Tag: Rumah Sakit

  • Pimpinan DPRD Sulut BILLY LOMBOK Seriusi Kasus Dugaan Malpraktek di RS Tomohon

    test.petasulut.com/, SULUT – Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok menanggapi kasus dugaan malpraktek yang terjadi di salah satu rumah sakit swasta yang berada di kota Tomohon.

    Politisi Partai Demokrat itu mengatakan bahwa DPRD Sulut tentunya merasa turut sepenanggungan dengan apa yang dirasakan keluarga.

    "Kemudian tindak lanjut yang diharapkan oleh keluarga, tentu kita (DPRD) harapkan pihak yang berkepentingan disini yakni fasilitas kesehatan, penting untuk pro aktif didalam mengevaluasi managerial penanganan pasien. Kita DPRD mendukung apa yang di sampaikan pak Gubernur Sulut, dimana Sulut ini menjadi destinasi medis untuk Indonesia bagian timur maupun Indonesia pada umumnya. Harapannya, Sulut dengan berbagai fasilitas kesehatan yang mempuni sudah bisa mencapai suatu standarisasi internasional," Jelas Billy, rabu (29/12) saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya.

    Nah, harapan-harapan itu Lanjut Aleg dapil Minsel-Mitra, perlu ada kesiapan fasilitas kesehatan. Kalau ada pengaduan seperti ini berarti harus ada evaluasi medis yang dilakukan secara internal oleh fasilitas kesehatan, itu yang didorong.

    "Ketika ada audit medik maka akan kelihatan disitu apa yang terjadi, apakah disisi penanganan pasien, disisi managemen fasilitas kesehatan atau seperti apa, tapi intinya kami DPRD memberikan keyakinan bahwa kita bersama-sama sepenanggungan dengan keluarga yang tertimpa musibah yang dialami dan tentu kita DPRD turut berduka cita. Ini harapan-harapan DPRD yang akan ditindaklanjuti lewat pertemuan-pertemuan dengan pihak fasilitas kesehatan," Kata Lombok.

    https://test.petasulut.com/peduli-fraksi-demokrat-sulut-bagikan-bansos-untuk-warga-terdampak-covid/

    Ditanya soal tindaklanjut DPRD Sulut lewat Komisi IV, Billy menjawab bahwa Komisi IV akan memberikan perhatian khusus terhadap masalah yang terjadi.

    "Saya kira bukan cuma 1 keluarga yang pernah merasakan hal demikian tapi saya juga dulu pernah merasakan jadi tidak menutup diri pada 1 kasus tapi ada peristiwa lain yang kedepannya bisa juga kita rasakan sama-sama, makanya perlu ada perbaikan," Tutupnya.

    Sebelumnya, Keluarga Alm. Agita Wayong pada 9 desember lalu telah mengadu ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Keluarga menduga pihak rumah sakit telah melakukan malpraktek terhadap korban dan akhirnya meninggal dunia pada akhir Agustus 2021 lalu.

    Ibu korban Selvi Pondaag bersama keluarga memasukan aspirasi untuk diperhatikan DPRD Sulut dan berdasarkan laporan tertulis yang dilampirkan keluarga, Rumah sakit yang melakukan perawatan dinilai telah salah mendiagnosa penyakit yang dialami Agita Wayong (27) selaku korban.

    (ABL)

  • Ratusan Petugas Positif Terpapar Omicron, Aktifitas Rumah Sakit Lumpuh

    test.petasulut.com/, INTERNASIONAL – Varian baru virus COVID-19, Omicron terus berkembang di beberapa negara.

    Dimana, dari waktu ke waktu informasi dari merebaknya covid-19 varian Omicron terus berdatangan.

    Terbaru, Rumah Sakit terbesar di Zimbabwe diketahui lumpuh, setelah 436 anggota staf dari semua departemen di rumah sakit tersebut terpapar virus COVID-19, Omicron.

    Ratusan petugas di Parirenyatwa Group of Hospitals itu terpaksa diisolasi akibat Omicron.

    Menurut Juru bicara rumah sakit Linos Dhire, kegiatan operasi dikurangi, demikian dilaporkan kantor berita New Ziana, Jumat (17/12) waktu setempat.

    Zimbabwe mencatat lonjakan 472 persen kasus baru COVID-19 dalam dua pekan terakhir, yang disebabkan oleh varian Omicron. Kondisi ini memaksa pemerintah mengurangi praktik bedah di rumah sakit menjadi 30 persen dan memperketat langkah-langkah pencegahan COVID.

    https://test.petasulut.com/wah-masker-katup-disebut-jadi-salah-satu-penyebab-penyebaran-varian-omicron/

    Negara di Benua Afrika itu melaporkan 4.247 kasus dan 12 kematian COVID-19 pada Kamis (16/12).

    Total menjadi 186.304 kasus dengan 4.771 kematian.

    Sebanyak 4.023.013 orang sudah mendapatkan dosis pertama dan 3.035.192 orang telah mendapatkan dosis kedua vaksin COVID-19.

    Jumlah orang yang vaksin selama dua pekan terakhir meningkat di tengah lonjakan kasus yang disebabkan oleh varian Omicron.

    Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Rumah Sakit Terbesar Lumpuh, Ratusan Petugas Positif Terpapar Omicron"

    (ABL)

  • SILANGEN: Kita Harus Dukung Kerja Keras Para Nakes Dalam Menangani Pasien Covid

    test.petasulut.com/, SULUT – Berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan para tenaga Nakes di beberapa rumah sakit di Sulawesi Utara terus dikemukakan.

