Category: Press Release

  • Oi, TSM Dan LPA Berkolaborasi Lakukan Aksi Kemanusiaan di Bulan Puasa

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka membangun kembali budaya Gotong Royong dan Saling membantu antar sesama, sekelompok komunitas menggelar aksi kemanusiaan secara kolaborasi di bulan puasa.

    Komunitas yang terlibat Kolaborasi ini diantaranya, Torang Slankers Manado (TSM), Oi Manado, Oi Sangihe dan lintas pecinta alam (LPA) Sulut, Minggu (25/04/2021).

    Aksi kemanusiaan ini bertemakan ‘Torang samua basudara, bersatu dalam damai’. Dan kegiatan yang dilakukan adalah anjangsana ke Panti Asuhan Al-Furqan dan penderita kanker kelenjar getah bening.

    Bukan ajang sana saja dilakukan, melainkan  pembagian takjil bagi yang berbuka puasa di dua lokasi yaitu Taman Kesatuan bangsa (TKB) dan pertigaan Singkil, dan ditutup dengan buka puasa bersama yang digelar di Cafe SAN’S.

    “Aksi ini dalam rangka membangun silahturahmi kita antar komunitas dengan hal-hal bersifat amal,” ungkap Adam Hakim selaku koordinator kegiatan kolaborasi antar Komunitas ini.

    Ia menambahkan, kegiatan Anjangsana dilakukan di panti asuhan Al-Furqan Palaes dan kawan Clif Posumah yang saat ini sedang melawan penyakit kanker getah bening.

    “Kiranya apa yang kami berikan bisa membantu dan meringankan beban dari pihak Panti asuhan Al-Furqan dan Clif Posumah,” jelasnya.

    “Sedangkan pembagian takjil kepada saudara kita yang akan berbuka puasa sebanyak 500 paket, 400 paket kue dan air meneral sedangkan 100 paket sisanya bubur ayam, untuk pembagiannya dibagi di dua lokasi, ada di TKB dan pertigaan singkil, kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Cafe SAN’S yang berlokasi di Wonasa Kapleng ,” tuturnya.

    Sedangkan Clif Posumah penderita kanker getah kelenjar bening mengungkapkan, rasa terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah berkunjung dan membantu kebutuhan dan perobatan. “Makasih buat semua pihak yang mau membantu, sekali lagi banyak terimakasih, Tuhan memberkati,” ujarnya.

    Terpantau media, yang tergabung dalam LPA Sulut ada KPAB Vulcanik,  KPAT Antariksa, KPA Geplak, KPalang, KPAT Antlantik, KPA Ampala dan KPPA Tarantula Adventure.

    (ABL)

  • Marijo Belajar Gelar FSO 3, Wamen LHK dan Bupati Minut Beri Dukungan Penuh

    test.petasulut.com/, SULUT – Komunitas Marijo Belajar pusat menggelar Festival seminar online Part 3 (FSO 3) selama 4 Hari, Senin- Kamis (19-22/04/2021).

    Pergelaran itu dilakukan dalam rangka memperingati hari Bumi 22 April 2021.

    FSO 3 ini bertemakan ‘Save Our Earth’ dengan mengunakan aplikasi Zoom dan YouTube. Tak kalah menarik pula pemantik-pemantik yang terlibat pada FSo 3 ini,  diantaranya, Prof. Dr. Arrijani, M.Msi, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si, Dr. Ir. Mahawan Karunisa, MM, Stephen Tuwaidan, S.Sos,M.Si.

    Kemudian juga ada, FX A. Ari Laksono, S.T., M.Sc, Monica Khonado, Samuel L. Opa, S.Kel., M.Si dan Ahmad Baihaqi, M.Si.

    Kegiatan ini pula didukung penuh dan dihadiri serta berkesempatan memberi sambutan dari wakil Mentri (Wamen) LHK, Dr. Alue Dohong dan Bupati Minahasa Utara, Joune J. E Ganda, S. E.

