Tag: 2021

  • Warga Tantang HILMAN Bekerja Ala Angouw-Sualang

    test.petasulut.com/, SULUT – Ada hal menarik dalam pergelaran Reses I tahun 2021 anggota DPRD Sulut, Hilman Idrus di Kelurahan Islam Kota Manado, Kamis (8/4/21) sore.

    Dimana, Idrus ditantang warga untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang menjadi keluhan masyarakat.

    Seperti persoalan banjir, sampah, perbaikan drainase sampai penggusuran pedagang pasar Tuminting.

    Seperti yang disampaikan Boham Kepala Lingkungan 4 Kelurahan Kelurahan Islam meminta Hilman dapat meneruskan perjuangan yang sudah ditunjukan mantan anggota DPRD Sulut dapil Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) yang kini terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.

    Menurut Boham, AA-RS selama menjadi wakil rakyat begitu peduli dalam memperjuangkan bahkan sangat cepat merealisasikan aspirasi masyarakat.

    ” Waktu lalu ketika pak Andre dan pak Richard melaksanakan reses di Kelurahan Islam, aspirasi kami langsung dijawab. Contohnya pengadaan lampu jalan dan air bersih sudah direalisasikan ”

    “Kami berharap pak Hilman harus lebih tajam dalam memperjuangkan aspirasi kami seperti yang dilakukan pendahulu- pendahulu yakni bapak AA dan RS, ” harap Boham.

    Menanggapi hal tersebut Hilman berkomitmen akan selalu mengawal semua harapan masyarakat kota Manado, terlebih saat ini sinergitas sudah terbangun antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Manado.

    Personil komisi IV ini optimis apa yang diharapkan masyarakat kota Manado pasti akan terlaksana dengan baik.

    ” Bulan Mei Walikota dan Wakil Walikota Manado terpilih AA-RS akan dilantik, seluruh program yang direncanakan insya Allah akan secepatnya dieksekusi dengan baik. Saya sebagai wakil rakyat Dapil Kota Manado pasti akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah baik yang ada di provinsi maupun kota Manado agar supaya terlaksana dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat apalagi AA-RS telah terpilih menjadi walikota untuk menata kota Manado menjadi lebih baik.” pungkasnya.

    (ABL)

  • KAPOJOS Reses di Kalawat, Sejumlah Aspirasi Disampaikan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka masa reses I tahun 2020, Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapojos menyambangi Warga Desa Kalawat, Minahasa Utara, jumat (9/4) siang.

    Dalam pertemuan itu, Warga kalawat menyampaikan sejumlah aspirasi ke Politisi PDIP Sulut tersebut.

    – Reimon Kodoati Meminta disetiap reses Anggota DPRD ada uang transport untuk warga. Serta meminta penerangan jalan dan dibuatkan paving.

    – Masyarakat jaga 4 dan 5 meminta pembuatan drainase serta mengenai masalah sampah karena ketika hujan sampah akan berserakan di jalan.

    –  masyarakat meminta lewat pemerintah desa untuk dapat melihat masyarakat ekonomi dibawah, untuk bisa mendapat bantuan PKH atau KIP atau bantuan lainnya dan juga meminta fasilitas pendukung untuk lapangan olahraga.

    – Rudi Solang Kepala Jaga 6 meminta adanya kereja orang meninggal karena jarak desa kalawat dan pekuburan lumayan jauh.

    -Syane Laihan dari Jaga 10 meminta adanya mobil sampah.

    -Mane Karakan dari PKK meminta bantuan alat catering.

    Menanggapi sejumlah aspirasi itu, Politisi Dapil Minut-Bitung itu mengatakan untuk uang transport warga nanti diusulkan di lembaga DPRD.

    “Terkait penerangan jalan, saya usulkan memakai penerangan jalan memakai prabayar pulsa. Nanti saya akan berbicara dengan Hukum tua Kalawat,” jawab BK.

    Perihal masalah air, BK mengusulkan agar dibuat bak air nanti untuk pembayaran penarikan airnya dibayar patungan. Jika warga setuju, dirinya akan membantu mengurusinya.

