Tag: 2022

  • Rakerwil NasDem Sulut, BW Ajak Kader Untuk Fokus Pada Kepentingan Partai

    test.petasulut.com/, SULUT – Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus perayaan Natal di Hotel Aryaduta, senin (17/01).

    Pada kesempatan itu, Sekretaris Garda Pemuda NasDem Provinsi Sulut, Braien Waworuntu mengatakan setiap kader partai perlu membaharui diri.

    “Kita harus menyadari kekurangan-kekurangan kita dalam mengelola Partai NasDem, untuk itu koordinasi antar kader partai perlu dipererat,” Ucap Ketua Komisi IV DPRD Sulut itu di sela-sela kegiatan Rakorwil.

    Rapat kerja kali ini kata Braien, merupakan awal untuk melihat diri masing-masing sejauh apa peran dari semua kader untuk Partai NasDem.

    Dirinya menyebut, NasDem di Sulut adalah partai besar. Kendati demikian, Waworuntu melihat sejauh ini masih ada yang kurang. Rapat kerja wilayah ini juga kata dia, sebagai awal mempersiapkan kemenangan di 2024 nanti.

    “Menang secara paripurna. Butuh kekompakan, dan kedewasaan dalam mengelola Partai NasDem,” tegas Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    https://test.petasulut.com/rakorwil-nasdem-fer-agustus-perombakan-besar-besaran/

    Ia menjelaskan, untuk membuat Partai NasDem menang di tahun 2024, setiap kader harus menurunkan ego masing-masing.

    “Fokus utamanya bukan saja pada kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan Partai NasDem. Karena itu, setiap kader harus meletakkan fokus utama pada kepentingan Partai NasDem,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam Rakorwil itu yakni Ketua DPW Partai NasDem Sulut Maximilian Lomban, Fraksi NasDem Sulut yakni Ketua Fraksi Nick Lomban, Victor Mailangkay, Stella Runtuwene, I Nyoman Sarwa, Serly Tjanggulung, Mohammad Wongso, Alfian Bara, Ketua DPD Kota Manado G.S. Vicky Lumentut, Ketua Panitia Rakorwil Frederik Tangkau, Sekretaris Peggy Rumambi, Bendahara Ivana Kaligis serta jajaran pengurus DPW dan DPD Kabupaten/Kota.

    (ABL)

  • Pandemi Menuju Garis Akhir, Ini Peringatan WHO Untuk Dunia

    test.petasulut.com/, INTERNASIONAL – Pandemi Covid-19 telah menggerogoti seluruh negara di dunia hampir 3 tahun lamanya.

    Jutaan jiwa pun melayang akibat wabah virus corona tersebut. Bahkan ribuan tenaga medis yang adalah garda terdepan dalam memberantas wabah ini kerap tak sanggup menahan ganasnya virus ini sehingga banyak perawat maupun dokter yang terpapar.

    Pemerintah pun sejauh ini sangat fokus dalam menunjang para tenaga medis di segi pendanaan.

    Menjawab kabar terkini dari pandemi ini, ada seorang utusan khusus untuk tim virus corona Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan pada hari Senin (10/1/2022) bahwa akhir pandemi sudah di depan mata. Akan tetapi kehidupan masih akan sulit sampai setidaknya musim semi atau tiga bulan mendatang.

    "Saya khawatir kita sedang bergerak secara maraton, tetapi tidak ada cara yang sebenarnya untuk mengatakan bahwa kita berada di akhir – kita dapat melihat akhir di depan mata, tetapi kita belum sampai di sana," kata utusan khusus WHO David Nabarro kepada Sky News.

    Dia menambahkan, sebelum dunia mencapai akhir pandemi, akan ada "beberapa sandungan".

    “Ini akan sulit untuk setidaknya tiga bulan ke depan,” kata Nabarro kepada Sky News.

    https://test.petasulut.com/kapan-covid-19-berakhir-ini-jawaban-para-ilmuwan/

    Dia mengatakan bahwa dunia akan terus melihat varian COVID-19 baru dan merasakan tekanan dari sistem perawatan kesehatan.

