Tag: dapil minsel mitra

  • PPKM, STELLA: Pemerintah Harus Ada Bantuan Langsung Untuk Masyarakat

    test.petasulut.com/, SULUT – Melonjaknya kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mikro) di hampir semua wilayah di Sulawesi Utara.

    Dampak dari PPKM ini membuat masyarakat kesulitan dari segi ekonomi atau memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sejumlah pelaku UMKM pun mengaku kesulitan atas kebijakan pemberlakukan pemerintah ini.

    Anggota DPRD Sulut, Stella runtuwene pun menanggapi akan hal ini.

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut itupun beranggapan bahwa memang Pertimbangan pemerintah untuk perpanjangan PPKM ini baik untuk kondisi sekarang dimana Covid benar benar lagi merajalela di Sulut tetapi pemerintah juga harus memikirkan masyarakat yang penghasilannya berkurang dan ada juga yang tidak ada pemasukan sama sekali.

    “Kalo di tempat tempat lain di pulau jawa ada kebijakan pemerintah daerah yang langsung cepat tangani permasalahan ini, saya rasa ini harus segera di tanggapi karena dana Covid itukan langsung dari pusat dan ada dana tersendiri untuk penanganan jadi saya rasa juga pemerintah harus segera melakukan penanganan yang lebih cepat lagi agar masyarakat terbantukan dengan bantuan dan program pemerintah,” jelas Politisi Partai NasDem itu baru baru ini.

    Lebih lanjut Stella Runtuwene mengatakan terkait bantuan seperti apa yang bisa pemerintah berikan. Dirinya mengatakan tentunya bantuan secara langsung pada masyarakat.

    “Kita bisa langsung data saja dan berikan bantuan secara langsung
    kalau soal data mestinya dinas sosial sudah ada data. Bantuan secara langsung lebih kena sasaran,” tandas anggota DPRD Sulut dari Partai Nasdem dapil Minsel-Mitra ini.

    (ABL)

  • Geluti Bisnis Perikanan, JAK Tetap Mengucap Syukur

    test.petasulut.com/, SULUT – Walau diperhadapkan dengan berbagai persoalan, namun James Arthur Kojongian (JAK) tetap beraktifitas positif.

    Disela-sela tanggung jawab sebagai wakil rakyat, JAK juga telah merambah bisnis di bidang perikanan.

    Diketahui, JAK mulai melakukan usaha kecil-kecilan sebagai nelayan melaut menangkap ikan.

    “Puji Tuhan, setidaknya saya masih diberikan kesempatan untuk menghasilkan bagi keluarga,” kata JAK, Sabtu (8/5/2021).

    Kata JAK, selama 3 bulan hak dia sebagai anggota dewan masih ditahan pihak sekretariat sehingga ia pun harus melakukan beberapa aktifitas tambahan untuk kebutuhan keluarga.

    Disinggung penghasilan dari melaut dan bertani, JAK menanggapi dengan kata ucapan syukur.

    “Selain melaut, saya juga sudah mulai memberdayakan hasil kebun seperti kopra, syukur kepada Tuhan diberi kecukupan hidupi keluarga,” tandasnya.

    (ABL)

  • Reses, JAK: Aspirasi Masyarakat Yang Masuk, Akan Disampaikan di Lembaga DPRD

    test.petasulut.com/, SULUT – Pada minggu kemarin, seluruh anggota DPRD Sulut telah melaksanakan Reses I tahun 2021.

    Kewajiban itupun dilaksanakan oleh Politisi Partai Golkar Sulut, James arthur Kojongian.

    Dimana dirinya menyerap aspirasi di beberapa titik lokasi, diantaranya Tatapaan sampai dengan di pusat kota Amurang.

    “Disana saya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat bagaimana tanggapan-tanggapan dari masyarakat, apa saja yang menjadi program-program prioritas pembangunan di kabupaten Minahasa Selatan,” ucap JAK, senin (19/4) diruang kerjanya.

    Aleg Dapil Minsel-Mitra itu juga mengatakan Aspirasi yang masuk berupa infrastruktur jalan maupun bagaimana relokasi pasar Amurang yang akan pindah ditempat yang baru.

