Tag: Makassar

  • Ditangkap Polisi, Satpam Ini Akui 3 Kali Merekam Mahasiswi Mandi

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Kabar tak mengenakkan kembali datang dari dunia perkuliahan. Dimana, seorang sekuriti yang seharusnya berperan menjaga keamanan dan melindungi semua mahasiswa-mahasiswi yang hendak berkuliah, tapi malah merusak citra Kampus.

    Hal itu terbukti dengan polisi melakukan penangkapan terhadap Anshar (40), seorang sekuriti yang merekam mahasiswi peserta pertukaran pelajar mahasiswa (PPM) program Kampus Merdeka Kemendikbud di Universitas Negeri Makassar (UNM) saat mandi. Anshar mengakui telah beraksi tiga kali merekam mahasiswi mandi.

    "Kami mengamankan oknum sekuriti di salah satu hotel di Makassar, tepatnya di Jalan Pettarani, di mana yang bersangkutan merekam salah seorang penghuni hotel tersebut pada saat lagi mandi, sehingga yang bersangkutan kedapatan," ujar Panit 2 Reskrim Polsek Rappocini Ipda Ahmad Hajar, Jumat (10/12/2021) dini hari, di lansir dari Detikcom.

    Terduga pelaku kini tengah dalam proses interogasi oleh aparat kepolisian di Polsek Rappocini. Akibat perbuatannya, pelaku diancam dikenai pasal terkait Undang-Undang ITE.

    "Jadi yang kami akan terapkan itu Undang-Undang ITE, yang minimal ancaman hukumannya 6 tahun," ucap Ahmad.

    https://test.petasulut.com/dosen-ini-ditetapkan-tersangka-atas-dugaan-pelecehan-seksual-3-mahasiswi/

    Berdasarkan interogasi awal, perbuatan terduga pelaku ini bukanlah yang pertama kali. Sebelum ditangkap basah merekam korban, oknum sekuriti ini telah dua kali melakukan aksi serupa kepada dua korban yang berbeda di lokasi yang sama.

    "Pengakuan terduga sudah tiga kali melakukan di tempat yang sama dengan korban yang berbeda," sebut Ahmad.

    Sedangkan hingga kini, motif terduga pelaku melakukan aksinya adalah hanya ingin melihat korban. Namun polisi masih melakukan pengembangan terkait kasus ini.

    "Motifnya hanya untuk melihat, tapi kami tetap akan lakukan pengembangan apa maksud dan tujuan bersangkutan melakukan hal tersebut," ungkap Ahmad.

    Selain mengamankan terduga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa HP pelaku serta pakaian korban.

    "Alat bukti yang kami sita HP yang digunakan merekam, termasuk pakaian korban," tutur Ahmad.

    Sumber: Baca artikel detiknews, "Sekuriti Rekam Mahasiswi Peserta Kampus Merdeka UNM Saat Mandi 3 Kali Beraksi"

    (ABL)

  • Begini Isi Surat Wasiat Pelaku Bom Makassar

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Pelaku bom bunuh diri Katedral Makassar, ternyata sebelum melakukan aksinya pada Minggu (28/3) pagi, telah menulis sebuah surat wasiat.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pelaku laki-laki berinisial L sempat meninggalkan surat wasiat sebelum melakukan aksi bom bunuh diri.

    “Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya yang isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid,” kata Listyo dalam konferensi pers, Senin (29/3).

    Surat wasiat yang ditulis pelaku itupun viral di media sosial. Salah satunya di akun Instagram @Makassaar_info.

    Dari foto yang beredar, surat wasiat itu berisi permintaan maaf dan sejumlah pesan pelaku. Pelaku diduga pengebom gereja Katedral meminta maaf kepada ibunya atas perbuatan atau perkataannya.

    Ia juga berpesan kepada ibunya agar tak meninggalkan salat.

    L menyampaikan bahwa aksinya sebagai upaya menempuh jalan sebagaimana jalan yang ditempuh oleh Rasul.

    “Makanya saya tempuh jalanku sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan ki dan bisa ki kembali berkumpul di surga,” tulis L dalam suratnya.

    L pun berpesan kepada ibunya untuk berhenti mengambil uang di bank. Alasannya, uang di bank itu riba dan tidak diberkahi Allah. L menyampaikan kepada ibunya bahwa ia memiliki uang simpanan sebesar Rp2.350.000 untuk membayar pinjaman di bank.

