Tag: braien waworuntu

  • Harapan BRAIEN WAWORUNTU di HUT Ke-593 Minahasa

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-593 Kabupaten Minahasa, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu mengajak semua elemen masyarakat bersama-sama membangun Kabupaten Minahasa yang lebih baik dan sejahtera.

    “Walaupun pada 2 tahun terakhir ini, kita semua telah diperhadapkan dengan wabah covid-19 tapi jangan sampai menyurutkan semangat kita untuk terus membangun daerah khususnya Minahasa di segala sektor,” ucap Politisi Partai NasDem Sulut itu, jumat (5/11) usai mengikuti Paripurna HUT Ke-593 Minahasa, di Tondano.

    Tak hanya itu, Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu juga menuturkan bahwa Minahasa merupakan yang paling tertua diantara semua kabupaten/kota di Sulut.

    “Pelaksanaannya pun sangat kental dengan nuansa adat dan budaya Minahasa. Tentunya hal ini harus dibarengi dengan pengembangan adat dan budaya Minahasa dan jangan hanya di kegiatan-kegiatan tertentu baru dimunculkan Nuansa Adat,” kata Braien Waworuntu.

    “Masyarakat terlebih pemerintah harus fokus dalam pengembangan adat dan budaya Minahasa. Jangan sampai, anak dan cucu kita sudah tidak mengenal lagi budaya-budaya yang ada di Minahasa,” tambahnya.

    Dirinya juga berharap kedepannya Minahasa akan semakin maju, berdaya saing dan sejahtera.

    “Saya Anggota DPRD Sulut, Ketua Komisi IV Braien Waworuntu mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Minahasa yang ke-593 tahun. Jaya terus dan bangkit demi daerah tercinta,” Tutup Braien Waworuntu.

    (ABL)

  • Hadiri HUT Ke-593 Minahasa, Ini Pesan Ketua DPRD Sulut, Andi Silangen

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen mengakui bahwa Minahasa merupakan Kabupaten tertua dari semua daerah yang ada di Sulut.

    Hal itu dikatakan Andi Silangen usai mengikuti rapat paripurna istimewa yang digelar DPRD Minahasa, Jumat (5/11) dalam rangka hari ulang tahun Minahasa ke-593 tahun.

    “Dengan usia 593, berarti termasuk kabupaten paling tua di seluruh sulut.
    Kita dengar tadi banyak perkembangan dan capaian,” ujar Silangen.

    Politisi asal Nusa Utara itu berharap apa yang telah dicapai selama ini untuk dipertahankan.

    “Kiranya ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Supaya bisa jadi contoh,” ucapnya.

    Andi juga mengapresiasi pelayanan ke masyarakat di Minahasa adalah yang tertinggi.

    “Indeks pelayanan masyarakatnya tertinggi di Sulut. Sebenarnya kabupaten/kota lainnya perlu belajar. Itu yang dibutuhkan,” ucapnya.

    Beberapa kepala daerah juga nampak hadir dalam acara HUT Minahasa tersebut. Hal itu merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah daerah.

    “Kan terlihat beberapa kepala daerah hadir juga,” tutupnya.

    Nampak hadir juga Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu, Wakil Ketua Komisi IV Careig N Runtu dan Anggota Komisi IV Fanny Legoh.

    Terpantau, seluruh pejabat dan kepala daerah yang hadir semuanya memakai pakaian adat dan diwarnai juga dengan nuansa dan musik adat.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • SosPer! BRAIEN WAWORUNTU Beri Edukasi ke Warga Tomohon

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu menggelar kegiatan Sosialisasi Perda, selasa (2/11) di Kelurahan Uluindano, Tomohon.

    Sosialisasi Perda yang dimaksud adalah Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Fakir Miskin dan Anak Terlantar.

    Braien Waworuntu melalui narasumber Fendy Rendy Ratulangi SH., MH secara gamblang menjelaskan tentang perda yang telah berlaku di Sulawesi Utara tersebut.

    Pertama-tama Fendy menuturkan bahwa perda tersebut bisa ditetapkan atas dasar yang kuat dari para anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara untuk menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara.

    “Tentunya ini harus diapresiasi karena fungsi legislasi yang dimiliki oleh DPRD sehingga untuk menjawab kebutuhan masyarakat, kedua perda ini bisa dihasilkan. Dan sekarang di sosialisasikan untuk kita semua,” Terangnya.

