Tag: webinar

  • Marijo Belajar Gelar Webinar Bertemakan ‘Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 76 Tahun, Komunitas Marijo Belajar menggelar webinar yang bertemakan ‘Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbu.’ selama 3 hari, Rabu-Jumat (18-20/08/2021).

    Webinar ini mengundang narasumber-narasumber yang tak kalah menarik diantaranya, Joune J. E. Ganda, S.E selaku Bupati Minahasa Utara (Minut), Gregorius Anung, S.kom., M.Cs selaku Dosen Universitas antakusuma kalimantan Tengah, Jieliwosy Salawati S.E Selaku Owner dan Founder jillywosy media grup.

    Bukan itu saja, adapula narasumber lainnya seperti, Azzahra Permatahani selaku atlit renang putri Indonesia untuk olimpiade tokyo 2020, Musayaina S.H selaku Founder sampang young Inspiration, Daniel Tampi selaku Founder Kawanua Creative, Pascal W. Y. Toloh, S.H selaku peneliti di Development of Law & Democracy institute dan Shandy Kaunang, S.H selaku Staf Khusus Milenial Bupati Minut.

    Kemudian di Closing, Keynote speech Prof. Dr. Faisal, SH., M.Si., DFM selaku deputi Bidang pemberdayaan pemuda Kemenpora.

    Founder Marijo Belajar Meinagustia Carwila Ngangi mengatakan, Webinar dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI Ke 76 Tahun.

    “Webinar yang bertemakan Indonesia tanggub, Indonesia Tumbuh dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI ke 76 tahun.”katanya.

    Ia juga menambahkan, maksud dan tujuan digelar Webinar selain memperingati HUT RI ke 76 Tahun.

    “Maksud dan tujuan digelarnya Webinar di bulan kemerdekaan ini, agar generasi muda mampu menyadari arti kemerdekaan dimasa saat ini. Dan mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada, agar kemudian menjadi agen of Change yang memberikan dampak bagi Indonesia tercinta,” tuturnya.

    Adapun beberapa tanggapan dari salah satu pemantik, yang ditangkap Founder Marijo Belajar ini.

    “Ditengah pandemi seperti ini, dimana kita semua berada pada hal yang tidak diinginkan bersama, ini yang menjadi tantangan generasi muda untuk berbuat sesuatu atau lebih peduli, dan berkreatifitas dari pada sebelumnya ,” ujar Meina menyambung apa yang disampakan oleh Prof. Dr. Faisal, SH., M.Si.,DFM.

    Prof Faisal juga berharap lahir para Milyader baru.

    “Prof. Faisal berharap akan lahirnya para milyader-milyader baru dengan tekat yang kuat, guna menjadikan setiap kehidupan menjadi suatu pembelajaran,” tambahnya.

    Ada pula tanggapan dari CO Founder Marijo Belajar, Vicky Manangkalangi.

    ” Tentangan kita sebagai anak muda kedepannya akan semakin besar, bahkan bangsa Indonesia menaruh harapan penuh bagi generasi muda sebagai generasi penerus untuk menjalankan roda pemerintahan, bahkan semua yang ada di Bangsa Indonesia ini,” pungkasnya.

    Terpantau media, peserta yang ada pada Webinar dengan tema ‘Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’ dihadiri pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, Guru, Dosen dan masyarakat umum.

    (ABL)

  • Webinar P3S, Konsep Dan Strategi Kepala Daerah Menuju Smart City

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Political and Public Policy Studies (P3S) dan Esensinews.com menggelar Webinar yang dihelat Sabtu (24/7/2021) Pukul 15.00-17.00 WIB.

    Tema yang diusung dalam webinar tersebut yakni Smart City : Konsep dan Strategi Kepala Daerah di Indonesia.

    Sejumlah orang-orang penting pun hadir menjadi narasumber dalam pergelaran Webinar tersebut.

    Menghadapi era digitalisasi dan teknologi, maka kota juga setidaknya harus bersiap menuju smart city, bukan saja orang-orangnya yang pintar tapi dibutuhkan juga lingkungan yang cerdas serta tempat tinggal yang cerdas pula.

    Nah! untuk mewujudkan semua itu, butuh konsep dan strategi dari para kepala daerah di Indonesia.

    Saat tampil sebagai keynote speech, Menteri/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut kondisi pandemi saat ini dimana kota-kota di dunia tidak ada yang siap. Carrying capacity kata dia secara physically tentu harus dihitung sedemikian rupa.

