Tag: reses III Tahun 2020

  • Transparansi ke Publik, MJP Kembalikan Rp. 3.963.750 Sisa Dana Reses III 2020

    test.petasulut.com/, SULUT – Masa Reses III Tahun 2020 Anggota DPRD Sulut telah selesai. Seperti biasa, guna mempertanggungjawabkan anggaran dana reses, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Melky J. Pangemanan, S.IP., MAP., M.Si pun menyelesaikan laporan administrasi dan keuangan secara terperinci pada pelaksanaan Kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2020.

    Diketahui, Dana Reses yang disiapkan bagi setiap Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Rp. 45.000.000 (Anggaran diserahkan kepada Staf Pendamping) dengan rincian :

    • ATK Rp. 1.000.000
    • Belanja Cetak Rp. 500.000
    • Belanja Penggandaan Rp. 500.000
    • Belanja Makan Minum Kegiatan Rp. 37.000.000 (Termasuk Pajak)
    • Jasa Sewa Tempat/Ruangan Rp. 6.000.000 (Termasuk Pajak)

    Adapun rincian anggaran yang digunakan anggota DPRD MJP dalam Reses III Tahun 2020 :

    • Belanja Makan minum = Rp. 34.000.000
    • Jasa Sewa Tempat/Ruangan = Rp. 5.531.250
    • Biaya Cetak (Baliho) = Rp. 150.000
    • Belanja ATK = Rp. 925.000
    • Belanja Penggandaan = Rp. 430.000

    Total = Rp. 41.036.250

    Anggota DPRD MJP melalui staf pendamping Reses mengembalikan Rp. 3.963.750, anggaran Reses yang tidak terpakai dalam Kegiatan Reses III Tahun 2020.

    Anggota DPRD MJP juga mendapatkan Uang Tunjangan Reses Rp. 12.750.000 (Sudah dipotong PPh 15%) dan Uang Perjalanan Dinas dalam daerah selama 5 hari dalam pelaksanaan Reses dengan jumlah Rp. 8.075.000.

    “Ini bentuk transparansi kepada publik. Anggaran yang digunakan bersumber dari APBD yang notabene adalah uang rakyat, jadi sudah seharusnya rakyat juga tahu anggaran yang disiapkan dan digunakan oleh Anggota DPRD,” ucap MJP senin (7/12) diruang kerjanya.

    (ABL)

  • Laksanakan Kewajiban, MELISA GERUNGAN Serap Aspirasi Warga Matani II

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Sesuai dengan keputusan DPRD nomor 2 tahun 2019 tata tertib DPRD periode 2019-2024 untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melihat apa yang kiranya menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi Sulut.

    Dalam reses III tahun 2020 inipun dimanfaatkan Anggota DPRD Sulut Melisa Gerungan.

    Dimana pada Jumat, (4/12/20) melisa menyambangi Kelurahan Matani II Kota Tomohon.

    Protokol kesehatan tetap diutamakan Gerungan guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

    Sementara itu, berbagai harapan yang merupakan bagian dari aspirasi masyarakat disuarakan perwakilan warga kepada politisi PDIP ini untuk diperjuangkan di lembaga legislatif Sulut.

    Seperti disampaikan salah satu warga Matani II,Treis Mangundap.

    Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan masalah pengelolaan sampah di Kota Tomohon bahkan di Sulut untuk menjaga kebersihan, keindahan terlebih kenyamanan lingkungan.

    Treis mencontohkan pengelolaan sampah di pulau Jawa yang memanfaatkan sampah plastik yang di daur sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat.

    Di bidang pendidikan, salah satu warga setempat Deasy Tehupuring menyuarakan soal bantuan pemerintah bagi anak-anak kurang mampu untuk kelangsungan studi.

    ” Mohon pemerintah memperhatikan anak – anak sekolah terlebih masyarakat golongan menengah kebawah karena mereka adalah generasi penerus bangsa ” harap Deasy.

    Sementara masalah infrastruktur penerangan jalan (lorong) merupakan hal mendesak yang dibutuhkan masyarakat.

    Disampaikan Wenny Rumagit, hingga saat ini masih ada jalan lorong yang butuh fasilitas penerangan guna menjaga keamanan dan kenyamanan warga.

    Disisi lain Rumagit mendorong pemerintah memperhatikan kebutuhan petani khususnya pupuk bersubsidi terlebih bagi mereka yang tidak masuk wadah kelompok tani.

    “Yang menjadi permasalahan saat ini, petani di luar kelompok kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, kalaupun untuk mendapatkan pupuk bersubsidi harus mengurus administrasi yang berbelit- belit, tetapi kebanyakan mereka tidak mendapatkan pelayanan. Ini sangat menyulitkan mereka termasuk juga ketersediaan air bersih, kenyataannya saat ini warga Matani II kesulitan mendapatkan air bersih yang menjadi kebutuhan utama warga disini, “terangnya.