    Meskipun sulit menggunakan masa lalu untuk memprediksi perilaku virus di masa depan, Nabarro mengatakan dia memperkirakan virus akan datang dalam gelombang besar, dan untuk hidup dengannya, orang perlu bersiap dan bereaksi dengan cepat terhadap lonjakan tersebut.

    "Hidup bisa terus berjalan, kita bisa membuat ekonomi berjalan lagi di banyak negara, tetapi kita harus benar-benar menghormati virus dan itu berarti memiliki rencana yang sangat bagus untuk menghadapi lonjakan itu," katanya.

    Dunia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 sebagian karena varian Omicron.

    Menurut data Johns Hopkins yang dibagikan oleh The New York Times, pada 9 Januari, dunia menghadapi rata-rata 2,4 juta kasus COVID-19 setiap hari secara global.

    Sementara, data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan, Amerika yang menorehkan jumlah kasus tertinggi di dunia, rata-rata hampir mencatat 670.000 kasus baru setiap hari. Angka tersebut didorong oleh varian Omicron yang sangat menular.

    Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "akhir pandemi sudah di depan mata, ini peringatan who untuk warga dunia"

    (ABL)

  • Bingung! Seragam Satpam Mirip Polisi, Polri Berencana Akan Ubah Lagi Warnanya

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Seragam satuan pengamanan (Satpam) belum lama ini telah mengikuti warna maupun model seperti polisi, hal itu pun membuat sebagian masyarakat bingung dengan tampilan tersebut.

    Banyak orang menganggap bahwa kemiripan seragam antara polisi dan satpam membuat masyarakat salah tingkah.

    Terkait hal itu, Polri berencana untuk mengubah kembali warna dari seragam satuan pengamanan (Satpam) menjadi warna krem. Hal itu dilakukan usai seragam Satpam yang semula berwarna biru diubah menjadi cokelat muda beberapa waktu lalu.

    "Masih dalam proses pengkajian warna baju cokelat muda akan berubah menjadi warna krem," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (12/1) dikutip dari CNN Indonesia.

    Ia menyebutkan bahwa kepolisian menilai bahwa seragam Satpam yang saat ini digunakan dianggap terlalu mirip dengan yang dikenakan personel Korps Bhayangkara. Sehingga, kata dia, seragam tersebut menyebabkan kebingungan di tengah masyarakat.

    "Sehingga menyebabkan kebingungan dan kesulitan warga masyarakat untuk membedakan Polisi dan Satpam," jelasnya.

    https://test.petasulut.com/ditangkap-polisi-satpam-ini-akui-3-kali-merekam-mahasiswi-mandi/

    Menurutnya, Satpam merupakan profesi yang mengemban fungsi kepolisian terbatas. Sehingga, kata dia, diperlukan identitas tersendiri yang berbeda dengan Polri sebagai institusi yang membinanya.

    Proses pengkajian itu, dijelaskan Ramadhan, masih dilakukan oleh pihaknya. Kemudian, warna seragam yang baru akan diperkenalkan saat Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam.

    "Dan akan diberlakukan setelah selesai pengkajian dan diberikan waktu setahun setelah disahkan penggunaannya," jelasnya.

    Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul "Bikin Bingung Mirip Polisi, Polri Akan Ubah Lagi Warna Seragam Satpam"

    (ABL)

  • Jalin Sinergitas, KPU Sulut Sambangi Polda Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – KPU Provinsi Sulut dibawah Pimpinan Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh yang didampingi anggota KPU Sulut Meidy Tinangon, Lany A Ointu, Salman Saelangi beserta Sekretaris KPU Sulut Pujiastuti dan Kabag Teknis, Hupmas, Hukum dan SDM, Carles Worotijan menyambangi Polda Sulut, Rabu (12/01/22).

    Rombongan dari KPU Sulut tersebut diterima langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs.Mulyatno, didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Sulut, antara lain Irwasda, Kombes Pol Tejo Dwikora, Karo Ops Kombes Pol W. Wirawan dan Dirintelkam Kombes Pol Budi.

    Pertemuan yang penuh dengan suasana kekerabatan tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolda Sulut.

    Pada kesempatan itu, Kapolda Sulut Mulyanto menyambut baik kunjungan kerja jajaran KPU Sulut. Mulyanto mengapresiasi inisiatif KPU Sulut untuk berkoordinasi dan menyampaikan bahwa sebagai pihak yang bertanggungjawab atas keamanan, tentu saja pihaknya selalu siap mendukung KPU Sulut demi stabilitas keamanan menyongsong pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 nantinya.