    “Saya berharap komunitas Marijo Belajar bisa membantu meningkatkan kesadaran, maupun kapasitas masyarakat dalam rangka membantu pemerintah mengurangi penggunaan sampah plastik, sehingga secara tidak langsung akan mengurangi polusi plastik dilingkungan kita sekitar,” jelasnya.

    Begitupun Joune Ganda selaku Bupati Minut memberikan pesan kepada pengurus Komunitas Marijo Belajar dan peserta pada FSO 3.

    “Tanggungjawab kita bersama dalam menjaga Bumi, untuk itu perlu komitmen kita bersama dalam menjaga dan merawat lingkungan kita apalagi komunitas Marijo Belajar sebagai penyelenggara.” Kata JG.

    Bupati Minut Joune Ganda pun terlihat menghadiri sekaligus mendukung kegiatan ini

    Pada kesempatan itu pun, Founder Marijo Belajar Meinagustia Ngangi saat diwawancari, Kamis, (22/02/2021), melalui via WhatsApp. Ia mengatakan, dengan terselenggaranya festival online dengan tema ‘Save Our Earth’  ini,  kiranya masyarakat luas yang ada di Bumi ini bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kelestarian lingkungan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui betapa pentingnya menjaga dan memelihara bumi agar terhindar dari segala bencana alam yang ada.

    Ia menambahkan, jika Bumi sehat, maka  manusia yang ada akan selamat.

    Senada dengan Meinagustia, CoFounder Komunitas Marijo Belajar, Vicky V. Manangkalangi menyampaikan, semoga FSO 3 yang diselenggarakan kali ini dapat memberikan informasi, edukasi serta mampu mendorong manusia untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

    Sedangkan salah satu  peserta yang ikut FSO 3, Angeline Clara Tarima mengungkapkan, FSO 3 ini sangat menarik perhatian, apalagi pembelajarannya mengenai bagaimana perkembangan alam yang memprihatinkan.

    “Dari materi-materi yang saya ikuti dari beberapa sesi FSO 3 ini, saya pun tertarik menjaga dan merawat alam ini, serta tidak berlebihan memanfaatkan hasil alam yang ada,” tambahnya.

    (ABL)

  • UPT BP2MI Manado Rapat Koordinasi Dengan Pemkot Tomohon Bahas Penempatan PMI ke Luar Negeri

    test.petasulut.com/, SULUT – UPT BP2MI Manado dan pemerintah kota Tomohon mengadakan rapat koordinasi dalam rangka membahas kesepakatan bersama yang akan dilakukan antara pemerintah kota Tomohon dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kamis (22/4).

    Dalam rapat yang diadakan di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Tomohon ini, Hendra Makalalag menyampaikan perihal rencana strategis dari UPT BP2MI Manado untuk meningkatkan penempatan CPMI profesional pada beberapa jabatan yang ada di luar negeri khususnya di negara Jepang.

    “Saat ini Jepang sedang membuka peluang kerja di 14 sektor pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja sebanyak 345.150 orang dengan gaji mulai dari Rp. 20 jutaan per bulannya. Namun yang saat ini bisa diisi oleh pekerja asal Indonesia adalah di sektor perawat lansia, pertanian, industri pelayanan makanan, dan industri pengepakkan makanan dan minuman karena saat ini ke-4 industri ini yang sudah ada tesnya di Indonesia” jelas Hendra.

    Hendra juga menyebutkan bahwa kedepannya 10 sektor pekerjaan yang lain juga akan dapat diduduki oleh pekerja asal Indonesia.

    “Kedepannya 10 sektor pekerjaan yang lain juga pasti dapat diisi oleh PMI, kami tinggal menunggu tesnya dibuka di Indonesia” ujar Hendra.

    Tak hanya itu, Hendra juga mengatakan persyaratan untuk bekerja di Jepang sebenarnya cukup mudah.

