Tag: DPRD SULUT

  • Lonjakan Harga Minyak Goreng, Nick Desak Disperindag Segera Cari Solusi

    test.petasulut.com/, SULUT – Pada beberapa bulan belakangan ini, harga Minyak Goreng di Sulut tak kunjung turun dan masih di kisaran 20 ribu – 21 ribu per kilogram. Hal itupun membuat legislator gedung cengkih, Nick Adicipta Lomban angkat bicara.

    Personil Komisi II DPRD Sulut itupun mendesak pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Disperindag bergerak cepat merespons harga minyak goreng yang mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir di Sulut.

    "Banyak pelaku usaha makanan skala UMKM yang kesulitan dengan naiknya harga minyak goreng. Saya dapat banyak keluhan seperti pedagang gorengan di beberapa tempat yang terhimpit kenaikan harga minyak goreng. Mau menaikkan harga jual tidak mungkin karena daya beli masyarakat belum pulih," kata Nick, senin (17/01) saat diwawancarai awak media.

    Ia mengatakan, selain berdampak ke ekonomi, kenaikan minyak goreng bisa berdampak negatif ke kesehatan. Sebab, warga bisa saja memakai minyak goreng berulang-ulang lantaran untuk membeli yang baru harganya sudah melonjak naik.

    Lanjut Ketua Fraksi Partai NasDem Sulut, apapun masalah yang terjadi di lapangan terkait lonjakan harga minyak goreng, pemerintah dalam hal ini Disperindag, harus hadir memberi solusi.

    "Pemerintah harus pro aktif terkait masalah melambungnya harga minyak goreng. Segera cari solusi seperti operasi pasar khususnya minyak goreng" Ucapnya.

    "Setidaknya pemerintah hadirkan solusi jangka pendek dan jangka panjang juga untuk masyarakat. Di masa pandemi covid-19 ini juga masyarakat masih berbenturan dengan masalah ekonomi, ditambah dengan masalah baru seperti ini tentunya makin pusing," Tegasnya.

    https://test.petasulut.com/nick-pertanyakan-btp-disperindag-yang-menyentuh-rp-25-m/

    Mengenai persoalan ini, Lomban mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pimpinan dan anggota komisi II DPRD Sulut.

    "Aduan publik soal melambungnya harga minyak goreng di Sulut akan ditindaklanjuti melalui komisi II DPRD Sulut. Saya akan segera koordinasi," Tutupnya.

    (ABL)

  • Kadinkes Sulut Dicecar MJP Perihal Test Antigen di Bandara

    test.petasulut.com/, SULUT – Terus berperan aktif dalam hal koordinasi dan pengawasan, Komisi IV DPRD Sulut kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, selasa (18/01) diruang rapat komisi IV.

    Pada kesempatan itu, berbagai pertanyaan pun diutarakan para wakil rakyat komisi IV. Namun pembahasan mengerucut ke persoalan rapid test antigen covid-19.

    Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan (MJP) mengorek terkait pemeriksaan rapid test antigen yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi.

    “Pemeriksaan rapid test di airport Sam Ratulangi Manado, tolong dijelaskan ibu kadis. Kebijakan diambil Pemprov Sulut dalam rangka menjamin kesehatan warga dalam menghadapi Covid-19. Yang saya tahu, kebijakan ini diambil pasca kejadian 40 lebih penumpang dari luar daerah datang di Sulut dan kedapatan positif dan ada yang surat bodong, sampai ini viral. Kita agak tidak terlalu ketat dalam mengawasi kedatangan penumpang yang datang di Sulut,” tegas MJP dalam rapat tersebut yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Woworuntu didampingi Sekretaris Julius Jems Tuuk.

    Disampaikannya, pihaknya perlu data pasca pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan yang dikoordinasikan oleh pemerintah pusat. Agar penanganan ini benar dikomandani oleh pemerintah pusat dan itu berjalan selaras dengan pemerintah daerah.

    Ia menanyakan, terkait sudah berapa banyak yang didapat dengan adanya pemberlakukan kebijakan pengetatan ini.

    “Ada berapa yang didapat Dinkes ketika selama pemberlakuan kebijakan pengetatan ini. Kasus covid yang didapati dari airport. Terus berapa alat yang digunakan dalam mendukung program pemerintah ini. Perlu ada transparansi data bahkan alokasi anggaran yang dituangkan. Dan bagaimana perencanaan ke depan melihat kebijakan yang diambil, kan ini perlu dievaluasi juga. Apakah ini benar-benar berdampak dalam penanganan covid-19. Ini perlu dijelaskan dinkes ke publik, supaya tidak ada anggapan hanya menghambur-hamburkan anggaran daerah saja,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut ini.

