Tag: komisi II DPRD SULUT

  • BARA Desak Disperindag Pro-aktif Carikan Solusi Terkait Meroketnya Harga Minyak Goreng

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut, Alfian bara meminta pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Disperindag segera menggelar operasi pasar khususnya minyak goreng, menyusul harga komoditas tersebut mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir ini.

    “Kami berharap Disperindag segera mengambil sejumlah langkah guna menekan kenaikan harga minyak goreng di pasaran,” kata Bara, senin (17/01) saat diwawancarai awak media.

    Menurut Politisi Partai NasDem Sulut itu bahwa harga minyak goreng di sejumlah tempat di Sulut mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp11 ribu hingga Rp15 ribu, kini mencapai Rp20 – Rp21 ribu per kilogram.

    Bara mengatakan apa yang menjadi penyebab tingginya harga minyak goreng di pasaran.

    “Pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah, yakni menggelar operasi pasar khusus komoditas minyak goreng, melakukan pengawasan terhadap distributor minyak goreng bekerja sama dengan kepolisian.

    Selain itu, melakukan pendataan berkala kebutuhan masyarakat untuk minyak goreng dan mendorong pemerintah segera berkoordinasi dengan semua yang terkait agar mendapatkan pasokan minyak goreng.

    “Kami (DPRD Sulut) berharap tidak ada yang salah dengan tata kelola minyak. Mudah-mudahan tidak ada permainan harga minyak goreng di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

    https://test.petasulut.com/alfian-bara-reses-di-moyongkota-masalah-infrastruktur-diseruhkan-warga/

    Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut Bara bahwa masyarakat diperhadapkan dengan masalah ekonomi dan ditambah pula dengan melambungnya harga minyak goreng tentunya membuat masyarakat lebih terpuruk.

    “Kiranya pemerintah pro-aktif dan segera cari solusi jangka pendek mengenai persoalan ini. Saya juga yang duduk di komisi II DPRD Sulut akan segera berkoordinasi dengan teman-teman komisi terkait hal ini. Dan tentunya Komisi II sepakat akan menindaklanjuti apa yang menjadi kendala dilapangan terkait meroketnya harga minyak goreng,” Tutupnya.

    (ABL)

  • Tidak Ada Persetujuan Setneg Atas Perubahan Desain Anjungan Sulut TMII, Benarkah?

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait Pembangunan Anjungan Sulut di TMII, Anggota DPRD Sulut Cindy Wurangian menjelaskan perjalanan dari pembangunan Anjungan Sulut di Taman Mini tersebut.

    “Dari awal, desain anjungan Sulut yang baru ini didesain dari Biro perlengkapan yang pada waktu itu namanya masih biro perlengkapan yang merupakan mitra kerja dari komisi II, kemudian namanya diganti menjadi biro infrastruktur sehingga mitranya berubah ke Komisi III sampai saat ini namanya sudah berubah lagi,” jelas Ketua Komisi II DPRD Sulut itu, dihadapan Seluruh Anggota Pansus LKPJ Tahun 2020 dan Kaban Penghubung Christian Singal, Senin (26/4) di ruang paripurna DPRD Sulut.

    Lanjut Wurangian, pada waktu lalu dirinya mengingat bahwa desain ini butuh waktu diselesaikan karena memerlukan persetujuan dari setneg.

    “Data-data gambar maupun CD masih ada di saya, semuanya. Jadi pada saat itu, desainnya sudah disetujui. Apakah saat ini semuanya sudah berjalan sesuai desain itu? Kalau pak Kaban tadi menyampaikan sudah ada perubahan dan lain sebagainya, ini disetujui oleh siapa? Perubahan-perubahan ini disetujui oleh siapa? Apakah disetujui oleh DPRD melalui komisi III? atau disetujui oleh pimpinan DPRD? dan apakah perubahan-perubahan desain itu disetujui juga oleh Setneg? Karena saya ingat betul bahwa setiap perubahan dan pembangunan yang kita rencanakan harus mendapat persetujuan dari setneg tentang tiang-tiang yang tadi disinggung,” jelas Cindy.