    “Calon pekerja hanya cukup memenuhi beberapa persyaratan yaitu minimal berusia 18 tahun, memiliki ijazah SMA/SMK, memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4, dan lulus dalam ujian sertifikat kemampuan sesuai sektor yang dilamar. Nah, untuk pelatihan bahasa dan kemampuan, sesuai dengan UU nomor 18 tahun 2017, harusnya menjadi tugas dan tanggung jawab dari pemerintah daerah. Untuk itulah ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman untuk menunjukkan komitmen dari pemerintah daerah untuk melaksanakan apa yang sudah di amanatkan oleh UU ” jelas Hendra.

    Di temui di tempat penyelenggaraan acara, Pj. Sekda Tomohon Jemmy Ringkuangan mengatakan bahwa rapat koordinasi yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk melaksanakan amanah UU No 18 tahun 2017.

    “Kami mengundang pihak UPT BP2MI Manado hari ini untuk membicarakan mengenai nota kesepahaman antara BP2MI dan Pemkot Tomohon untuk mendorong penempatan PMI profesional dan terampil ke luar negeri khususnya ke Jepang. Ini adalah bentuk kerjasama yang baik lintas kelembagaan untuk melaksanakan amanah UU No 18 tahun 2017 tentang pelindungan pekerja migran Indonesia” tukas Jemmy.

    Lebih lanjut Jemmy juga menyebutkan bahwa dengan adanya nota kesepahaman ini, maka pemkot Tomohon dapat mengurangi tingkat pengangguran serta dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan warganya.

    “Kami sangat antusias dengan peluang kerjasama ini karena dapat membantu daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan. Untuk itu dalam waktu dekat ini kami akan segera untuk menindaklanjuti kerjasama penempatan antara BP2MI dan Pemkot Tomohon” tutup Jemmy.

    (ABL)

  • Kenang Sosok R.A Kartini, Ketua Marijo Belajar Sulut Ajak Perempuan Tunjukan Potensi

    test.petasulut.com/, SULUT – Setiap tanggal 21 April diperingati hari perempuan, dimana tanggal 21 April 1879 adalah kelahiran dari R.A Kartini.

    Raden Adjeng (R.A) Kartini, perempuan Bangsawan Jawa yang selalu dikenang akan perjuangannya.

    R.A Kartini adalah pahlawan Perempuan Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan perempuan salah satunya mendapatkan hak dalam dunia pendidikan.

    Rabu 21 April 2021, Bangsa Indonesia akan mengingat cerita dan perjuangan dari R.A Kartini semasa ia hidup. Dalam menyambut hari perempuan, beberapa tanggapan tentang R.A Kartini berdatangan.

    Kali ini, datangnya dari ketua Komunitas Marijo Belajar Sulut, Jessica Veronica Tarima.

    “Bagi saya R.A Kartini adalah sosok perempuan hebat yang memperjuangkan martabat dari kaum perempuan agar bisa mendapatkan kebebasan dan kesetaraan dengan laki-laki,” ujar Jessica, Selasa (20/04/2021).

    Ia menambahkan, berkat perjuangannya sehingga bisa merasakan persamaan derajat dan dapat melakukan peran-peran sosial secara luas.

    “Saat ini saya lebih mampu mengembangkan minat dan keinginan dengan bebas berekspresi sebagai bentuk perjuangan Kartini, serta mengikuti jejak Kartini untuk bisa menjadi perempuan yang hebat lewat pekerjaan saya sebagai salah satu pendidik yang bisa memajukan anak-anak Bangsa,” jelasnya.

    Jessica pun mengajak, untuk para perempuan hebat dimana pun berada.

    “Mari kita tunjukkan potensi yang ada dalam diri kita sebagai bentuk apresiasi kepada pejuang kaum perempuan, sekaligus mengembangkan jati diri kita menjadi seorang perempuan yang lebih bermartabat dan berguna bagi perkembangan dimasa kini,” Pungkasnya.

    (ABL)

  • Membentuk Karakter Muda. Polres Sangihe melakukan Hal Ini.

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam membentuk karakter dan sifat generasi muda, Polres Kepulauan Sangihe melaksanakan program “Polisi Mengajar”, Jum’at (16/04/2021) pagi.

    Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 5 Sekolah menengah yang berada di Tahuna yakni, SMP Negeri 1 Tahuna, SMP Negeri 2 Tahuna, SMP Negeri 3 Tahuna, SMP Negeri 4 Tahuna dan SMP Negeri 5 Tahuna.

    Seperti yang dilansir Tribratanews.com Kasubbag Humas Polres Kepulauan Sangihe AKP Jakub Sedu, mengatakan, materi yang disampaikan kepada para pelajar adalah pencegahan radikalisme dan terorisme sejak dini.

    “Program Polisi Mengajar ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Polres Kepulauan Sangihe dengan Dinas Pendidikan, sekaligus sebagai kepedulian jajaran Polri dalam membentuk karakter, sifat, dan watak generasi muda,” jelas AKP Jakup Sedu.

    Sementara itu Kepala SMP Negeri 3 Tahuna Johanis Gunena, mengapresiasi program Polisi Mengajar ini.

    “Terima kasih kepada Polres Kepulauan Sangihe yang telah peduli kepada para pelajar sebagai generasi muda penerus pembangunan bangsa. Semoga program ini bisa dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

    Sementara untuk mengajar di sekolah tersebut, hadir Wakapolres Sangihe dan pejabat Polres lainnya yang ikut ambil bagian.

    Wakapolres Kepulauan Sangihe Kompol Ferry Manoppo, mengajar di SMP Negeri 1 Tahuna. Kemudian Kasatreskrim Iptu Jesli Hinonaung di SMP Negeri 2 Tahuna, Kasatbinmas AKP Novie Latuni di SMP Negeri 3 Tahuna, Kasatresnarkoba Iptu Juknais Katiandagho di SMP Negeri 4 Tahuna, serta Aiptu La Jemi di SMP Negeri 5 Tahuna.

    kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
    (*/Gabri)

  • Marijo Belajar Region Sulut Terbentuk, Veronica: Tetap Fokus Menjadi Yang Terbaik

    test.petasulut.com/, SULUT – Pengurus dan
    Komunitas Marijo Belajar Region Sulut akhirnya terbentuk, Jumat (14/04/2021).

    Terbentuknya komunitas Marijo Belajar Region Sulut dibuktikan dengan pelantikan secara virtual oleh Pengurus Marijo Belajar Pusat.

    kepengurusan Marijo Belajar Region Sulut periode 2021/2022 yang baru dilantik diantaranya, Ketua Jessica Veronica Tarima, S.Pd, Sekertaris Gracia Sumayku dan
    Bendahara Glorya Lensun.

    Adapun divisi beserta anggotanya yang baru dilantik yaitu, divisi Event dan Program: Armando G. Mantik, S.Th, Thessalonica Wowor, Angelina Umboh, divisi Public Relation: Meggy Supit, Jullya Salawati, Erza Sampebua, sedangkan divisi Jurnalis: Meikel Pontolondo, Brigitta Tampi,
    divisi Multimedia: Linda Mende dan Jeane Parera.

    Setelah dilantik, Ketua Marijo Belajar Regional Sulut, Jesica Veronica Tarima mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pengurus Marijo Belajar Pusat yang memberikan kepercayaan akan dirinya dan teman-teman.

    “Makasih buat pengurus Marijo Belajar Pusat yang mempercayakan saya dan teman-teman untuk bisa menjadi pengurus Marijo Belajar Region Sulut periode 2021/2021 ini,” ujarnya.

    “Kami pengurus Marijo Belajar Region Sulut masih membutuhkan bimbingan dari pengurus pusat terkait program-program yang kedepannya akan kami jalankan. Kami akan berusaha menjadi yang terbaik agar tujuan dari visi dan misi komunitas ini bisa tercapai,” tutur Veronica.

    Pada kesempatan yang sama, Founder Marijo Belajar Meinagustia C. Ngangi memberikan apresiasinya untuk pelantikan komunitas Marijo Region Sulut dan Sulteng.