    Ia mengungkapkan, semua sudah mendengar prediksi akan adanya gelombang ketiga yang akan terjadi. Namun harapannya ancaman gelombang ketiga ini tidak terjadi.

    “Kita harus lihat lagi agar penanganan Covid-19 ini betul-betul kita taklukan lagi. Karena ini aduan banyak yang masuk bu kadis, mungkin ibu kadis banyak mendengar informasi di airport sana ribut soal antrian, ribut antar masyarakat dan petugas, ada yang tidak terkoordinasi, ada yang menyalahkan petugasnya ada yang menyalahkan Satpol PP. Itu teknis di lapangan yang menjadi perhatian kita bersama,” ujar anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung ini.

    https://test.petasulut.com/kian-menjanjikan-mjp-porang-bakal-jadi-komoditas-primadona-yang-banyak-dicari/

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut Debby Kalalo menyampaikan, terkait dengan kebijakan Pemprov Sulut di pintu masuk Bandara Sam Ratulangi, dirinya sangat berterima kasih sekali kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw yang tetap melakukan kebijakan itu sampai saat ini. Bukan hanya di Bandara tapi juga di pelabuhan. Ini supaya mereka yang masuk ke Sulut benar-benar discreening terlebih dahulu.

    “Untuk saat ini, data dari Bandara (Sam Ratulangi, red) sejak bulan Juli 2021 sampai Desember dengan jumlah penumpang yang diperiksa itu 192.516. Jumlah yang positif 322 orang. Screening antigen di Pelabuhan Manado mulai bulan Juli sampai Desember, jumlah penumpang yang diperiksa 13.452 dan jumlah positif antigen itu ada 66 orang. Pelabuhan Bitung kami sebagian antigen lewat kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Untuk alat kami mendapat bantuan alat antigen juga dari pusat krisis kesehatan. Untuk pengadaan antigen di bandara dan pelabuhan. Kami juga bantu di perbatasan Bolmut bagi yang masuk dari Gorontalo,” ungkap Kadis.

    (ABL)

  • Kian Menjanjikan, MJP: Porang Bakal Jadi Komoditas Primadona Yang Banyak Dicari

    test.petasulut.com/, SULUT – Petani Porang patut berbangga, karena Komoditas ini dinilai bakal paling banyak di cari kedepannya sehingga otomatis keberadaan tanaman porang di Indonesia semakin menjanjikan.

    Nilai ekspornya pun terinformasi terus diupayakan pemerintah pusat.

    Gambaran itu terlihat saat Kunjungan kerja DPRD Provinsi Sulawesi Utara ke Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI di Kantor Indonesia Design Development Center (IDDC) Jakarta, Jumat (7/1). Kunjungan kerja ini DPRD dalam rangka Konsultasi dan Koordinasi terkait Kebijakan Ekspor Tanaman Porang.

    Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan (MJP) yang ikut dalam kunjungan kerja itu menjelaskan gambaran keberadaan komoditas itu di Indonesia. Dijelaskan MJP, nilai ekspor porang pada tahun 2020 mencapai Rp923,6 miliar hingga menjadikan komoditas porang ditetapkan sebagai mahkota masuk dalam program Gratieks.

    Presiden Jokowi meminta porang tidak lagi diekspor dalam bentuk umbi ke luar negeri, namun harus dalam bentuk olahan. Tanaman porang memiliki segudang manfaat sehingga akan menjadi komoditas utama yang banyak dicari.

    “Porang (Amorphophallus muelleri blume) memiliki peluang besar untuk diekspor. Di kalangan petani Indonesia pun, porang mulai menjadi primadona lantaran nilai ekonominya tinggi,” ungkap MJP.

    Nilai tanaman porang ini terletak pada kandungan senyawa glukomanan yang tinggi. Senyawa glukomanan memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai sumber bahan pangan yang sehat, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah, membantu mencegah kanker, menurunkan berat badan, sampai mengatasi sembelit.

