Tag: Ronald Sampel

  • Peduli, Fraksi Demokrat Sulut Bagikan Bansos Untuk Warga Terdampak Covid

    test.petasulut.com/, SULUT – Himbauan pemerintah agar melakukan pembatasan aktifitas kerja di luar rumah guna mencegah penyebaran virus Covid 19 sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat.

    Kondisi tersebut membuat Fraksi Demokrat Sulut terpanggil membantu meringankan beban warga dengan aksi bagi – bagi sembako di beberapa daerah di Sulawesi Utara.

    Kepada Wartawan, Ketua Fraksi Demokrat Sulut Billy Lombok mengatakan seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian dari perhatian partai Demokrat, terlebih khusus dalam perayaan dua dekade ulang tahun partai Demokrat.

    “Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan jelas memberikan instruksi bahwa agar kita semakin mengetahui apa kebutuhan masyarakat, dan terlebih pada masa pandemi ini seluruh fraksi di instruksikan agar bersama-sama dengan masyarakat. Bahkan, secara tegas Ketum kami mengatakan stop bicara tentang Capres, bicaralah kebutuhan yang paling mendasar tentang masyarakat, itu yang paling ditekankan,” jelas Billy Lombok, sabtu (21/8).

    Dan hari ini, Lanjut Billy bahwa Fraksi Demokrat bersama Aleg Lainnya yakni Ronald Sampel, Cristo Lumentut dan Henry Walukouw sudah turun di empat titik lokasi dan selanjutnya akan turun di titik kelima yakni Minahasa Utara.

    “Bersama-sama dengan rakyat membagikan bantuan. Apa yang menjadi kerelaan kami berempat dan kemampuan kami berempat (Billy, Ronald, Cristo dan Henry) untuk kami berikan. Termasuk juga untuk keluarga-keluarga yang bekerja di DPRD Sulut yakni pekerja pers, keluarganya yang kita bantu. Ini program dan keterpanggilan fraksi demokrat dan hormat kami dari ketua DPD Mor Bastiaan dan Bendahara Hanny Pajouw,” tuturnya.

    Diketahui, pembagian sembako berupa Beras, Masker dan Vitamin ini di salurkan untuk warga yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga kesehatan, Petani, Tukang ojek, para pekerja pers dan lainnya.

    Ditanya berapa banyak bantuan yang disalurkan, Aleg Dapil Minsel-Mitra itu menuturkan bahwa bantuan ini ada dasarnya untuk sulut, DPC di 15 kabupaten/kota serentak memberikan bantuan dan tentu ada jadwalnya masing-masing.

    “Jumlah bantuan ini tentunya ribuan. Tadi juga kami telah menyerahkan bantuan untuk tenaga kesehatan di amurang san sudah diterima di rumah sakit dalam bentuk beras, vitamin masker dan juga tadi teman-teman memberikan bantuan untuk nelayan dan lain sebagainya,” katanya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • SAMPEL: Perlu Ada Peningkatan Jaringan Internet Dan Listrik di Kepulauan

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rumusan Pansus RPJMD Provinsi Sulut tahun 2021-2026, yang baru-baru ini telah disahkan melalui rapat paripurna DPRD Sulut, terdapat salah satu poin penting yang nantinya akan menjadi tujuan pembangunan pemerintah provinsi Sulut yakni terkait pemerataan pembangunan Jaringan Listrik dan Jaringan Internet di daerah kepulauan.

    Mengenai poin tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara Ronald Sampel memberikan tanggapannya bahwa poin itu sangat baik.

    Sampel mengatakan bahwa untuk pemerataan pembangunan khusus Jaringan Internet dan Listrik di daerah kepulauan seperti di Kabupaten Sangihe sudah berjalan dan tinggal beberapa pulau terluar saja yang perlu dibangun.

    “Untuk pemerataan pembangunan di daerah kepulauan khususnya pembangunan jaringan internet dan Listrik, memang untuk kondisi sekarang sudah hampir sebagian besar sudah ada jaringan. Cuma untuk daerah-daerah tertentu seperti pulau terluar ada juga jaringannya sudah masuk, diambil dari tower terdekat di pulau besar misalnya. Tapi memang juga ada pulau tertentu yang belum ada jaringan sama sekali, jadi kalau kita melihat kondisi sekarang. Untuk jaringan internet itu sudah ada,” Tutur Sampel saat ditemui awak media diruang kerjanya di kantor DPRD Sulut, Kamis (12/8).

    Dia juga menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi kendala saat ini untuk warga kepulauan, menurutnya karena sekarang sedang dalam kondisi pandemi covid-19, sehingga banyak sekolah-sekolah yang beralih ke proses belajar mengajar secara daring. Oleh karena itu meningkatlah jumlah pengguna jaringan internet, sehingga kapasitas jaringan yang sebenarnya hanya kecil namun digunakan oleh banyak pengguna sehingga dia menjadi lemot akses jaringannya karena kapasitas jaringan tidak memadai atau tidak sepadan dengan pengguna.

    “Yang menjadi kendala sekarang di Kabupaten Kepulauan Sangihe itu, Jaringan yang ada itu mungkin kapasitasnya sudah tidak cukup, Sehingga mengakibatkan begitu banyak gangguan-gangguan yang terjadi. Itukan sangat merugikan anak-anak kita yang sedang sekolah secara daring. Apalagi kondisi jaringan yang seperti itu, maka sebenarnya untuk Jaringan sudah ada, tapi lebih tepatnya tinggal ditingkatkan lagi kapasitasnya, agar supaya kualitas jaringan itu dapat diperbaiki lagi,” Jelas Politisi Dapil Nusa Utara itu.