    Untuk perda nomor 1 tahun 2021 tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, Fendy menjelaskan pada masyarakat yang hadir untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak sampai pada tetap memakai masker dalam beraktivitas. Untuk pelaku usaha juga berlaku aturan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai yang tertera pada perda tersebut.

    “Jika melanggar ada sanksi administrasi bahkan sangsi pidana. Berharap dengan adanya perda ini, kita semua bisa bersama-sama bertanggungjawab dengan kesehatan kita dan orang di sekitar kita,” lugas Fendy.

    Untuk perda nomor 2 tahun 2021, dirinya pun menegaskan bahwa saat ini melalui DPRD Sulawesi Utara, khususnya ketua Komisi IV Braien Waworuntu telah menjawab amanat undang-undang dasar 1945 pasal 34 bahwa negara menjamin untuk setiap fakir miskin dan anak terlantar.

    “Ini saya bersyukur, intinya pak Braien Waworuntu (ketua pansus) dan anggota DPRD memang betul-betul menjawab amanat undang-undang tersebut,” Jelasnya sambil menekankan bahwa perda tersebut berlaku untuk fakir miskin dan anak terlantar, dimana yang berhak mendapatkan perlindungan tersebut ialah mereka yang belum bisa memenuhi sandang, pangan dan papan.

    Lebih lanjut, praktisi hukum ini berharap perda yang telah ditetapkan tersebut bisa dipertanggung-jawabkan dengan baik kepada masyarakat. Dan bisa diimplementasikan oleh masyarakat.

    Sementara itu, Braien Waworuntu berharap kedepan akan ada lagi produk hukum berupa peraturan daerah yang bisa ditetapkan dalam rangka mengakomodir kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara.

    “Ini semua atas dasar aspirasi dari bapak-ibu semua. Kami akan terus melakukan tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada kami dengan sebaik-baiknya,” Jelas Braien saat menutup kegiatan.

    Adapun, Lurah Uluindano Ronni Moningka sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

    “Kami menyambut baik kegiatan yang telah dilakukan tersebut. Berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan akan kami sosialisasikan bagi masyarakat,” Tutup Moningka.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Gerakan Donor Darah GP NasDem, BW: Setetes Darah Kita Selamatkan Jutaan Jiwa

    test.petasulut.com/, SULUT – Sekretaris Garda Pemuda NasDem Provinsi Sulut, Braien Waworuntu menyambut baik dan mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah memberikan waktu dan tenaga untuk bisa mendonorkan darah.

    Hal ini disampaikan Braien Waworuntu saat memantau langsung kegiatan donor darah dan plasma yang diselenggarakan oleh GP NasDem Sulut, kamis (28/10) di Kantor DPW NasDem Sulut.

    “Saya berharap gerakan donor darah dan donor plasma ini selain dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, hal ini juga dapat membantu ketersediaan darah sehingga nantinya dapat berguna bagi masyarakat khususnya pasien yang membutuhkan darah,” ucap BW.

    Gerakan donor darah ini dilakukan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun.

    Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Sulut, rumah sakit dan PMI sering kekurangan darah, terutama golongan darah yang langka dan susah ditemukan. Guna mengatasinya pihak keluarga pasien tidak jarang harus berupaya secara mandiri demi mendapatkan darah tersebut.

    “Atas nama pribadi dan Partai NasDem, saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan donor darah ini. Tentunya ini merupakan wujud kepedulian sosial GP NasDem untuk membantu sesama. Diharapkan darah yang diperoleh dalam kegiatan donor darah ini dapat membantu ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu disela-sela kegiatan.

    Diketahui, kegiatan yang diselenggarakan GP NasDem Sulut ini atas inisiatif dan instruksi dari Ketua GP NasDem Prananda Surya Paloh yang dilaksanakan oleh seluruh GP NasDem di seluruh provinsi dan Kabupaten/Kota.

    Lanjut dikatakan Braien Waworuntu bahwa melalui kegiatan donor darah ini ‘setetes darah kita bisa menyelamatkan jutaan jiwa’ yang terkena penyakit bukan cuma covid-19 tetapi penyakit-penyakit lainnya.

    “Ini suatu hal yang membanggakan tentunya. Saya dan kaka Nick telah diberikan mandat untuk terus menjadi berkat kepada masyarakat melalui GP NasDem,” tutup Waworuntu.