    “Man Feat Picture bisa bikin bangunan jalan dan sebagainya. Tapi kreator maha pencipta telah membuat pictures di muka bumi ini. Kadangkala kita tidak bisa bisa menghitung kota sebuah habibat terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujar dia.

    Aktivitas orang berproduksi kata Suharso, kemudian itu menjadi sebuah tempat leaving (kehidupan) dimana orang bisa melakukan kreatifitas kemudian dihargai dan selanjutnya ada nilai tukar yang diperoleh.

    Kota tambah dia, harus mampu menyediakan sedemikian rupa pilihan-pilihan pekerjaan serta pilihan-pihan kesejahtraan kepada warga kesejahtraan kepada masyarakat Jadi mungkin kota membiarkan.

    “Saya baru saja lihat dan saksikan di Amerika yang mana homeless (pengganguran) banyak ada di New York, Los Angeles ada juga di San Fransisco. Hal yang tidak saya bayangkan ketika saya tahun 94 ada disana, penyebabnya ekonomi dunia terguncang karena pandemi,” jelasnya.

    Disisi lain, Konsep dan strategi Smart City juga diterangkan Bupati Kabupaten Kuningan Acep Purnama disampaikan Kadis Kominfo Wahyu Hidayah saat memaparkan materinya dalam webinar terkait kota pintar.

    Dia menyebut untuk mewujudkan Kuningan smart city, rintisan yang sudah dilakukan adalah : Pembangunan Command Centre, pemasangan CCTV publik, dan wifi publik (internet gratis) yang dipasang di ruang publik, taman, Rumah Sakit, terminal dan tempat umum lainnya.

    “Smart city tingkat Kabupaten mustahil terwujud jika wilayah administrasi terkecil berupa Desa/Kelurahan tidak memiliki konsep smart village. Untuk itu, dirintis pembangunan Desa Digital dan Smart Village di Kabupaten Kuningan. Saat ini terdapar 8 desa digital dan 20 desa smart village,” kata dia.

    Tujuan terbangunnya smart city kata Wahyu, adalah memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, lebih cepat, transparan dan terukur, sehingga diperlukan aplikasi berupa sistem informasi untuk mendukung proses pelayanan yang lebih baik tersebut.

    Oleh karena itu dia mengatakan, beberapa aplikasi amanat dari Pemerintah Pusat telah diimplementasikan di Kabupaten Kuningan mulai dari penyusunan perencanaan penganggaran, e-monev, e-report, SP4N LAPOR, dan percepatan transaksi elektronik, maupun aplikasi pelayanan dan perizinan.

    “Namun terdapat pula aplikasi sistem informasi lokal di Kabupaten Kuningan diantaranya : SAGAKU (Sagala Kuningan), merupakan aplikasi berupa informasi terkait semua bidang. SIBADU M’RAKYAT (Aplikasi Bank Data Pelaku Usaha Kerakyatan), SIPANDUK
    (Pelayanan Adm Kependudukan), PADUKA (Pelayanan Adminduk Usia Perkawinan) PANUTAN (Pelayanan Adminduk) setelah melahirkan, PULPEN PNS Paket untuk pelayanan pensiunan PNS,” jelasnya.

    Walikota Bitung, Maurits Mantiri yang juga adalah salah satu Narasumber mengatakan Konsep dan strategi Smart City Bitung, salah satunya menyiapkan 1001 Wifi di beberapa lokasi.

    “Hal itu juga memang jadi salah satu janji politik semasa kampanye lalu. Dan itu sedang dan sementara dirampungkan. Apalagi sekarang semua aktifitas dilakukan via daring, jadi sangat perlu adanya wifi gratis untuk masyarakat,” jelas Maurits.

    (ABL)

  • Adakan Webinar, KKT 126 Posko 22 Unsrat Harap Masyarakat Tetap Produktif di Era Pandemi Covid-19

    test.petasulut.com/, MANADO – KKT126 Universitas Sam Ratulangi Manado Posko 22 Tikala mengadakan kegiatan webinar dengan mengangkat tema “Membangun resiliensi masyarakat menghadapi tantangan di era covid 19” Jumat,10/04/2021.

    Menurut Herman Pusung selaku koordinator posko,Tujuan pengangkatan tema ini untuk memberikan pengetahuan atau edukasi kepada masyarakat agar tetap maspada terhadap dampak ekonomi dimasa covid-19 ini.

