Category: Press Release

  • Bangun Silaturahmi, Walikota Manado AA Gelar “Halal bi Halal” Di Kantor Walikota

    test.petasulut.com/, Manado – Walikota Manado Andrei Angouw menggelar kegiatan "Halal bi Halal” guna membangun Silaturahmi dengan Umat Muslim yang berada di Manado, dengan tema “Perkuat Silaturahmi Bangun Kebersamaan Menuju Manado Maju dan sejahtera”. Rabu (2/6).

    Kegiatan Silaturahmi tersebut di ikuti langsung oleh Walikota Manado Andrei Angouw yang didampingi Isterinya Irene Pinontoan yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Manado.

    Dalam sambutannya Walikota Manado Andrei Angouw Mengatakan bahwa Halal bi Halal merupakan salah satu tradisi umat Muslim di Indonesia oleh karena itu perlu dijaga, sebab ada nilai-nilai Pancasila didalamnya.

    Halal bi Halal ini tradisi bangsa Indonesia dan ini adalah nilai-nilai bangsa Indonesia untuk saling bersilaturahmi, maaf memaafkan, bukan cuma sesama Masyarakat Muslim, tapi seluruh Rakyat Indonesia.” Ucap AA sebutan akrab Walikota Manado itu.

    “dan kita memperingati Halal bi Halal ini hampir bersamaan dengan hari Lahirnya Pancasila.” terangnya

    AA juga memberikan pesan kepada peserta kegiatan Halal bi Halal yang hadir saat itu.

    Halal bi Halal merupakan produk local bangsa kita. Ini adalah nilai untuk saling berSilaturahmi.” Kata mantan ketua DPRD Sulut itu dihadapan tokoh Muslim dan Imam Masjid di Manado.

    Dia juga mengatakan bahwa Silaturahmi juga penting untuk menangkal berita-berita Bohong yang beredar di tengah masyarakat.

    Silaturahmi Penting juga dibangun dalam upaya mencegah berita-berita Hoax.” Tandasnya.

    Diketahui, kegiatan tersebut digelar di ruangan Serbaguna Kantor Walikota Manado. turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Micler. C.S Lakat, Para Asisten, Para staf ahli, dan para tokoh Agama, para Imam Mesjid se-kota Manado.

    kegiatan ini diselenggarakan oleh bagian Kesra Setda Kota Manado dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

     

    (Nzo)

  • Bantu Pembelajaran Anak-Anak Lembeh Posokan, MJB Sumbang Buku

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka memperingati hari Buku sedunia, Komunitas Marijo Belajar Region Sulut menyumbangkan 415 buku pembelajaran ke pengurus Daseng Literasi yang ada di Kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung, Sabtu (22/05/2021).

    415 buka pembelajaran itu di dapat dari hasil donasi waktu lalu.

    “Bantuan yang diberikan oleh Komunitas Marijo Belajar Region Sulut ini, sangat-sangat membantu proses pembelajaran bagi anak-anak serta masyarakat yang ada di Daseng Literasi Posokan ini,” ujar pendiri Daseng Literasi Posokan, Riswanto Pudinaung.

    Ia menambahkan, Daseng Literasi dibuat ketika melihat lingkungan yang ada di Posokan ini. Pertama, jauh dari pusat kota, kemudian orang-orang disini belum terlalu banyak sekolah keluar. Mungkin, faktornya Jauh. Apalagi, akses jalan dan internet sangat Sulit disini. Sehingga alternatif yang dibuat dengan membuka Perpustakaan dengan konteksnya literasi.

    “Daseng Literasi Posokan ini dibuat pada September 2019. Awal pembentukannya, terjadi diskusi yang melibatkan 5 orang pemuda. Dan bertepatan, ada teman saat itu sedang pada tahapan penyelesaian Studi, karena terhalang dengan buku-buku. Maka, dari situ pula awal terdorong membuat Daseng Literasi ini. Agar, tidak ada lagi kejadian yang sama, ketika memerlukan buku untuk penyelesaian studi, malah tidak ada,” tuturnya.

    Untuk itu, dengan adanya bantuan buku dan motivasi yang ada, dari Komunitas Marijo Belajar Region Sulut, sangatlah membantu. Apalagi, bagi 40 anak yang disini, baik SD, SMP dan SMA yang terlibat membaca setiap Sabtunya di Daseng Literasi Posokan ini.

