test.petasulut.com/, Manado – Guna pemanfaatan fasilitas jasa dan layanan perbankan dalam pengelolaan pasar melalui system Ecosmart, PD Pasar Manado menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT. Bank Negera Indonesia, Kamis (30/12/21) Bertempat di Aula Toar Lumimuut (Tolu-red) Pemkot Manado.
Pada kesempatan itu, hadir Direktur Utama Roland Roeroe didampingi Direktur Pengembangan Jeffrie Salilo bersama jajaran Direksi, Dewan Pengawas, Satuan Pengawas Internal (SPI) dan top manajemen.
Penandatangan PKS PD Pasar Manado dan BNI WMO itu juga dihadiri dan disaksikan langsung Arbonas Hutabarat Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Pemimpin Wilayah BNI WMO Irwan Eka Putra, Wakil Pemimpin Wilayah Faizal Isnaeni, Pemimpin Cabang Manado Bob Hotma Samosir, Wakil Pemimpin Cabang Gracia Karamoy, Asisten II Pemerintah Kota Manado, Philips Sondakh, jajaran manajemen PD Pasar, Dewan Pengawas PD Pasar Novie Lumowa dan Markho Tampi, serta Sekretaris SPI Denny Kaunang.
“Ini adalah proses transformasi yang bersejarah bagi Perusahaan Daerah Pasar Manado. Target dari PD Pasar saat ini adalah digitalisasi, dengan tetap mengedepankan kenyamanan bagi masyarakat, baik pedagang sebagai mitra maupun pembeli,” tukas Roland Roeroe.
Dia menambahkan, langkah PD Pasar menggandeng pihak perbankan ini sebagai tindak lanjut dari program pemerintah pusat untuk menerapkan proses digitalisasi. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk menjawab tuntutan era transformasi digital yang kian gencar.
“Harapan kami, proses kerjasama digitalisasi ini akan berjalan dengan maksimal dalam rangka efisiensi. Dimana melalui EcoSmart diharapkan proses transaksi digital akan mengurangi Fraud, dalam pengelolaan manajemen PD Pasar Manado,” Ujar Roeroe.
Dia menegaskan, tujuan kerjasama ini sebagai upaya mewujudkan program Pemerintah Kota Manado, yang tertuang dalam visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota, untuk menghadirkan pasar professional serta kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
Dilain pihak, Arbonas Hutabarat selaku Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Direktur Utama PD Pasar dr Roland Roeroe. Bahkan dirinya siap mendukung penuh semua program dan kegiatan yang tentunya berhubungan dengan meningkatkna ekonomi masyarakat,
Sementara itu, Pemimpin Wilayah BNI WMO Irwan Eka Putra berharap dengan adanya kerjasama ini, PD Pasar akan semakin hebat dan maju dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat dengan sistem pengelolaan yang professional melalui digitalisasi.
test.petasulut.com/, SULUT – Badan pengurus kelompok (BPKel) Oi Hidup Manado suksesi penanaman 120 bibit Pohon jenis Mahoni dan Cempaka, di Buha, Lingkungan 3, Kota Manado, Jumat (24/12/2021).
Hal ini dilakukan Badan pengurus kelompok (BPKel) Oi Hidup Manado guna menyambut HUT ke 11 Tahun.
Terpantau awak media, jalur penanaman dilakukan sepanjang pinggiran sungai Buha, Lingkungan 3, Kota Manado. Tepatnya, lorong Kasuratan.
Ketua BPKel Oi Hidup Manado, Sofyan Ali ketika diwawancarai awak media mengatakan, kegiatan penanaman ini dilakukan untuk menyambut HUT BPKel Oi Hidup Manado ke 11 Tahun yang jatuh pada hari Minggu (26/12/2021).
"Selain menyambut HUT, tujuan dari penanaman ini tentunya untuk membantu pelestarian lingkungan, agar jauh dari kata bencana," ungkap ketua BPKel Oi Hidup Manado, Sofyan Ali kepada awak media.