    “Di sisi lain, senyawa glukomanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk pelapis obat di bidang medis,” jelas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut ini.

    https://test.petasulut.com/mjp-langsung-merespon-aduan-publik-soal-putusnya-jalan-likupang-bitung-diduga-karena-msm/

    Anggota Komisi IV DPRD Sulut itu juga mengatakan, budidaya porang yang merupakan tanaman jenis umbi-umbian menjadi alternatif usaha yang memiliki potensi cukup besar dan menjanjikan untuk dikembangkan.

    “Pemerintah mendorong budidaya porang dengan standar Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), seperti yang dipersyaratkan China yang menjadi salah satu tujuan ekspor,” papar wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung ini.

    Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut itu juga menjelaskan, untuk kebutuhan ekspor, petani diharapkan tidak menggunakan pupuk kimia. Sebagaimana yang disyaratkan dalam protokol ekspor chip porang ke negeri China itu.

    “Hanya dengan cara ini maka porang bisa masuk pasar internasional dan mendapatkan harga yang bahkan jauh lebih bagus,” katanya.

    Selain itu dijelaskannya, Presiden Joko Widodo terus mendorong porang sebagai salah satu kluster unggulan yang berorientasi global. Porang terus dikembangkan di dalam negeri sebagai komoditas unggulan nasional.

    “Klusterisasi itu juga selaras dengan upaya Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang telah menetapkan delapan klaster pertanian, yaitu klaster padi, jagung, sawit, tebu, jeruk, tanaman hias, kopi dan porang,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kamis (6/1), DPRD Provinsi Sulut mengunjungi Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI di Jakarta. Kunjungan kerja dalam rangka Konsultasi dan Koordinasi terkait Kebijakan Budidaya Umbi Porang.

    “Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Catatan Badan Karantina Pertanian, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya,” urai MJP.

    Salah satu keterbatasan ekspor porang Indonesia terletak pada penyediaan bahan baku yang masih terbatas. Pemerintah terus mendorong potensi pengembangan budidaya porang. Pengembangan budidaya umbi porang yang merupakan produk lokal untuk ekspor sesuai dengan kebijakan Pemerintah pusat.

    “Kementerian Pertanian berupaya mendongkrak potensi produksi umbi porang untuk meningkatkan volume ekspor. Salah satunya melalui program budidaya porang seluas 32.000 Ha di 37 Kabupaten 10 Provinsi di Indonesia,” jelas MJP.

    Demi mewujudkan peningkatan komoditas porang, Kementerian Pertanian sudah mempersiapkan 5 cara bertindak atau yang lebih dikenal dengan istilah 5 CB.

    “CB 1 adalah mengembangkan kapasitas peningkatan produksi, CB 2 berkaitan dengan pangan lokal, CB 3 penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, CB 4 pengembangan pertanian modern dan CB 5 adalah gerakan tiga kali ekspor (Geratieks). Porang dan sarang burung walet sudah ditetapkan oleh Pemerintah pusat sebagai komoditas super prioritas untuk meningkatkan nilai ekspor pertanian,” tuturnya.

    (ABL)

  • BARA Desak Disperindag Pro-aktif Carikan Solusi Terkait Meroketnya Harga Minyak Goreng

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut, Alfian bara meminta pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Disperindag segera menggelar operasi pasar khususnya minyak goreng, menyusul harga komoditas tersebut mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir ini.

    “Kami berharap Disperindag segera mengambil sejumlah langkah guna menekan kenaikan harga minyak goreng di pasaran,” kata Bara, senin (17/01) saat diwawancarai awak media.

    Menurut Politisi Partai NasDem Sulut itu bahwa harga minyak goreng di sejumlah tempat di Sulut mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp11 ribu hingga Rp15 ribu, kini mencapai Rp20 – Rp21 ribu per kilogram.

    Bara mengatakan apa yang menjadi penyebab tingginya harga minyak goreng di pasaran.

    “Pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah, yakni menggelar operasi pasar khusus komoditas minyak goreng, melakukan pengawasan terhadap distributor minyak goreng bekerja sama dengan kepolisian.

    Selain itu, melakukan pendataan berkala kebutuhan masyarakat untuk minyak goreng dan mendorong pemerintah segera berkoordinasi dengan semua yang terkait agar mendapatkan pasokan minyak goreng.

