Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado menggelar Upacara dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Manado yang Ke-398 di Lapangan Sparta Tikala, rabu (14/7).
Dalam Upacara Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota Richard Sualang, Ketua Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw Pinontoan, Sekretaris TP-PKK Merry Sualang Mawardi dan Jajaran Pemerintah Kota Manado serta Forkopimda Kota Manado.
Menjadi Inspektur Upacara, Walikota mengawali arahannya dengan memanjatkan Puji dan Syukur atas HUT ke-398 Kota Manado, dan mengucapkan selamat HUT kepada seluruh jajaran dan Forkopimda serta tamu undangan yang hadir saat itu secara fisik maupun secara virtual.
Dalam arahannya juga Walikota menuturkan, “pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua untuk selalu mengingat eksistensi kita sebagai Kota Manado dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.” tutur Walikota.
menjelaskan falsafah dari Kota Manado, Andrei Angouw Ingatkan Falsafah Sam Ratulangi yang mana menurutnya Falsafah Kota Manado tak lain serupa dengan Falsafah Bangsa Indonesia.
“Kita harus selalu mengingat Falsafah Dr. Sam Ratulangi, “Si Tou Timou Tumo tou” yang sangat serupa dengan Falsafah Bangsa Kita, “Pancasila”. Pancasila Kalau kita Kompres jadi satu arti, itu adalah gotong royong.” jelasnya.
Sambil menunjuk Didepan kantor Walikota Manado, iya menyampaikan pesannya. disana ada patung kegotong royongan, dia berkata bahwa itu artinya saling bantu, bukan saling menjatuhkan. Ingat Itulah Si Tou Timou Tumo Tuo, dan itulah Pancasila.
“saya harap dalam kesempatan yang baik ini kita mengingat falsafah bangsa kita, kita mengingat falsafah kota kita bahwa kita harus bergotong royong.” Pintanya.
Saat ini kita sedang menghadapi pandemi yang mempengaruhi seluruh dunia. Dengan optimis Angouw katakan, Kita akan menang, kita akan melewati pandemi ini dengan gotong royong.
Vaksinasi merupakan gotong royong yang perlu dilakukan saat ini, karena jika tidak divaksin kita bisa terpapar covid sehingga bisa menular juga ke orang lain. Oleh karena itu sangat diperlukan kerjasama yang baik dan rasa bertanggungjawab kita terhadap lingkungan sekitar.
“kalau hari ini seluruh penduduk Kota Manado bisa tes dan yang terpapar bisa isolasi dirumah atau rumah sakit, dua minggu depan selesai pandemi ini. Itu idealnya, dan kita mulai dari yang ideal semaksimal mungkin kita laksanakan tugas kita masing-masing.” Tegas Mantan Ketua DPRD Sulut itu.
Tak hanya terkait pendemi, Andrei Angouw juga berpesan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga lingkungan.
“kita harus bergotong royong membangun daerah tercinta, jangan membuang sampah sembarangan, karena nantinya kita bisa mencelakakan orang lain dengan mengakibatkan banjir dan penyakit. Itulah gotong royong, itulah Si Tou Timou Tumo Tou.” Tandasnya.
Walikota juga membeberkan bahwa dirinya dengan wakil hingga saat ini menjalankan semangat Gotong Royong untuk membangun Kota Manado. Karena menurutnya untuk membangun Kota Manado perlu sinergitas dan gotong royong.
“Saya mengajak kita semua untuk bersinergi membangun Kota Manado, Mari bangun kerukunan antar warga dan toleransi antar umat beragama. Kita tidak akan bisa membangun kalau kita tidak Bersatu, jadi kita harus bergotong royong membangun Kota Manado tercinta. Jagalah Lingkungan dan peliharalah kebersihan supaya kota Manado menjadi rumah kita yang aman dan nyaman.” pungkasnya.
Ia juga menghimbau jajaran Pemerintahan untuk menjalankan tugas dengan baik dan professional.
“Kepada jajaran Pemerintah, saya mintakan untuk bekerja dengan Profesional dan mengedepankan pelayanan publik yang ramah kepada masyarakat. Dan jangan lupa selalu menjalankan protokol kesehatan.” Imbaunya.
Mengingat situasi dan kondisi Pandemi saat ini, kegiatan upacara itupun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu yang tidak bisa hadir langsung secara fisik bisa mengikuti lewat Zoom App.
Diketahui, Sekot Manado, kepala SKPD, para Camat dan Lurah se-Kota Manado juga terpantau hadir dalam ucapara tersebut.