"Apalagi lokasi yang kami tanami masih dekat dengan perumahan masyarakat antara Kelurahan Buha dan Kairagi 2. Dan kirannya, Pohon yang ditanami kelak bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Ia menambahkan, apa yang ditanami akan dilakukan monitoring sebulan sekali. "Kami bukan sekedar menanam. Tetapi, setiap bulannya akan ada monitoring guna melihat perkembangan pohon yang kami tanami," jelasnya.
"Saya berharap di HUT ke 11 Tahun ini, BPKel Oi Hidup akan terus berkontribusi untuk alam, manusia dan sosial. Dan tak lupa juga, saya sampaikan banyak terima kasih kepada 7 Komunitas yang sudah ikut menyukseskan kegiatan pada hari ini, semoga silahturahmi kita dalam menjaga dan melestarikan alam akan terus terbangun," tutur Alumni Politeknik Negeri Manado ini.
Kegiatan yang bertemakan 'Cintai Alam Beserta Manusianya' dihadiri 7 Komunitas yakni Torang Slankerz Manado (TSM), KPAB Mata Angin, FKPA Manado, GMPA Pantheraprdus, KPA Silvaterra, BPKel Oi Rimba, BPKel Oi Myt Malalayang, dan BPK Oi Manado.
test.petasulut.com/, Manado. – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah Indonesia Timur terpantau stabil. Dengan pasokan yang terjaga ini, Wamendag Jerry berharap masyarakat dapat menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dengan suka cita.
Hal tersebut disampaikan saat Wamendag Jerry meninjau pasar Pinasungkulan dan kompleks restorasi Pasar Malalayang Kayu Bulan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (16/12/2021).
“Setelah kami pantau, kami lihat bahwa ketersediaan bapok aman, itu yang paling penting. Ada sedikit fluktuasi tapi masih dalam taraf wajar. Hal yang paling penting adalah stok aman dan ini menjadi sesuatu yang diperlukan untuk menyambut Natal dan tahun baru, kata Wamendag Jerry.
Wamendag Jerry menambahkan, Kementerian Perdagangan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah, untuk memastikan pasokan tetap terjaga di momen Nataru.
Selain peninjauan ke sejumlah pasar, kunjungan kerja Wamendag Jerry ke Ambon dan Manado sekaligus untuk mengunjungi sejumlah gereja dan panti asuhan sebagai bagian dari upaya pemerintah menyambut momen Nataru.
Sebelum bertolak ke Manado, Wamendag Jerry juga meninjau Pasar Mardika di Ambon, Maluku. Dalam peninjauan tersebut, Wamendag Jerry juga memastikan kesediaan pasokan dan stabilitas harga bapok dalam persiapan menghadapi Nataru.
“Ketersediaan bapok di Ambon juga kondusif. Kami ingin terus memastikan bahwa menjelang Nataru, bapok tersedia cukup dan harga tidak terlalu naik turun. Fluktuasi masih dalam tahap yang wajar. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang selalu sigap memantau dan memastikan ketersediaan stok,” ungkap Wamendag Jerry.
Dalam kunjungannya ke sejumlah pasar di Kota Manado ini Wamendag didampingi Kadisperindag Provinsi Sulut, Edwin Kindangen, Kadisperindag Kota Manado, Hendrik Warokka, Dirut PD Pasar Kota Manado, Roland Roeroe, Dirbang PD Pasar Kota Manado, Jefry Salilo dan Dirops Irving Biki.
test.petasulut.com/, Manado – Wakil Menteri Perdagangaan RI (Wamendag) Jerry Sambuaga dipercayakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua umum Panitia Natal Nasional 2021.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga langsung bergerak menyambut kepercayaan yang diberikan Presiden Jokowi, salah satunya aksi sosial dibeberapa lokasi di indonesia.
Kali ini giliran kampung halamanya Manado, Sulawesi Utara. Kamis (16/12/2021). Dimana, dalam rangkaian Perayaan Natal Nasional 2021, Wamendag Jerry Sambuaga mendatangi sejumlah Panti Asuhan, Panti Werda, Gereja serta Pasar yang ada di Kota Manado.