    “Terkait banjir, saya duduk di Komisi III DPRD Sulut yang selalu berhadapan langsung dengan pihak balai jalan. Nanti saya akan mendorong balai jalan untuk melakukan survey di desa Kalasan terkait hal ini,” kata BK.

    Untuk aspirasi kesejahteraan perangkat desa Kalawat, Berty berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Minut.

    “Minimal perangkat desa bisa mendapat UMP. Dan untuk permintaan ibu ibu PKK bantuan alat ketering, nanti membuat kelompok dan dibuatkan pengajuan bantuan ke Pemerintah Provinsi atau kabupaten,” kata Kapojos.

    “untuk drainase, Saya pasti akan perjuangkan karena itu berkaitan dengan komisi III. Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu yang adalah pejuang desa. Intinya semua aspirasi yang masuk, akan dibawa ke lembaga DPRD untuk diperjuangkan,” tutup Berty.

    Turut hadir, Hukum tua desa Kalawat Yolanda anita rawung.

    (ABL)

  • RUNTUWENE Reses di 3 Lokasi, Berbagai Keluhan Disuarakan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Hal itu pula dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Minsel-Mitra Stella Runtuwene.

    Dimana dirinya menyambangi tiga Desa kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Selasa (6/4/21).

    Tiga Desa yang disambangi Runtuwene yaitu Desa Pinaling, Ritey dan Desa Malenos Baru.

    Kedatangan wakil ketua komisi III ini disambut antusias warga yang ingin menyampaikan aspirasi untuk  diperjuangkan melalui lembaga DPRD.

    Sementara itu, Melky Sikape, warga Desa Ritey saat menyampaikan aspirasinya meminta pemerintah membangun jaringan air bersih untuk kebutuhan warga desa.

    Pria kelahiran Sangihe ini berharap agar pemerintah dapat membantu dengan membangun fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.

    ” Sudah 75 tahun Indonesia merdeka tapi kami masyarakat desa Ritey belum merdeka dari kesulitan air bersih, ” keluhnya.

    Hal lain disampaikan  Daud warga setempat yang berharap adanya bantuan pemerintah membangun fasilitas lapangan sepak bola di desa tersebut.

    ” Banyak anak muda di desa kami memiliki potensi di bidang olahraga namun sayangnya tidak ditunjang dengan fasilitas yang ada, ” ujar Daud.

    Di bidang kesehatan warga juga sempat menyinggung soal pelayanan kesehatan di RSUP Prof Kandow Manado yang dianggap tidak profesional.

    Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat mengantar kerabatnya ke Rumah Sakit tersebut.

    ” Persoalan sebenarnya sepele, waktu mau dilakukan tindakan di IGD,  perawat menyuruh kami menyiapkan sendiri silet untuk dipakai menangani saudara kami. Saya hanya heran masak rumah sakit besar tersebut tidak memiliki alat medis seperti itu, “ungkapnya.

    Sementara itu mayarakat Desa Malenos Baru berharap ada penambahan jaringan lampu jalan termasuk mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukan normalisasi sungai Rano Ritey guna mencegah terjadinya luapan air di musim hujan.

    Begitupun sarana air bersih, warga meminta agar bak penampungan air yang sudah ada dapat ditambah agar proses penjernihan air lebih maksimal.

    Hal senada juga diutarakan masyarakat desa Pinaling terutama berkaitan dengan pembangunan infrastrukur.

    Disisi lain Stella Runtuwene memberi apresiasi kepada masyarakat yang begitu antusias menyampaikan aspirasi bahkan kritikan bersifat membangun untuk kepentingan bersama.

    ” Terima kasih telah menyampaikan hal – hal yang menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan kepada pemerintah Provinsi melalui instansi terkait, ” ujarnya.

    Politisi NasDem ini bahkan  mendorong masyarakat untuk menyusun proposal terutama usulan pembangunan infrastruktur.

    ” Nanti akan saya sampaikan langsung ke instansi teknis, ” janjinya.

