Tag: VAKSINASI

  • Pandemi Menuju Garis Akhir, Ini Peringatan WHO Untuk Dunia

    test.petasulut.com/, INTERNASIONAL – Pandemi Covid-19 telah menggerogoti seluruh negara di dunia hampir 3 tahun lamanya.

    Jutaan jiwa pun melayang akibat wabah virus corona tersebut. Bahkan ribuan tenaga medis yang adalah garda terdepan dalam memberantas wabah ini kerap tak sanggup menahan ganasnya virus ini sehingga banyak perawat maupun dokter yang terpapar.

    Pemerintah pun sejauh ini sangat fokus dalam menunjang para tenaga medis di segi pendanaan.

    Menjawab kabar terkini dari pandemi ini, ada seorang utusan khusus untuk tim virus corona Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan pada hari Senin (10/1/2022) bahwa akhir pandemi sudah di depan mata. Akan tetapi kehidupan masih akan sulit sampai setidaknya musim semi atau tiga bulan mendatang.

    "Saya khawatir kita sedang bergerak secara maraton, tetapi tidak ada cara yang sebenarnya untuk mengatakan bahwa kita berada di akhir – kita dapat melihat akhir di depan mata, tetapi kita belum sampai di sana," kata utusan khusus WHO David Nabarro kepada Sky News.

    Dia menambahkan, sebelum dunia mencapai akhir pandemi, akan ada "beberapa sandungan".

    “Ini akan sulit untuk setidaknya tiga bulan ke depan,” kata Nabarro kepada Sky News.

    https://test.petasulut.com/kapan-covid-19-berakhir-ini-jawaban-para-ilmuwan/

    Dia mengatakan bahwa dunia akan terus melihat varian COVID-19 baru dan merasakan tekanan dari sistem perawatan kesehatan.

    Meskipun sulit menggunakan masa lalu untuk memprediksi perilaku virus di masa depan, Nabarro mengatakan dia memperkirakan virus akan datang dalam gelombang besar, dan untuk hidup dengannya, orang perlu bersiap dan bereaksi dengan cepat terhadap lonjakan tersebut.

    "Hidup bisa terus berjalan, kita bisa membuat ekonomi berjalan lagi di banyak negara, tetapi kita harus benar-benar menghormati virus dan itu berarti memiliki rencana yang sangat bagus untuk menghadapi lonjakan itu," katanya.

    Dunia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 sebagian karena varian Omicron.

    Menurut data Johns Hopkins yang dibagikan oleh The New York Times, pada 9 Januari, dunia menghadapi rata-rata 2,4 juta kasus COVID-19 setiap hari secara global.

    Sementara, data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan, Amerika yang menorehkan jumlah kasus tertinggi di dunia, rata-rata hampir mencatat 670.000 kasus baru setiap hari. Angka tersebut didorong oleh varian Omicron yang sangat menular.

    Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "akhir pandemi sudah di depan mata, ini peringatan who untuk warga dunia"

    (ABL)

  • Penanganan Covid-19 di Sulut Semakin Membaik

    test.petasulut.com/, SULUT – Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara berangsur-angsur membaik.

    Hal itu dibuktikan dengan rilis data covid-19 yang terus di update pemerintah Provinsi Sulut dimana penambahan kasus Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan.

    Terlebih, jumlah kasus sembuh virus corona di Sulut terus bertambah.

    Update terakhir per tanggal 25 oktober 2021 yang dirilis Pemerintah Provinsi Sulut, dimana penambahan kasus covid-19 hanya 1 kasus sedangkan penambahan kasus sembuh berjumlah 31 orang.

    Untuk total sementara kasus posifit covid-19 berjumlah 43.484 kasus dan kasus sembuh berjumlah 33.075 orang sehingga kasus aktif sampai dengan saat ini yakni 377 kasus.

    Untuk Peta sebaran Covid-19 Sulawesi Utara di 15 kabupaten dan kota, semuanya masuk Zona Kuning (Risiko Rendah).

    Sumber: Insta Pemprov Sulut

    Berdasar dari hal itu, Penanganan covid-19 di Sulut untuk saat ini dinilai cukup membaik.

    “Pemerintah Provinsi Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wagub Sulut, Olly Dondokambey-Steven Kandouw sangat fokus dalam memberantas pandemi covid-19,” ucap seorang warga manado yang tak mau disebutkan namanya, selasa (26/10).

    Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan bahwa waktu lalu Dinas Kesehatan Sulut sempat mendapat kritikan-kritikan pedas dari masyarakat maupun Anggota Dewan tapi tak menyurutkan semangat mereka untuk selalu fokus dalam penanganan covid-19.