    "Pertemuan koordinasi sangat penting untuk membangun sinergitas di antara para pihak untuk kepentingan suksesnya agenda nasional pemilu dan pemilihan 2024," Ucap Mulyatno.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa nantinya Polda akan membantu melakukan pengamanan di setiap kantor-kantor KPU yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, agar KPU dapat melaksanakan tugas dengan suasana yang aman dan kondusif.

    https://test.petasulut.com/jalin-silaturahmi-kapolda-sulut-irjen-pol-mulyatno-kunjungi-dprd-sulut/

    Sementara itu, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Kapolda karena telah menerima jajaran KPU Provinsi Sulut dalam kunjungan kerja kali ini.

    “Kami ucapkan terima kasih kepada bapak jenderal karena telah meluangkan waktu menerima kunjungan kerja kami, sambil berharap agar sinergitas antara KPU dan Polda selalu terpelihara, sehingga sebagai penyelenggara kami mendapatkan dukungan terkait pengamanan untuk mensukseskan setiap tahapan pemilihan nantinya," ungkap Mewoh.

    (ABL)

  • Turut Prihatin, WONGSO Minta Pemerintah Usut Tuntas Misteri Kematian Grace Karundeng

    test.petasulut.com/, SULUT -Kabar duka datang dari Ontario Kanada dimana salah satu mahasiswi terbaik Sulawesi Utara (Sulut) terinformasi meninggal dunia. Kabar ini menjadi perhatian banyak pihak. Sekretaris Komisi I DPRD Sulut, Mohammad Wongso pun angkat bicara.

    Wakil rakyat daerah pemilihan Bolaang mongondow raya tersebut menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Grace Karundeng.

    “Sulawesi Utara kehilangan salah satu putri muda terbaik dan berprestasi yang meniti studi di luar negeri. Saya secara pribadi dan secara lembaga legislatif turut berduka cita atas kejadian yang menimpa,” Ucap Wongso, rabu (12/01) diruang kerjanya.

    Tak hanya itu, Politisi Partai NasDem itu juga menuturkan agar segera usut tuntas permasalahan ini.

    “Saya mendesak Pemerintah Indonesia hadir dan menjadi garda terdepan untuk mengungkap misteri kematian Grace Karundeng. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia wajib terus berkoordinasi dengan pemerintah Kanada,” Katanya.

    “Memang menurut prosedur, misteri kematian ini harus menunggu hasil forensik untuk kemudian jenazah bisa dibawa pulang ke Indonesia,” Tambahnya.

    Dirinya juga secara pribadi mengatakan turut berduka cita atas kepergian Grace Karundeng yang merupakan putri terbaik Sulut.

    “Harapan saya, semoga keluarga bisa diberikan kekuatan dan ketabahan ditengah-tengah kepergian Grace Karundeng,” Tutupnya.

    (Foto/Istimewa)

    Sebelumnya terinformasi Grace Karundeng adalah salah satu mahasiswa lulusan Sekolah Manado Internasional School (MIS) yang saat ini sementara melanjutkan pendidikan di Ontario Kanada.

    Perihal kematian Grace diketahui dari postingan akun warga negara Indonesia di Ontario dengan postingan sebagai berikut :

    “MOHON DITERUSKAN!

    Ada yg kenal dgn “Grace Karundeng”? Kami dari group KAWANUA di Ontario, Canada mengucapkan turut berdukacita, polisi menemukan Grace meninggal di basement, Richmond Hill, Ontario. Berita ini diteruskan ke KBRI Toronto & ke group kami. Semoga keluarga Grace di Manado sdh mengetahuinya. Grace adalah student di Humber College, Toronto. Menurut info papanya bernama Audy, mamanya Tessie, kakaknya Christine. (Kel. Karundeng- Sanchez)

    Orangtuanya tinggal di Airmadidi, Manado.

