Tag: Pembunuhan anak

  • Keluarga FK Dan MS Bertemu, Ini Hasilnya!

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca ditemukannya FK terduga pelaku pembunuhan anak perempuan di koha, minahasa pada jumat (28/5) kemarin, dalam keadaan meninggal dunia.

    Keluarga dari pihak FK maupun keluarga MS melakukan pertemuan, pada Sabtu (29/5) hari ini.

    Pertemuan itupun dilangsungkan di kantor hukum tua Koha barat. Yang dihadiri oleh pihak keluarga FK yakni Istri FK, Tine dan Anak-anak FK, Octaviana Maria Kalesaran dan Marcia Kalesaran, Pihak keluarga MS yaitu Ayah MS, Eddy Sulu serta Kumtua Koha Barat, Antonius Sulu.

    Pertemuan itupun dibenarkan oleh Anak FK, Marcia Kalesaran. Dimana dirinya mengatakan bahwa keluarga kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan.

    “Intinya Skrg Dari keluarga belah pihak,
    Antara Keluarga Saya dan Keluarga Adik Sella Mmg sih Blm Di Rencanakan, Tapi Karena Mmg Sudah Rencana Tuhan kami sudah berdamai dan Tidak Lagi Menyimpan Dendam Dan Memulai Hdp Baru,” jawab Marcia saat dihubungi melalui pesan Masengger.

    Sebelumnya, FK terduga pelaku pembunuhan anak ini ditemukan di daerah perkebunan sendangan desa koha dengan keadaan tidak bernyawa lagi.

    Saat ditemukan, posisi Jasad itu tersandar di sebuah pohon dengan tali terlilit di bagian leher.

    Menurut warga yang berada di lokasi ditemukannya jasad pelaku pembunuhan itu, bahwa FK mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon.

    (ABL)

  • Pelaku Pembunuhan Anak, STELLA: Hukum Seberat-Beratnya

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan kasus pembunuhan anak perempuan yang terjadi di Desa Koha membuat publik geram.

    Bagaimana tidak, Korban yang masih berumur 12 tahun itu diduga diperkosa lalu dibunuh oleh terduga pelaku inisial FK.

    Reaksi pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Dimana, Legislator Partai NasDem Stella Runtuwene mengecam agar pelaku baiknya dihukum mati.

    “Mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan, ada baiknya pelaku dihukum mati,” tegas Runtuwene, Senin (24/5) kemarin.

    Dirinya mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang dinilainya tidak manusiawi tersebut. Hal itu karena tindakan itu sangat-sangat bejat prilakunya.

    “Untuk itu aparat harus cepat bertindak agar supaya tidak ada korban-korban yang lain seperti ade Marshella” desak wakil ketua Komisi III DPRD Sulut itu.

    Menurutnya, kasus ini jadi peringatan buat semua orang tua. Itu supaya ke depan lebih waspada lagi dengan anak-anak mereka.

    “Agar jangan membiarkan mereka keluar sendirian. Pihak yang berwajib harus segera mencari orang tersebut,” ujarnya.

    “Hukum seberat-beratnya kalo bisa hukuman mati agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti Marshella,” sambungnya.

    (ABL)

  • Ini Ungkapan Hati Putri Dari FK, Terduga Pelaku Pembunuhan di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Putri dari terduga Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan bocah berusia 12 tahun di Desa Koha inisial FK mengungkapkan isi hatinya pasca ditetapkan ayahnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.

    Bernama lengkap Octaviana Maria Kalesaran atau biasa di panggil Ledy (anak dari FK) mengatakan Kasus yang Ayahnya perbuat itu membuat dirinya bersama Keluarga merasa Malu dan bahkan marah. Pasalnya FK telah menjadi buron Tim Maleo Polda Sulut karena diduga telah Membunuh adik Marshella Sulu (12).

    Dengan adanya hal tersebut, Ledy Mengungkapkan bahwa dia bersama keluarga merasa Malu dan menyerahkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

    “yang pasti malu dan marah sekali sama pelaku. Tapi secara fisiknya. secara pribadi saya tidak membenci, Karena saya juga tidak ada hak untuk menghakimi, biarlah kasus ini pihak berwajib yang menangani sampai tuntas. Saya dan keluarga berharap dia (FK) segera menyerahkan diri dan menjalani hukum yang berlaku.” Ungkap Ledy Kepada awak media via pesan Messenger, selasa (25/5).

    “kalau soal Postingan saya, saya mengunggah status hanya untuk sekedar mengungkapkan isi hati biar tidak terlalu ada beban. Karena ini masalah besar dan fatal, jujur saya dan keluarga sangat kecewa sekali dengan adanya kejadian ini. Tapi apa mau di kata semua sudah terjadi, tinggal pelakunya menyadari dan segera menyerahkan diri agar semua orang dan terutama yang ada di desa koha tenang, Aman dan tidak ketakutan untuk keluar rumah.” tambahnya.

    Ledy juga menyampaikan untuk tidak membully keluarga, karena keluarga tidak tau apa-apa, dia juga membenarkan bahwa ada komentar dari warganet yang mengatakan bahwa keluarganya terlibat dan menyembunyikan pelaku.

    “jangan membully saya dan keluarga karena kami tidak tau apa-apa. Saya lihat ada komentar yang bilang kalau kami menyembunyikan pelaku atau membantunya, pedahal kami tidak terlibat dan memang kami tidak tau keberadaannya sekarang.” Tuturnya.

    “kami dan saya pribadi pun tidak menyangka kalau tersangka bisa nekat berbuat sekeji itu terhadap Alm, Marshella Sulu. Dan saya juga tau persis kepribadian tersangka, jadi agak tidak percaya juga kalau dia dengan teganya membuat adik Sella begitu.” Jelasnya.

    Putri FK juga berharap agar siapa saja yang mengunggah foto tersangka di social media cukup wajah tersangka saja. Karena dirinya dan keluarga sudah cukup merasa kecewa dengan apa yang diperbuat oleh tersangka jangan membuat keluarganya semakin terpojok dan lebih down lagi.

    “tolong kalau mau unggah foto di sosmed kalian cukup muka tersangka, karena saya dan keluarga sudah cukup kecewa dan sakit hati atas perbuatannya itu. Jangan membuat kami sekeluarga lebih down dengan ocehan kalian terhadap kami keluarga. Karena kalian tidak tau bagaimana perasaan kami dan hati kami. Andaikan saja kalian bisa merasakan atau mengalami kejadian ini kepada keluarga kalian pasti kalian juga akan seperti keadaan kami yang down dan sakit hati bahkan seringkali kami ketakutan jangan sampai tersangka balik ke rumah dan menyakiti kami. Tapi kami tau dia tidak mungkin menyakiti kami, pasti dia juga sekarang terpuruk dan rasa bersalah, mungkin dia belum siap untuk menyerahkan diri. Jadi cukup dia saja yang dibully dan di caci maki, jangan kami sekeluarga, jangan membuat kami semakin terpojok dan lebih down.” Jelas Ledy.

    (ABL)