    “Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Marijo Belajar Region Sulut.” Katanya

    “Saya berharap pemerintah Kota Bitung, bisa memperhatikan daerah kami, terlebih jaringan internet untuk proses belajar-mengajar,” ucapnya.

    Ditempat yang sama, Ketua Komunitas Marijo Belajar Region Sulut, Jesisca V. Tarima menjelaskan, Komunitas Marijo Belajar Region Sulut. Saat ini, menjalankan program ‘Marijo baku bantu’ dirangkaikan dengan peringatan hari buku sedunia, yang jatuh pada tanggal 17 Mei kemarin. Kegiatan yang digelar di kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung ini, dengan memberikan 415 buku pembelajaran dari hasil donasi, kemudian mengajak anak-anak untuk membaca dan mempresentasikan hasil bacaannya.

    Bukan itu saja, anak-anak juga diberikan motivasi untuk terus belajar guna mencapai cita-citanya. Adapun, games-games yang diberikan agar anak-anak bisa terhibur dengan kedatangan tim marijo Belajar.

    “Mewakili seluruh Komunitas Marijo Belajar Region Sulut mengucapkan, banyak terimakasih kepada masyarakat Posokan yang sudah menyambut kami dengan sangat baik. Dan juga buat pengurus Daseng Literasi, ada Riswanto Pudinaung dan Novenly Pudinaung untuk terus memberikan terbaik bagi anak-anak yang terlibat dalam Daseng Literasi ini,” jelasnya.

    Kiranya, apa yang diberikan hari ini, bisa bermanfaat bagi adik-adik dan seluruh masyarakat yang ada di Lembeh Posokan ini.

    Melihat kegiatan kegiatan berhasil dijalankan, direspon baik oleh Founder Marijo Belajar Pusat, Meinagustia Caerwelia Ngagi.

    “Ini hal yang sangat luar biasa, cara-cara seperti ini yang perlu kita tingkatkan ke depannya. Ini sangat mengedukasi adik-adik yang ada di desa Posokan. Kami sebagai pengurus Marijo Belajar pusat sangat mengapresiasi apa yang dibuat oleh Marijo Belajar (MJB) Region Sulut ini,” pungkasnya.

    (ABL)

  • Bantu Pembelajaran Anak-anak Posokan, MJB Sulut Open Donasi Buku

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna membantu pembelajaran bagi anak-anak yang ada di kelurahan Posokan, Kecamatan Lembe Utara, Kota Bitung, Komunitas Marijo Belajar Region Sulut open donasi buku untuk didonasikan ke literasi Posokan.

    “Open donasi buku ini dilakukan guna  membantu pembelajaran bagi anak-anak yang ada di kelurahan Posokan, dikarenakan akibat covid-19 pembelajaran banyak terhambat,” ungkap ketua Marijo Belajar Region Sulut, Jessica Veronica Tarima kepada awak media, Sabtu (15/05/2021).

    Bukan itu saja, kendala yang ada di Kelurahan Posokan adalah jaringan internet, disana masih belum terjangkau.

    Untuk itu, guna meningkatkan pengetahuan anak-anak disana, perlu adanya penyediaan buku agar minat membaca bertambah.

    Donasi buku yang dibuka seperti non fiksi yaitu buku pelajaran,  kamus, pengetahuan umum, biografi dan ensiklopedia. Adapun Fiksi diantaranya, Novel, Komik, Buku cerita atau dongeng dan majalah anak.

    “Target yang ingin dicapai sebanyak 100 buku, jika pun lebih itu lebih baik,” tutur Jessica.

    Bantuan yang terkumpul nantinya, akan berikan langsung oleh pengurus Komunitas Marijo Belajar (MJB)  Region Sulut pada ke pengurus Literasi yang ada di Kelurahan Posokan, Sabtu  22 Mei 2021. Bertepatan, kegiatan ini  guna memperingati hari Buku nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei, jelasnya.

    Jika ada yang mau memberikan bantuan buku, bisa menghubungi:
    Manado: Ester 08114313234
    Tomohon: Linda 089526099069
    Maumbi: Gracia 085242953924
    Airmadidi: Christy 08975556798
    Bitung: Jessica 082293666295

    (ABL)

  • Mengangkat Tema Eksistensi Mahasiswa Di Era Covid-19, PMKRI Manado Adakan Diskusi

    test.petasulut.com/, Manado – Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Manado menggelar diskusi via online di Margasiswa PMKRI Cabang Manado, Senin ( 10/05/2021).