    “Dan itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundry-nya Mus. 500.000/bulan na kontrakan ambil meri tiap bulan, simpan ki untuk bayar pinjaman,” tuturnya dalam surat.

    Terakhir, dalam suratnya, L berpesan kepada adiknya untuk menjaga ibunya. Juga, berpesan kepada adiknya untuk tidak malas melakukan salat dan jangan sering bergaul.

    “Istiqomah ki semua di jalan ini nah ummy, Pitto dan keluargaku yang saya cintai karena Allah, semoga Allah kumpulkan ki di surga dan semua sodarahnya dan keluarga bapakku,” ujar L di surat itu.

    Dikutip dari CNNIndonesia.com, Surat wasiat itu dibenarkan pihak kepolisian.

    “Iya benar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Selasa (30/3).

    (ABL)

  • Ketua Peradah Putra Jaya Kecam Aksi Pengeboman Gereja Katedral Makassar

    test.petasulut.com/, SULUT – Menyikapi kejadian yang terjadi di Makassar, dimana pada Minggu (28/3) pagi tadi terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral.

    Putra jaya ketua Pemuda Hindu kabupaten Bolaang mongondow pun merespon dan mengutuk keras kejadian Bom Bunuh diri yang menimpa jemaat Gereja katedral di makassar.

    “Ini merupakan aksi terorisme yang tidak boleh di toleransi lagi yang sudah merusak sendi-sendi kehidupan kita dalam bernegara,” ucapnya kepada media test.petasulut.com/.

    Dirinya berharap polisi segera mengungkap latar belakang aksi Bom bunuh diri tersebut. tak hanya itu menurut ketua peradah putra jaya be juga aparat bisa segera mengungkap tuntas aktor-aktor dalam peristiwa tersebut.

    “Dan berharap kepada pemerintah dalam hal ini pihak kepolisan untuk lebih meningkatkan keamanan rumah-rumah ibadah,” tandas Putra jaya yang di kenal juga sebagai aktivis di sulawesi utara ini.

    (ABL)

  • BW: Polisi Segera Usut Tuntas Pengeboman Gereja Katedral Makassar

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu mengecam dan mengutuk keras pelaku pengeboman di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) pagi tadi.

    Dimana, dirinya berpesan agar pihak kepolisian segera usut tuntas kejadian tersebut.

    “Saya meminta agar Kepolisian yang menangani kasus ini untuk segera mencari para aktor dibalik kejadian pengeboman ini,” ucap Politisi Partai NasDem Sulut kepada media test.petasulut.com/.

    Waworuntu juga mengatakan bahwa kita masyarakat jangan sampai terprovokasi dari kejadian ini.

    “Jangan menyebarkan video atau foto kejadian pengeboman tersebut, karena itu hanya akan membuat masyarakat panik dan takut karena teror,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    “Mari kita bersama-sama bergandengan tangan memberantas terorisme. Yakinlah bahwa pihak kepolisian dapat menyelesaikan perkara ini. Bersatu kita kuat!” Tegas Politisi Milenial itu.

    (ABL)

  • HVK Kutuk Pelaku Bom di Gereja Katedral Makassar

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan ledakan bom di pintu gerbang Gereja Katedral, di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar yang terjadi pada Minggu pagi, 28 Maret 2021.

    Besar dugaan bahwa tragedi yang terjadi itu adalah bom bunuh diri.

    Berbagai elemen masyarakat pun memberikan pandangannya terkait hal itu.

    Seperti yang dikatakan Anggota DPRD Sulut, Herol Vresly Kaawoan.

    Dimana dirinya mengatakan bahwa sebagai masyarakat tentunya mengutuk keras atas kejadian di Gereja Katedral makasar Sulawesi selatan.

    "Dan sekiranya pihak berwajib secepatnya dapat mengusut tuntas perkara ini agar supaya tidak menjadi kepanikan masyarakat pada umumnya," ucap HVK Kepada Media test.petasulut.com/.

    Lanjutnya, sebagai Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Sulut yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum, Ham dan kamtibmas meminta semua element masyarakat mari kita tetap tenang dan jangan terprovokasi dengan keadaan, jangan menyebarkan berita hoaks, menutup akses penyebarluasan gambar atau foto dan Video di tempat kejadian perkara.

    “Mari bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian dengan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut. Yakin dan percaya pihak kepolisian mampu menyelesaikan perkara ini secepat mungkin,” jelas Politisi partai Gerindra itu.

    “Kita doakan bersama agar supaya pihak kepolisian dapat menyelesaikan perkara ini,” tambah Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    (ABL)