    “Ditambah juga Pemprov Sulut sampai dengan detik ini fokus pada kegiatan vaksinasi didukung pula oleh para kepala-kepala daerah di 15 kabupaten/kota. Saya rasa sinergitas antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota semakin membaik dan terorganisir,” ucapnya lagi.

    Tapi, lanjutnya masyarakat juga jangan sampai terlena dengan hasil sementara ini, tetap patuhi protokol kesehatan secara ketat karena pemerintah sudah habis-habisan dalam memberantas wabah covid-19 di Sulut.

    “Pemerintah tak henti-hentinya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19. Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau Handsanitizer,” Tutupnya.

    (ABL)

  • FER Gelar Kegiatan Vaksinasi di Minsel, Warga Sambut Antusias

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna mendukung program pemerintah dalam hal menekan angka penyebaran Covid-19, Ketua komisi IX DPR RI Felly Runtuwene menggelar kegiatan Vaksinasi untuk Masyarakat Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan.

    Warga pun antusias mengikuti kegiatan vaksinasi itu. Terbukti, kurang lebih 500 anak usia 12 – 17 tahun keatas serta lansia menerima suntikan vaksin tahap pertama dan kedua.

    Salah satu siswa Aprilia Tumiwa mengaku sangat senang menerima suntikan vaksin yang dilakukan Politisi Partai Nasdem ini menyediakan lokasi vaksinasi yang berdekatan dekat tempat tinggalnya.

    Aprilia menuturkan ia sangat membutuhkan suntikan vaksin dalam menjaga kekebalan tubuhnya dari virus covid 19, terlebih ia juga mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar sekolah tatap muka terbatas.

    “Terima kasih ibu Felly yang telah menyediakan fasilitas bagi kami untuk vaksin, apalagi di daerah kami Rumoong Bawah sebab kami diwajibkan sekolah untuk vaksin agar bisa belajar secara tatap muka, ” ujar siswa SMAN I Amurang ini.

    Besarnya animo masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut diapresiasi ketua komisi IX Felly Runtuwene.

    Dikatakannya kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan tahun 2020 lalu yang dihadiri langsung Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

    ” Ini bukan yang pertama kali ibu laksanakan, sebab sebelumnya kegiatan vaksinasi juga dilakukan tahun 2020 lalu di Manado yang dihadiri langsung Pak Menteri Kesehatan RI.” ungkapnya, senin (6/9) kepada wartawan.

    Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan bahkan nantinya akan dilaksanakan di beberapa tempat lain khususnya yang memiliki tingkat keterpaparan covid 19 cukup tinggi itu.

    Hal ini dilakukan sekaligus membantu upaya pemerintah daerah secara bersama sama memutus rantai penyebaran virus covid 19.

    Selain itu tambah mantan anggota DPRD Sulut ini yang harus menjadi perhatian pentingnya pendataan bagi penerima vaksin agar tidak terjadi tumpang tindih.

    “Ada yang sudah vaksin pertama namun belum menerima vaksin kedua, harusnya mereka tidak boleh lewat dari yang sudah dijadwalkan
    Karena ketika sudah lewat jadwal misalnya seminggu atau dua minggu apakah masih ada manfaatnya dalam diri mereka, nah inikan kita butuh penelitian, kita akan sampaikan lagi ke badan POM maupun Kementerian kesehatan itu sendiri. Sementara tujuan kita adalah membentuk herd immunity kepada kelompok – kelompok masyarakat, ” tandasnya.

    Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang memiliki kesadaran serta memberikan dirinya untuk divaksin khusunya dalam mencegah penyebaran virus covid 19 ini.

    “Terima kasih masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan yang telah datang dengan antusias menerima Vaksinasi,
    Terima kasih juga kepada Kementerian Kesehatan RI serta Poltekes Kemenkes Manado, atas kerjasamanya yang telah melaksanakan vaksinasi massal untuk 500 dosis tahap satu dan tahap dua serta vaksinasi untuk anak usia 12 sampai dengan 17 tahun di Kabupaten Minahasa Selatan.” tutupnya.

    (ABL)

  • FELLY RUNTUWENE Soroti Pencapaian Vaksinasi Tahap II Sulut Yang Baru 15%

    test.petasulut.com/, SULUT – Pencapaian target vaksinasi tahap dua di beberapa daerah diketahui masih mengalami kendala. Salah satunya di daerah provinsi Sulawesi Utara yang baru mencapai 15 persen dari keseluruhan masyarakat yang berhak menerima vaksin kedua.

    Terkait hal itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene pun memberi perhatian serius akan hal itu.

