test.petasulut.com/, SULUT – Pasca sepeninggalan Alen, calon istri Alen meluapkan isi hatinya melalui postingan di media sosial pada minggu (30/5).
Postingan dari Meiske (Calon Istri Alen) itu memakai akun pribadi dari Alen Suatan.
Berikut isi postingan tersebut:
Ungkapan hati Meiskewaty Brek
Kau mengajariku untuk mencintai, setia dan bertahan dalam situasi apapun. Tetap bersama sampai maut memisahkan😭
Sakit sekali, dengan situasi ini. Bagiku apa yang terjadi diluar kendalimu, itu BUKAN MAUmu karena kita berjuang bersama untuk mempersiapkan segalanya. Semua yang terjadi kuserahkan kepada Bapa di sorga, hanya Engkau yang tahu segalanya.
Dengan iman kukatakan, sampai bertemu dirumah Bapa.
Untuk kalian teman-teman Alen dan Meis di Medsos 🙏🙏🙏 terima kasih dukungan kalian, dan saya memohonkan jangan menyebarluaskan berita, gambar, video yang hanya menambah luka bagi saya dan keluarga. Saya sedang berusaha bangkit dengan tidak ingin melihat gambar atau video waktu kecelakaannya😭😭😭😭
Jika kalian diposisi saya, pasti kalian akan memahami sakit yang saya alami.🙏🙏🙏🙏
Salam kasih❤️ alen meis❤️❤️ Tuhan berkati
Foto-foto kebersamaan alen-meis pun diunggah.
Postingan dari Meiske mendapat banyak tanggapan dari teman-teman alen-meis, dimana komentar-komentarnya berisi ungkapan dukungan terhadap meis.
Tak hanya itu, postingan dari meis melalui akun pribadi Alen Suatan itu juga dibagikan hampir seribu kali.
test.petasulut.com/, SULUT – Jatuhnya calon pengantin pria GFS alias Alen dari lantai 7 hotel berbintang di Manado sehingga menewaskan GFS menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Dimana, pihak keluarga tidak mempercayai bahwa GFS berniat untuk melompat dari lantai 7 hotel.
Keluarga menduga dan percaya bahwa GFS terjatuh saat membuka kain tirai jendela hotel.
Hal itu dibenarkan dan diakui oleh adik korban. Dimana dirinya menyebut bahwa Alen terjatuh dan bukan melompat.
Paman korban Jack Andalagi, juga menjelaskan jika rekan-rekan korban yang akan menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin, mengaku saat kejadian Alen dalam kondisi selalu ceria dan tidak menampilkan raut wajah kecewa, sehingga bisa memicu dirinya melompat dari jendela.
“Dari pengakuan adik dari Alen dan teman-teman Alen saat kejadian, kami keluarga berkeyakinan jika Alen tidak melompat tapi terjatuh. Pertama adiknya yang sudah kelas 6 SD mengaku jika kakaknya Alen terjatuh bukan melompat. Kemudian, teman-temannya bilang, Alen dalam kondisi yang sangat ceria. Jadi kami yakin Alen tidak melompat tapi terjatuh,” ujar Andalagi saat Ditemui di rumah duka yang ada di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, sabtu (29/5) dilansir dari Kumparan.
Menurut Andalagi, ada kemungkinan Alen terjatuh karena kelelahan mempersiapkan pernikahannya.
Lanjut dikatakan Andalagi, dirinya sangat tahu jika keponakannya tersebut memiliki mental yang kuat. Alen sejak kecil telah menjadi tulang punggung keluarga, di mana dirinya berjualan kue untuk membantu ibunya. Sementara, ketika lulus sekolah, Alen memilih jadi pelaut.
“Anak ini seorang petarung. Sejak kecil sudah bertarung dengan kerasnya hidup. Setelah lulus dia memilih jadi pelaut yang harus punya mental baja. Jadi, kalau hanya masalah kecil, tidak mungkin sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar Andalagi.
Sementara, terkait dengan adanya dugaan jika Alen melompat dari lantai 7, disebabkan ada masalah internal, yakni keluarganya terlambat datang ke pernikahan, menurut Andalagi hal tersebut tidak mungkin menjadi penyebab hingga Alen harus melakukan perbuatan yang tidak masuk akal.
Walaupun diakui Andalagi, pasti ada rasa kekecewaan yang dirasakan terkait dengan keterlambatan tersebut, namun tidak mungkin sampai memicu seseorang hingga bunuh diri.