    “Ini merupakan sebuah tahapan-tahapan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan sesuai dengan keinginan, tapi juga untuk para pedagang yang akan pindah dipasar amurang yang baru,” kata JAK

    “Intinya hasil reses berjalan dengan baik, masyarakatpun menerima dan sayapun menyerap aspirasi masyarakat agar nanti dalam paripurna buka-tutup masa reses nanti, hasil reses ini akan diparipurnakan, serta juga akan masuk dalam pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan di lembaga DPRD,” Tambahnya.

    Dalam pergelaran Reses I tahun 2021 ini, JAK mengakui telah menerima dana reses dan tunjangan reses dari lembaga DPRD Sulut.

    “Bahkan juga ada beberapa tunjangan seperti perjalanan dan uang harian juga diberikan. Tetap dibiayai oleh lembaga DPRD Sulut, dari sekwan memberikan,” tutup JAK.

    (ABL)

  • Dinilai Amburadul, STELLA Sesalkan Adanya Penambahan Dana Miliaran Untuk Anjungan Sulut di TMII

    test.petasulut.com/, SULUT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut, Stella Runtuwene Kembali menyoroti Pembangunan Anjungan Pemerintah Provinsi Sulut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

    Tahun lalu, Politisi Partai NasDem itu sempat melakukan interupsi di sidang Paripurna DPRD Sulut guna melaporkan ke eksekutif perihal pengerjaan anjungan yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

    Pada kesempatan ini pula, Aleg Dapil Minahasa Selatan ini mengatakan sejak terakhir dirinya datang pada agustus tahun lalu ke TMII progresnya begitu begitu saja.

    ” Apa yang saya lihat kurang lebih hampir setahun yang lalu sampai saat ini tidak ada yang berubah, masih sama,”beber Stella.

    Lanjut Stella Runtuwene mengatakan pembangunan anjungan ini tidak melalui perencanaan yang matang.

    ” Saya mendapatkan laporan dari petugas disana mereka mendapatkan tugas ekstra karena setiap hujan pasti banjir. Ini semua terjadi karena perencanaan yang tidak matang,”tegas Stella.

    Disisi lain, adik kandung Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene ini menyesalkan terkait permintaan tambahan dana puluhan Milyar untuk pembangunan gedung baru di anjungan tersebut.

    ” Saya juga bingung kenapa dimasa pandemi Covid seperti sekarang lantas ada permintaan penambahan anggaran untuk gedung baru. Gedung yang lama saja belum selesai sudah mau bikin baru,”tukas Stella.

    Pada awak media, Stella Runtuwene mempertanyakan untuk apa
    anjungan ini dibuat jika tidak jelas manfaatnya buat masyarakat Sulut. Masih banyak jalan jalan rusak yang perlu di perbaiki atau jalan jalan perkebunan agar memudahkan para petani ketimbang memaksakan membangun sesuatu yang kurang jelas manfaatnya.

    ” Jadi saya berpikir kalau pembangunan yang kurang membawa manfaat untuk apa? Perlu dikaji kembali pembangunan anjungan Sulut di TMII apakah benar benar bermanfaat untuk masyarakat Sulut atau tidak,”tandasnya.

    Diketahui berdasar data yang ada, usulan pembangunan anjungan pemerintah provinsi di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp 60 Miliar pada APBD tahun 2018. Dan informasinya di tahun anggaran 2021 ini ada permintaan penambahan anggaran sekira 19 hingga 20 Milyar Rupiah.

    (ABL)

  • STELLA RUNTUWENE Jaring Asmara Modoinding, Masalah Pupuk Dan Akses Jalan Dikeluhkan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Stella Runtuwene Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut terus melaksanakan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat Dapil Minsel-mitra.

    Terbukti, pada Kamis (7/4/2021), Runtuwene kembali melanjutkan penjaringan aspirasi masyarakat di reses I tahun 2021 dengan menyambangi warga Kecamatan Modoinding.