    Mantan siswa MIS ( Manado International School). Penyebab meninggal Grace msh dlm penyelidikan polisi. Thanks for your help.🙏”

    https://test.petasulut.com/wongso-pelindung-untuk-pol-pp-kenapa-tak-di-tata-kasat-optimis-kedepan-tak-ada-demo/

    Tessie Sanchez, Ibu kandung Grace Karundeng, saat diwawancarai mengatakan agar anaknya bisa segera dipulangkan ke Indonesia, tepatnya ke Kabupaten Minahasa Utara (Minut) domisili mereka saat ini.

    "Harapan kita keluarga agar anak kita itu bisa segera pulang dengan cepat ke rumah. Bisa pulang ke Indonesia secepat mungkin dan kita makamkan di sini," kata Tessie, Senin (10/1) beberapa waktu lalu.

    (ABL)

  • Kinerja Mempuni Jadi Dasar BAGUS YUNIANTO Dipercaya Jabat Bendahara Sekretariat DPRD Sulut Selama 6 Tahun

    test.petasulut.com/, SULUT – Kepercayaan mengemban suatu jabatan di lembaga pemerintahan harus didasari dengan kinerja yang optimal dan mempuni.

    Kepercayaan itu pun didapat oleh salah satu ASN dilingkup sekretariat DPRD Sulut, yakni Bagus Yunianto.

    Pria kelahiran Kota Kotamobagu 2 Juni 1981 kerap disapa Bagus selama 6 tahun berturut dipercayakan sebagai bendahara sekretariat DPRD Sulut.

    Bagus dipercayakan posisi tersebut terhitung sejak tahun 2017 sampai dengan 2022 ini.

    Saat itu, Dia dipercaya oleh Sekertaris DPRD Sulut Bartholomeus Mononutu dan terus berlanjut sampai pada kepemimpinan Glady Kawatu.

    Bagus Yunianto awal karir sebagai ASN di Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulut pada pengangkatan tahun 2012.

    Kemudian ditahun 2015, Bagus Yunianto di tugaskan sebagai staf di sub bagian perencanaan dan penganggaran di bidang keuangan sekretariat DPRD Sulut.

    Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2017 sekertaris dewan Bartolomeus Mononutu mempercayakan posisi bendahara tersebut.

    https://test.petasulut.com/sertijab-kabag-persidangan-sekwan-glady-ini-bagian-dari-mekanisme-birokrasi-pemerintahan/

    Sampai saat ini, Sekertaris Dewan Glady Kawatu masih mempercayakan posisi tersebut dan tidak sembarang orang yang akan dapat dipercaya bertahun-tahun duduk diposisi tersebut.

    Pengakuan Bagus Yunianto, ketakutan terbesarnya adalah terjadi kelalaian dalam administrasi keuangan.

    "Karena diawal saya dipercaya, sistim pembayaran non tunai masih dominan. Jadi antara pembukuan dan fisik keuangan yang selalu saya fokus," ungkap Bagus, Rabu (1201/2022) diruang kerjanya.

    Namun, di beberapa tahun terakhir ini, Bagus merasa lega karena sistim transaksi pembayaran hak para anggota DPRD Sulut berlaku non tunai.

    "Saya sangat berterimakasih, karena Pimpinan saya masih mempercayakan tanggungjawab ini sampai 6 tahun berturut. Kepercayaan ini menjadi motifasi bagi saya untuk tingkatkan kerja dan tanggungjawab," tandasnya.

    (ABL)

  • Sertijab Kabag Persidangan, Sekwan GLADY: Ini Bagian Dari Mekanisme Birokrasi Pemerintahan

    test.petasulut.com/, SULUT – Penyegaran jajaran kembali dilakukan di lingkup sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

    Dimana, pada senin (10/01) Sekretariat Deprov menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bagian (Kabag) Persidangan.

    Diketahui, jabatan Kabag Persidangan sebelumnya diduduki Ronny Geruh, kini telah dijabat pejabat baru Jerry Kristofel Hamonsina.

    Sertijab ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pelantikan sejumlah pejabat adminsitrator dan pengawas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut),

    Pelaksanaan Sertijab yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Sulut tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan pakta integritas bagi pejabat fungsional tertentu dipimpin Sekretaris DPRD Glady Kawatu serta disaksikan Kepala BKD Sulut Clay June Dondokambey.