    ” Saya juga terkejut mengetahui Sulawesi Utara ternyata baru mencapai angka 15 persen pelaksanaan vaksinasi tahap dua baik itu jenis Sinovac, AstraZeneca, Moderna bahkan vaksin Pfizer yang juga nantinya menyusul. ” ungkap Politisi Partai NasDem itu kepada wartawan Senin, (6/9).

    Legislator Dapil Sulut itupun meminta pemerintah daerah maupun lembaga yang dipercayakan melaksanakan vaksinasi seperti TNI/Polri maupun pihak swasta lebih masif melakukan kegiatan penyuntikan vaksin agar pencapaian kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia yang ditargetkan pemerintah pusat pada bulan November dapat tercapai dimana 70% populasi sudah dilakukan dua kali suntikan vaksin.

    ” Di daerah ada Gubernur maupun Bupati/Walikota sekaligus ketua tim Satgas covid, saya berharap pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap berkoordinasi memaksimalkan percepatan vaksinasi termasuk efektifitas penggunaan vaksin harus diperhatikan sesuai data yang ada agar tidak ada vaksin yang tidak terpakai.” ujar mantan anggota DPRD Sulut ini.

    “Contohnya Kalau kita siapkan 5000 vaksin berarti kita juga harus suntikan 5000, jangan sampai yang datang hanya setengahnya sehingga vaksin yang tidak terpakai jadi mubazir, paling tidak maksimal lima persenlah, sebab ini menyangkut anggaran yang tidak main-main lo, ” tambahhnya

    Disisi lain ia juga mengingatkan fasilitas kesehatan terkait SOP dalam proses distribusi vaksin untuk memperhatikan yang namanya rantai dingin atau cold chain system untuk menjaga kwalitas vaksin, sebab dikhawatirkan bila proses penyimpanan vaksin tidak tepat pada akhirnya menjadi tidak afektif sehingga tidak bisa digunakan.

    Ditambahkannya, penyimpanan vaksin harus menggunakan lemari es medis yang dirancang khusus untuk menyimpan vaksin.

    “Penyimpanan vaksin harus diperhatikan dengan baik menggunakan lemari es medis. Ada pengaturan khusus yang harus diikuti oleh fasilitas kesehatan yang menangani pendistribusian vaksin, makanya sangat penting bagi fasilitas kesehatan memiliki tempat penyimpanan vaksin sesuai sesuai pedoman SOP yang ada, ” tandasnya.

    Disisi lain ia menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta disiplin menerapkan 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjuhi Kerumunan) guna melindungi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar.

    (ABL)

  • Terima Aspirasi Komunitas PPKM, NICK Dorong Pemerintah Fokus Pada Pemulihan Ekonomi

    test.petasulut.com/, SULUT – Komunitas Pejuang Penuntut Keadilan Masyarakat (PPKM), kamis (19/8) siang tadi, menyambangi kantor DPRD Sulut guna menyerukan keluhan serta aduan masyarakat terkait kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19.

    Keluhan serta aduan yang di sampaikan komunitas PPKM ini diantaranya mengenai kebijakan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), vaksinasi dan berbagai keluhan terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit.

    Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi NasDem Sulut Nick Adicipta Lomban mengakui dan membenarkan bahwa begitu banyak persoalan yang dihadapi masyarakat terkait polemik penanganan Covid-19.

    “Melihat aspirasi yang ada, saya  sebagai Anggota Komisi II DPRD Sulut, penting saya hadir ditempat ini. Saya hadir juga sebagai perwakilan Partai Nasdem karena saya Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPRD Sulut. Tadi sudah disampaikan permasalahan penanganan Covid-19 memang benar ada. Saya membenarkan betul itu yang terjadi di masyarakat. Tetapi, perlu diketahui bahwa sebagai wakil rakyat kami bekerja di masyarakat,” kata Lomban dihadapan komunitas PPKM.

    Semenjak dilantik menjadi Anggota DPRD Sulut, lanjut nick bahwa seluruh dedikasi diberikan guna melaksanakan tugas kedewanan.

    “Hampir seluruh yang saya punya diberikan kepada masyarakat, bukan saja pada saat pandemi. Jadi saya percaya, teman-teman yang duduk dari 45 anggota dewan ini pendapatan mereka diberikan untuk masyarakat,” tuturnya.

    Lanjut Personip Komisi II DPRD Sulut, terkait vaksinasi yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk melindungi masyarakat.

    “Tapi pada kenyataannya proses vaksinasi itu di dapatkan menyusahkan masyarakat. Itu perlu dilakukan evaluasi. Bersama masyarakat menyampaikan itu kepada pemerintah,” lanjut Aleg Dapil Bitung-minut itu.