    “Saya mengapresiasi pengurus dengan adanya pelantikan 2 Regional Marijo Belajar Sulut dan Sulteng, dan saya pribadi mengucapkan banyak selamat bagi ketua, sekretaris dan Bendahara serta anggota yang sudah dilantik,” jelasnya.

    Ia pun berharap, kepemimpinan dan anggota Marijo Belajar di Region Sulut dan Sulteng berkembang dan menghasilkan aksi nyata untuk Indonesia.

    “Saya meminta kepada pengurus yang baru dilantik untuk mampu mengayomi satu dengan yang lainnya. Apa arti kepemimpinan jika tidak dijunjung dengan keanggotaan yang baik. Saya pun berharap pengurusan di 2 Region ini menerapkan rasa pengertian dan saling menghormati, jika kita satu sama lain pengertian pasti tidak akan ada perselisihan,”ujarnya.

    Sebagai generasi ditengah kemajuan global. Intinya semua mengutamakan kasih di atas segalanya.

    “Mari kita berjuang bersama dan bawah Komunitas Marijo Belajar bermanfaat dan dikenal oleh Masyarakat Indonesia,” ajaknya.

    Sejarah dari Komunitas Marijo Belajar

    Marijo Belajar adalah terdiri dari dua bahasa diantaranya, Marijo dari bahasa Manado tandanya ajakan, sedangkan Belajar diambil dari bahasa Indonesia yang baik.

    Komunitas Marijo Belajar dibentuk oleh Founder Meinagustia C. Ngangi dan Co-Founder Vicky Victor Manangkalangi pada 5 Juni 2020 ini. Keduanya berlatar belakang pendidikan Sarjana Biologi, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Manado (Unima).

    Komunitas Marijo Belajar terbentuk ditengah tamu Covid-19 melanda dunia. Terbentuknya komunitas ini sebagai wadah pembelajaran yang memanfaatkan berbagai sosial media baik Instagram, Facebook maupun YouTube. Dan setiap anak muda dan masyarakat pada umumnya bisa mengikutinya.

    Ajakan yang sontak dari Komunitas Marijo belajar ini, agar anak-anak muda di Indonesia bisa membangun kepercayaan akan dirinya bahwa dia mampu dengan kemampuannya untuk membangun dan membentuk Indonesia ini lebih baik. Marijo Belajar mendorong anak muda berani keluar dari zona nyaman.

    Marijo Belajar memiliki visi sebagi Platfrom edukasi yang memberikan wadah bagi generasi muda yang produktif dan inovatif sehingga tercapainya target SDGs 2030. Sedangkan misi yakni memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan.

    Keanggotaan dan relawan Marijo Belajar sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

    (ABL)

  • Peduli Lingkungan Hidup. GenBI dan Bank Indonesia KPW SULUT Deklarasikan Bersih Indonesia

    test.petasulut.com/, SULUT – Ditengah pandemi Covid-19 ini tidak membuat masyarakat bahkan para anak muda untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar.

    Hal ini nampak oleh para Generasi Baru Indonesia (Bank Indonesia KPW Sulut) yang mengadakan kegiatan dengan tema bersih Indonesia.

    Kegiatan bersih pantai sekaligus deklarasi jaga kebersihan pantai dilakukan di pantai Batu Angus, Bitung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 10 April 2021.waktu lalu

    Menurut Serjio Saeh ketua devisi development GenBI Sulut menjelaskan, Kegiatan Bersih Indonesia tersebut mengajak seluruh masyarakat agar dapat meningkatkan kepedulian dengan kebersihan di seputaran pantai.

    Selain itu Lanjut Serjio, kegiatan bersih pantai sekalian mendeklarasikan “Jaga Kebersihan Pantai".
    Kegiatan ini juga merupakan suatu kegiatan positif bagi masyarakat terlebih khusus kaum milenial untuk menjaga kebersihan pantai.