Ketua Natal Nasional Jerry Sambuaga menyambangi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Betania Teling Tingkulu kecamatan Wanea. Terima kasih kami telah didoakan oleh Para Pendeta dan pelayan khusus, ini merupakan kebangaan, kehormatan serta anugerah bagi saya bisa dipercayakan menjadi Ketum Natal Nasional,
Tentunya ini tak lepas dari topangan doa dari Hamba-hamba Tuhan bersama jemaat di GMIM Betania ini, apalagi kami keluarga Sambuaga dibesarkan di jemaat Betania, ini adalah rumah saya, kami sedari tahun 80an tinggal di jln pomorouw, jangan segan-segan menghubungi saya,"tuturnya
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Jerry mengatakan, selain ibadah dan perayaan, panitia juga melaksanakan aksi sosial ke banyak titik di seluruh Indonesia.
“Salah satunya juga kami memberikan bantuan bagi korban letusan gunung Semeru, kita juga sempat ke Jayapura, Manokwari, Ambon dan saat ini di Manado,” ujar Wamen
Wamendag Jerry mengatakan, ini merupakan komitmen, kepedulian, dan perhatian dari panitia Natal Nasional. Wamendag berharap dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan panitia perayaan Natal Nasional 2021 ini semakin meningkatkan persaudaraan.
“Karena temanya yang kita ambil ‘Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan. Tentunya dapat menguatkan kita sebagai satu bangsa yang bersatu, majemuk dan beragam, sesuai dengan keteladanan Kristus kepada kita semua,” tutupnya.
test.petasulut.com/ – Berbicara tentang sejarah memang tidak akan habisnya. Disetiap saat di belahan bumi ini, para pencari fakta tentang bukti-bukti keberadaan peninggalan sejarah terus digali.
Berbagai sumber yang relevan pun menjadi info untuk melakukan pencarian. Namun pada situasi tertentu, ada beberapa faktor yang menjadi kendala yakni bukti-bukti kongkrit tentang sejarah yang telah hilang atau situs arkeologi yang telah dihancurkan.
Publik pun dianggap belum bisa mempercayai keberadaan sejarah secara pasti, apakah hal itu nyata atau hanya mitos semata.
Berikut ini misteri sejarah yang belum terpecahkan, dilansir dari Sindonews:
1. Apakah Raja Arthur Nyata?
(Foto/Facebook/Marilyntodd-crimewriter)
Kisah Raja Arthur telah diceritakan secara turun temurun selama lebih dari 1.000 tahun. Kerajaan Camelot, para ksatria meja bundar, penyihir Merlin, dan pedang Excalibur, adalah bagian terkenal dari kisah Arthurian.
Catatan paling awal berasal dari abad kesembilan dan menceritakan tentang seorang pemimpin (bahkan mungkin bukan raja) yang berperang beberapa kali melawan Saxon. Namun; keakuratan akun ini masih bisa diperdebatkan.
Ada sejumlah situs di Inggris yang ditautkan oleh legenda ke Raja Arthur, seperti Tintagel, situs pesisir yang konon merupakan rumah Raja Arthur. Namun, penggalian belum mengkonfirmasi apakah Arthur pernah tinggal di sana atau bahkan ada. Pada akhirnya, tampaknya belum ada jawaban pasti apakah Raja Arthur yang asli itu ada atau apakah pria itu murni kisah fiksi.
2. Siapa Jack The Ripper?
(Foto/Facebook/TimothyJJankins)Pada tahun 1888, Jack the Ripper membunuh setidaknya lima wanita di London dan memutilasi tubuh korbannya. Sejumlah surat, yang diduga dari Ripper, dikirim ke polisi untuk mengejek upaya petugas menemukan Ripper. (Apakah salah satu dari mereka benar-benar ditulis oleh Ripper masih jadi perdebatan di antara para sarjana). Nama “Jack the Ripper” berasal dari surat-surat ini.
Tak perlu dikatakan, Ripper tidak pernah ditemukan, dan selama bertahun-tahun, lusinan orang diduga sebagai sosok Ripper. Misalnya dalam buku “Jack The Ripper: The Hand Of A Woman,” tahun 2012 John Morris menduga seorang wanita bernama Lizzie Williams adalah Ripper, meskipun para ahli Ripper lainnya meragukannya. Tampaknya tidak mungkin identitas sebenarnya dari Ripper akan terungkap.