    Pada kesempatan itu, dihadapan para pejabat baru Sekretaris DPRD Glady Kawatu menyampaikan pergeseran jabatan telah melalui kajian dan proses melalui penilaian pimpinan dalam hal ini Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Provinsi serta Baperjakat termasuk didalamnya Kepala BKD.

    “Pergantian jabatan adalah bagian dari mekanisme birokrasi pemerintahan bahwa penyegaran dan eksistensi kinerja pemerintah maka mutasi, rotasi dan promosi merupakan bagian penting yang harus dilakukan dan dijalani oleh seorang ASN, saya berkeyakinan seorang yang bekerja pasti ada upahnya apalagi memilih profesi sebagai ASN pasti akan dinilai oleh pimpinan termasuk rekan kerja maupun staf masing masing,” terangnya.

    Tak hanya itu Ia juga menegaskan pentingnya bagi pejabat maupun pegawai ASN dan THL di lingkup Sekretariat DPRD Sulut untuk selalu meningkatkan etos kerja di masing masing unit kerja terutama menjaga etika karena tidak hanya dinilai oleh pimpinan tetapi juga oleh masyarakat.

    “Jabatan itu adalah kepercayaan yang harus diimbangi dengan tanggung jawab.Jabatan juga bukan merupakan hak, jadi tidak ada dari kita yang harus menuntut jabatan, apapun kepercayaan yang diberikan pimpinan kita harus menjaga kepercayaan tersebut dan menjalankan sebaik-baiknya, saya harap kita tidak mempermalukan pimpinan yang telah memberikan kepercayaan, bekerjalah dengan baik,” tandas Kawatu.

    https://test.petasulut.com/tunjang-kinerja-45-anggota-dewan-sekretariat-deprov-miliki-birokrasi-singkat-dalam-penyampaian-aspirasi/

    Sementara itu, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Clay Dondokambey, dalam arahannya mengatakan, pergantian jabatan baik itu rotasi, mutasi maupun promosi bahkan demosi sekalipun merupakan hal positif dengan indikator-indikator yang dijadikan acuan dan landasan.

    “Meminjam kata-kata pak Gubernur saat rapat perdana kami jajaran pejabat tinggi Pratama tanggal 3 Januari kemarin, pak Gubernur mengatakan buang jauh-jauh anggapan bahwa ada jabatan tempat kering dan tempat basah. Yang ada adalah bagaimana seorang pejabat atau ASN menempatkan dirinya membangun iklim kerja yang baik dan positif agar tercipta suasana kerja yang nyaman dan kondusif, sehingga dapat menciptakan perangkat kerja yang produktif untuk menunjang kerja – kerja melalui penjabaran visi misi dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” tandas Clay.

    (ABL)

  • Turut Merasakan, MJP Minta KBRI Wajib Fasilitasi Pemulangan Jenazah Grace Karundeng

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali diterjang kabar dukacita. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang menempuh pendidikan di Kanada dikabarkan meninggal dunia. Belum adanya informasi detail terkait penyebab kematiannya. Namun tanggapan publik pun bermunculan.

    Grace Karundeng yang diinformasikan meninggal dunia pada 8 Januari 2022 waktu setempat mendapat respon dari Anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minut-Bitung, Melky Jakhin Pangemanan (MJP).

    MJP menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sosok Grace yang kuliah di luar negeri dinilainya sebagai pribadi yang berprestasi. Daerah Sulut tentu merasa kehilangan.

    “Turut berdukacita sedalam-dalamnya. Sulawesi Utara kehilangan salah satu aset generasi muda yang berprestasi,” ungkap MJP, Senin (10/1), di ruang kerjanya.

    Arus desakan pun mengalir dari Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini. Dirinya meminta agar bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Dengan demikian tidak menimbulkan tanda tanya publik terkait kematiannya.

    “Saya mendorong agar harus diusut tuntas kasus ini,” tegas MJP.

    Selain itu, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut ini juga meminta supaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memfasilitasi pemulangan jenazah Grace Karundeng.

    “Dan membantu kebutuhan keluarga,” kuncinya.