    Lomban juga menyampaikan, begitu banyak keluhan UMKM yang terdampak pandemi. Tapi, hal tersebut juga menjadi konsen Komisi II DPRD  Sulut agar nantinya dapat pulih kembali.

    “Sehingga kemarin saat penyusunan RPMJD, harus menjadi kompas dalam pemulihan ekonomi. APBD-P (Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah) Perubahan juga harus sebesar-besarnya untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut, APBD 2022 harus berpihak untuk pemulihan ekonomi.

    “APBD 2022 harus berpihak bukan semata-mata kesehatan dan penanggulangan Covid-19 tapi akan didorong untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

    Diketahui, yang turut hadir menerima aspirasi dari komunitas PPKM yakni Anggota DPRD Sulut Melky Pangemanan, Careig Runtu, Hilman Idrus dan Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Edison Humiang, Dinas Kesehatan Sulut serta Pihak RS Kandou.

    (ABL)

  • Walikota Manado Dan Forkopimda Tinjau Vaksinasi Masal Di Unsrat

    Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado terus menggenjot Program Vaksinasi untuk masyarakat Kota Manado, target yang ingin di capai Pemerintah Kota pun bukan main-main. Kurang lebih ada 270 Ribu masyarakat Kota Manado yang harus di vaksin.

    Hari ini, Jumat (13/8) Walikota Manado Andrei Angouw dan Jajaran bersama Forkopimda Kota Manado melakukan kegiatan peninjauan Vaksinasi Masal di Auditorium Unsrat, program vaksinasi masal yang mengambil tajuk "Vaksin Merdeka Samrat" itu mendapat support penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kodam XIII Merdeka dan Pemkot Manado.

    Walikota Manado juga Sangat mensupport terkait pelaksanaan vaksinasi di Kota Manado yang digelar oleh elemen dari mana saja. Seperti yang dilakukan oleh Pihak Unsrat yang saat itu mereka kunjungi.

    Dia pun berharap dengan adanya Vaksinasi masal di Kota Manado, semoga apa yang ditargetkan bisa tercapai.

    Terlibat juga dalam kunjungan saat itu asa Kejari Manado, Komandan Kodim Manado, Kapolres Manado, Perwakilan TNI AL dan TNI AU, dan Sekot Manado serta Asisten I dan pejabat teknis lainnya.

    Vaksinasi yang melibatkan banyak orang tersebut tetap mengutamakan Protab kesehatan, hal tersebut terpantau saat vaksinasi sedang berlangsung namun tidak ada orang-orang yang berkerumunan, melainkan mereka sangat menaati protokol kesehatan yang sudah diterapkan dalam kegiatan vaksinasi tersebut.

  • Lonjakan Kasus Covid-19 di Sulut, Ini Pesan FABIAN KALOH

    test.petasulut.com/, SULUT – Lonjakan besar-besaran kasus positif covid-19 di sulawesi utara pada pekan terakhir ini membuat sebagian besar masyarakat maupun pemerintah was-was.

    Mengenai hal itu, Politisi Partai PDIP Fabian Kaloh pun angkat bicara.

    Dirinya mengatakan jika jumlah kasus positif terus bertambah, maka tenaga kesehatan bisa kewalahan termasuk fasilitas serta tempat untuk rawat inap juga akan overload.

    ” Satu – satunya cara adalah dengan meningkatkan partisipasi segenap komponen masyarakat, dengan terus memberikan edukasi agar warga sadar jika pandemi Covid-19 ini sangat berbahaya,” kata Kaloh.

    Personil Komisi I DPRD Sulut itu juga mengatakan penerapan protokol kesehatan harus menjadi hal penting dan wajib dilakukan yakni menerapkan 5 M dengan cara Memakai Masker, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta, Membatasi mobilisasi dan interaksi.

    “Mobilitas serta interaksi penduduk yang tinggi ditengah keramaian dan kerumunan terbukti menjadi pemicu ledakan-ledakan kasus pandemi di satu wilayah,” kata Kaloh.

    Harusnya kita sudah punya eksperience ditahun 2020 lalu, pengalaman itu bisa kita lakukan sekarang, tidak karena takut dibubarkan petugas, tapi sadar bahwa Covid-19 ini sangat membahayakan bahkan menjadi ancaman bagi diri sendiri, keluarga bahkan orang lain.

    “Mari kita bergotong royang mencegah penularan Covid19, karna hanya dengan kesadaran yang tinggi dapat menciptakan sikap gotongroyong dalam mengendalikan Covid-19,” tegas Aleg Dapil Bitung-Minut itu.