    Terpantau, ratusan masyarakat antusias mengikuti kegiatan donor darah itu dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    Turut hadir dalam gerakan donor darah GP NasDem Sulut yakni Ketua GP NasDem Nick Adicipta Lomban, Ketua DPW NasDem Sulut Max Lomban, Ketua DPP Ivanhoe Semen, Politisi NasDem Sulut Alfian Bara, Ketua DPD NasDem Minut Peggy Rumambi serta seluruh pengurus GP NasDem Sulut.

    (ABL)

  • ALFIAN BARA Apresiasi Kegiatan Donor Darah Yang Diselenggarakan GP NasDem Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Politisi Partai NasDem Provinsi Sulut, Alfian Bara Men-support penuh kegiatan donor darah yang dilaksanakan Garda Pemuda NasDem Sulut, kamis (28/10) di Kantor DPW NasDem Sulut.

    Dirinya mengatakan kegiatan baik tersebut merupakan upaya GP NasDem Sulut untuk mendukung program pemerintah serta pemenuhan ketersediaan darah, terutama dimasa pandemi COVID-19, yang mana sekarang ini membuat cadangan atau jumlah darah yang tersedia cenderung menurun, sedangkan kebutuhan darah di masyarakat cenderung meningkat.

    ”Kegiatan donor darah ditengah pandemi COVID-19 merupakan kegiatan yang sangat mulia dan luhur,” ucap Aleg Dapil BMR itu, saat memantau langsung gerakan donor darah GP NasDem.

    ”Momen donor darah di hari Sumpah Pemuda ini merupakan moment yang tepat untuk memotivasi masyarakat agar tidak perlu khawatir dan ragu untuk mendonorkan darahnya dimasa pandemi karena protokolnya sangat menjamin bahwa kegiatan bisa berlangsung dengan baik dan aman,” terangnya.

    Diketahui, gerakan donor darah ini dilakukan GP NasDem Sulut dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun.

    Apresiasi juga disampaikan Personil Komisi II DPRD Sulut itu untuk Ketua GP Nasdem Nick Lomban, Sekretaris GP NasDem Braien Waworuntu, Ketua DPP NasDem Ivanhoe Semen dan Ketua DPW NasDem Sulut Max Lomban terlebih kepada semua masyarakat yang telah bersedia berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.

    Ia berharap kegiatan tersebut bisa diteruskan dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat serta menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya.

    ”semoga hal baik ini bisa terus dilanjutkan oleh Partai NasDem Sulut. Terus jaga kesolidan kita guna menuju Indonesia dan Sulut yang lebih baik dan sehat,” Tutup Alfian Bara.

    (ABL)

  • Peringatan Sumpah Pemuda, GP NasDem Sulut Gelar Kegiatan Donor Darah

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun, DPW NasDem Provinsi Sulawesi Utara melalui Garda Pemuda NasDem menggelar kegiatan Donor darah, kamis (28/10) di kantor DPW NasDem Sulut.

    Gerakan donor darah tersebut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia.

    Di sela-sela kegiatan, Ketua GP NasDem Sulut, Nick Adicipta Lomban mengatakan kegiatan ini dilakukan atas petunjuk dan inisiatif dari Prananda Surya Paloh dengan tajuk ‘PSP BERDERMA’ yaitu pemuda siaga pandemi dalam hal ini melakukan donor darah dan juga yang sementara terdaftar kurang lebih 100 orang.

    “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda. Sasaran kegiatan ini adalah bagaimana kita bisa BERDERMA dalam hal ini mengumpulkan pendonor dan hasil dari donor darah ini untuk membantu sesama yang membutuhkan,” jelas Nick.

    Tak hanya itu, Ketua DPW NasDem Sulut Maxi Lomban juga mensupport kegiatan GP NasDem. Kegiatan donor darah ini juga bukan cuma berlaku di tingkatan provinsi Sulut melainkan di kabupaten/kota juga GP NasDem melakukannya.

    “GP NasDem melakukan hal ini demi kemanusiaan. Mudah-mudahan apa yang mereka hasilkan dapat disumbangkan kepada PMI, dimana PMI yang bertanggung jawab dan dapat diberikan kepada yang membutuhkan,” ucap Lomban.

    Terlebih, Ketua DPP NasDem Ivanhoe Semen yang juga pembuka kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan diseluruh provinsi dalam hari Sumpah Pemuda. Hari ini merupakan puncak acara yang sudah dilakukan, tapi juga di seluruh kabupaten dan kota se-indonesia oleh GP NasDem juga telah melakukan hal yang sama.