3. Di Mana Kuburan Cleopatra?
(Foto/Facebook/SkyBrohi)
Penulis kuno mengklaim bahwa Cleopatra VII dan kekasihnya, Mark Antony, dikuburkan bersama di sebuah makam setelah kematian mereka pada 30 SM. Penulis Plutarch (45-120 M) menulis bahwa makam itu terletak di dekat kuil Isis, seorang dewi Mesir, dan merupakan monumen “agung dan indah” yang berisi harta berupa emas, perak, zamrud, mutiara, kayu hitam, dan gading.
Lokasi makam tetap menjadi misteri. Pada 2010, Zahi Hawass, mantan menteri barang antik Mesir, melakukan penggalian di sebuah situs dekat Alexandria yang sekarang disebut Taposiris Magna, yang berisi sejumlah makam yang berasal dari era Cleopatra VII memerintah Mesir.
Meskipun banyak penemuan arkeologi menarik ditemukan, makam Cleopatra VII tidak termasuk di dalamnya. Para arkeolog memperkirakan jika makam Cleopatra masih bertahan hingga hari ini, mungkin makam tersebut sudah dijarah dan tidak dapat diidentifikasi.
4. Apakah Caesarion Benar-Benar Anak Caesar?
(Foto/Facebook/BazhyrBlack)
Pada tahun 47 SM, Cleopatra VII melahirkan seorang putra bernama Caesarion yang diklaim sebagai putra Julius Caesar. Cleopatra bernama Caesarion sebagai wakil penguasa Mesir pada 44 SM. Namun, apakah anak itu benar-benar putra Caesar masih belum pasti.
Caesar tidak pernah mengakui Caesarion sebagai anaknya. Salah satu teman Caesar, Gaius Oppius, bahkan menulis pamflet yang menyangkal bahwa Caesarion adalah putra Caesar. Cleopatra VII meninggal karena bunuh diri setelah dia dan Mark Antony dikalahkan oleh Oktavianus pada 30 SM. Kemudian Caesarion terbunuh tidak lama setelah itu.
Dengan tidak adanya sisa-sisa peninggalan Julius Caesar atau Caesarion yang tersisa, tidak mungkin para sarjana dapat menentukan, dengan pasti, apakah Caesar benar-benar ayah Caesarion.
5. Apakah Ada Lubang Uang di Pulau Oak?
(Foto/Fecebook/PrymmBeachHouse)
Selama lebih dari dua abad, cerita ini telah beredar. Pulau Oak, di lepas Nova Scotia, Kanada, menyimpan sebuah lubang uang dari harta terpendam. Konon ditinggalkan oleh bajak laut Kapten William Kidd (1645-1701).
Banyak ekspedisi yang menghabiskan jutaan dolar telah melakukan perjalanan ke pulau itu untuk mencari harta karun yang hilang, tetapi tidak berhasil. Meskipun telah mencari selama berabad-abad, tidak ada harta karun yang ditemukan di Pulau Oak. Namun, itu tidak menghentikan orang untuk mencoba menemukannya.
6. Apakah Harta Karun Gulung Tembaga Nyata?
(Foto/HartaKarun)
Kisah harta karun lain yang mungkin tidak akan pernah terpecahkan dan lebih kuno adalah gulungan tembaga yang ditemukan oleh para arkeolog di sebuah gua pada tahun 1952. Gulungan tembaga itu ditemukan bersama dengan Gulungan Laut Mati lainnya, di situs Qumran.
Seperti namanya, tulisan itu diukir pada gulungan tembaga. Gulungan itu mencatat sejumlah besar harta emas dan perak yang tersembunyi. Namun, pada kenyataannya, beberapa ahli percaya bahwa itu tidak mungkin ada.
Gulungan itu berasal lebih dari 1.900 tahun pada masa Kekaisaran Romawi menguasai daerah Qumran. Ada sejumlah pemberontakan melawan kekuasaan Romawi pada saat gulungan itu ditulis, dan para ilmuwan telah berhipotesis bahwa harta karun itu disembunyikan untuk mencegah perampasan oleh pasukan Romawi.