    “Kami (DPRD Sulut) berharap tidak ada yang salah dengan tata kelola minyak. Mudah-mudahan tidak ada permainan harga minyak goreng di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

    https://test.petasulut.com/alfian-bara-reses-di-moyongkota-masalah-infrastruktur-diseruhkan-warga/

    Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut Bara bahwa masyarakat diperhadapkan dengan masalah ekonomi dan ditambah pula dengan melambungnya harga minyak goreng tentunya membuat masyarakat lebih terpuruk.

    “Kiranya pemerintah pro-aktif dan segera cari solusi jangka pendek mengenai persoalan ini. Saya juga yang duduk di komisi II DPRD Sulut akan segera berkoordinasi dengan teman-teman komisi terkait hal ini. Dan tentunya Komisi II sepakat akan menindaklanjuti apa yang menjadi kendala dilapangan terkait meroketnya harga minyak goreng,” Tutupnya.

    (ABL)

  • Rakerwil NasDem Sulut, BW Ajak Kader Untuk Fokus Pada Kepentingan Partai

    test.petasulut.com/, SULUT – Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus perayaan Natal di Hotel Aryaduta, senin (17/01).

    Pada kesempatan itu, Sekretaris Garda Pemuda NasDem Provinsi Sulut, Braien Waworuntu mengatakan setiap kader partai perlu membaharui diri.

    “Kita harus menyadari kekurangan-kekurangan kita dalam mengelola Partai NasDem, untuk itu koordinasi antar kader partai perlu dipererat,” Ucap Ketua Komisi IV DPRD Sulut itu di sela-sela kegiatan Rakorwil.

    Rapat kerja kali ini kata Braien, merupakan awal untuk melihat diri masing-masing sejauh apa peran dari semua kader untuk Partai NasDem.

    Dirinya menyebut, NasDem di Sulut adalah partai besar. Kendati demikian, Waworuntu melihat sejauh ini masih ada yang kurang. Rapat kerja wilayah ini juga kata dia, sebagai awal mempersiapkan kemenangan di 2024 nanti.

    “Menang secara paripurna. Butuh kekompakan, dan kedewasaan dalam mengelola Partai NasDem,” tegas Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    https://test.petasulut.com/rakorwil-nasdem-fer-agustus-perombakan-besar-besaran/

    Ia menjelaskan, untuk membuat Partai NasDem menang di tahun 2024, setiap kader harus menurunkan ego masing-masing.

    “Fokus utamanya bukan saja pada kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan Partai NasDem. Karena itu, setiap kader harus meletakkan fokus utama pada kepentingan Partai NasDem,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam Rakorwil itu yakni Ketua DPW Partai NasDem Sulut Maximilian Lomban, Fraksi NasDem Sulut yakni Ketua Fraksi Nick Lomban, Victor Mailangkay, Stella Runtuwene, I Nyoman Sarwa, Serly Tjanggulung, Mohammad Wongso, Alfian Bara, Ketua DPD Kota Manado G.S. Vicky Lumentut, Ketua Panitia Rakorwil Frederik Tangkau, Sekretaris Peggy Rumambi, Bendahara Ivana Kaligis serta jajaran pengurus DPW dan DPD Kabupaten/Kota.

    (ABL)

  • Turut Prihatin, WONGSO Minta Pemerintah Usut Tuntas Misteri Kematian Grace Karundeng

    test.petasulut.com/, SULUT -Kabar duka datang dari Ontario Kanada dimana salah satu mahasiswi terbaik Sulawesi Utara (Sulut) terinformasi meninggal dunia. Kabar ini menjadi perhatian banyak pihak. Sekretaris Komisi I DPRD Sulut, Mohammad Wongso pun angkat bicara.

    Wakil rakyat daerah pemilihan Bolaang mongondow raya tersebut menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Grace Karundeng.

    “Sulawesi Utara kehilangan salah satu putri muda terbaik dan berprestasi yang meniti studi di luar negeri. Saya secara pribadi dan secara lembaga legislatif turut berduka cita atas kejadian yang menimpa,” Ucap Wongso, rabu (12/01) diruang kerjanya.

    Tak hanya itu, Politisi Partai NasDem itu juga menuturkan agar segera usut tuntas permasalahan ini.

    “Saya mendesak Pemerintah Indonesia hadir dan menjadi garda terdepan untuk mengungkap misteri kematian Grace Karundeng. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia wajib terus berkoordinasi dengan pemerintah Kanada,” Katanya.

    “Memang menurut prosedur, misteri kematian ini harus menunggu hasil forensik untuk kemudian jenazah bisa dibawa pulang ke Indonesia,” Tambahnya.

