test.petasulut.com/, MANADO – Julyeta Paulina Amelia Runtuwene untuk pertama kalinya berkecimpung di dunia politik, sebelumnya karir dari JPAR sendiri adalah di dunia pendidikan, bahkan dirinya juga baru melepaskan jabatan rektor Unima.
Publik pun bertanya-tanya soal pilihan dari JPAR tersebut.
Menanggapi hal itu, Runtuwene menjelaskan bahwa kenapa dirinya masuk kedunia politik dan maju sebagai calon walikota manado adalah keterpanggilan untuk menjadi pelayan.
“Jadi pemimpin itu adalah pelayan masyarakat dan bukan sebaliknya. Kedua, bagaimana menjawab kerinduan dari masyarakat itu sendiri? Karena memang keinginan masyarakat terhadap pemimpin itu seperti akar, tentunya kita harus memakai ilmu survey dan saat ini saya sudah melewati itu. Jadi, keinginan menjadi pelayan dan keinginan masyarakat untuk memilih itu sudah disatukan menjadi suatu keputusan untuk siap maju dengan visi yang ada,” jelas JPAR, selasa (13/10).
Pasangan calon dari Harley Mangindaan ini juga mengatakan pemimpin harus benar-benar paham apa yang menjadi keinginan masyarakat dan itu akan tergambar lewat program-program yang tentunya pro-rakyat atau berpihak kepada masyarakat.
“Pemimpin harus paham masyarakatnya, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan pemerintahan pasti jawaban atas kebutuhan masyarakat itu akan terpenuhi,” ungkapnya.
Pertanyaan lain pun muncul soal wabah covid-19 yang masih melanda Kota Manado, Paula menjawab bahwa kita semua, bukan saja Manado bahkan dunia mengalami masa sulit ini. Khususnya Manado, Wabah Covid-19 ini pun sudah berjalan sekitar 6 bulan lamanya, ribuan orang pun sudah terinfeksi virus ini.
” Nah, tentu kedepan bila Tuhan berkenan rakyat memilih, kita JPAR-AI akan berpikir keras tentang bagaimana covid-19 yang pada saat ini belum ditemukan vaksin, diketahui juga bahwa ilmuwan dunia telah bekerja keras untuk menciptakan vaksin covid, dan bila tahun depan vaksin covid ini sudah ditemukan, Paslon JPAR-AI nomor urut 4 akan memastikan untuk menyediakan vaksin untuk seluruh masyarakat kota manado secara cuma-cuma. Kemudian yang berhubungan dengan kesehatan, JPAR-AI punya program yang namanya Universal Cover yang dimana program ini untuk mengcover semua persoalan kesehatan dari warga alias kesehatan gratis untuk semua warga kota manado,” papar Runtuwene.