Apakah harta itu nyata, di mana tepatnya disembunyikan, apakah pernah ditemukan dan apakah masih ada sampai sekarang, semuanya adalah misteri yang kemungkinan besar tidak akan pernah terpecahkan.
7. Nasib Tabut Perjanjian
(Foto/Facebook/JluAmin)
Pada 587 SM, tentara Babilonia, di bawah Raja Nebukadnezar II, menaklukkan Yerusalem, menjarah kota, dan menghancurkan Bait Suci Pertama, sebuah bangunan yang digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk menyembah dewa. Kuil Pertama berisi Tabut Perjanjian, merupakan wadah berisi lempengan-lempengan yang merekam 10 Perintah Allah, tongkat Harun, dan roti manna.
Nasib Tabut tidak jelas. Sumber-sumber kuno menunjukkan bahwa bahtera itu dibawa kembali ke Babel (Ibu Kota Babilonia) atau disembunyikan sebelum kota itu direbut. Mungkin juga bahtera itu dihancurkan selama penyerbuan pasukan Babilonia.
Namun, lokasi keberadaan Tabut Perjanjian tidak diketahui. Sejak menghilang, sejumlah cerita dan legenda tentang nasib bahtera itu banyak beredar. Satu cerita menunjukkan bahtera akhirnya sampai ke Etiopia. Cerita lain mengatakan bahtera itu tersembunyi secara ilahi dan tidak akan muncul sampai seorang mesias tiba.
8. Apakah Taman Gantung Babylon Nyata?
(Foto/Facebook/FauzanIspriyanto)
Penulis kuno menggambarkan serangkaian taman fantastis yang dibangun di kota kuno Babel (Ibu Kota Bailonia) di Irak modern. Tidak jelas kapan taman ini dibangun, tetapi beberapa penulis kuno sangat terkesan dengan taman tersebut sehingga mereka menyebutnya sebagai “keajaiban dunia”. Sekitar 250 SM, Philo dari Byzantium menulis bahwa Taman Gantung memiliki “tanaman yang dibudidayakan di atas permukaan tanah dan akar pohon tertanam di teras atas.”
Sejauh ini, para arkeolog yang telah menggali Babel, namun tidak dapat menemukan sisa-sisa taman itu. Keadaan ini membuat para arkeolog bertanya-tanya: Apakah taman gantung itu benar-benar ada? Pada 2013, Stephanie Dalley, seorang peneliti di Universitas Oxford, dalam sebuah buku memperkirakan taman gantung itu sebenarnya terletak di kota Niniwe, Asyur.
Diketahui selama dua dekade terakhir, baik Babilonia maupun Niniwe mengalami kerusakan akibat perang dan penjarahan. Jadi tampaknya tidak mungkin misteri ini akan terpecahkan semuanya.
9. Apakah Ada Kota Atlantis?
(Foto/Facebook/Viva)
Filsuf Yunani Plato pada abad ke-4 menceritakan sebuah kisah tentang tanah bernama Atlantis yang ada di Samudra Atlantik dan konon menaklukkan sebagian besar Eropa dan Afrika pada zaman prasejarah. Dalam cerita, orang Athena prasejarah menyerang balik Atlantis dalam konflik yang berakhir dengan menghilangnya Atlantis di bawah gelombang.
Meskipun tidak ada sarjana yang serius mempercayai kebenaran cerita itu, beberapa berspekulasi bahwa legenda itu bisa saja diilhami, sebagian, oleh peristiwa nyata yang terjadi dalam sejarah Yunani. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa peradaban Minoa (seperti yang sekarang disebut), yang berkembang di pulau Kreta hingga sekitar 1400 SM, dapat mengilhami kisah Atlantis.
Bahkan seorang profesor fisika nuklir Brasil Arysio Nunes dos Santos dalam buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found menyebutkan keterkaitan antara Indonesia dengan Atlantis. Arysio Nunes dos Santos (1937 – 2005 M), Profesor Teknik Nuklir di Universitas Federal Minas Gerais yang menguasai bahasa Yunani dan Sansekerta memiliki teori yang sama sekali baru bahwa lokasi Atlantis berada di daerah Samudera Hindia dan Laut Tiongkok Selatan. Dalam buku yang diterbitkan pada Juni 2005, dia menyebutkan Atlatis tidak ada yang lainnya kecuali pulau-pulau di Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Sindonews dengan judul "9 Misteri Sejarah Terbesar yang Belum Terpecahkan, Nomor Terakhir Menyangkut Indonesia".