    “Ini adalah kegiatan PSP BERDERMA Jilid 2. Jilid pertama sudah dilakukan dan sudah banyak juga yang mendonor darah biasa maupun plasma. Diharapkan kegiatan yang dilakukan bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan yang saat ini terkena pandemi covid-19 dan kegiatan ini semata-mata adalah untuk kemanusiaan, lepas dari sekat-sekat politik dan warna politik tapi murni untuk kegiatan kemanusiaan di seluruh indonesia, untuk membantu program pemerintah bagaimana bisa bersama-sama keluar menuntaskan persoalan covid-19 ini,” jelas Ivanhoe.

    Ivanhoe juga berpesan untuk seluruh kader-kader GP NasDem untuk bersama-sama dan ikut ambil bagian membantu pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 ini melalui setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

    Disisi lain, Sekretaris GP NasDem Sulut Braien Waworuntu mengatakan melalui kegiatan donor darah ini ‘setetes darah kita bisa menyelamatkan jutaan jiwa’ yang terkena penyakit bukan cuma covid-19 tetapi penyakit-penyakit lainnya.

    “Ini suatu hal yang membanggakan tentunya. Saya dan kaka Nick telah diberikan mandat untuk terus menjadi berkat kepada masyarakat melalui GP NasDem,” tutup Waworuntu.

    Hadir juga dalam kegiatan itu yakni Politisi NasDem Alfian Bara, Ketua DPD Partai NasDem Minut Peggy Rumambi serta seluruh pengurus GP NasDem Sulut.

    Terpantau, ratusan masyarakat antusias mengikuti kegiatan donor darah itu dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    (ABL)

  • Kecam Aksi Pelecehan Guru di SMA Motoling, BW: Hukum Berat Bila Terbukti!

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu sangat mengecam keras aksi oknum guru yang diduga melakukan pelecahan seksual terhadap siswi di SMA Motoling, Minahasa Selatan.

    Bahkan aksi cabul oknum guru itu yang viral di media sosial diduga bukan cuma seorang siswi saja yang menjadi korban tapi ada banyak korban yang dilakukan hal tidak senonoh itu.

    “Apabila kejadian yang viral di medsos ini benar terjadi, tentunya hal ini sangat berdampak buruk bagi dunia pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara,” ungkap Politisi Partai NasDem itu, senin (11/10) diruang kerjanya.

    Tak hanya itu, Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas masalah ini.

    ” Apabila terbukti, Hukum seberat-beratnya oknum guru itu. Kelakuan yang dilakukannya sangat tidak beradab dan pastinya mental siswi yang menjadi korbannya akan jatuh,” tegas BW.

    Foto dugaan kasus pelecehan guru terhadap siswa viral beredar(foto/instagram)

    Sebelumnya, Komisi IV DPRD Sulut telah melakukan RDP dengan Dikda Sulut, salah satunya membahas dan meminta jawaban terkait persoalan ini.

    BW juga pada saat RDP dengan Dikda Sulut menegaskan agar masalah ini harus segera ditindaklanjuti.

    “Saya meminta penjelasan terkait kasus viral dugaan pelecehan guru terhadap siswi di SMA Motoling. Kalau Kacabdin hadir saat ini, saya minta pak Kacabdin telepon sekarang guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Disini hadir juga awak media, supaya juga teman-teman pers mendapat keterangan terkait masalah ini,” jelas Braien dihadapan Kepala dinas pendidikan sulut, Grace Punuh bersama jajaran.

    Menanggapi itu, Kepala dinas Pendidikan Sulut, Grace punuh mengatakan bahwa kejadian ini pasti akan ditindaklanjuti.

    “Untuk kasus yang terjadi di SMA Motoling itu yang lebih tahu adalah Kacabdin Minsel,” ucap kadis seraya meminta Kacabdin Minsel untuk menerangkan kepada Komisi IV soal kasus itu.

    Pada kesempatan itu, Kacabdin Minsel Max Lengkong mengatakan bahwa laporan soal kasus viral ini sudah masuk dan langkah pertama yang ditempuh adalah langsung memberikan surat panggilan.

    “Jadi besok kita (Dikda) akan BAP yang bersangkutan. Memang sudah viral tetapi kan intinya kita harus mencari bukti otentik dulu, apa benar pelaku melakukan itu atau bagaimana. Kalaupun misalnya dalam pemeriksaan yang bersangkutan melakukan hal itu, tetap kita akan tindaklanjuti,” jelasnya.