    Oleh karena itu saya juga berharap kepada stakeholder yang terkait agar sekiranya dapat meningkatkan kualitas jaringan tersebut. Karena memang banyak keluhan terkait jaringan Internet tersebut khususnya bagi mereka anak didik.

    Kemudian khusus Listrik, Ronald Sampel mengatakan, karena daerah kepulauan seperti di Sangihe yang terdiri dari seratus lebih pulau kecil. Maka ada kendala untuk pulau-pulau kecil, tapi sejauh ini sebagian besar juga sudah menggunakan Solar cell untuk menunjang Listrik di daerah pulau kecil. Lalu untuk Pulau besar sejauh ini sudah ada pelayanan Listrik.

    Lalu untuk solusi lainnya dari Pemerintah daerah, Ronal Sampel katakan akan koordinasi dengan komisi terkait mengenai kewenangan dalam hal ini soal Jaringan Internet dan Pelayanan Listrik supaya bisa ditingkatkan kedepan.

    “Kita akan bicarakan dengan stakeholder terkait, mungkin ada solusi-solusi terbaik lainnya.” Tandas Rosa sapaan akrabnya.

    Mengenai tupoksinya masuk di komisi III atau tidak, Rosa sebut akan koordinasikan hal itu. Karena mengenai daerah kepulauan itu memang banyak kendala.

    “Kalau saran dari saya pribadi lebih ditingkatkan lagi Pertama untuk Jaringan Internet, lalu ditingkatkan lagi pelayanan Listrik di daerah kepulauan,” tutup Sampel.

    (ABL)

  • Rapat Internal Komisi III DPRD Sulut, Ini Yang Dibicarakan!

    test.petasulut.com/, SULUT – Walaupun ditengah krisis Covid-19 yang melanda Sulawesi Utara tapi tak menyurutkan tugas dan tanggung jawab para Anggota DPRD Sulut untuk terus bekerja.

    Terbukti, pada selasa (27/7) siang tadi, Komisi III DPRD Sulut menggelar rapat internal komisi di ruang serbaguna kantor DPRD Sulut.

    Rapat dipimpin secara fisik oleh Ketua Komisi III Berty Kapojos serta dihadiri Wakil ketua komisi III Stella Runtuwene, Anggota Komisi Serly Tjanggulung, Ayub Ali dan Raski Mokodompit.

    Yang hadir secara virtual yakni Ronald Sampel, Toni Supit dan Boy Tumiwa.

    Usai rapat, Berty kapojos mengatakan bahwa dengan adanya Covid-19 ini memang pembatasan-pembatasan itu sesuai dengan himbauan pemerintah, dimana kita DPRD yang hadir rapat tinggal 25% yang masuk kantor.

    “Tetapi fungsi pengawasan itu tentunya tetap kita akan laksanakan, tetapi melihat daerah-daerah yang Zona hijau, sehingga pelaksanaan pengawasan itu tetap berjalan terus, tapi juga protokol kesehatan menjadi yang utama. Itulah inti dari rapat internal komisi III tadi,” jelas Berty kepada wartawan.

    Ada juga pembangunan-pembangunan lanjut BK, yang sedang dan sementara berjalan sekarang. Fungsi pengawasan tetap dijalankan.

    “Apalagi sekarang kita akan memasuki APBD-Perubahan dan APBD induk tahun 2022. Tadi juga ada usul dari pak Raski, dimana terjadi musibah tanah longsor di Bolmong tentunya musti ada perhatian dari pada perwakilan rakyat yang ada di komisi III,” tutupnya.

    (ABL)

  • RONALD SAMPEL Menolak Keras Tambang Mas Sangihe

    test.petasulut.com/, SULUT – Sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat dan LSM menyambangi Kantor DPRD Sulut guna menyuarakan aspirasi yakni menolak aktivitas tambang di Kabupaten Sangihe, Senin (10/5).

    Mereka diterima sejumlah Legislator antara lain, Victor Mailangkay, Ronald Sampel, Berty Kapojos dan Melky Pangemanan.

    Usai pertemuan, Saat diwawancarai awak media, legislator dapil Nusa Utara Ronald Sampel (RoSa) mengatakan kedatangan masyarakat untuk menolak aktivitas PT Tambang Mas Sangihe (TMS).

    “Tujuan utama kedatangan warga, menolak tambang emas sangihe.  memang sesuai dengan UU no 1 tahun 2018 tidak bisa dilaksanakan di kabupaten kepulauan sangihe, karena kabupaten kepulauan Sangihe itu terdiri dari 73ribu hektar sedangkn ijin yang di berikan 40ribu hektar. jadi untuk menjaga anak cucu kedepan jelas kita harus menolak dengn keras,”ucap RoSa.

    Dirinya juga mengakui bahwa TMS ini sudah memiliki ijin yang lengkap sesuai dengan aturan koridor yang ada.

    “Kita negara Hukum bukan siapa yang tidak setuju langsung di cabut ijinya, tetap ini harus mengacu pada aturanya,”sambungnya.

    Kedepan, Politisi Partai Demokrat itu menegaskan akan DPRD akan suarakan aspirasi masyarakat.

    “Kita sudah pergi ke kementrian KKP jadi ada tindaklanjut berikut nanti akan ada pertemuan dengan KKP dengan kementrian SDM,”tandasnya.

    “Kalau secara pribadi, saya menolak keras Tambang Mas Sangihe,”pungkas RoSa.

    (ABL)