    Diharapkan juga melalui kegiatan tersebut dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk dapat berkunjung ke Sulawesi Utara terlbih khusus pantai Batu Angus,Bitung, dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan daerah dan pendapatan dari masyarakat seputaran batu Angus. Tutupnya

    Dilain sisi Arbonas Hutabarat Mengatakan, Kegiatan Bersih Indonesia diharapkan dapat menjadi dasar bagi semua masyarakat menigkatkan kualitas sadar wisata bagi seluruh masyarakat khususnya Sulawesi Utara, karena mengingat Sulawesi Utara sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas yakni KEK LIKUPANG, ucap Arbonas.

    Deklarasi tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat, jajaran pimpinan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Ketua Divisi Social and Community Development Serjio Saeh dan perwakilan dari GenBI Sulut.
    (Gabri)

  • Budidaya Ikan Lele Menjadi Potensi Usaha di Masa Pandemi Covid-19

    Penulis: Agustinus Rumimpunu SPi

    test.petasulut.com/, Manado, — Sektor perikanan budidaya masih cukup menjanjikan di tengah masa pandemi Covid-19.

    Salah satu komoditi unggulan adalah ikan lele (Chlaros) yang layak dijadikan usaha bagi semua kalangan. Selain sederhana dalam pemeliharaan, ikan lele juga berpeluang mengasilkan income keuntungan.

    Jenis ikan lele sangkuriang saat ini di kembangkan kelompok usaha bididaya makasudu di area Mapanget, Paniki bawah dengan perincian perkiraan sekitar 3 hingga 4 bulan dari kategori larva (benih) sudah bisa mengasilkan sekilo 6 sampai 8 ekor.

    Ikan lele bisa dipelihara di dalam kolam beton, terpal bioflok atau kolam pekarangan sederhana. Selain itu, didalam ikan lele memiliki gizi yang cukup tinggi, terutama protein.

    Cara mengawinkan induk pun sederhana dengan kombinasi 2:2 yakni 2 jantan 2 betina atau 1:2 yaitu 1 jantan 2 betina.

    Dengan cara ini sudah bisa mendapatkan calon benih larva lele dengan metode secara alami atau vegetatif suntikan buatan.

    Dalam periode 3 hingga 4 bulan dari larva lele sudah masuk kategori siap konsumsi yaitu 1 kilogram 6 sampai 8 ekor.

    Kemudian dari pemberian makan pemeliharaan bisa berupa pelet apung, teripang ayam rebus dan cacing sutra untuk kategori larva.

    Sehingga sangat layak dijadikan usaha pengembangan budidaya ditengah pendemi Covid-19.

    Untuk mendapatkan ikan lele di area Manado bisa datang langsung di Mapanget Paniki, tepatnya di kelompok usaha pokdaken makasudu yang menjual ikan lele dengan beragam ukuran siap konsumsi.

    Pemeliharaan dan pembesaran ikan lele sangat sederhana untuk usahawan pemula mengingat komoditi lele termasuk ikan yang daya tahan tubuh kuat dalam pemeliharaan sulit terserang penyakit.

    Angka pemeliharaan hidup dari larva sampai dewasa termasuk bisa dipastikan aman.

    Dengan niat positif, tekun dan rajin, niscaya keuntungan kedepan cukup menjanjikan.

    Semangat berbudidaya perikanan.

    (*/Gabri)

  • Adakan Webinar, KKT 126 Posko 22 Unsrat Harap Masyarakat Tetap Produktif di Era Pandemi Covid-19

    test.petasulut.com/, MANADO – KKT126 Universitas Sam Ratulangi Manado Posko 22 Tikala mengadakan kegiatan webinar dengan mengangkat tema “Membangun resiliensi masyarakat menghadapi tantangan di era covid 19” Jumat,10/04/2021.

    Menurut Herman Pusung selaku koordinator posko,Tujuan pengangkatan tema ini untuk memberikan pengetahuan atau edukasi kepada masyarakat agar tetap maspada terhadap dampak ekonomi dimasa covid-19 ini.

    Lanjut Pusung, Tema tersebut merupakan tema dari KKT 126 yang merupakan respon dari pihak kampus untuk pembangunan berkelanjutan di era Covid ini.