    Pelaksanaan Reses itu menerapkan Protokol Kesehatan, sesuai anjuran Pemerintah guna mencegah penyabaran COVID-19.

    Dalam Reses ini, Politisi Partai NasDem Sulut ini banyak menerima keluhan dari warga diantaranya persoalan Pupuk, akses jalan di Persawahan,  pembangunan fasilitas olahraga serta pelatihan untuk mengembangkan skill generasi muda.

    “Masalah yang ada saat ini adalah sulitnya kami mendapatkan pupuk untuk para petani,” ujar Radus Garusu, warga setempat.

    Adapun yang disampaikan Frangky Sarayar meminta kepada Pemerintah agar dapat melakukan pengaspalan akses jalan persawahan sepanjang kurang lebih 2 Kilometer yang ada di Desa Kakenturan.

    “Jalan percetakan sawah baru sepanjang kurang lebih 2 kilometer, yang ada di Desa Kakenturan sampai kompleks Balai Benih Umum kiranya dapat diaspal,” katanya.

    Menanggapi itu, Stella Runtuwene menjelaskan kepada warga, bahwa semua persoalan tersebut akan disampaikan kepada Instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Nanti, lanjut Srikandi Dapil Minsel-Mitra ini, akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas terkait, untuk membahas dan mencarikan solusi agar persoalan ini segera teratasi.

    “Saya akan kawal aspirasi ini. Untuk itu, nanti saya bersama teman-teman yang ada di DPRD akan segera melakukan rapat dengar pendapat dengan beberapa instasi terkait, untuk mencarikan solusi, agar persoalan yang disampaikan dalam reses, bisa teratasi,” tegas Adik dari Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene.

    Keluhan tersebut juga menurutnya akan menjadi catatan penting yang akan disampaikan lewat Paripurna nanti.

    “Untuk itu saya minta kepada warga, agar saat ini bersabar dulu. Keluhan ini akan saya kawal sampai  persoalan ini terselesaikan,” tandasnya.

    (ABL)

  • RUNTUWENE Reses di 3 Lokasi, Berbagai Keluhan Disuarakan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Hal itu pula dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Minsel-Mitra Stella Runtuwene.

    Dimana dirinya menyambangi tiga Desa kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Selasa (6/4/21).

    Tiga Desa yang disambangi Runtuwene yaitu Desa Pinaling, Ritey dan Desa Malenos Baru.

    Kedatangan wakil ketua komisi III ini disambut antusias warga yang ingin menyampaikan aspirasi untuk  diperjuangkan melalui lembaga DPRD.

    Sementara itu, Melky Sikape, warga Desa Ritey saat menyampaikan aspirasinya meminta pemerintah membangun jaringan air bersih untuk kebutuhan warga desa.

    Pria kelahiran Sangihe ini berharap agar pemerintah dapat membantu dengan membangun fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.

    ” Sudah 75 tahun Indonesia merdeka tapi kami masyarakat desa Ritey belum merdeka dari kesulitan air bersih, ” keluhnya.

    Hal lain disampaikan  Daud warga setempat yang berharap adanya bantuan pemerintah membangun fasilitas lapangan sepak bola di desa tersebut.

    ” Banyak anak muda di desa kami memiliki potensi di bidang olahraga namun sayangnya tidak ditunjang dengan fasilitas yang ada, ” ujar Daud.

    Di bidang kesehatan warga juga sempat menyinggung soal pelayanan kesehatan di RSUP Prof Kandow Manado yang dianggap tidak profesional.

    Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat mengantar kerabatnya ke Rumah Sakit tersebut.

    ” Persoalan sebenarnya sepele, waktu mau dilakukan tindakan di IGD,  perawat menyuruh kami menyiapkan sendiri silet untuk dipakai menangani saudara kami. Saya hanya heran masak rumah sakit besar tersebut tidak memiliki alat medis seperti itu, “ungkapnya.

    Sementara itu mayarakat Desa Malenos Baru berharap ada penambahan jaringan lampu jalan termasuk mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukan normalisasi sungai Rano Ritey guna mencegah terjadinya luapan air di musim hujan.

