Tag: Tenaga kesehatan

  • Pandemi Menuju Garis Akhir, Ini Peringatan WHO Untuk Dunia

    test.petasulut.com/, INTERNASIONAL – Pandemi Covid-19 telah menggerogoti seluruh negara di dunia hampir 3 tahun lamanya.

    Jutaan jiwa pun melayang akibat wabah virus corona tersebut. Bahkan ribuan tenaga medis yang adalah garda terdepan dalam memberantas wabah ini kerap tak sanggup menahan ganasnya virus ini sehingga banyak perawat maupun dokter yang terpapar.

    Pemerintah pun sejauh ini sangat fokus dalam menunjang para tenaga medis di segi pendanaan.

    Menjawab kabar terkini dari pandemi ini, ada seorang utusan khusus untuk tim virus corona Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan pada hari Senin (10/1/2022) bahwa akhir pandemi sudah di depan mata. Akan tetapi kehidupan masih akan sulit sampai setidaknya musim semi atau tiga bulan mendatang.

    "Saya khawatir kita sedang bergerak secara maraton, tetapi tidak ada cara yang sebenarnya untuk mengatakan bahwa kita berada di akhir – kita dapat melihat akhir di depan mata, tetapi kita belum sampai di sana," kata utusan khusus WHO David Nabarro kepada Sky News.

    Dia menambahkan, sebelum dunia mencapai akhir pandemi, akan ada "beberapa sandungan".

    “Ini akan sulit untuk setidaknya tiga bulan ke depan,” kata Nabarro kepada Sky News.

    https://test.petasulut.com/kapan-covid-19-berakhir-ini-jawaban-para-ilmuwan/

    Dia mengatakan bahwa dunia akan terus melihat varian COVID-19 baru dan merasakan tekanan dari sistem perawatan kesehatan.

    Meskipun sulit menggunakan masa lalu untuk memprediksi perilaku virus di masa depan, Nabarro mengatakan dia memperkirakan virus akan datang dalam gelombang besar, dan untuk hidup dengannya, orang perlu bersiap dan bereaksi dengan cepat terhadap lonjakan tersebut.

    "Hidup bisa terus berjalan, kita bisa membuat ekonomi berjalan lagi di banyak negara, tetapi kita harus benar-benar menghormati virus dan itu berarti memiliki rencana yang sangat bagus untuk menghadapi lonjakan itu," katanya.

    Dunia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 sebagian karena varian Omicron.

    Menurut data Johns Hopkins yang dibagikan oleh The New York Times, pada 9 Januari, dunia menghadapi rata-rata 2,4 juta kasus COVID-19 setiap hari secara global.

    Sementara, data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan, Amerika yang menorehkan jumlah kasus tertinggi di dunia, rata-rata hampir mencatat 670.000 kasus baru setiap hari. Angka tersebut didorong oleh varian Omicron yang sangat menular.

    Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "akhir pandemi sudah di depan mata, ini peringatan who untuk warga dunia"

    (ABL)

  • Aturan Baru, Insentif Tenaga Kesehatan Langsung Dikirim ke Rek Pribadi

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Terkait dengan para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, Kementerian Kesehatan pun menerbitkan aturan baru soal pembayaran insentif.

    Lewat aturan yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07/MENKES/4239/2021, pembayaran insentif akan dikirim langsung ke rekening tenaga kesehatan.

    “Prosesnya bagaimana rekening tenaga kesehatan ini harus diinformasikan kepada Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) agar bisa dibayarkan langsung,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Kirana Pritasari, dalam keterangannya, Sabtu (3/4/2021) dikutip dari Kompas.com.

    Kirana mengatakan, mekanisme pembayaran insentif secara langsung ini untuk menghindari kekhawatiran soal potensi adanya pungutan atau pemotongan.

    Berikutnya, untuk mempermudah monitor jika terjadi keterlambatan pemberian insentif.

    “Karena akan bisa diketahui langsung penyebab keterlambatan tersebut,” ucap dia.

    Dengan diberlakukannya ketentuan ini, penerima insentif harus tenaga kerja yang berasal dari fasilitas kesehatan.

    Besaran insentif bagi tenaga kesehatan pun akan berbeda-beda, tergantung wilayah tempat mereka bekerja.

    Kirana menyebut, semakin tinggi risiko paparan terhadap penyebaran Covid-19, insentif yang diberikan semakin optimal.

    “Perbaikan dari regulasi ini jika dibandingkan pada tahun 2020 di antaranya mengenai kriteria fasilitas pelayanan kesehatan dan kriteria tenaga kesehatan. Maka prioritas ini difokuskan kepada yang menangani Covid-19,” ujar Kirana.

    Ia pun mengatakan, pemerintah akan mempercepat proses pembayaran insentif kepada tenaga kesehatan.

    Menurut Kirana, tunggakan pemberian insentif di tahun 2020 saat ini sedang dalam proses review dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    (ABL)