Minahasa, test.petasulut.com/ – Perjalanan panjang dari terbentuknya suatu kepengurusan organisasi didalam melayani umat Gereja di Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa memang tak mudah, karena ada berbagai proses yang harus dilalui. Mulai dari penjaringan hingga tahap penetapan sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra agar semua itu bisa terlaksana dengan baik.
Dan setelah melalui proses dan tahapan tersebut akhirnya pengurus Stasi dan Wilayah rohani di Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa pun terbentuk dan telah resmi dilantik oleh Pastor Paroki pada sabtu (7/11) yang berlokasi di Stasi St. Blasius Kalasey untuk DPS dan Wilayah rohani di Stasi Tateli dan Stasi Kalasey, lalu minggu (8/11) pagi untuk Stasi Mokupa, Koha dan Agotey dilantik di Gereja Sta. Maria diangkat ke surga Koha.
Dibawah Bimbingan Pastor Paroki Pst. Klaudius Albert Rumondor, Pr rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bidang Organisasi dan Kaderisasi Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa bisa berjalan dengan lancar.
Adapun pesan dan harapan yang sering pastor paroki sampaikan dalam Misa Pelantikan dibeberapa kesempatan, agar supaya umat yang telah dipercayakan dalam memimpin umat dari Tingkat Stasi hingga Wilayah Rohani untuk selalu bekerjasama dengan baik dengan sesama pengurus, jalin komunikasi yang baik dan bangun kekompakan dalam membangkitkan semangat umat.
"Untuk umat yang telah dipercayakan menjadi pimpinan di Stasi dan Wilayah rohani, agar sedikit pun jangan pernah ragu dengan kuasa Tuhan, karena saudara/i yang telah dipercayakan saat ini merupakan bagian dari apa yang telah Tuhan rencanakan kedepan. kemudian ingat bahwa kita itu hadir untuk melayani umat, bukan untuk dilayani oleh umat." ucapnya.
Dia pun berharap agar pengurus bisa berkolaborasi dalam pelayanan kepada umat, sehingga apa yang diharapkan oleh gereja bisa terwujud dan bermanfaat bagi umat maupun masyarakat luas.
"Kurang lebih harapan saya seperti apa yang diharapkan oleh bapa Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. yaitu, agar supaya umat Gereja Katolik makin dekat dengan umat, terlebih dekat dengan masyarakat. Sekurang-kurangnya Gereja Katolik punya pengaruh positif ditengah masyarakat." Tutur Pastor Paroki.
Suksesnya Pelantikan pengurus Stasi-stasi dan Wilayah rohani dari setiap stasi, tentunya tak luput dari kerja keras dari DPP Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa. Dimana pengurus DPP Paroki Mokupa selalu bekerjasama dengan pastor paroki untuk terbentuknya kepengurusan di tingkat Stasi maupun Wilayah rohani.
Adapun harapan dari koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Paroki Mokupa bpk. Ruben F. Kalalo yang juga merupakan bagian terlibat dalam pembentukan pengurus-pengurus tersebut.
Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi berharap agar kedepan Pengurus yang telah dilantik bisa merangkul umat terutama bisa bekerjasama dengan baik.
"Harapan kami agar semua pengurus bisa merangkul, bisa bekerjasama, bahu-membahu dan berjalan bersama Tuhan Yesus Kristus untuk menuju kepada tujuan kita bersama untuk kedamaian serta keselamatan jiwa kita, sehingga Gereja kita akan selalu eksis dan tampil menjadi injil yang hidup." Pungkas Kalalo.
Perlu diketahui, Hingga saat ini Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa telah terbentuk kepengurusan 5 Stasi, 53 Wilayah Rohani, 16 unit KBK, 8 unit OMK, 8 unit Sekami dan 19 ranting WKRI.
test.petasulut.com/, SULUT – Setelah memiliki pengurus yang baru, Komunitas Roekoen Scooter Mangoeni (RSM) Manado tancap gas jalankan program.