    “Saya sebenarnya tidak ingat yah bahwa ada tiang-tiang seperti itu pada desain awal, karena pada waktu lalu dipaparkan pada Komisi II kelihatannya begitu bagus sehingga kita menyetujui, 60 miliar 500 juta yang akan dikerjakan secara bertahap yakni 3 tahun,” tambahnya.

    Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian

    Wurangian juga menambahkan bahwa sudah selesainya tahap demi tahap dengan dana 60 miliar 500 juta yang juga ada proporsinya kabupaten dan kota.

    “Nah, kami (Anggota DPRD) berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, yang seharusnya bangunan ini masih baru, kenapa kok kualitasnya seperti itu? Ada banyak foto-foto, lantai yang baru jadi kelihatan bangunannya sudah berabad-abad padahal baru jadi, begitu juga dengan atap yang bocor dan bahkan atapnya sudah jatuh, jadi banyak sekali sarana yang dibangun disana yang harusnya masih baru tapi kelihatannya sudah seperti bangunan yang sangat tua. Pengawasannya seperti apa? Apakah ini masuk di badan penghubung juga atau mungkin tidak masuk dirananya badan penghubung, mohon dijelaskan?,” tanya Cindy.

    Menanggapi pertanyaan dari Politisi Golkar itu, Kaban Penghubung mengatakan terkait perubahan desain, jadi dari badan penghubung, PU dan Inspektorat melakukan review dengan upaya penghematan anggaran sehingga jika dilihat dari struktur dari tiang-tiang tersebut masih bisa di sesuaikan akhirnya disesuaikan sehingga dari penyesuaian-penyesuaian itu didapati bangunan yang baru.

    “Contohnya, diawal desain cuma 2 rumah ada sekarang menjadi 3 rumah adat. Dan untuk tiang-tiang, sebenarnya besaran tiang-tiang itu sudah diperkecil, sehingga ada penghematan anggaran,” kata Kaban.

    Sampai berita ini dimuat, tidak ada penjelasan dari Kaban Penghubung perihal adakah persetujuan Setneg atas perubahan desain dari pembangunan Anjungan Sulut di TMII.

    (ABL)

  • Harga Rica Masih Tinggi, NICK Dorong Pemerintah Gerak Cepat

    test.petasulut.com/, SULUT – Sampai dengan saat ini, harga rica di pasaran masih dikisaran 100 ribu rupiah per kilogram bahkan di beberapa tempat harganya lebih besar.

    Hal itu membuat masyarakat resah. Bagaimana tidak, rica merupakan bahan pokok yang tergolong paling banyak dikonsumsi masyarakat.

    Masyarakat pun meminta pemerintah maupun DPRD gerak cepat mencari solusi.

    Terkait hal itu, Personil Komisi II DPRD Sulut, Nick Adicipta Lomban pun terang-terangan mengatakan akan segera menkonsultasikan hal itu di Komisi II DPRD Sulut bersama pimpinan komisi II dan anggota lainnya.

    "Saya pasti akan segera berkoordinasi dengan seluruh personil Komisi II DPRD Sulut. Karena ini urgent untuk ditindaklanjuti," ucap Ketua Fraksi NasDem Sulut itu, Selasa (30/3) kepada media test.petasulut.com/ saat diwawancarai di kantor DPRD Sulut.

    Tak hanya itu, politisi Dapil Bitung-Minut itu juga mengatakan agar pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Dinas terkait untuk bisa mengambil langkah cepat, dalam artian mencari solusi.

    “Langkah cepat perlu dilakukan, karena persoalan terkait meroketnya harga rica dipasaran sudah berlarut-larut. Apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, aktifitas dan pekerjaan warga pada umumnya sangat terbatas otomatis berdampak pada penghasilan mereka,” tutupnya.

    (ABL)

  • Komisaris Dan Direksi BSG Baru, WURANGIAN: Kami Menanti Kerja Nyata

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (LB), Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang digelar pada Kamis (18/3/2020) kemarin, disalah satu hotel di Tondano Selatan Kabupaten Minahasa, menghadirkan pengurus yang baru.