    Dirinya juga secara pribadi mengatakan turut berduka cita atas kepergian Grace Karundeng yang merupakan putri terbaik Sulut.

    “Harapan saya, semoga keluarga bisa diberikan kekuatan dan ketabahan ditengah-tengah kepergian Grace Karundeng,” Tutupnya.

    (Foto/Istimewa)

    Sebelumnya terinformasi Grace Karundeng adalah salah satu mahasiswa lulusan Sekolah Manado Internasional School (MIS) yang saat ini sementara melanjutkan pendidikan di Ontario Kanada.

    Perihal kematian Grace diketahui dari postingan akun warga negara Indonesia di Ontario dengan postingan sebagai berikut :

    “MOHON DITERUSKAN!

    Ada yg kenal dgn “Grace Karundeng”? Kami dari group KAWANUA di Ontario, Canada mengucapkan turut berdukacita, polisi menemukan Grace meninggal di basement, Richmond Hill, Ontario. Berita ini diteruskan ke KBRI Toronto & ke group kami. Semoga keluarga Grace di Manado sdh mengetahuinya. Grace adalah student di Humber College, Toronto. Menurut info papanya bernama Audy, mamanya Tessie, kakaknya Christine. (Kel. Karundeng- Sanchez)

    Orangtuanya tinggal di Airmadidi, Manado.

    Mantan siswa MIS ( Manado International School). Penyebab meninggal Grace msh dlm penyelidikan polisi. Thanks for your help.🙏”

    https://test.petasulut.com/wongso-pelindung-untuk-pol-pp-kenapa-tak-di-tata-kasat-optimis-kedepan-tak-ada-demo/

    Tessie Sanchez, Ibu kandung Grace Karundeng, saat diwawancarai mengatakan agar anaknya bisa segera dipulangkan ke Indonesia, tepatnya ke Kabupaten Minahasa Utara (Minut) domisili mereka saat ini.

    "Harapan kita keluarga agar anak kita itu bisa segera pulang dengan cepat ke rumah. Bisa pulang ke Indonesia secepat mungkin dan kita makamkan di sini," kata Tessie, Senin (10/1) beberapa waktu lalu.

    (ABL)

  • Kinerja Mempuni Jadi Dasar BAGUS YUNIANTO Dipercaya Jabat Bendahara Sekretariat DPRD Sulut Selama 6 Tahun

    test.petasulut.com/, SULUT – Kepercayaan mengemban suatu jabatan di lembaga pemerintahan harus didasari dengan kinerja yang optimal dan mempuni.

    Kepercayaan itu pun didapat oleh salah satu ASN dilingkup sekretariat DPRD Sulut, yakni Bagus Yunianto.

    Pria kelahiran Kota Kotamobagu 2 Juni 1981 kerap disapa Bagus selama 6 tahun berturut dipercayakan sebagai bendahara sekretariat DPRD Sulut.

    Bagus dipercayakan posisi tersebut terhitung sejak tahun 2017 sampai dengan 2022 ini.

    Saat itu, Dia dipercaya oleh Sekertaris DPRD Sulut Bartholomeus Mononutu dan terus berlanjut sampai pada kepemimpinan Glady Kawatu.

    Bagus Yunianto awal karir sebagai ASN di Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulut pada pengangkatan tahun 2012.

    Kemudian ditahun 2015, Bagus Yunianto di tugaskan sebagai staf di sub bagian perencanaan dan penganggaran di bidang keuangan sekretariat DPRD Sulut.

    Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2017 sekertaris dewan Bartolomeus Mononutu mempercayakan posisi bendahara tersebut.

    https://test.petasulut.com/sertijab-kabag-persidangan-sekwan-glady-ini-bagian-dari-mekanisme-birokrasi-pemerintahan/

    Sampai saat ini, Sekertaris Dewan Glady Kawatu masih mempercayakan posisi tersebut dan tidak sembarang orang yang akan dapat dipercaya bertahun-tahun duduk diposisi tersebut.

    Pengakuan Bagus Yunianto, ketakutan terbesarnya adalah terjadi kelalaian dalam administrasi keuangan.

    "Karena diawal saya dipercaya, sistim pembayaran non tunai masih dominan. Jadi antara pembukuan dan fisik keuangan yang selalu saya fokus," ungkap Bagus, Rabu (1201/2022) diruang kerjanya.