    Penyebaran virus ini sudah setahun lebih melanda dunia khususnya Indonesia,, dimana banyak masyarakat yang mengalami dampak yakni kesehatan fisik dan juga mental.

    Pusung Menjelaskan, Masyarakat juga dihadapkan oleh perubahan tatanan kehidupan sosial, pemangkasan jumlah kariawan, bekerja dari rumah, dan sistim belajar jarak jauh.

    Berbagai hal tersebut menjadi penyebab banyak orang mengalami kesehatan mental seperti peningkatan kecemasan dan stres yang berefek pada prilaku yang tidak produktif.

    Tidak hanya itu, banyak orang terpaksa beradaptasi dengan realitas baru yang didominasi oleh ketakutan akan penyebaran virus covid 19. Tutur Pusung.

    Kegiatan di buka langsung oleh moderator sdr. Ignatius Andri Buanglera, kemudian dilanjutkan materi dengan metode kuliah aktif dibawakan oleh bapak Dr. Ir. James J. H. Paulus, M.Si juga selaku DPL di posko 22.

    Dalam materinya Dr. Ir. James mengatakan, bagaimana kita bisa mengkomposisikan kecerdasan kita baik itu spritual, intelektual, emosional dan physical agar bisa seimbang untuk bisa menghadapi pandemi covid 19 tersebut.

    “semoga dengan webinar ini masyarakat bisa produktif dalam segala aktifitas dan bisa cepat beradaptasi dengan realitas yang baru” tutup Andri Buanglera selaku moderator dan anggota dibidang Tematik posko 22 Tikala.

    Kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu program kerja dari posko 22 Tikala bidang tematik, yang dihadiri kurang lebih 34 partisipan dari kalangan mahasiswa via aplikasi zoom meeting.

    ( GABRI )

  • Pelantikan KNPI Sulut 9 April, Wagub Kandouw Dipastikan Hadir

    test.petasulut.com/, SULUT – Franciscus Enoch, SH dan beberapa unsur pengurus melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandow, Siang tadi, Rabu (7/4/2021), di Kantor Gubernur Sulut.

    Maksud audiensi tersebut, guna membicarakan terkait rangkaian pelantikan Jajaran pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin Rio Dondokambey pekan ini.

    Dalam kesempatan tersebut Wagub Sulut memastikan akan hadir dalam pelaksanaan pelantikan KNPI Sulut.

    Franciscus memberikan apresiasi yang mendalam kepada Wagub karena telah meluangkan waktu dengan jajaran KNPI.

    Menurut dia, ini bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kerja – kerja KNPI selama satu periode kedepan untuk  bersama – sama membangun Sulut.

    “Terima kasih pak Wagub. Ini menandahkan pemerintah juga ikut mendukung kepengurusan KNPI Sulut dibawa kepengurusan Rio Dondokambey,” kata Frans saat dimintai konfirmasi, Rabu (7/4/2021).

    Frans optimis kepemimpinan Ketua KNPI Rio Dondokambey dapat berkontribusi bagi kemajuan Sulut.

    Menurutnya pemuda merupakan tulang punggung bangsa dan Negara. Ada tanggung jawab yang harus kita laksanakan bersama.

    “Sulut pasti makin hebat. Ada banyak harapan bagi pemuda di Sulut, mari memnagun Sulut,”ajak mantan Ketau GAMKI Manado.

    Dijelaskan Frans, kedepan harapnya pemuda yang tergabung dalam kepengurusan KNPI Sulut mampu berelaborasi dan menjadi mitra pemerintah provnsi yang membangun.
    “Pemuda harus menjadi garda terdepan untuk memastikan warga Sulut mendapatkan keadilan dan kesejahtraan. Kami siap menjadi mitra yang baik bagi pemerintah,” kunci mantan Pengurus Pusat GMKI.

    Untuk diketahui, Pengurus KNPI Sulut Jumat 9 April akan dilantik oleh Ketum Noer Fajrieansyah, dan dihadiri oleh Wagub Sulut Steven Kandouw.

    (ABL)