebijakan untuk siswa dan mahasiswa untuk tidak dipungut biaya masuk.

    “Kalau mereka masuk untuk mengambil barang tidak dipungut biaya asalkan mereka menunjukkan kartu identitas seperti kartu pelajar dan kartu mahasiswa. Yang viral itu pasti saya rasa ada yang memanaskannya. Kami juga sedang mengerjakan pemasangan kanopi karena itu merupakan salah satu syarat dari KSOP,” tandasnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Ini Penjelasan Kacab Pelindo 4 Rudi Hartono Soal Tarif Baru Masuk Pelabuhan Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – Masyarakat Nusa Utara melalui Pengurus Besar IKISST, dan DPP MUKAT sempat melontarkan penolakan terkait dengan tarif baru bagi penumpang maupun pengantar/penjemput yang masuk pelabuhan manado, bahkan persoalan ini sempat dibicarakan di DPRD Sulut melalui Komisi III pada kemarin hari.

    Komisi III pun diketahui telah melayangkan rekomendasi pembatalan atas tarif baru tersebut.

    Mengenai hal itu, Pihak PT. Pelindo Manado melalui pimpinan cabang Rudi Hartono Lontaan menjelaskan kenaikan tarif yang dituangkan melalui Peraturan Direksi nomor 5 tahun 2020 tersebut tak lain untuk meningkatkan pelayanan khususnya bagi penumpang yang akan berangkat maupun tiba di Pelabuhan Manado.

    Soal keluhan masyarakat yang mengajukan keberatan terkait kenaikan tarif tersebut diungkapkannya, dimana telah ada kesepakatan sebelumnya dengan perwakilan Mahasiswa maupun pelajar khususnya yang berasal dari Nusa Utara untuk meng-gratiskan biaya masuk.

    ” Ini bentuk empati saya kepada anak-anak asal Nusa Utara yang biasanya mendapat kiriman dari orang tua mereka, saya berani mengambil kebijakan terutama kepada Mahasiswa dan Pelajar asal Nusa Utara terkait tuntutan mereka tidak hanya menurunkan tarif tetapi justru saya gratiskan mereka masuk pelabuhan hanya dengan menunjukan kartu mahasiswa atau kartu pelajar. ” bebernya kepada awak media, kamis (26/11).

    Ditambahkannya kebijakan menaikan tarif tersebut justru merespon keluhan masyarakat terutama dari segi pelayanan termasuk permintaan dari pihak pemerintah dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Manado yang meminta PT. Pelindo untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    ” Saya memiliki komitmen dan berjanji kepada masyarakat Nusa Utara bahwa nantinya pengembangan Pelabuhan Manado akan ditata seperti pelabuhan udara yang nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti Videotron untuk memberikan informasi secara luas kedatangan dan keberangkatan kapal, WiFi gratis termasuk memperbaiki kursi penumpang di dalam terminal. Semuanya itu tentunya untuk kenyamanan penumpang yang menggunakan jasa Pelabuhan Manado.” terangnya.

    Terkait kenaikan tarif masuk bagi pengantar di dalam pelabuhan menurutnya merupakan upaya untuk membatasi keluar masuk kendaraan agar tidak terjadi penumpukan yang menyebabkan kemacetan di ruas jalan sekitar pelabuhan.

    ” Kami juga sempat berdiskusi dengan KSOP dan disarankan untuk menaikan tarif masuk kendaraan, tujuan sebenarnya baik karena kalau kita perhatikan tempat parkir sudah tidak lagi memadai. Kalau kita kenakan tarif murah, mereka akan berbondong-bondong masuk menyebabkan antrian cukup panjang yang berakibat kemacetan.” jelasnya.

    Selain itu ia meminta masyarakat yang masuk Pelabuhan hanya yang benar-benar memiliki kepentingan.

    Disisi lain dirinya menyoroti sikap para agen pelayaran kapal yang sebelumnya menjual tiket inklud dengan pass penumpang namun saat justru dibebankan ke PT. Pelindo.