    Lanjut Pusung, Tema tersebut merupakan tema dari KKT 126 yang merupakan respon dari pihak kampus untuk pembangunan berkelanjutan di era Covid ini.

    Penyebaran virus ini sudah setahun lebih melanda dunia khususnya Indonesia,, dimana banyak masyarakat yang mengalami dampak yakni kesehatan fisik dan juga mental.

    Pusung Menjelaskan, Masyarakat juga dihadapkan oleh perubahan tatanan kehidupan sosial, pemangkasan jumlah kariawan, bekerja dari rumah, dan sistim belajar jarak jauh.

    Berbagai hal tersebut menjadi penyebab banyak orang mengalami kesehatan mental seperti peningkatan kecemasan dan stres yang berefek pada prilaku yang tidak produktif.

    Tidak hanya itu, banyak orang terpaksa beradaptasi dengan realitas baru yang didominasi oleh ketakutan akan penyebaran virus covid 19. Tutur Pusung.

    Kegiatan di buka langsung oleh moderator sdr. Ignatius Andri Buanglera, kemudian dilanjutkan materi dengan metode kuliah aktif dibawakan oleh bapak Dr. Ir. James J. H. Paulus, M.Si juga selaku DPL di posko 22.

    Dalam materinya Dr. Ir. James mengatakan, bagaimana kita bisa mengkomposisikan kecerdasan kita baik itu spritual, intelektual, emosional dan physical agar bisa seimbang untuk bisa menghadapi pandemi covid 19 tersebut.

    “semoga dengan webinar ini masyarakat bisa produktif dalam segala aktifitas dan bisa cepat beradaptasi dengan realitas yang baru” tutup Andri Buanglera selaku moderator dan anggota dibidang Tematik posko 22 Tikala.

    Kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu program kerja dari posko 22 Tikala bidang tematik, yang dihadiri kurang lebih 34 partisipan dari kalangan mahasiswa via aplikasi zoom meeting.

    ( GABRI )

  • P3S Dan Diskop UKM Sulut Gelar Webinar ‘Banpres Gairahkan UMKM di Sulut’

    test.petasulut.com/, SULUT – Political And Public Policy Studies (P3S), Dinas Koperasi Dan UKM Sulut dan ESENSINEWS.COM menggelar Zoom Webinar dengan topik 'Banpres Gairahkan UMKM di Sulut', senin (16/11) siang tadi.

    Narasumber yang berperan yakni HENRA SARAGIH, S.H., M.H, Asisten Deputi Peraturan Perundang-undangan Kemenkop UKM, Ir. RONALD SORONGAN, M.SI, Kadis Koperasi dan UMKM Sulawesi Utara, Dr. JERRY MASSIE, Ph.D, Direktur Eksekutif P3S, Dr. TRUBUS RAHARDIANSYAH, Pakar Kebijakan Publik serta Dr. AGNES L. CH.P. LAPIAN, S.E., M.SI, Peneliti P3S bertindak sebagai moderator.

    Sementara itu, HENRA SARAGIH, S.H., M.H, Asisten Deputi Peraturan Perundang-undangan Kemenkop UKM menjelaskan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap UMKM yakni 50% UMKM menutup usahanya. Kondisi bisnis UMKM di Indonesia tergolong buruk dengan setengah dari UMKM terpaksa menutup usahanya dan setengah sisanya harus beroperasi dengan kondisi omset yang menurun drastih pada bulan Maret dan April (Hasil Rapid Survey ADB). 88% usaha mikro tidak memiliki kas dan tabungan, Kondisi finansial UMKM di Indonesia mengalami penurunan yang serius pada modal kerja-nya. Akses kepada pembiayaan formal terbatas, 39% UMKM menggantungkan keuangannya dari pinjaman saudara. (Hasil rapid SurveyADB) dan 19% usaha mikro tidak memiliki akses permodalan, UMKM mengalami masalah cash flow serta akses permodalan usaha (SiapbersamakuMKM, KemenkopuKM).

    ” Maka dari itu, pemerintah pusat pun memberikan bantuan tahap awal sebesar Rp. 22 Triliun Kepada 9,1 Juta Pelaku usaha mikro, guna kelancaran usaha di masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

    Disisi lain, Keynote Speech Pjs Gubernur Sulawesi Utara DR Agus Fatoni MSI, Sampai kini, pemerintah terus menancapkan gasnya usai Bapak Jokowi dan Bapak Maruf Amien dilantik sebagai presiden dan wakil presiden di periode kedua.