    Diskusi yang mengangkat tema Eksistensi Mahasiswa Di Era Pandemi Covid-19 dibuka langsung oleh Ketua Presidium PMKRI Manado Ignatius Andri Buanglera guna membahas peran mahasiswa dimasa Pandemi ini.

    Diskusi ini juga mengundang beberapa pemateri yang handal yakni, RD. Dismas Salettia, Pr ( Pastor Moderator KMK Kusuma), Michael Nainggolan, SH,MH,DEA ( Dosen Fakultas Hukum Unsrat, Senior PMKRI Manado), DR. Magdalena Wullur,SE,MM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat)

    Dalam diskusi tersebut Nainggolan Mengatakan, "Pendidikan bukan hanya tugas guru/dosen tetapi merupakan 1 sistem dengan peserta didik dan didukung oleh komponen di sekitar".

    "Belalajarlah bersama saling mendorong dan peduli dgan lingkungan, peduli dengan sesama dan saling mendoakan". Lanjutnya

    Sementara itu, Pastor Dismas melanjutkan "Situasi pandemi mengingatkan kita akan Pendidikan bukan hanya sekedar pengetahuan, melainkan juga pengalaman tetapi bagaimana cara memberikan dan cara membimbing siswa".

    "Tetap semangat menjadi mahasiswa untuk bertumbuh dan berkembang Jangan lupa berdoa karena kebijaksanaan sebagai manusia akan lebih baik kalau diminta kepada sumber kebijaksanaan". Ungkap Salettia

    Diakhir statmen Magdela Mullur menegaskan, "Eksistensi Pendidikan bagaimana kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Dari kita belajar kita dapat memotivasi orang lain". (Gabri)

  • Bahas Arah Gerak Mahasiswa, Tematik Komunitas Ruang Kritis Adakan Diskusi

    test.petasulut.com/, Manado — Tematik Komunitas Ruang Kritis mengadakan diskusi di Asrama mahasiswa Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (8/5/2021).

    Diskusi yang mengangkat tema melihat arah gerak mahasiswa di masa Pandemi Covid-19, menghadirkan pemateri yakni mantan aktivis mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Reinaldo Rumlus.

    Sementara itu, moderator diskusi Frengky Toeng mengatakan bahwa arah gerak mahasiswa di masa pendemi Covid-19, semua tergantung kesadaran dari ma
    hasiswa sebagai remot control eksistensi pendidikan di indonesia.

    "Dengan dilakukan diskusi seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak terlalu larut dalam zona nyaman saat pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir," kata Frengky Toeng.

    "Eksistensi dari mahasiswa harus dipertahankan walau dalam keadaan seperti apapun itu". Lanjutnya

    "Kami mengajak semua mahasiswa maupun elemen pemuda agar tetap melakukan hal positif bagi kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya.

    Sementara itu salah satu peserta diskusi Amandus Ahmori Yumte mengatakan sangat berterimakasih dan berapresiasi dengan diadakanya kegiatan diskusi ini.

    "Dengan adanya kegiatan ini, kita sebagai mahasiswa dalam arti kaum intelektual bisa belajar dan bisa menambah cakrawala berpikir, sehingga segala sesuatu yang tidak benar dapat kita benarkan," ujar Suva sapaan akrab Amandus Ahmori Yumte.

    Lebih lanjut, Suva menambahkan kegiatan ini bukan hanya sebatas membuka cakrawala berpikir tetapi juga bisa membangun tali persaudaraan sesama anak bangsa untuk saling belajar.

    "Satu kata yang harus diingat bersama, kalau bukan kitorang sapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," tandasnya.

    Sementara itu Narasumber menyampaikan banyak apresiasi kepada Komunitas ini.

    "Saya sangat memberikan apresiasi kepada teman-teman mahasiswa, dimana walaupun dimasa pandemi ini mereka selalu melakukan hal yang baik".

    " Mahasiswa seharusnya berpikir kritis, artinya kritis untuk diri sendiri dan kritis untuk kemajuan kita sebagai anak bangsa". Tutupnya.

    Diskusi ini dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

    ( Gabri )

  • Pengurus KBK Paroki Yesus Gembala Yang Baik DiLantik

    test.petasulut.com/, Manado – Setelah mengadakan pertemuan penentuan pengurus Kaum Bapa Katolik Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea Manado, akhirnya dilantik pada oleh Pastor Paroki Melku Pantouw. Pr pada saat misa syukur di Gereja Yesus Gembala Yang Baik Wanea. Minggu, ( 09/05/2021). Pagi

    Saat menyampaikan Renungan Pastor Melky yang menegaskan tentang Cinta kasih yang tulus dalam tugas dan karya,
    “Dalam upaya untuk berkarya kita perlu menyadari kasih Tuhan yang amat besar dalam hidup dan kelanjutan kepengurusan KBK ini”. Ungkap Pastor Melky.