    (Foto/Istimewa)

    Diketahui, Geace yang lahir 18 Mei 2003 ini diketahui menempuh studi di Humber College. Ia juga alumni Manado International School (MIS). Kabar yang beredar, tubuhnya ditemukan polisi setempat di Kanada dalam keadaan meninggal dunia. Sesuai informasi yang didapat dari kerabat keluarga yang ada di Maumbi dan Airmadidi, bahwa orang tua dari Almarhum Grace ayahnya bernama Audy Karundeng dan Ibunya bernama Yessie Sanches, beralamatkan kompleks Universitas Klabat Airmadidi.

    https://test.petasulut.com/mjp-bawa-persoalan-putusnya-jalan-likupang-bitung-di-paripurna-begini-tanggapan-dlh/

    Berita duka ini menjadi gempar dengan adanya postingan salah seorang dari Ontario Kanada yang adalah salah satu Warga Negara Indonesia berinisial EM lewat postingan di media sosial yang ia posting di grup-grup Sulut yang ia ikuti.

    Kabarnya, pihak keluarga sudah mengetahui dan saat ini masih dalam proses ke KBRI untuk memulangkan jenazah dari Kanada ke Indonesia, menyiapkan segala persyaratan agar jenazah bisa dipulangkan ke Indonesia seraya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap misteri kematian anak mereka.

    (ABL)

  • Pemerintah Kembali Sesuaikan Sistem Kerja ASN di Masa Pandemi Covid-19, Ini Rinciannya!

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Pemerintah terus menyesuaikan sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) di masa pandemi Covid-19.

    Terkini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo melakukan penyesuaian terhadap sistem kerja aparatur sipil negara (ASN), sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 01 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga Atas Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Edaran yang ditandatangani Menpan RB pada tanggal 5 Januari 2022 itu diterbitkan dengan memperhatikan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan kebijakan mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta status penyebaran Covid-19.

    Melalui SE itu, Menpan RB mengatur terkait sistem kerja kantor pemerintahan yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni kantor pemerintahan non-esensial, kantor pemerintahan esensial, dan kantor pemerintahan kritikal.

    https://test.petasulut.com/tradisi-suku-kreung-kamboja-ortu-bangun-gubuk-cinta-untuk-anaknya-bercinta/

    Kantor pemerintahan sektor non-esensial

    Jawa dan Bali
    – PPKM Level 1, 75 persen pegawai work from office (WFO).
    – PPKM Level 2, 50 persen pegawai WFO.
    – PPKM Level 3, 25 persen pegawai WFO.
    – PPKM Level 4, 100 persen pegawai work from home (WFH).

    Luar Jawa dan Bali
    – PPKM Level 1, 75 persen pegawai WFO.
    – PPKM Level 2, 50 persen pegawai WFO.
    – PPKM Level 3, 50 persen pegawai WFO. Jika ditemukan klaster Covid-19, maka akan ditutup selama lima hari.
    – PPKM Level 4, 25 persen WFO. Jika ditemukan klaster Covid-19, maka akan ditutup selama lima hari.

    Kantor pemerintahan sektor esensial

    Jawa dan Bali
    – PPKM Level 1, maksimal 100 persen pegawai WFO.
    – PPKM Level 2, maksimal 75 persen pegawai WFO.
    – PPKM Level 3 dan 4, maksimal 50 persen pegawai WFO.

    Luar Jawa dan Bali
    – PPKM Level 1 dan 2, maksimal 100 persen WFO.
    – PPKM Level 3, maksimal 100 persen WFO.
    – PPKM Level 4, maksimal 50 persen WFO.

    Kantor pemerintahan sektor kritikal

    Jawa dan Bali
    – PPKM Level 1, 2, 3, dan 4, maksimal 100 persen pegawai WFO.

    Luar Jawa dan Bali
    – PPKM Level 4, maksimal 100 persen pegawai WFO.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pandemi Tak Kunjung Usai, Sistem Kerja ASN Kembali Disesuaikan, Berikut Rinciannya”

    (ABL)

  • Tradisi Suku Kreung Kamboja, Ortu Bangun ‘Gubuk Cinta’ Untuk Anaknya Bercinta

    test.petasulut.com/, INTERNASIONAL – Tradisi di setiap suku tentunya memiliki keistimewaan dan keunikan yang berbeda-beda. Namun sering kali beberapa ritual yang dilakukan suku tertentu membuat masyarakat kaget dan bahkan tidak percaya.