    Menanggapi berbagai aspirasi warga tersebut, Melisa Gerungan berjanji akan berjuang merealisasikan harapan masyarakat melalui lembaga legislatif bahkan mengawal sampai ke Pemerintah Provinsi melalui mitra kerja terkait.

    ” Apa yang menjadi harapan masyarakat juga menjadi harapan saya selaku wakil rakyat untuk berjuang dan mengawal aspirasi yang telah disampaikan dalam kegiatan reses ini. Mudah – mudahan apa yang kita perjuangkan bersama dapat ditindak lanjuti pemerintah, ” ucap anggota komisi IV ini.

    Dalam kegiatan reses tersebut Legislator Dapil Minahasa – Tomohon ini memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pemberian kacamata gratis.

    (ABL)

  • Reses lll 2020, Legislator Sulut Nyoman Sarwa Serap Aspirasi Warga Mopugat Selatan

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Sesuai dengan keputusan DPRD nomor 2 tahun 2019 tata tertib DPRD periode 2019-2024 untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melihat apa yang kiranya menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi Sulut.

    Dalam masa reses III tahun 2020 ini, Anggota DPRD Sulut I Nyoman Sarwa pun melaksanakan kewajiban itu dengan langsung menyambangi Desa Mopugat Selatan, selasa (2/12).

    Protokol kesehatan tetap diutamakan Sarwa guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

    Adapun sejumlah aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat desa mopugat selatan:

    -Meminta kepada pemerintah provinsi untuk memfokuskan dana hibah khusus untuk rumah-rumah ibadah.

    -Adanya perbaikan jalan menuju pekuburan dari desa mopugat ke desa tumokang.

    -Meminta adanya bantuan Rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat desa mopugat selatan.

    -Meminta kepada pemerintah adanya bantuan buku bagi anak-anak sekolah karna sampai saat ini minimnya buku yang di sediakan pihak sekolah.

    -Meminta adanya bantuan bibit ternak baik sapi maupun ternak babi dari dinas terkait.

    -Meminta kepada pemerintah karena bolmong merupakan masyarakat mayoritas petani terlebih khusus masyarakat mopugat selatan berharap kepada pemerintah terkait kelangkahan pupuk yang terjadi.

    Menanggapi sejumlah aspirasi yang masuk, legislator sulut nyoman sarwa menyampaikan bahwa semuanya ini akan menjadi catatan dan akan di sampaikan kepada pemerintah sesuai dengan fungsi DPRD itu sendiri.

    “Apalagi banyak aspirasi yang masuk di luar komisi 4 atau kemitraan saya di komisi namun tidak apa semua itu akan di komunikasikan lewat lintas komisi apalagi Nasdem juga saat ini tersebar disemua komisi,” ungkap Sarwa seraya menuturkan bahwa memang eksekutor itu ada di tangan pemerintah, dalam hal ini Gubernur.

  • Jaring Asmara di Sagaret Weru Satu, FK Dengar ‘Curhat’ Para Lansia

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna menyerap dan menjaring aspirasi masyarakat, semua Wakil Rakyat turun ke daerah pemilihan masing-masing.

    Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fabian Kaloh dalam masa Reses III Tahun 2020.

    Dirinya menyambangi Kelurahan Sagerat Weru Satu, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Rabu (2/12/2020).

    Dalam pergelaran itu, Kaloh tetap mengedepankan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

    Kehadiran konstituen hanya terbatas dan lebih diprioritaskan lansia.

    Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan bahwa dirinya mengapresiasi semangat para lansia yang masih cukup kuat untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk membangun Sulawesi Utara dan Kota Bitung.

    “Yang saya suka, semangat mereka masih cukup kuat untuk bersama-sama dengan pemerintah yang ada di sini, untuk membangun Sulut dan Kota Bitung ini,” ucap personel Komisi I DPRD Sulut ini.

    Mengenai aspirasi yang telah disampaikan terkait dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tebang pilih, serta pergantian struktur pemerintahan dalam hal ini kepala lingkungan di tempat tersebut, Kaloh mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan perbaikan.

    “Mereka, ternyata biar tua-tua, mereka memperhatikan penyelenggaraan pemerintahan, kinerja pemerintah, soal pergantian Kepala Lingkungan dan RT yang tidak sesuai mekanisme,” kata Kaloh.

    Kaloh juga meminta dukungan doa agar apa yang akan diperjuangkannya dalam sidang paripurna nanti, dapat diterima.

    Diakhir kegiatan reses, Kaloh membagikan kaca mata gratis kepada para lansia yang hadir.

    (ABL)