    Disisi lain, Ketua KBK Mayor Vence Mamarodia mengajak semua untul bergerak bersama seturut dgn apa yang menjadi semboyan KBK yakni Pro Familia Ecclesia Et Patria.

    “KBK harus menjadi tiang yang mambentengi rumah besar bersama seluruh keluarga, dan umat menuju kepada semakin banyaknya orang yang dekat dengan Tuhan”.Tegas Mamarodia

    Sementara itu Ambrosius Loho, yang juga merupakan bagian dari kepengurusan KBK Paroki YGYB Wanea Manado mengatakan, “dengan dilantiknya kepengurusan ini, yang terpenting bukan bertanya apa yang KBK atau gereja berikan kepada kita (Kaum Bapak katolik),tetapi bertanyalah apa yang kita buat untuk gereja Bangsa dan Tanah Air”.

    “Belajar dari pesan pendahulu yang pernah mengatakan hal yang sama tapi untuk bangsa dan negara. Kunci utamanya adalah dengan semangat pelayanan dan kasih seperti Tuhan, mari torang bergerak bersama dalam karya san bukan sekedar kata. Lanjutnnya

    Kegiatan pelantikan ini dihadiri juga oleh pengurus KBK Keuskupan dan Kevikepan Manado, sebagai tanda kehadiran dan dukungan maksimal untuk setiap kegiatan kaum bapak katolik di Keuskuoan manado maupun di Kevikepan Manado. (Gabri)

  • Tingkatkan Kualitas, Polimdo Kembali Gelar Pameran DSBG

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka pengembangan penguasaan kompetensi guna menjawab permasalahan struktur secara komprehensif, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar pameran ‘desain struktur bangunan gedung’ (DSBG) terbuka secara umum,

    Pergelaran itu bertempat Lobby Utama Gedung Kuliah Terpadu Polimdo, Rabu-Kamis, (05-06/05/2021), Pukul 08:09-16:00 Wita.

    Terpantau Media, pelaksanaan Pameran DSBG tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    Pameran DSBG sudah menjadi program tahunan dari perguruan tinggi Polimdo yang digelar oleh Jurusan Teknik Sipil khususnya mahasiswa semester 8, Diploma-4, Prodi kontruksi bangunan gedung (KBG) dengan dosen pembimbing: Dian Puspita Sari, ST.M.Arc, Cynta Tendean,ST.MT, Olivia Moningka,ST, M.Arc dan Ir. Julius E. Tenda MT.

    “Pameran DSBG ini sangat didukung oleh Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA. Dimana, pelaksanaan pemeran ini sebagai pendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang mengarah pada penguasaan kompetensi dari calon lulusan sarjana terapan yang memiliki kemampuan untuk menjawab permasalahan struktur secara komprehensif,” ungkap Julius.

    Ada banyak pengetahuan serta manfaat yang akan didapatkan oleh peserta pameran DSBG ini.

    “Pengetahuan yang akan mereka dapatkan yaitu mengetahui masalah kekuatan struktur bangunan, konsep desain hingga jumlah anggaran yang diperlukan,” tuturnya.

    Bangunan pada pameran DSBG berbentuk persegi, bujur sangkar dan L,T,U,H. Adapun bangunan 7 hingga 10 tingkat ditampilkan seperti Hotel, Rumah Sakit, Kantor, Mall, Sekolah, Apartemen dan Rumah Susun.

    “Pameran didalamnya juga ada unsur kompetisi dimana setiap kelompok harus serius melayani para pengunjung dalam proses tanya jawab, dikarenakan setiap pengunjung akan memberi penilaian terhadap kualitas buku dan maket yang dibuat oleh 85 mahasiswa ini, yang terbagi menjadi 20 kelompok,” ucapnya.