    Namun, di beberapa tahun terakhir ini, Bagus merasa lega karena sistim transaksi pembayaran hak para anggota DPRD Sulut berlaku non tunai.

    "Saya sangat berterimakasih, karena Pimpinan saya masih mempercayakan tanggungjawab ini sampai 6 tahun berturut. Kepercayaan ini menjadi motifasi bagi saya untuk tingkatkan kerja dan tanggungjawab," tandasnya.

    (ABL)

  • Sertijab Kabag Persidangan, Sekwan GLADY: Ini Bagian Dari Mekanisme Birokrasi Pemerintahan

    test.petasulut.com/, SULUT – Penyegaran jajaran kembali dilakukan di lingkup sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

    Dimana, pada senin (10/01) Sekretariat Deprov menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bagian (Kabag) Persidangan.

    Diketahui, jabatan Kabag Persidangan sebelumnya diduduki Ronny Geruh, kini telah dijabat pejabat baru Jerry Kristofel Hamonsina.

    Sertijab ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pelantikan sejumlah pejabat adminsitrator dan pengawas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut),

    Pelaksanaan Sertijab yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Sulut tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan pakta integritas bagi pejabat fungsional tertentu dipimpin Sekretaris DPRD Glady Kawatu serta disaksikan Kepala BKD Sulut Clay June Dondokambey.

    Pada kesempatan itu, dihadapan para pejabat baru Sekretaris DPRD Glady Kawatu menyampaikan pergeseran jabatan telah melalui kajian dan proses melalui penilaian pimpinan dalam hal ini Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Provinsi serta Baperjakat termasuk didalamnya Kepala BKD.

    “Pergantian jabatan adalah bagian dari mekanisme birokrasi pemerintahan bahwa penyegaran dan eksistensi kinerja pemerintah maka mutasi, rotasi dan promosi merupakan bagian penting yang harus dilakukan dan dijalani oleh seorang ASN, saya berkeyakinan seorang yang bekerja pasti ada upahnya apalagi memilih profesi sebagai ASN pasti akan dinilai oleh pimpinan termasuk rekan kerja maupun staf masing masing,” terangnya.

    Tak hanya itu Ia juga menegaskan pentingnya bagi pejabat maupun pegawai ASN dan THL di lingkup Sekretariat DPRD Sulut untuk selalu meningkatkan etos kerja di masing masing unit kerja terutama menjaga etika karena tidak hanya dinilai oleh pimpinan tetapi juga oleh masyarakat.

    “Jabatan itu adalah kepercayaan yang harus diimbangi dengan tanggung jawab.Jabatan juga bukan merupakan hak, jadi tidak ada dari kita yang harus menuntut jabatan, apapun kepercayaan yang diberikan pimpinan kita harus menjaga kepercayaan tersebut dan menjalankan sebaik-baiknya, saya harap kita tidak mempermalukan pimpinan yang telah memberikan kepercayaan, bekerjalah dengan baik,” tandas Kawatu.

    https://test.petasulut.com/tunjang-kinerja-45-anggota-dewan-sekretariat-deprov-miliki-birokrasi-singkat-dalam-penyampaian-aspirasi/

    Sementara itu, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Clay Dondokambey, dalam arahannya mengatakan, pergantian jabatan baik itu rotasi, mutasi maupun promosi bahkan demosi sekalipun merupakan hal positif dengan indikator-indikator yang dijadikan acuan dan landasan.

    “Meminjam kata-kata pak Gubernur saat rapat perdana kami jajaran pejabat tinggi Pratama tanggal 3 Januari kemarin, pak Gubernur mengatakan buang jauh-jauh anggapan bahwa ada jabatan tempat kering dan tempat basah. Yang ada adalah bagaimana seorang pejabat atau ASN menempatkan dirinya membangun iklim kerja yang baik dan positif agar tercipta suasana kerja yang nyaman dan kondusif, sehingga dapat menciptakan perangkat kerja yang produktif untuk menunjang kerja – kerja melalui penjabaran visi misi dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” tandas Clay.

    (ABL)

  • Turut Merasakan, MJP Minta KBRI Wajib Fasilitasi Pemulangan Jenazah Grace Karundeng

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali diterjang kabar dukacita. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang menempuh pendidikan di Kanada dikabarkan meninggal dunia. Belum adanya informasi detail terkait penyebab kematiannya. Namun tanggapan publik pun bermunculan.