    Dalam kegiatan serap aspirasi yang ikut dihadiri pemerintah desa serta tokoh masyarakat, tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid 19.

    ” Saya mengajak kita semua untuk saling mengingatkan, saling menjaga dan tetap disiplin patuh pada protokol kesehatan, agar virus covid 19 ini kita bisa cegah demi kebaikan kita bersama, ” tutupnya.

    (ABL)

  • Reses di Talawaan, MJP: Minut Masuk 5 Daerah DSP, Ekonomi Rakyat Semakin Maju

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka masa reses tahap I tahun 2021, semua anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara turun kedapil masing-masing guna menyerap aspirasi masyarakat.

    Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan (MJP), dimana dirinya menyambangi masyarakat desa Talawaan, Minahasa Utara pada Selasa (6/4).

    Minahasa Utara yang menjadi bagian dari 5 besar daerah Destinasi Super Prioritas (DSP) disupport penuh oleh anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Melky Jakhin Pangemanan (MJP).

    Wakil rakyat asal Minahasa Utara – Bitung ini berharap dengan adanya hal tersebut Minahasa Utara semakin hebat, perekonomian rakyat makin berkembang dan daerah semakin maju tentunya.

    Namun, dirinya berharap ketika nantinya DSP ini terlaksana maksimal, masyarakat tidak melupakan kearifan lokal yang ada.

    “Ada daerah yang pariwisatanya berkembang, perekonomian rakyat makin baik tapi kearifan lokal mulai terkikis dan tidak dipertahankan lagi, dalam artian budaya mulai juga ditinggalkan,” Imbuhnya.

    Dirinya menambahkan agar nantinya, sebagai daerah yang mempunyai dampak yang besar dikarenakan DSP tersebut, Pariwisata bisa dikolaborasi dengan budaya lokal.

    “Saya berharap pariwisata boleh di kolaborasi dengan budaya,” Harapnya.

    Dirinya pun mengharapkan, pendidikan makin dikembangkan oleh masyarakat. Pendidikan berperan penting untuk kemajuan daerah.

    Masyarakat Talawaan Antusias mengikuti Reses Anggota DPRD Sulut, MJP

    Di sisi lain, pejabat hukum tua Ferdi Sambiran merespon positif kehadiran anggota DPRD Sulawesi Utara tersebut.

    ” Tentunya saya sangat memberikan apresiasi tinggi karena Desa Talawaan mendapat kehormatan dari pak Melky dengan melakukan reses di daerah ini,” Jelasnya.

    “Artinya dari pertemuan ini, kami masyarakat bisa memberikan usulan tentang perkembangan desa Talawaan,” Tambahnya.

    Dirinya pun berharap bahwa masukan-masukan bisa dibawa oleh anggota Komisi IV DPRD Sulut ini sehingga harapan dari masyarakat bisa terakomodir.

    “Bagi kami yang paling dibutuhkan adalah akses yang akan dibangun untuk pariwisata. Apalagi di Talawaan ada destinasi wisata Air Terjun Talawaan. Intinya kami berharap infrastruktur ini bisa terealisasi sehingga dapat menunjang Minahasa Utara dalam program destinasi super prioritas,” Harapnya.

    (ABL)

  • Reses di Ranotana, Penanganan Banjir Jadi Fokus AGUSTIEN KAMBEY

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Hal itu pula dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Kota Manado yakni Agustien Kambey.

    Dalam masa reses pertama di tahun 2021 ini, Kambey menyambangi Kelurahan Ranotana lingkungan 2 Manado, Senin (5/4) siang tadi.

    Dalam reses tersebut, salah satu warga, Novi Lumowa mengatakan bahwa setiap kali curah hujan tinggi warga diperhadapkan dengan bencana alam banjir, dan itu sudah berlangsung lama.

    “Warga di sini selalu diperhadapkan dengan banjir. Saya mewakili masyarakat Ranotana mengusulkan agar pemerintah buatkan Kanal untuk mengatasi banjir,” ucap Lumowa yang juga adalah Tokoh Agama.