    Dimana telah terjadi perubahan dalam struktur komisaris dan Direksi BSG.

    Berikut pengurus Periode 2021 – 2025:

    Komisaris Utama :
    EDWIN SILANGEN

    Komisaris Independen :
    MARHANI PUA

    Komisaris :
    MAX KEMBUAN
    BUCHARI MOKOAGOW
    FEDRIANTO KUNIYO

    Direktur Utama :
    REVINO PEPAH

    Direktur Pemasaran :
    MACHMUD TURUIS

    Direktur Umum :
    JOUBERT DONDOKAMBEY

    Direktur Operasional :
    LOUISA PARENGKUAN

    Direktur Kepatuhan :
    PIUS BATARA.

    Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Sulut Cindy Wurangian yang juga adalah mitra kerja BSG mengucapkan selamat atas terpilihnya dewan direksi dan Komisaris Bank SulutGo.

    “Congratulations. Kami menanti kerja nyata membawa BSGo semakin profesional dan kontribusi real untuk masyarakat Sulut,” ucap Politisi Partai Golkar Dapil Minut-Bitung, Jumat (19/3) melalui pesan WhatsApp.

    (ABL)

  • Harga Cabe Meroket, SYENNI KALANGI Beri Solusi

    test.petasulut.com/, SULUT – Meroketnya harga Cabe rawit di pasaran membuat masyarakat Sulut pusing.

    Bagaimana tidak, Saat ini harga cabe rawit per kilogram mencapai angka 100 ribu rupiah.

    Pemerintah pun diminta segera menindaklanjuti persoalan ini, agar lonjakan harga tersebut bisa kembali normal.

    Mengenai hal itu, Anggota DPRD Sulut Syenni Kalangi buka suara.

    Dirinya mengatakan untuk masyarakat agar bisa menanam sendiri rica dan tomat di sekitar pekarangan rumah.

    “Ternyata rica saat ini sudah lebih mahal dari cengkih. Jadi saya anjurkan kepada masyarakat untuk belajar menanam rica atau tomat dihalaman rumah sendiri,” ucap Kalangi, Jumat (12/3).

    Lanjut Politisi Partai Gerindra itu bahwa rica dan tomat adalah yang paling gampang untuk ditanam dan tidak ribet.

    ” Cuma asal lempar dihalaman, dia pasti bertumbuh, karena jujur saya juga dihalaman rumah melakukan hal itu. Jadi disaat sekarang melonjaknya rica, ada persediaan sendiri dirumah, tinggal asal petik,” jelasnya.

    “Terlepas dari itu, tentunya saya berharap kepada pemerintah untuk mencari jalan keluar supaya harga rica itu bisa kembali normal,” tambah Kalangi.

    (ABL)

  • Kunjungi Gudang Benih Jagung JH37, Wurangian: Pemerintah Wajib Tunjang Poktan Ini

    test.petasulut.com/, SULUT – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kunjungan kerja di Gudang Prosesing Benih Jagung JH37 di Desa Suwaan Minahasa Utara (Minut), Selasa (9/3).

    Maksud Kunker tersebut guna meninjau prosesing dan pendistribusian benih jagung.

    Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian mengatakan, dalam kunjungan kerja (Kunker) Komisi II DPRD Sulut itu, didapati ada Kelompok Tani (Poktan) lokal sudah bergerak dan mendistribusikan ratusan ton benih jagung.

    “Kami dapati dari kunker tersebut ada kelompok tani lokal, yakni Kelompok Tani Anugerah, yang sudah beberapa tahun bergerak di bidang proses benih jagung dan sudah mendistribusikan ratusan ton benih yang ada di Sulut, maupun ke kabupaten kota,” kata Srikandi Partai Golongan Karya (Golkar) Sulut ini.

    Menurutnya, hal seperti ini harus mendapatkan tunjangan lebih dari APBN dan APBD untuk menambah fasilitas yang mereka butuhkan.