    Begitupun sarana air bersih, warga meminta agar bak penampungan air yang sudah ada dapat ditambah agar proses penjernihan air lebih maksimal.

    Hal senada juga diutarakan masyarakat desa Pinaling terutama berkaitan dengan pembangunan infrastrukur.

    Disisi lain Stella Runtuwene memberi apresiasi kepada masyarakat yang begitu antusias menyampaikan aspirasi bahkan kritikan bersifat membangun untuk kepentingan bersama.

    ” Terima kasih telah menyampaikan hal – hal yang menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan kepada pemerintah Provinsi melalui instansi terkait, ” ujarnya.

    Politisi NasDem ini bahkan  mendorong masyarakat untuk menyusun proposal terutama usulan pembangunan infrastruktur.

    ” Nanti akan saya sampaikan langsung ke instansi teknis, ” janjinya.

    Dalam kegiatan serap aspirasi yang ikut dihadiri pemerintah desa serta tokoh masyarakat, tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid 19.

    ” Saya mengajak kita semua untuk saling mengingatkan, saling menjaga dan tetap disiplin patuh pada protokol kesehatan, agar virus covid 19 ini kita bisa cegah demi kebaikan kita bersama, ” tutupnya.

    (ABL)

  • DPRD Sulut Pending Pembayaran Gaji JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – Perihal dengan status James Arthur Kojongian di DPRD Sulut, pihak sekretariat Dewan untuk sementara mem-pending pembayaran gaji Legislator Partai Golkar itu.

    Langkah ini dilakukan guna menghindari agar tidak terjadi Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

    Terkait hal tersebut, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu melalui Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Dammy Tendean membenarkan hal itu.

    Dirinya mengatakan, pending terhadap pembayaran gaji sambil menunggu SK pemberhentian karena itu yang menjadi acuan.

    ” Meski tidak dibayarkan namun dananya tetap ada di kas negara, dan ketika sudah ada SK, maka langsung direalisasikan sesuai ketentuan, ” jelas Tendean, Rabu (10/3).

    Lanjut Tendean, Alasan pending pembayaran gaji juga dilakukan atas dasar usulan pemberhentian dari posisi Wakil Ketua DPRD serta didasarkan pada pengalaman sebelumnya dimana ada Anggota DPRD mengajukan pengunduran diri sebagai wakil rakyat.

    “Pembayaran akan kembali dilakukan setelah terbitnya SK dari Mendagri dan sudah diterima oleh sekertariat,” kata Tendean.

    Pendingnya pembayaran gaji James Arthur Kojongian terhitung mulai Februari 2021.

    (ABL)

  • TUMIWA: Akhir Bulan Maret, Ranperda Tatib di Kirim ke Kemendagri

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan Ranperda Tata Tertib DPRD Sulut, yang sejauh ini diketahui sudah dalam tahap penyempurnaan tapi belum ada penjelasan resmi dari Pansus Tatib, kapan Ranperda ini akan dirampungkan.

    Mengenai hal itu, Panitia Khusus (Pansus) melalui ketua Pansus Tatib Boy Tumiwa buka suara.

    Kepada wartawan, Tumiwa mengatakan bahwa Ranperda Tatib DPRD Sulut sementara dalam perumusan bahasa hukum.

    ” Rencananya akhir bulan Maret 2021 ini, Ranperda ini sudah dikirim ke Kementerian dalam negeri untuk difasilitasi,” ucap Tumiwa, Senin (8/3) diruang kerjanya.

    Lanjut Boy, Pembahasan Ranperda inikan sudah selesai, tinggal ada perbaikan-perbaikan yang akan dirumuskan kembali.

    “Tapi perbaikan tersebut tidak banyak. Beda dengan Perda yang biasanya harus mulai dari awal, tapi untuk Tatib ini tinggal beberapa hal yang ditambahkan. Contohnya, Tata cara penetapan Pimpinan DPRD, itukan hanya memasukan UU didalamnya dan juga contohnya atribut DPRD dimasukan secara rinci kedalam Ranperda ini,” tutupnya.