    Pun lanjut Lumowa, pentingnya pembangunan Kanal di area itu karena banyak terdapat proyek vital.

    “Harus diprioritaskan karena dekat dengan Rumah Sakit Ratumbuisang, PLN dan POLDA Sulut,” tandas dia.

    Menanggapi itu, Agustien Kambey mengatakan akan mengusulkan kepada pemprov mengenai pembangunan Kanal.

    “Kebetulan saya duduk di Komisi III Bidang Infrastruktur dan akan mengawal terkait pembangunan kanal,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini.

    Dirinya pun setuju dengan pentingnya pembangunan kanal, mengingat lokasi itu dekat dengan RS. Ratumbuisang, Polda dan PLN.

    “Semoga saya bisa mewujudkan aspirasi-aspirasi ini,” tutup Kambey.

    Diketahui di reses itu terdapat juga aspirasi masyarakat yaitu, pembangunan drainase, jalan, Rumah Susun (Rusun) untuk masyarakat tak mampu juga bantuan lainnya yakni peremajaan mobil pengangkut sampah di TPA Ilo-ilo.

    (ABL)

  • Lowongan CPNS 2021, Ini Passing Grade Yang Harus di Penuhi

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Ditahun 2021 ini, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan pengumuman terkait dibukanya kembali lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di semua kementerian lembaga.

    Diketahui, dalam Tes Calon PNS 2021 telah menyediakan 1,3 juta lowongan dengan formasi lebih banyak tersedia di daerah daripada pusat.

    Dikutip dari Detikcom, Selain memenuhi ketentuan, lowongan CPNS 2021 hanya bisa diisi mereka yang lolos seleksi. Syarat lolos seleksi adalah memenuhi passing grade cpns 2021, misalnya seperti yang tercantum dalam Permenpan Nomor 24 Tahun 2019.

    “Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil,” tulis aturan yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

    Passing grade dalam Permenpan 24/2019 yang diterapkan dalam seleksi CPNS 2019, bisa jadi pertimbangan bagi yang ingin mengisi lowongan CPNS 2021. Peserta CPNS mengikuti tiga Tes Kompetensi Dasar (TKD).

    Passing grade CPNS:

    -Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 126

    -Tes Intelegensia Umum (TIU) 80

    -Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 65

    Ketentuan passing grade CPNS 2019 berlaku pada formasi khusus tenaga pengamanan siber (cyber security). Peserta seleksi lowongan CPNS 2021 sebaiknya memenuhi ketentuan ini, sehingga berpeluang menjadi abdi negara.

    Ketentuan passing grade CPNS berbeda untuk lulusan berpredikat cum laude, penyandang disabilitas, dan putra-putri Papua. Berikut ketentuannya,

    1. Lulus dengan pujian (cum laude)

    Aturan passing grade ini berlaku juga untuk peserta CPNS lulusan luar negeri (diaspora). Nilai kumulatif TKD minimal adalah 271 dengan TIU paling rendah 85.

    1. Penyandang disabilitas

    Ketentuan passing grade TKD minimal untuk kelompok inI adalah 260, dengan skor TIU paling rendah 70.

    1. Putra dan putri Papua

    Untuk peserta dari dari kelompok ini, passing grade TKD minimal adalah 260 dengan TIU paling rendah 60.

    Aturan passing grade CPNS juga berbeda untuk tenaga kesehatan dan profesi di kapal, berikut penjelasannya:

    1. Passing grade CPNS TKD 271 dan TIU 80

    Aturan ini mungkin berlaku juga untuk lowongan CPNS 2021. Batas nilai belaku bagi peserta yang ingin mengisi lowongan dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis, dokter, dokter gigi, dan instruktur penerbang.

    1. Passing grade CPNS TKD 260 dan TIU 70

    Ketentuan yang bisa jadi berlaku kembali di seleksi lowongan CPNS 2021 ini berlaku untuk jabatan rescuer, bosun, jenang kapal, juru mesin kapal, juru minyak kapal, juru mudi kapal, kelasi, kerani, oiler, nakhoda, mualim kapal, kepala kamar mesin kapal, masinis kapal, mandor mesin kapal, juru masak kapal, dan pengamat gunung api.