    Seperti hanya Suku Kreung di Kamboja. Suku ini memiliki tradisi unik, dimana orang tua sengaja membangun “gubuk cinta” yang disediahkan bagi anak perawan mereka ketika mencapai masa pubertas antara 13-15 tahun.

    Ayah mereka akan membangun gubuk berbahan bambu, yang terpisah jauh dari rumah keluarga sehingga mereka dapat bersosialisasi dan bereksperimen dengan anak laki-laki secara pribadi.

    Orang Kreung benar-benar menanamkan pesan kuat bahwa seks bebas atau sebelum menikah dapat diterima. Ketika para gadis muda berusaha menemukan pria yang tepat untuk dinikahi. Gadis-gadis mengundang anak laki-laki yang mereka inginkan ke gubuk cinta untuk melakukan seks atau hanya berbicara tentang seks.

    Anak laki-laki tidak agresif (mereka telah diajari bahwa perilaku hormat mereka terhadap anak perempuan akan mempengaruhi keturunan keluarga mereka dan mereka menganggap tradisi ini dengan serius) dan membiarkan anak perempuan yang akan mengambil tindakan dalam tradisi tersebut.

    (Foto/facebook/abuzar)

    Dalam karya Marie Claire 2011, Fiona MacGregor mengunjungi suku tersebut dan berbicara dengan gadis-gadis muda tentang kehidupan seks mereka dan tradisi "gubuk cinta".

    Semua gadis muda menegaskan tradisi seksual dilakukan secara mandiri, serta mendapatkan persetujuan dan kepercayaan orang tua mereka dalam mengambil keputusan mereka dan mengklaim bahwa pondok cinta memberikan mereka kesempatan untuk mencari tahu pria mana yang mereka ingin nikahi. Dalam budaya ini perceraian tidak pernah terdengar, begitupun kata 'pelacur' sama sekali tidak dikenal di kalangan Suku Kreung.

    Para gadis perawan dapat memiliki banyak pacar sekaligus di gubuk mereka dan tidak ada perkelahian atau kecemburuan jika dia akhirnya hanya memilih satu anak laki-laki dari sekian banyak pilihan. Kekerasan seksual pun jarang terjadi dan pemerkosaan tidak ada.

    Tentu, kehamilan yang tidak diinginkan terjadi, tetapi biasanya pelamar yang dipilih gadis itu akan membesarkan anak itu seperti anak mereka sendiri.

    https://test.petasulut.com/tradisi-unik-di-nepal-berbagi-istri-dengan-saudara-kandung/

    Anehnya, tradisi ini maju dan memercayai wanita remaja untuk membuat keputusan sendiri tentang kesehatan seksual dan kehidupan romantis mereka.

    Sungguh jauh dari apa yang kita lakukan dalam pendidikan pantang di sekolah yang dicampur dengan pornografi sebagai pendidikan seksual karena kebanyakan orang tua terlalu tabu untuk berbicara dengan anak-anak mereka sendiri tentang seks.

    Orang Kreung mengajar remaja mereka bahwa seks adalah bagian alami, indah dari cinta dan asmara. Namun tradisi ini terancam oleh beberapa faktor seperti berhubungan dengan dunia luar melalui teknologi.

    Tradisi ini perlahan menghilang karena minoritas menjadi terekspos pada modernisasi dan budaya khmer, di mana seks pranikah tidak terhormat.

    Menurut sebuah artikel oleh Phnom Penh Post pada Maret 2014, cara keluarga Kreung membangun rumah mereka juga berubah seiring masyarakat menjadi lebih kaya. Secara tradisional, rumah mereka terbuat dari bambu kecil dan tidak tahan lama pada saat musim hujan tiba.

    Namun sekarang beberapa desa membangun rumah mereka dari kayu atau batu bata yang tahan lebih lama ketimbang bambu, sehingga mereka lebih suka menempatkan semua kamar tidur di dalam satu rumah untuk anak perempuan mereka.

    Artikel ini telah tayang di travel.okezone.com
    dengan judul "mengenal tradisi seks bebas suku kreung kamboja setubuhi gadis perawan di gubuk cinta"

    (ABL)