    “Meski menjadi sebuah regulasi yang wajib ditaati, diharapkan kepada petugas maupun aparat dilevel Kelurahan dan Desa, Kepala Lingkungan dan RT, harus lebih tegas lagi memberlakukan PPKM, tentu dengan cara cara persuasif dan edukatif, tidak terkesan dipaksakan sehingga bisa menimbulkan persoalan baru ditengah masyarakat,” tutup Fabian.

    (ABL)

  • 54.000 Kasus Covid-19 Dan 1.205 Meninggal di Indonesia Hari Ini

    test.petasulut.com/, SULUT – Penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia terus memecahkan rekor baru di tiap harinya.

    Dimana, update terakhir data covid-19 dari kementerian kesehatan RI adalah 54.000 kasus COVID-19 di Indonesia per tanggal 16 Juli 2021. Dengan total kasus positif Covid-19 yakni 2.780.803 kasus .

    Dalam periode yang sama, Indonesia juga mencatatkan rekor baru yakni 1.205 kasus kematian akibat Covid-19

    Angka itu menyebabkan total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 71.397 orang.

    Sumber: Kemenkes RI

    Dihari yang sama, jumlah kesembuhan yakni 28.079. dengan total pasien sembuh covid-19 di Indonesia berjumlah 2.204.491 orang.

    Situasi genting seperti ini juga harus didukung oleh masyarakat dengan selalu mengikuti secara ketat protokol kesehatan.

    Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.

    Apalagi sekarang ini telah muncul beberapa virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

    (ABL)

  • Covid-19 Sulut Alami Peningkatan, Deprov Terapkan WFH

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara yang pada pekan terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mengeluarkan surat edaran terkait aktivitas di kantor Dewan. Rabu, (14/7).

    surat edaran tersebut dikeluarkan oleh sekretariat DPRD Sulut, sesuai dengan instruksi pimpinan DPRD Sulut. Surat dengan nomor: 800/SET. DPRD/ 363/ 2021 yang bertanda tangan Sekwan Gledy Kawatu itu, berisikan 2 poin yaitu.

    – Aktivitas dan kegiatan pelayanan di kantor DPRD Provinsi Sulut dialihkan sementara menjadi kegiatan work from home (WFH), mulai tanggal 15 Juli 2021 (besok).

    – Aktivitas dan kegiatan pelayanan di Kantor DPRD Provinsi Sulut akan dilaksanakan kembali mulai tanggal 21 Juli 2021.

    Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu

    Sekwan Glady Kawatu mengatakan, terkait kelanjutan aktivitas di lingkungan kantor DPRD Sulut nanti akan di infokan lagi.

    “Untuk aktivitas di lingkungan DPRD Provinsi Sulut kedepannya seperti apa. Nanti, akan diedarkan informasinya lagi,” Tutur Kawatu.

    (ABL)

  • Sepekan, Kasus Covid-19 Sulut Ketambahan 1.233 Kasus

    test.petasulut.com/, SULUT – Kasus Covid-19 ditanah air pada beberapa pekan terakhir ini melonjak drastis.

    Bahkan pada beberapa hari belakangan ini terus memecahkan rekor tertinggi di dunia, dalam hal penambahan kasus positif covid-19 harian.

    Lonjakan kasus itu pula diikuti juga oleh Provinsi Sulawesi Utara. Dimana pada sepekan terakhir, kasus positif covid-19 terus meningkat.

    Ini data kasus covid-19 di Sulut pada sepekan terakhir, yang berhasil di rangkum media test.petasulut.com/ berdasarkan update data covid-19 pemerintah provinsi Sulut.

    – 6 Juli 2021: 162 kasus positif Covid-19
    – 7 Juli 2021: 128 kasus positif Covid-19
    – 8 Juli 2021: 216 kasus positif Covid-19
    – 9 Juli 2021: 277 kasus positif Covid-19
    – 10 Juli 2021: 217 kasus positif Covid-19
    – 11 Juli 2021: 144 kasus positif Covid-19
    – 12 Juli 2021: 89 kasus positif Covid-19

    Total kasus positif Covid-19 di Sulut pada sepekan terakhir (6-12 Juli 2021) yaitu 1.233 kasus.

    Data Covid -19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Untuk kasus aktif covid-19 sampai detik ini yaitu 1.646 kasus.

    Total Kasus sembuh 15. 621 orang dan yang telah meninggal, 577 orang.

    Dengan ini, total kasus positif covid-19 di Sulut sejak awal pandemi melanda yaitu 17.844 kasus.

    Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.

    Apalagi sekarang ini telah muncul beberapa virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

    (ABL)