    Terinformasi juga, bahwa pada hari ini kasus tersebut telah berproses di Polres Minsel.

    (ABL)

    Video terkait:

  • RDP Komisi IV, Dikda Sulut Beri Jawaban Soal Kasus Viral Guru di SMA Motoling

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru terhadap siswi viral di media sosial. Aksi cabul ini terinformasi terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Motoling, Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut).

    Gerak cepat pun dilakukan komisi IV DPRD Sulut, dimana mereka langsung memanggil mitra kerja terkait yakni Dikda Sulut, senin (11/10) siang.

    Pada pertemuan itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu pun dengan tegas meminta jawaban terkait kasus viral tersebut.

    “Saya meminta penjelasan terkait kasus viral dugaan pelecehan guru terhadap siswi di SMA Motoling. Kalau Kacabdin hadir saat ini, saya minta pak Kacabdin telepon sekarang guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Disini hadir juga awak media, supaya juga teman-teman pers mendapat keterangan terkait masalah ini,” jelas Braien dihadapan Kepala dinas pendidikan sulut, Grace Punuh bersama jajaran.

    Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi IV Careig runtu juga menambahkan bahwa jika kejadian itu benar, oknum guru itu sangat dan sangat merusak citra pendidikan di Sulut.

    “Kalau oknum guru itu ada di tempat ini, kita so tampeleng pa dia. Saat ini pemerintah lagi fokus menaikan citra dalam dunia pendidikan sulut tapi malah ada oknum guru yang merusak tatanan pendidikan, sangat-sangat tidak beradab,” tegas CNR.

    Menanggapi itu, Kepala dinas Pendidikan Sulut, Grace punuh mengatakan bahwa kejadian ini pasti akan ditindaklanjuti.

    “Untuk kasus yang terjadi di SMA Motoling itu yang lebih tahu adalah Kacabdin Minsel,” ucap kadis seraya meminta Kacabdin Minsel untuk menerangkan kepada Komisi IV soal kasus itu.

    Foto dugaan kasus pelecehan guru terhadap siswa viral beredar(foto/instagram)

    Pada kesempatan itu, Kacabdin Minsel Max Lengkong mengatakan bahwa laporan soal kasus viral ini sudah masuk dan langkah pertama yang ditempuh adalah langsung memberikan surat panggilan.

    “Jadi besok kita (Dikda) akan BAP yang bersangkutan. Memang sudah viral tetapi kan intinya kita harus mencari bukti otentik dulu, apa benar pelaku melakukan itu atau bagaimana. Kalaupun misalnya dalam pemeriksaan yang bersangkutan melakukan hal itu, tetap kita akan tindaklanjuti,” jelasnya.

    Melihat foto yang viral, dirinya mengatakan bahwa memang benar itu berada di SMA motoling. Apakah itu foto asli atau direkayasa, kami belum bisa membuktikan. Tapi yang pasti kalau wajah, itu memang benar adalah beliau.

    “Kapan itu terjadi? Saya juga belum tahu pasti. Apakah baru atau peristiwa lama, saya belum tahu. Makanya besok kami akan BAP yang bersangkutan,” ucapnya.

    Untuk pengambilan gambar atau foto itu, Max mengatakan bahwa kemungkinan besar adalah siswa.

    “Untuk gambar pula, kami belum bisa pastikan asli atau tidak,” tutupnya.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Belum Tersentuh, BW Soroti Jalan Pinaras-Rambunan

    test.petasulut.com/, SULUT – Tak pernah tersentuhnya pembangunan jalan Pinaras-Rambunan membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut angkat bicara.

    Masalah itu diungkap Anggota DPRD Sulut, Braien Waworuntu. Ia mengungkapkan, problem ini ditemukannya ketika melakukan reses di daerah pemilihan Minahasa-Tomohon.

    "Jalan Rambunan-Pinaras memang tidak pernah dibuat sampai sekarang. Masih jalan roda," tegas Waworuntu, saat diwawancarai, Senin (27/9), di ruang kerjanya.

    Diketahui, dalam pertemuan Pemerintah Kota Tomohon bersama dengan seluruh Anggota DPRD Sulut dapil Minahasa-Tomohon pada 12 april 2021 lalu terungkap bahwa akses jalan Pinaras tembus Rambunan akan segera dianggarkan untuk dibangun. Dan menjadi salah satu prioritas pembangunan.

    https://test.petasulut.com/jalan-pinaras-tembus-rambunan-segera-dibangun/

    Ketua Komisi IV DPRD Sulut ini menuturkan, memang terkait jalan tersebut sudah pernah disampaikannya ke Kepala Daerah di Kota Tomohon. Namun kini kembali menjadi aspirasi masyarakat ketika reses.