    (ABL)

  • Sambil Berlinang Air Mata, MEP Tak Ingin Adanya Perceraian

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan persoalan yang dihadapi, Michaela E. Paruntu (MEP) sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sampai pada saat ini terus mendukung dirinya menyelesaikan permasalahan ini.

    “Saya bisa bertahan sampai hari ini, karena dukungan dan semangat dari semua teman-teman, kerabat dan berbagai pihak yang diberikan kepada saya. Tapi sebagai manusia dan warga negara Indonesia yang bertanggungjawab, biarlah kami (JAK-MEP) menyelesaikan masalah ini secara internal, apapun yang terjadi kedepan itu akan menjadi tanggungjawab kami bersama,” ungkap MEP, senin (8/2) didampingi JAK dan kuasa hukum.

    Mika Paruntu juga menambahkan bahwa dirinya sengaja tidak pernah melaporkan masalah ini di DPRD maupun pihak kepolisian karena dirinya tidak ingin permasalahan keluarga ini melebar.

    “Saya ingin persoalan ini diselesaikan hanya pribadi saja dan tidak menjadi konsumsi masyarakat. Saya minta doa dari semua pihak agar masalah ini dapat dan cepat terselesaikan,” katanya.

    “Kita di ajarkan di keluarga kristen, kita harus bisa mengampuni. Biarlah Kami diberikan kesempatan untuk memperbaiki keluarga kami. Saya tidak ingin ada perceraian karena itu firman Tuhan. Bukang kita tako pa JAK, bukan kita tako pa siapa-siapa, kita cuma tako pa Tuhan. Kita tahu Tuhan pasti bimbing pa kita,” tutup MEP sambil berlinang air mata.

    (ABL)

  • MEP Tegaskan Bahwa Video Rekaman Suara Itu HOAX

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan Video Rekaman suara yang beredar dimana dalam rekaman video tersebut menjelaskan bahwa adanya pemberian uang 1 Milliar yang diberikan salah satu pimpinan DPRD Sulut Inisial J kepada Wanita Berinisial Adan juga informasi mengenai wanita Inisial A untuk menggugurkan kandungan dengan imbalan memberikan uang sebesar 1 (satu) Miliyar Bahwa untuk kedua kalinya saya menyuruh perempuan inisial A agar menggugurkan kandungannya dengan imbalan memberikan mobil Toyota Fortuner.

    Mengenai berita-berita yang beredar tersebut, Michaela E. Paruntu (MEP) pun membuat klarifikasi sekaligus membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

    “Saat ini saya wajib memberikan klarifikasi terkait berita-berita yang beredar supaya tidak ada lagi kesalapahaman di publik dan tidak ada lagi berita-berita hoax yang disebarkan, yang bisa menjadikan persoalan-persoalan yang baru. Padahal tidaklah seperti itu,” ungkap MEP mengawali Konferensi Pers, senin (8/2) pagi.

    MEP tegaskan bahwa tuduhan 1 Milliar, Aborsi dan Mobil Fortuner itu HOAX.

    “Atas beredarnya Video itu yang sudah menjadi sangat viral, ini sebenarnya adalah urusan keluarga kami (JAK-MEP). Terlepas dari itu semua, Kami keluarga Kojongian-Paruntu memohon maaf kepada masyarakat, tidak ada maksud kesengajaan untuk mempublikasikan. Biarlah yang terjadi dalam video itu, menjadi urusan keluarga kami,” katanya.

    “Ada istilah tidak ada gading yang tak retak, begitu juga dalam keluarga tapi saya yakin dan percaya apa yang saya alami pun banyak keluarga lainnya yang mengalami, tapi yang berbeda kami di video. Jadi sekali lagi saya katakan bahwa tuduhan dalam rekaman video suara itu tidak benar,” jelas MEP didampingi JAK dan kuasa hukum sembari meminta kepada masyarakat untuk beri kesempatan untuk keluarga kami Kojongian-Paruntu untuk menyelesaikan masalah ini, apa yang terjadi nantinya biarlah hanya sebatas keluarga kami yang tahu.

    (ABL)

    Berikut Video Lengkapnya:

    https://youtu.be/RbaAuZgN9eI