    Bahkan, keluhan terhadap pelayanan tenaga medis ini menjadi buah bibir dan perbincangan hangat di media sosial.

    Menjawab hal itu, Ketua DPRD Sulut dr. Fransikus Andi Silangen, SPB, KBD mengakui bahwa melonjaknya kasus positif covid-19 di Sulut ini membuat para tenaga nakes menjadi sedikit kewalahan karena tingginya jumlah pasien.

    Namun, dirinya tetap memberikan dukungan terhadap kerja keras para tenaga kesehatan yang sementara berjuang dalam menangani pasien covid 19 di sejumlah rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

    Sebagai pimpinan Dewan sekaligus pernah menjadi bagian dalam menangani pasien, ia sangat menghargai kerja teman – teman sejawat tenaga kesehatan ditengah wabah Pandemi covid 19.

    Dikatakannya masyarakat harus bersatu memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan yang menjadi garis terdepan mengatasi persoalan covid 19 yang terjadi di seluruh dunia terutama Sulawesi Utara.

    ” Situasi sekarang yang sulit, teman-teman pers juga harus membantu. Orang bekerja dalam keadaan tertekan beda dengan situasi normal apalagi nakes juga saat ini cukup banyak terpapar bahkan ada yang sampai meninggal apalagi kalau dalam situasi tekanan dalam bekerja bisa saja hilang konsentrasinya dan itu perlu dipahami, ” ujar Politisi PDIP kepada wartawan Senin (9/8/21) usai rapat RPJMD di ruang paripurna DPRD Sulut.

    Secara khusus terkait sorotan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Prof RD Kandou Manado, Silangen menjelaskan pengalamannya yang pernah bertugas di rumah sakit tersebut.

    ” Sebagai rumah sakit pendidikan, prosedur tindakan yang dilakukan sangat ketat. Kita itu paling takut kalau orang meninggal, karena kalau pasien sampai meninggal ada akan dipertanggung jawabkan melalui forum, jadi akan diurutkan kronologi pasien yang meninggal. Dibenak saya yang pernah mengikuti pendidikan itu yang paling ditakuti. ” ungkap Silangen

    Karena menurutnya di rumah sakit pendidikan tersebut ada yang namanya koas, residen masing -masing harus mempertanggung jawabkan kronologis tindakan yang dilakukan.

    ” Contohnya seperti ini ada kasus kematian itu pasti mereka telusuri semua, ” bebernya

    Disisi lain legislator Dapil Nusa Utara ini menghimbau masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit karena menurutnya tidak ada yang namanya rumah sakit sengaja meng-covid kan pasien.

    ” Tidak ada, tidak ada rencana rumah sakit mencovidkan pasien, semua itu di rumah sakit ada protapnya ada SOP, jadi sangat ketat menentukan pasien itu menjadi covid, “pungkas Silangen.

    (ABL)

  • Ini Jawaban Pihak PLN Soal Kabel Listrik di Depan RSUD ODSK

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabel listrik yang tak beraturan yang mengitari depan RSUD ODSK di bilangan sario, Manado sempat membuat masyarakat terlebih Anggota DPRD Sulut berkomentar.

    Hal ini dinilai mengganggu estetika RSUD tersebut. Bahkan beberapa Anggota DPRD Sulut meminta pihak PLN agar membenahi kesembrawutan kabel-kabel listrik itu.

    Mengenai hal itu, Manager Bagian Jaringan UP3 PLN Manado Utrecht Putra Tauna memberi penjelasan saat ditemui oleh beberapa awak media.

    ”jadi memang untuk di depan RSUD ODSK itu, kita dari PLN Manado sudah siap untuk mengerjakan. tapi karena ada masalah pelebaran Got (saluran air) dari balai jalan, jadi kita mau sama-sama dengan pengerjaan itu juga. Supaya jangan nanti dua kali kerja.” Jelas Utrecht Putra kepada awak media di kantor PLN Manado, kamis (24/6).

    Saat ditanyai soal kapan kira-kira pengerjaannya dilaksanakan, Ia menuturkan akan secepatnya dikerjakan. Intinya akhir bulan juli sudah selesai jika tidak ada hambatan.

    “rencananya bulan Juli pertengahan sudah mulai dikerjakan, Mungkin di akhir bulan Juli sudah selesai. Kan Cuma pendek itu depe jalan.” Tuturnya.

    “jadi torang mo pastikan dulu, kalau torang boleh jalan duluan. Supaya jangan dibongkar dua kali. Kalau memang dorang nanti nyanda mo lewat pa torang pe galian itu, berarti torang boleh duluan. Tapi kalau misalnya digalian yang sama, lebih bagus jalan sama-sama.” Tutupnya.

    Dia juga mengatakan, hal ini sudah ada koordinasi antara Balai Jalan dengan PLN Manado, namun Utrecht mengatakan kalau misalnya mereka masih lama, maka pihak PLN akan mengerjakannya lebih duluan. Tapi nanti tetap lihat sebelah mana mereka akan bongkar, agar tidak kena di satu jalur yang sama.

    “Jadi pengerjaannya dipastikan akan dimulai pada pertengahan bulan juli. Akhir juli sudah selesai. Pengerjaannya paling lambat dua minggu kalau tidak ada hambatan,” tutupnya.

    (ABL)