    “Untuk itu, Kami sebagai dosen pembimbing mengajak orang tua dari peserta pameran DSBG ini untuk datang melihat karya dari anak-anak mereka serta bisa menilainya. begitupun dengan Alumni Polimdo untuk bisa hadir agar bisa bertukar ilmu serta memberikan masukan kepada peserta yang ada, mari sama-sama saling membangun dan meningkatkan kualitas Polimdo yang lebih baik kedepannya. Adapun pengunjung yang sangat diharapkan dapat mengambil bagian di Pameran DSBG ini terdiri dari Pimpinan Polimdo, Pimpinan Jurusan, Dosen, Mahasiswa dan Pegawai,” jelasnya.

    Julius pun berharap, dimasa yang akan datang kegiatan seperti ini sebaiknya digelar secara terpadu diikuti oleh semua jurusan yang ada di Perguruan Tinggi Polimdo sebagai agenda institusi dengan menampilkan ciri khasnya dari setiap jurusan atau Prodi yang ada.

    Sedangkan salah satu peserta pameran DSBG, Isabella Tengkue saat diwawancarai mengatakan, banyak hal yang didapatkan pada pembelajaran ini.

    “Pada pameran ini kami mendapatkan banyak pengetahuan baik pembuatan maket hingga buku dengan adanya perencanaan penyusunan kekuatan struktur bangunan, konsep desain hingga penganggaran yang betul-betul baik,” pungkasnya.

    Lanjut dia, pembuatan maket hingga buku ini memakan waktu satu hingga dua bulan, untuk anggaran yang dihabiskan perorangan 200 ribu, dimana setiap 1 kelompok ada 4 orang, jadi ke 4 orang tersebut patungan untuk membuat maket dan buku, dan itu kami kerjakan sambil dibimbing oleh dosen-dosen terbaik.

    (ABL)

  • Paska Banjir SMP Mikael Dibangun Kembali Umat Paroki Rike dan Kodim Manado

    test.petasulut.com/, Manado – Pembangunan kembali fondasi sekolah SMP Katolik Mikael Manado paskah bencana banjir awal Tahun lalu dilakukan oleh Umat KBK Rike dan Kodim Manado, Selasa, (27/04/2021).

    Menurut Pastor Melky Pantow Pr, Selaku Pastor Paroki Rike mengatakan, Pembangunan tersebut dilakukan karena dampak dari bencana pada awal tahun 2021.

    "Karena salah satu bagiannya (tanggul) mengalami tanah longsor, maka kami mengambil inisiatif untuk membangun kembali sekolah sebagai tempat atau wadah pembelajaran bagi para siswa – siswi dikota manado". Pungkasnya

    Hal ini mendorong Inisiatif juga dari Ketua Kaum Bapa Katolik Rike, Umat Paroki Rike yang turut membantu Kami dalam pembangunan kembali sekolah ini.

    Tidak hanya itu bantuan dan inisiatif juga datang dari Kodim Merdeka yang di fasilitator langsung oleh Mayor Vence Mamarodia.

    Dalam keterangannya pastor Melky menjelaskan, Kegiatan ini telah berlangsung selama kurang lebih sebulan terakhi.

    “Kegiatan ini sudah berjalan selama sebulan terakhir, dan ini dalam proses finishing”.

    “Dari fakta ini, yang terpenting adalah bahwa membangun fondasi paling tidak sama dengan membangun kekuatan iman setiap umat beriman”. Lanjut Pastor Melky

    Dengan gerakan bersama, semua umat telah bersama-sama bekerja untuk bisa membuat kondisi bangunan sekolah ini dipastikan aman. Harapnya

    Akhirnya satu hal yang penting lain adalah, jika kita bekerja bersama, tentu mendapatkan hasil yang diinginkan, walaupun dengan keterbatasan kita.

    Diakhir kata pastor Melky mengatakan bahwa umat paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike akan terus berjuang mempertahankan fondasi Iman daalam upaya agar kita semakin dekat dengan Tuhan dalam segala Karya dan pekerjaan. ( Gabri )

  • KBK Rike Adakan Rapat Pembentukan Pengurus Baru

    test.petasulut.com/, Manado – Kaum Bapa Katolik ( KBK ) Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike mengadakan Rapat Pembentukan anggota yang berlangsung di Aula Paroki YGYB Rike. Selasa,(27/04/2021).

    Kegiatan yang di pimpin oleh Bpk. Mayor Ventje Mamarodia ini pada akhirnya telah menyusun kepengurusan periode yang akan berjalan dan akan dilantik pada Minggu tanggal 9 Mei 2021,Mendatang.

    Menurut Ambrosius Loho, Menjadi pemimpin atau orang yang dipimpin, tentu dituntut pemberian diri.