    “Kami melihat dukungan dari Dinas Pertanian Provinsi Sulut, maupun dari Dinas Pertanian Minut sudah maksimal. Kedepannya perlu tetap diperhatikan agar kesinambungan dari kerja yang dilakukan oleh kelompok tani ini bisa terus berlangsung dan skalanya menjadi besar,” ungkap legislator daerah pemilihan (Dapil) Bitung-Minut ini.

    “Kunjungan tadi juga didampingi dari pihak produsen pupuk. Kita melihat harus ada sinergitas atau kolaborasi lebih holistik antara pupuk dan benih sehingga apa yang mereka hasilkan dan nanti dijual ke masyarakat yang ingin bertani jagung, kwalitasnya bisa lebih,” tandasnya.

    Hadir dalam kunjungan itu, Koordinator Komisi II Victor Mailangkay, Anggota Komisi II Syenny Kalangi serta Kadis Pertanian Sulut Novly Wowiling.

    (ABL)

  • Harga Cabe Rawit Melonjak, WURANGIAN: Ini Masalah Klasik

    test.petasulut.com/, SULUT – Lonjakan harga Cabe Rawit saat ini menyentuh harga Rp.100 ribu per kilogram

    Kenaikan harga ini pun dinilai menjadi tolak ukur kinerja dinas terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut dan asisten yang membidangi.

    Mengenai hal itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Cindy Wurangian pun angkat bicara.

    Kepada wartawan, Srikandi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merupakan masalah klasik yang selalu terjadi.

    “Masalah klasik yang selalu terjadi, tapi sampai sekarang tetap terjadi tanpa ada solusi yang nyata. Seharusnya ini salah satu tolok ukur penilaian kinerja dinas-dinas terkait, termasuk asisten yang membidangi,” kata Wurangian, Jumat (5/3).

    Ia menambahkan, untuk pemanggilan dinas terkait masih dikomunikasikan oleh Komisi II DPRD Sulut.

    “Masih dikomunikasikan,” singkatnya.

    Terpisah, salah satu pedagang di pasar tradisional mengatakan, harga cabai rawit memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram.

    “Harga rica (cabai) sekarang memang naik, kalah-kalah harga cengkih. Biasanya banyak pedagang rica di pasar ini mar sekarang so jadi kurang. Harga rica sekarang sampai Rp 100 ribu per kilogram. Ini juga berakibat kurang pembeli,” ungkap si pedagang.

    Saat berita ini diturunkan harga cabai cenderung turun dikisaran harga 60 ribu rupiah/kg.

    (ABL)

  • NICK: Saya Siap di Vaksin Covid!

    test.petasulut.com/, SULUT – Proses Vaksinasi covid-19 di sulawesi utara sampai hari ini sementara berlangsung.

    Tujuan dari vaksin covid-19 adalah untuk kekebalan tubuh terhadap wabah virus ini serta memutus mata rantai penyebaran virus corona.

    Pemerintah pusat melalui presiden Joko Widodo pun menjadi peserta dalam proses vaksinasi ini.

    Di sulut sendiri, unsur forkompimda juga telah divaksin dan sementara berlangsung proses vaksinasi ini yakni tenaga kesehatan.

    Sampai hari ini pula belum ada laporan adanya efek negatif dari pemakaian vaksin covid-19.

    Mengenai hal ini, sikap tegas pun datang dari gedung cengkih.

    Dimana, ketua Fraksi NasDem Sulut Nick Adicipta Lomban dengan tegas mengatakan Siap di vaksin Covid-19.

    “Presiden saja tidak ragu untuk di vaksin. Intinya saya akan selalu menunjang keputusan pemerintah,” ungkap Legislator Dapil Bitung-Minut tersebut, selasa (19/01).

    Nick juga menghimbau untuk seluruh personil fraksi NasDem kiranya juga menunjang program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perihal proses vaksinasi ini.

    “Jangan ragu untuk di vaksin. Toh sampai hari ini di sulut belum adanya efek negatif yang ditimbulkan terkait pemakaian vaksin covid-19 ini. Salam sehat,” ungkap Lomban.

    (ABL)