Hal itu disampaikan langsung oleh ketua terpilih RSM Manado periode 2021/2023, Ervina Sipon, Senin (01/11/2021).
“Program pertama yaitu pertemuan rutin setiap bulannya di rumah anggota,” ungkapnya.
“Kemudian akan dilanjutkan dengan kegiatan Vespa Bohusami Basudara (VBB) setiap tahunnya digelar di Sulawesi dan Gorontalo. Dan, tahun ini akan digelar di Kota Manado sebagai tuan rumah,” jelas perempuan kelahiran Eris 8 Maret 1983 ini.
Ervina menambahkan, adapun persiapan mengikuti Celebes Scooter Party (CSP).
“Ini menjadi acara tahunan Se-Sulawesi, dan tahun ini kegiatannya di daerah Luwuk yang menjadi tuan rumah,” tuturnya lagi.
“Adapun turing wajib yang akan kami lakukan setiap 3 bulan sekali, serta dilakukan buka puasa bersama di Panti asuhan Islam, dan perayaan natal di panti asuhan Kristen,” ucapnya lagi.
Ia juga mengharapkan, Kedepannya pengurus dan anggota RSM Manado makin solit, besar, dan mampu memberi dampak sosial bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“RSM Manado saat ini berjumlah 30 anggota,” pungkasnya.
Diketahui, kemarin hari Komunitas RSM Manado genap berusia 17 tahun, dan dirayakan di pantai Pulisan Minut, sekaligus pelantikan ketua dan pengurus komunitas RSM Manado periode 2021/2023.
Ini nama-nama pengurus inti Komunitas RSM Manado Periode 2021/2023:
test.petasulut.com/, SULUT – Terus bertekad membantu dan membangun sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini, komunitas Marijo Belajar (MJB) Region Sulut mengunjungi area tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado tepatnya di Kediaman kel. Kasumbala-Sasuwu, Sumompo, lingkungan 3, Sabtu (30/10/2021).
Kunjungan tersebut dengan maksud untuk membekali anak-anak yang berada disana lewat pembelajaran pembentukan karakter.
Sebanyak 26 anak pun mendapat pembelajaran dari komunitas Marijo Belajar (MJB) Region Sulut.
Tujuan dan maksud MJB juga dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke -93 tahun.
Ini merupakan kegiatan ‘Marijo Baku Bantu’ (mari saling membantu) yang menjadi program komunitas MJB Region Sulut, dan terus dilakukan di lokasi yang berbeda.
Diketahui, program MJB Marijo Baku Bantu bertemakan Mabar yang artinya ‘marijo bermain sambil belajar’. “Pendidikan karakter sangat penting bagi kita semua baik adik-adik, dan Kaka-kaka yang ada pada hari ini,” ungkap ketua MJP Region Sulut, Jessica Veronica Tarima pada saat sambutannya.
“Kiranya kegiatan bisa berjalan dengan baik, dan mampu membekali adik-adik yang ada pada hari ini,” tuturnya.
Jessica ketika diwawancarai kembali mengungkapkan, kegiatan MJB Baku Bantu sebagai bentuk peringatan hari sumpah pemuda.
“Tujuan kami adalah untuk mencerdaskan anak bangsa dengan cara-cara mengajarkan anak-anak, dan kali ini kami bekali pendidikan karakter ke anak-anak yang ada di TPA Sumompo. Bukan itu saja, ada pun Fun Games dan donasi yang diberikan kepada anak-anak,” ucapnya.
“Kedepannya MJB Region Sulut akan kembali mengelar kegiatan Marijo Baku Bantu dengan mengajarkan karakter kepada anak-anak, dan di tempat-tempat yang berbeda,” jelasnya.
Sedangkan peserta pembekalan karakter, Cherry Luita Dareno mengatakan, dirinya senang dengan pembelajaran pada hari ini.
“Kita senang belajar begini, semoga ada ulang,” pungkasnya.