    ” Sebelumnya penjualan tiket sudah inklud dengan pass penumpang. Seperti contoh Bandar Udara Manado pada saat penumpang mau ke bandara sudah dikenakan Airpor Tax yang sudah ada dalam tiket sehingga penumpang pada saat masuk di Bandara tidak menyadari bahwa telah dikenakan pass masuk sebesar Rp. 60.000.” ungkapnya

    ” Itulah sebenarnya yang terjadi di Pelabuhan Manado saat ini sebelum ada kenaikan dimana pass-nya Rp. 4000 otomatis menempel di tiket penumpang. Pada saat kita menaikan tarif kerjasama agen pelayaran awalnya menjual tiket tersebut namun karena ada kenaikan tarif masuk mereka minta Pelindo menjualnya sendiri. Ini yang menyebabkan konflik karena mereka merasa dua kali bayar yakni pada saat membeli tiket maupun masuk terminal penumpang. Ini yang membuat penumpang merasa keberatan. Ini juga yang kami sayangkan kepada teman-teman agen pelayaran yang tidak mau membantu PT. Pelindo, padahal selama ini yang kami layani justru penumpang dan kapal mereka sendiri. ” pungkas Kacab Rudi Hartono Lontaan.

  • Terkait Kenaikan Tarif Masuk Pelabuhan, Watania: Pelindo Harus Ambil Kebijakan Yang Bisa Diterima Masyarakat

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam RDP Komisi 3 DPRD Sulut, bersama Dinas Perhubungan Daerah Provinsi Sulut, Kepala KSOP kelas III Manado, General Manager PT. Pelindo IV Cabang Manado, Pengurus Besar IKISST, dan DPP MUKAT, yang membahas terkait dengan kenaikan tarif jasa terminal Penumpang dan Tanda Masuk Pelabuhan.

    PT Pelindo IV Cabang Manado pun diketahui akan menunda penerapan PD Nomor 05 tahun 2019, tentang kenaikan tarif masuk pelabuhan dan kembali menerapkan tarif lama.

    GM Pelindo IV Wilayah Manado, Rudi Hartono Lontaan mengatakan, kebijakan untuk menaikkan tarif masuk Pelabuhan Manado sebenarnya sudah lama dikaji dan disesuaikan dengan kondisi pelayanan dari PT Pelindo IV Manado. Namun, dengan melihat kondisi saat ini, dan atas aspirasi dari warga Nusa Utara, PT Pelindo IV Manado sepakat untuk menunda kenaikan tarif masuk Pelabuhan Manado.

    “Melihat kondisi saat ini yang masih dalam Pandemi Covid-19, serta mendengar akan aspirasi warga Nusa Utara, dengan ini PT Pelindo IV Manado sepakat untuk membatalkan kenaikan tarif masuk Pelabuhan Manado saat ini, dan menunda sampai 15 Januari 2021,” ucapnya.

    Disisi lain, Kadishub Sulut Linda Watania mengatakan bahwa kehadiran eksekutif adalah dalam rangka memberikan keseimbangan kepada para pemangku kepentingan yang berada di pelabuhan.

    “Kan disitu ada banyak stake holder yang terlibat, jadi dalam sebuah kebijakan publik itu semestinya harus melibatkan seluruh komponen didalamnya, apalagi keputusan yang langsung menyentuh ke masyarakat,” jelas Watania kepada awak media usai RDP, rabu (25/11).

    Linda juga menuturkan bahwa sinergitas antara Pelindo dengan Dishub Sulut berjalan dengan baik.

    ” Dishub dan Pelindo sering melakukan pertemuan, apa yang harus ditingkatkan itu yang dibicarakan. Seperti pertemuan tadi mengenai kenaikan tarif, Pihak Pelindo diminta mengambil kebijakan yang bisa diterima oleh semua elemen masyarakat terutama untuk masyarakat nusa utara,” tutupnya.