    Pemerintah pun menargetkan tahun 2020 ini sebanyak 15 juta penerima bantuan UMKM dengan bantuan Rp2,4 juta bagi pelaku usaha.

    Belum lagi, anggaran pelatihan kartu prakerja yang mencapai Rp.5,6 triliun sampai Bansos Rp92,8 triliun dan program lainya yang diluncurkan Pemerintahan Jokowi.

    Sementara, melalui Online Data System (ODS) di Dinas Koperasi dan UMKM Sulut jumlah koperasi yang terdaftar sebanyak  6301 tersebar di 15 Kabupaten/Kota.

    Tapi yang aktif hanya 3659 Koperasi, yang tidak aktif 2622. Setelah edaran Gubernur melalui Bupati/Walikota tanggal 27 Oktober 2019 Koperasi yang mendaftar kembali hanya 1289, tapi setelah dilakukan verifikasi dari jumlah tersebut  ternyata yang aktif dan sehat hanya  325 koperasi.

    Dinas koperasi Sulut terus menggurita dengan meluncurkan puluhan produk lokal antara lain, Oma Yuli Cakalang Saos, Kopi Kawanua, Kopi Redo, Ikan Tandipan Asli, Kacang Shanghai Indry, Kacang Songara Kawangkoan serta masih banyak lagi.

    Pemerintah Pemprov Sulut terus mendorong sektor ini melalui Dinas Koperasi dan UMKM tetap tumbuh subur dan bergairah di tengah pandemi virus corona yang jumlah korban sebanyak 400-an ribu sudah terinfeksi Covid-19 di Indonesia dan 50 jutaan di dunia.

    Barangkali ada sebuah “beautiful wishes and high hopes” atau harapan yang indah dan besar atas diselenggarakannya kegiatan webinar dengan narasumber yang kredibel dan kompeten.

    Ada pepatah : “Where is a will, there is a way” (Dimana ada kemauan, disitu ada jalan). Paling tidak, publik harus cepat merespon rencana dan program pemerintah.

    Sinergitas dan sistem transparansi sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa ini lebih baik ke depan. Apalagi, Sulawesi Utara memiliki manusia-manusia yang unggul yang mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2019-2020 di daerah ini skornya mencapai 72,99 dan ini termasuk paling tinggi di Pulau Sulawesi.

    Untuk itulah, bumi nyiur melambai julukan untuk provinsi yang kaya dengan hasil alam kelapa, pala, padi dan cengkih ini biar tetep progress (maju).

    Diketahui, PRDB Sulut kuartal I Tahun 2020 mencapai Rp.31,37 triliun dan ini baik. 69 persen UMKM pun juga perlu dibantu. Ditargetkan sampai akhir tahun 10 juta yang akan di bantu. Pada 2018 lalu jumlan UMKM mencapai 64,19 juta usaha (2018) Serapan 117 juta pekerja (2018) Menyumbang 61,07 persen PDB (2018) dan Menyerap kredit Rp 1.015 triliun (Juni 2018).

    Disisi lain, Kadis Koperasi dan UMKM Sulawesi Utara Ronald Sorongan pun mengakui ada kendala kecil yang terjadi mengenai penerima bantuan UMKM di Sulut.

    “Yakni adanya Double nama yang dikirim ke pemerintah pusat, tapi yang pasti Pemprov Sulut akan terus bersinergi dengan pusat guna kelancaran penyaluran bantuan,” ucapnya seraya menuturkan bahwa data BPUM dimana saat ini data terkirim ke Kemenkop RI dan BPKP berjumlah 582.254, data yang sudah diverikasi dan sudah clean sementara berjumlah 216.230 (masih ada sisa data clean akan menyusul) Yang sudah mendapat SK dari Kemenkop berjumlah 140.618 yang diusul oleh Diskop Sulut, Bank BRI, Bank BNI, Pegadaian dan PNM.

    Sementara itu, Dr. JERRY MASSIE, Ph.D, Direktur Eksekutif P3S menuturkan bahwa kegiatan webinar ini sangat membantu guna kelancaran disegi komunikasi antar Pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

    “Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Koperasi UKM sejauh ini telah berperan aktif, dalam artian bantuan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini sangatlah membantu guna kesejahteraan masyarakat sulut,” ujar Massie.

    Turut hadir juga sebagai peserta yakni Para Dosen dan Mahasiswa UNSRAT, Akademisi serta Insan pers.