    (ABL)

  • Kaban BKD Sulut Femmy Suluh: 2021, Rekrut P3K Prioritas Jabatan Guru

    test.petasulut.com/, SULUT – Komisi 1 DPRD Sulut melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan kepegawaian daerah (BKD) Provinsi Sulut, Senin (11/01/2021).

    Dalam rapat tersebut, personil komisi I mempertanyakan terkait tenaga guru yang akan dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), Bagaimana pihak BKD untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keputusan kementerian pendidikan dimana guru diangkat menjadi P3K, karena saat ini banyak honor yang tidak memiliki SK.

    “bagaimana peran BKD menempatkan tenaga guru dan kesehatan di kepulauan, karena saat ini daerah kepulauan sangat kekurangan tenaga guru dan kesehatan, jika pun ada banyak sudah dijadikan sebagai kepala desa dan sebagainya.Terkait penerimaan institut pemerintahan dalam negeri (IPDN), kiranya BKD bisa memperhatikan daerah kepulauan, jangan samakan standar pengetahuan antar Manado dan kepulauan, kiranya mereka yang ikut IPDN dari kepulauan atau kabupaten lainnya diperhatikan,” jelas Winsulangi Salindeho.

    Senada dengan mantan Bupati Sangihe, Anggota DPRD Sulut dari dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR), Muslimah Mongilong mempertanyakan terkait nasib THL guru yang dirumahkan, ketika ditanya mereka menjawab nanti akan mengikuti P3K, terus bagaimana persyaratan akan P3K ini.

    Bukan itu saja, Muslimah meminta untuk tenaga honor guru, jangan hanya diterima mereka yang berijasah SMA/SMK, libatkan juga lulusan sarjana agar mereka bisa langsung menjadi tenaga pengajar. Hal ini, yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

    “Selain tenaga guru, saya pun meminta pihak BKD memperhatikan penerimaan IPDN, kiranya dari kabupaten bisa di loloskan dua orang, agar ketika mereka lulus nanti bisa kembali dan membangun akan daerah,” tambahnya.

    Menanggapi hal itu, Kepala BKD Sulut, Femmy Suluh menjawab.

    “Terkait dengan P3K dan sekarang ini sudah menjadi isu aktual, dan ramai di media dan kami mengikuti pengarahan kepala badan kepegawaian negara (BKN) pada live streaming, penjelasan beliau terkait rencana perekrutan P3K dengan porsi terbesar ada pada jabatan guru di tahun 2021 ini, filosofinya bahwa selama ini tidak terjadi pemerataan guru di provinsi maupun kabupaten/kota karena banyak guru yang diangkat, ketika bertugas beberapa tahun kemudian minta dipindahkan, dengan adanya P3K mengharapkan mereka yang berada di daerah itu, bisa mengabdi,” Ujarnya.

    Ia menambahkan, untuk saat ini tenaga guru dan kesehatan sangatlah kurang, dan untuk mengatasi itu kami sudah mengusulkan di penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) dan P3K 2021.

    “Sedangkan P3K, kami masih menunggu petunjuk teknis (Juknis), nanti ketika sudah mendapatkan informasi pasti diikuti dengan persyaratannya, perbedaan PNS dan P3K hanya diumur saja, Jika PNS umur maksimal 35 tahun, jika P3K batasnya setahun sebelum masuk masa pensiun masih bisa, misalnya 56 sampai 57 tahun masih bisa karena kontrak masih bisa untuk setahun,” Ucapnya.

    “Untuk IPDN sendiri, kami berharap semua kabupaten/kota ada yang bisa diloloskan, tapi saat ini sudah menjadi kewenangan pusat, dimana setiap provinsi sulut itu memiliki kuota 10, dan 10 itu dipilih dari semua kabupaten/kota yang dinilai memenuhi syarat,” tambahnya.

