Tag: Pembahasan

  • Ketua Pansus: Pembahasan Ranperda Sampah Plastik Dimulai Senin Besok

    test.petasulut.com/, SULUT – Diketahui, baru baru ini telah dilaksanakannya pemilihan pimpinan Panitia Khusus (Pansus) pembahas Ranperda Pengendalian sampah plastik yang merupakan Ranperda Prakarsa DPRD Sulut.

    Dan yang menjadi ketua Pansus adalah dari fraksi PDIP Fabian Kaloh, Wakil Ketua dari Fraksi Demokrat Kristo Lumentut dan Sekretaris dari Fraksi NasDem Johny Panambunan.

    Pasca terbentuknya Pansus pembahas Ranperda Pengendalian sampah plastik itu, Ketua Pansus Fabian Kaloh menyebut sangat optimis Pansus akan bekerja profesional.

    “kebetulan kami di Bapemperda sudah membahas Pembentukan Perda Pengendalian sampah plastik ini, karena itu saya pikir kita tinggal menyatukan persepsi dan pemahaman diantara para anggota Pansus, dan semoga dalam waktu yang tidak begitu lama, ditengah-tengah situasi kondisi pandemi Covid-19 dengan cara-cara sesuai protokol kesehatan (prokes) kami boleh menyelesaikan tugas ini,” jelas Kaloh baru-baru ini.

    Saat ditanya kapan akan memulai pembahasan dan target penyelesaian Ranperda ini, Personil Komisi I DPRD Sulut itu menyebut bahwa akan dimulai pembahasan pada hari senin (2 Agustus 2021) minggu depan.

    “Untuk target penyelesaian Target nanti akan dibicarakan bersama Pansus. Walau prinsipnya cepat dan tepat. As soon as possible!” Kata Politisi Dapil Bitung-Minut itu kepada wartawan via WA, jumat (30/7).

    (ABL)

  • Pemanfaatan Dana PEN, RUNTUWENE: Fokus Pada Kebutuhan Masyarakat, Bukan Kepentingan

    test.petasulut.com/, SULUT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut, Stella Runtuwene mengingatkan kepada pemerintah provinsi Sulut soal dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan untuk proyek padat karya kiranya dapat dilaporkan secara menyeluruh.

    Hal itu diingatkan Stella saat rapat Pembahasan pertanggungjawaban Anggaran dalam APBD 2020, antara TAPD Sulut bersama Banggar DPRD Sulut pada Rabu (16/6) siang.

    “Ini sangat penting dilakukan agar Banggar dapat mensosialisasikannya ke masyarakat soal pemanfaatan dana PEN,” ungkap Anggota Banggar, Stella Runtuwene.

    Politisi Partai NasDem Sulut itu juga menuturkan bahwa perlu ada laporan secara tertulis terkait pemanfaatan dana PEN agar bisa dilihat proyek padat karya mana saja yang dibiayai oleh dana PEN.

    ” Untuk mendapatkan resume yang nantinya dapat dicocokan dengan apa yang menjadi kebutuhan rakyat, kami minta data laporan proyek padat karya,” ungkap Sekretaris Fraksi NasDem itu.

    Tak hanya itu, Aleg Dapil Minsel-Mitra itu juga mengatakan bahwa perlunya sebuah laporan, mengingat kebijakan penetapan anggaran program yang dilaksanakan lewat APBD sering terjadi politik kepentingan, padahal ada banyak aspirasi masyarakat yang sifatnya mendesak dan telah lama bahkan bertahun-tahun terbengkalai, namun sering lupa diakomodir padahal sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat.

    ” Kami berharap skala prioritas program yang ditetapkan lebih mengutamakan urgensi dari apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bukan pada kepentingan,” kata Runtuwene.

    Diketahui, terkait APBD Sulut tahun anggaran 2020 yang laporan pertanggungjawabannya sementara dibahas oleh Badan Anggaran DPRD Sulut, terjadi dua kali Refocusing, sehingga pemerintah lebih mengutamakan bagaimana melaksanakan penanganan kesehatan untuk masyarakat serta melaksanakan proyek strategis.

    (ABL)