“Saya kenal benar anak ini, karena Alen sejak kecil saya ikut merawatnya. Bahkan di profil facebooknya, Alen menulis saya itu ayahnya. Alasan ada masalah internal keluarga itu saya bisa katakan tidak mungkin sampai membuat dia melompat. Jadi, saya mewakili keluarga menyampaikan jika Alen terjatuh karena kemungkinan terlalu lelahnya Alen mempersiapkan pernikahan ini,” ujar Andalagi. Sumber: Kumparan.com
Sebelumnya, Alen yang adalah pengantin pria akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.
Namun, satu jam sebelum pemberkatan nikah, kejadian naas pun terjadi.
test.petasulut.com/, SULUT – Kejadian menghebohkan kembali mengguncang daerah Sulawesi Utara.
Dimana, seorang pria inisial F melompat dari lantai 7 di salah satu hotel bintang lima yang berada di Manado.
Tragis, Pria inisial F itu diketahui adalah pengantin pria, yang akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.
Keluarga kedua belah pihak, teman dan kerabat korban pun sangat terpukul atas kejadian itu.
Korban terjatuh dari lantai 7 hotel di Manado
Berikut Fakta-fakta yang dirangkum, atas kejadian menghebohkan itu.
1. Kejadian Terjadi Satu Jam Sebelum Pemberkatan Nikah di Gereja
GFS alias Alen direncanakan akan mempersunting calon istrinya yang bernama Meis pada Jumat (28/5) hari ini. Mereka kemudian memilih menyewa kamar di hotel berbintang yang terletak tak jauh dari lokasi pemberkatan nikah mereka di Gereja Sentrum Manado.
Pemberkatan nikah sendiri akan berlangsung pada pukul 14.00 WITA. Sayangnya, sekira pukul 13.00 WITA, calon pengantin pria melompat dari jendela kamar yang terletak di lantai 7 hotel. Korban terjatuh di pinggir kolam. Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siloam yang tak jauh dari lokasi kejadian, korban kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.
2. Terekam di Siarang Langsung Facebook Saat Berlari Menuju ke Jendela Kamar Sebelum Melompat.
Salah satu rekan korban yang menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin pria dalam pernikahan, sempat melakukan live di facebook miliknya. Dalam live tersebut, terlihat ada dua rekan korban yang telah berpakaian rapi untuk mendamping calon pengantin saat pemberkatan nikah maupun resepsi pernikahan nanti.
Namun, dalam rekaman tersebut terlihat korban tiba-tiba datang sambil berlari lewat di depan kamera menuju ke jendela kamar. Kondisi kemudian panik, karena kedua teman korban baru menyadari jika GFS alias Alen, calon pengantin lompat dari jendela kamar yang terletak di lantai 7 bangunan hotel tersebut.
Terdengar dalam rekaman ada suara perempuan menanyakan dengan siapa di dalam. Kemudian si perekam dengan panik bergegas mengambil handphonenya dan sempat mengatakan Allen (korban) sudah melompat. Rekaman live facebook itu sendiri akhirnya dihentikan.
3. Gunakan Jas Pengantin Saat Melompat
GFS alias Alen, calon pengantin yang melompat dari jendela kamar hotel yang berada di lantai 7, telah menggunakan jas pengantin yang dipersiapkan untuk pemberkatan nikah di gereja.
Alen sendiri kemudian terjatuh di pinggir kolam renang hotel tersebut. Ada genangan darah di lantai tempat jatuhnya korban. Rekan korban bersama keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit menggunakan ambulance. Sayang, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
4. Resepsi Pernikahan Jadi Tempat Doa Bersama
Pernikahan antara GFS alias Alen dengan calon pengantin wanitanya telah terjadwal dengan baik, termasuk dengan pelaksanaan resepsi pernikahan yang akan digelar di restoran Rumah Alam yang ada di kawasan ringroad Manado.
Resepsi pernikahan sendiri dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.30 WITA, di mana sudah ada tamu undangan yang datang ke lokasi tersebut. Akhirnya, setelah mendengar berita duka tersebut, para tamu undangan kemudian memanjatkan doa untuk korban.
Pihak manajemen Rumah Alam, tempat pelaksanaan resepsi pernikahan dari calon pengantin yang melompat dari lantai 7 hotel tersebut mengaku, baru mendengar kabar duka tersebut saat hendak menunggu kedatangan pengantin.
“Sudah ada tamu yang datang. Mereka kemudian berdoa. Kami ikut prihatin dengan kejadian ini,” ujar perwakilan Rumah Alam.
5. Motif Calon Pengantin Pria Lompat dari Lantai 7 Hotel Belum Diketahui
Motif dari GFS alias Alen, calon pengantin pria yang lompat dari lantai 7 hotel di Manado belum diketahui. Pihak kepolisian sendiri masih melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi.
Kapolsek Wenang AKP Emilda Sonu menyebutkan jika korban merupakan warga Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
“Peristiwanya masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek dilansir dari Kumparan.