    (ABL)

  • Banmus DPRD Manado Gelar Rapat Bahas Rencana Kerja Tahun 2021

    test.petasulut.com/, MANADO – Awali tahun 2021, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Manado menggelar rapat kerja.

    Rapat tersebut dipimpin oleh wakil ketua Noortje Henny Van Bone dan didampingi Andrei Laikun.

    Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda penting yang nantinya dimasukkan dalam rencana kerja DPRD Kota Manado Tahun 2021.

    Salah satu agenda penting yang disepakati, kata Noortje, pelaksanaan paripurna penutupan masa sidang Tahun 2020.

    “Bersamaan dengan itu diikuti dengan paripurna pembukaan masa sidang Tahun 2021,” ungkap Noortje usai memimpin rapat.

    Ditambahkannya, selain pembukaan masa sidang, pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Ranperda) telah dijadwalkan.

    “Setelah masa sidang Tahun 2021 dibuka, seluruh Pansus sudah bisa memulaikan pembahasan. Dengan kata lain, lembaga dewan sudah bisa melakukan kegiatan seperti hearing atau rapat-rapat bersama mitra kerjanya,” tungkasnya.

    (ABL)

  • Pansus PLLAJ Dekot Manado ‘Action’ Lakukan Pembahasan Awal Tahun 2021

    test.petasulut.com/, MANADO – Mengawali tahun 2021, DPRD Kota Manado dalam hal ini Pansus PLLAJ langsung action melakukan pembahasan.

    Terbukti, pada Kamis (7/1/2021) pansus PLLAJ menggelar pembahasan yang dipimpin langsung Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Frederik Tangkau.

    Dan dihadiri oleh Tim Pansus Ranperda LLAJ diantaranya Abdul Wahid Ibrahim (Wakil Ketua), Benny Parasan, Robert Tambuwun, Ronny Makawata, Royke Anter dan Jajaran Pemkot yakin Hanny Waworuntu (Kasat Pol PP), Michael Tandirerung (Kadis Perhubungan), Donald Wilar (Kabid DLLAJ), Bart Assa (Asisten III), Yanti Putri (Kabag Hukum).

    Pembahasan kali ini masih secara umum untuk meminta pandangan dan masukan dari teman-teman Pansus dan dari pihak eksekutif.

    “Masih diperlukan pembahasan lanjutan lagi untuk menyempurnakan draft Ranperda ini,” ujarnya.

    Dikatakannya, pembahasan akan dilanjutkan lagi dengan mengundang pihak terkait dengan Ranperda tersebut.

    “Kami masih harus mempelajari draft dari Ranperda ini,” ucapnya.

    Tangkau berharap Ranperda penyelanggaraan LLAJ ini dapat segera ditetapkan Januari 2021.

    “Setidaknya sesudah Covid-19, Ranperda ini sudah selesai dan dapat dijalankan,” pungkasnya.

    (lipsus/adv)

  • Awali Tahun 2021, DPRD Manado Gelar Paripurna Tutup-Buka Masa Sidang

    test.petasulut.com/, MANADO – Dalam rangka penutupan masa sidang ketiga tahun 2020 dan membuka masa sidang pertama pada tahun 2021, DPRD Kota Manado menggelar rapat paripurna pada Selasa, (5/1/2021).

    Agenda rapat paripurna diawal tahun 2021 tersebut dipimpin langsung oleh wakil ketua DPRD kota Manado Noortje Henny Van Bone bersama Adrey Laikun dan dihadiri anggota DPRD lainnya serta didampingi Sekertaris Dewan Zainal Abidin.

    Paripurna tersebut turut membacakan tentang kinerja DPRD Manado pada tahun 2020. Sebagaimana yang dibacakan oleh wakil Ketua DPRD kota Manado, Noortje Van Bone, tentang DPRD yang telah melaksanakan fungsi legislasi, anggaran dan Fungsi pengawasan.

    Diketahui, DPRD kota Manado pada tahun 2020 telah menerima 10 kali aksi unjuk rasa, 2 kali kegiatan agenda reses dan perjalanan dinas di dalam dan luar daerah.

    (Adv/Lipsus)