    Grace Karundeng yang diinformasikan meninggal dunia pada 8 Januari 2022 waktu setempat mendapat respon dari Anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minut-Bitung, Melky Jakhin Pangemanan (MJP).

    MJP menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sosok Grace yang kuliah di luar negeri dinilainya sebagai pribadi yang berprestasi. Daerah Sulut tentu merasa kehilangan.

    “Turut berdukacita sedalam-dalamnya. Sulawesi Utara kehilangan salah satu aset generasi muda yang berprestasi,” ungkap MJP, Senin (10/1), di ruang kerjanya.

    Arus desakan pun mengalir dari Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini. Dirinya meminta agar bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Dengan demikian tidak menimbulkan tanda tanya publik terkait kematiannya.

    “Saya mendorong agar harus diusut tuntas kasus ini,” tegas MJP.

    Selain itu, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut ini juga meminta supaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memfasilitasi pemulangan jenazah Grace Karundeng.

    “Dan membantu kebutuhan keluarga,” kuncinya.

    (Foto/Istimewa)

    Diketahui, Geace yang lahir 18 Mei 2003 ini diketahui menempuh studi di Humber College. Ia juga alumni Manado International School (MIS). Kabar yang beredar, tubuhnya ditemukan polisi setempat di Kanada dalam keadaan meninggal dunia. Sesuai informasi yang didapat dari kerabat keluarga yang ada di Maumbi dan Airmadidi, bahwa orang tua dari Almarhum Grace ayahnya bernama Audy Karundeng dan Ibunya bernama Yessie Sanches, beralamatkan kompleks Universitas Klabat Airmadidi.

    https://test.petasulut.com/mjp-bawa-persoalan-putusnya-jalan-likupang-bitung-di-paripurna-begini-tanggapan-dlh/

    Berita duka ini menjadi gempar dengan adanya postingan salah seorang dari Ontario Kanada yang adalah salah satu Warga Negara Indonesia berinisial EM lewat postingan di media sosial yang ia posting di grup-grup Sulut yang ia ikuti.

    Kabarnya, pihak keluarga sudah mengetahui dan saat ini masih dalam proses ke KBRI untuk memulangkan jenazah dari Kanada ke Indonesia, menyiapkan segala persyaratan agar jenazah bisa dipulangkan ke Indonesia seraya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap misteri kematian anak mereka.

    (ABL)

  • Jalin Sinergitas, Sekwan GLADY KAWATU Terima Kunker DPRD Mitra

    test.petasulut.com/, SULUT – Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Kamis (6/1) di kantor DPRD Sulut.

    Maksud kunker DPRD Mitra tersebut guna menjalin sinergitas serta berkonsultasi mengenai tupoksi Anggota DPRD.

    Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Katrin Mokodaser mengatakan sinergitas antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten dan Provinsi menjadi program penting dilakukan DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara.

    "Tujuannya untuk memaksimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terutama dalam hal penyerapan aspirasi masyarakat," Ucapnya kepada wartawan.

    Lanjutnya, Sekretaris DPRD Sulut tadi juga sudah menyampaikan bahwa ada reses tandem antara DPRD Provinsi dan Kebupaten dan ini sangat membantu, karena kalau kita reses kan masyarakat banyak menyampaikan aspirasi tidak hanya menjadi kewenangan Kabupaten tetapi juga Kewenangan Provinsi.

    “Masyarakat juga banyak yang belum tahu program-program yang menjadi kewenangan Provinsi, jadi sinergitas ini sangat penting bagi kami sebagai anggota DPRD di Kabupaten Mitra. Kalau ada anggota DPRD Sulut yang turun sama – sama pasti masyarakat juga akan lebih banyak tahu,” tandasnya.

    https://test.petasulut.com/tunjang-kinerja-45-anggota-dewan-sekretariat-deprov-miliki-birokrasi-singkat-dalam-penyampaian-aspirasi/

    Ditempat yang sama, Sekwan Provinsi Sulawesi Utara Glady Kawatu yang menerima rombongan para wakil rakyat Kabupaten Mitra ikut memberikan penjelasan terkait tugas dan fungsi sekretariat Dewan.

    “Ada tiga fungsi utama anggota dewan yakni pengawasan, legislasi dan budgeting. Untuk menopang tugas anggota dewan tersebut, sekretariat membantu dalam hal pengelolaan administrasinya serta hak para anggota dewan,” pungkas Kawatu.

    (ABL)