Terpantau media, kegiatan Marijo Baku Bantu dihadiri pula Founder MJB, Meinagustia Carwelia Ngangi, dan 10 anggota MJB Region Sulut.
test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun, Ketua peradah Bolmong Putra Jaya memaknainya dengan mengajak para kaum muda untuk terus kobarkan semangat kepemudaan tanpa pernah bicara untung Rugi.
“Kaum muda harus berani mengambil sikap lebih dan terus berkarya untuk bangsa dan negara, guna kemajuan Negara tercinta kita Indonesia,” tegas Putra Jaya, kamis (28/10).
Tak hanya itu, ditambahkan I Made pandu, Bidang kaderisasi dan organisasi peradah Bolmong berbicara tentang pemerintahan ataupun kepemimpinan, kita sebagai pemuda hindu,di wajibkan untuk menghormati catur guru. salah satunya yaitu guru wisesa.
namun lanjutnya, sebagai pemuda hindu kita juga harus kritis, kita harus aktif mengawal jalannya pemerintahan. jika tidak ada yang mengawal, pemimpin akan diam, tidak bekerja, menjadikan status pemimpin sebagai ajang pamer gelar semata. itulah kebanyakan jiwa pemuda hindu saat ini yang tidak mau tahu, yang apatis. yang menyerahkan semua urusan kepada sanghyang suratman.
“ah biarkan… klo dia berbuat dosa, nanti masuk neraka,” katanya.
“Kita tidak boleh seperti itu, mulai saat ini kita harus bergerak agar muncul pemimpin-pemimpin yang takut ketika ada progam-program untuk rakyat tetapi tidak tersampaikan kerakyat,” tegasnya.
test.petasulut.com/, MANADO – Solidaritas Antar Pecinta Alam (SAPA) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar aksi penanaman bibit pohon di bantaran Sungai, kelurahan Buha, lingkungan III, Kota Manado, Selasa (26/10/2021).
Hal itu dilakukan SAPA Sulut dalam rangka menyambut sumpah pemuda ke 93 Tahun yang jatuh pada 28 Oktober 2021.
Tema yang diangkat pada kegiatan penanaman bibi pohon ini ‘Merefleksikan kembali kepekaan pemuda untuk lebih peduli terhadap lingkungan’.
Diketahui ada 125 bibit pohon yang ditanam, dengan 50 jenis bibit pohon Mahoni, 50 bibit pohon jenis Cempaka dan 25 bibit Pohon jenis Kamiri.
Sementara itu dalam pemaparannya, Ketua SAPA Sulut, Aldi Sinatrya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kembali kepekaan pemuda terhadap lingkungan, apalagi ini mendekati hari sumpah pemuda.
“Bukan itu saja, tujuan dari penanaman bibit pohon ini agar kedepannya pengikisan terhadap tanah berkurang, dan juga menolak adanya pembangunan di bantaran sungai,” ungkapnya kepada wartawan.
“Kegiatan seperti akan terus berlanjut, bukan hanya sekedar menanam, tapi akan terus memantau perkembangan pohon yang kami tanami pada hari ini. Adapun, kegiatan yang akan terus Kami programkan kedepannya untuk lingkungan yang lebih baik,” jelas anggota GMPA Pantheraprdus ini.
Ia menambahkan, kegiatan pada hari ini sukses digelar dan didukung kepala lingkungan setempat.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat pada penanaman kali ini diantaranya GMPA Pantheraprdus, KPA Silvaterra, KPAB Nucifera, KMPA Tansa, dan Rukun Moroka Youth,” tuturnya.
Dihari bersamaan ketua Rukun Morokoa Youth, Hilarius Go’o mengatakan rasa terimakasihnya atas keterlibatan dalam penanaman bibit pohon.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih atas keterlibatan kami pada penanaman bibit pohon pada hari ini, ini menjadi kegiatan pertama kami di pengurus saat ini, sekali lagi kami ucapkan banyak terimakasih,” ucapnya.
“Kiranya kedepannya kegiatan seperti dan kerjasama tetap berlanjut untuk lingkungan yang lebih baik,” Pungkasnya.
Peserta yang hadir dalam kegiatan penanaman pohon dihadiri 19 orang.