    "Saya sudah pernah sampaikan ini ke pak Wenny Wakil Walikota Tomohon (Wenny Lumentut, red)," ucap politisi Partai Nasional Demokrat ini.

    Memang diakuinya, ini merupakan jalan penghubung antara dua daerah yakni Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa. Pinaras adalah Kelurahan yang ada di Kecamatan Tomohon Selatan. Sementara Desa Rambunan terletak di Kecamatan Sonder.

    "Jalan Pinaras menuju Rambunan itu adalah penghubung antar dua kabupaten kota. Dan memang sangat diperlukan masyarakat untuk akses jalan," tuturnya.

    (ABL)

  • BW Tanya Kesiapan Sekolah Menuju PTM, Ini Jawab Kadis Grace Punuh

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut bersama dengan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut, senin (27/9) Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu mempertanyakan terkait kesiapan sekolah-sekolah menuju pembelajaran tatap muka.

    “Sejauh mana kesiapan sekolah SMA/SMK menuju pembelajaran tatap muka,” tanya BW kepada Kepala Dinas Pendidikan, Grace Punuh.

    Menanggapi itu, Kadis Grace Punuh mengatakan bahwa persiapan tatap muka sudah sesuai dan mengacu pada SKB 4 Menteri dan surat edaran gubernur, bupati walikota maupun surat edaran juknis dari penyelenggara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada SMA, SMK, SLB di masa pandemi covid-19.

    “Pada umumnya lewat SKB 4 Menteri dan surat edaran gubernur, sekolah-sekolah tetap mengacu ke zonasi yang ada. untuk kesiapan, sekolah yang sudah benar-benar siap akan dibuka contohnya, sekolah yang sudah siap berarti ceklist dari SKB 4 Menteri, sarana prasarana sudah siap tapi yang pasti ini persiapan orang tua dan siswa untuk mengantarkan anak nyaman untuk sekolah,” jelas Punuh.

    Yang pertama lanjut Kadis, sekolah yang sudah siap tatap muka yakni sekolah di bitung, SMA di lembeh dan SMA negeri 1 Bitung.

    “Kenapa SMA lembeh dan SMA 1 Bitung siap? Karena disamping sudah ada gugus tugas covid sekolah, ada juga kerjasama dengan puskesmas terdekat, gugus tugas covid kecamatan dan ijin dari gugus tugas covid daerah sambil melihat peta zonasi yang ada. Dan kita harapkan itu dapat berjalan,” katanya.

    “Tambahan lagi dari pimpinan, Guru tenaga pendidik dan siswa sebaiknya sudah divaksin. Itu yang kita percepat saat ini,” tambahnya.

    Punuh juga mengatakan bagi sekolah yang sudah siap pembelajaran tatap muka dibuat strategi pembelajaran, contohnya siswa yang bersangkutan 2 hari sekolah dan selebihnya siswa itu belajar lewat daring. Itu bergantian sambil ada buku saku kesehatan.

    “Jadi, dari awal siswa ke sekolah jam berapa, pulangnya jam berapa itu ditandatangani orang tua. Jangan sampai siswa itu pulang sekolah jam 10, yang bersangkutan singgah di mall atau dimana dan tidak langsung pulang. Hal itu yang kita jaga agar tidak terjadi demikian. Atau tidak sekolah karena sementara isolasi mandiri, itu yang menjadi kerja keras dari gugus tugas covid sekolah, agar supaya tidak terjadi cluster sekolah dan kita sudah antisipasi secara hati-hati,” jelasnya.

    Dan untuk saat ini kata Punuh, yang sudah jalan sejak bulan lalu takni talaud, sangihe, bitung, minahasa ada sebagian dan Manado baru 1 sekolah yaitu SMA Negeri 9, itupun dengan hati-hati.

    “Kesehatan dan keselamatan dari guru dan siswa, itu yang kita utamakan. Itu yang menjadi kesiapan kami (Dikda),” tuturnya.

    Turut hadir, Wakil ketua Komisi IV Careig Runtu, Sekretaris Jems Tuuk, Anggota Melisa Gerungan dan MJP.

    (ABL)