    "Menjadi pengurus sebuah kelompok, organisasi atau dalam gereja Katolik dikenal dengan kelompok kategorial juga mengedepankan pemberian diri dan pelayanan untuk semua orang (umat). Ungkapnya

    Ia menjelaskan, dengan adanya semboyan Pro Familia Et Patria ( Demi Gereja dan Tanah Air) merupakan pemberian dari Mgr. Soegijapranata ini menjadi dasar dari semboyan KBK ini. Lanjutnya

    "Jika kita menelaah latar belakang tentang semboyan ini ada kata Familia, (keluarga) sebagai tempat paling pertama seseorang hidup dan berkembang, yakni keluarga". Lanjutnya.

    "Berpijak dari sinilah, Kaum Bapak Katolik tentu terus berjuang untuk menjadi sosok pribadi untuk keluarga, gereja dan tanah air".

    “Maka dalam penyusunan pengurus ini, tentu spirit itu menjadi penuntun bagi siapa saja yang ditempatkan disetiap posisi dalam kepengurusan”, Tegasnya.

    “Maka dengan semangat pro familia ecclesia et patria, semoga kaum bapak katolik terus berperan aktif dan tugas dan tanggung jawab dalam keluarga, untuk memajukan gereja dan mengisi karya bagi masyarakat”, Harapnya.

    Menjadi teladan seturut Teladan Yesus Kristus sang pemimpin sejati, kiranya kaum bapak bisa menjadi panutan dalam tugas dan karya. Tutup Ambrosius Loho yang merupakan seorang pegiat Filsafat Estetika dan Dosen Unika Della Sale Manado ini. ( Gabri )

  • Jaga Ekosistem Bawah Laut, Seasoldier Sulut lakukan transplantasi karang di Pantai Malalayang

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka terus menjaga dalam melestarikan ekosistem bawah laut, Seasoldier Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar aksi transplantasi karang di Pantai Malalayang, Kota Manado, Sabtu (24/04/2021).

    Seasoldier Sulut mengambil nama ‘Coral Soldier’ dengan slogan yang dipakai dari bahasa Manado yakni ‘Torang Brani Jaga Karang’ sebagai bentuk kepeduliannya akan salah satu ekosistem bawah laut.

    Terpantau media, 20-an anggota Seasoldier Sulut yang hadir pada kegiatan ‘Coral Soldier’, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Terumbu karang banyak fungsinya, kali ini tanggapan dari salah satu anggota Seasoldier Sulut, Nadya Kakunsi saat diwawancarai, Senin (26/04/2021). Ia mengatakan, salah satu fungsi terumbu karang buatan (artificial reef) yaitu untuk menciptakan ekosistem baru bagi biota laut yang diantaranya adalah rumah bagi ikan dan krustasea laut.

    Pada hari pertama diletakkannya struktur Seasoldier Sulut di dasar laut, sudah ada beberapa ikan terumbu yang datang dan berdiam di dalam struktur.

    “Ikan terumbu yang berdiam di struktur ini ada 3 jenis yakni ikan Kepe-kepe (Butterfly Fish) _Chaetodon Kleinii_ dari family Chaetodontidae dan 2 jenis lainnya yaitu _Thalasoma lunare_ dan _Cheilinus trilobatus_ , dari family Labridae” jelasnya.

    Sedangkan ketua penyelengara ‘Coral Soldier’, Gerry Tintingon menambahkan, kegiatan ‘Coral Soldier’ tujuannya untuk merehabilitasi serta mengembalikan fungsi ekologi terumbu karang, ada pun tujuan lainnya adalah sebagai objek wisata bawah air, menambah tutupan karang, dan ini juga bentuk kepedulian Seasoldier Sulut terhadap ekosistem terumbu karang.

    Bukan itu saja, Seasoldier Sulut menggelar kegiatan ‘Coral Soldier’ guna membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya terumbu karang, dari segi edukasi melalui pamflet maupun aksi nyata yang diperlihatkan diakun sosial media Seasoldier Sulut baik Facebook (Seasoldier Sulut) maupun Instagram (@Seasoldier_Sulut).

    “Ada 50 fragmen karang yang telah kami transplantasi pada struktur Seasoldier Sulut, kiranya semuanya bisa bertumbuh dengan baik. Dengan aksi ini, ia mengharapakan kedepannya makin banyak yang perduli akan ekosistem terumbu karang,” tutur Gerry.

    (ABL)