Tag: MANADO

  • Pihak Polimdo Menepis Adanya Dugaan Praktik Pungli di Kampus

    test.petasulut.com/, SULUT – Dugaan praktik pungutan liar mencuat di beberapa kampus yang berada di Sulawesi Utara.

    Isu pungli ini juga mencuat di salah satu kampus ternama yang berada di Manado yakni Politeknik Negeri Manado (polimdo).

    Dimana, beredar kabar bahwa setiap mahasiswa yang akan melakukan ujian tugas akhir/skripsi di mintai sejumlah uang dari Penguji.

    Komisi IV DPRD Sulut pun sangat gencar untuk melakukan pengawasan terkait persoalan pungli di kampus.

    Bahkan, Komisi IV mengakui akan turun langsung ke kampus bila masuk laporan resmi soal ini.

    Disisi lain, kepala bagian hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polimdo Tony Alalinti saat dimintai keterangan soal dugaan pungli ini, langsung menepisnya.

    Dirinya mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada laporan dari Mahasiswa atau orang tua soal adanya praktik pungli di Pelimdo.

    “Jadi terkait isu atau laporan adanya pungli di politeknik sampai saat ini, kami politeknik belum ada laporan atau aduan dari mahasiswa maupun orang tua mahasiswa terkait ada pungli” Ucapnya, rabu (23/06) kepada awak media.

    “Dan di politeknik itu tidak ada pungutan liar khususnya menyangkut pelaksanaan ujian tugas akhir, karna itu sudah termasuk dalam komponen UKT” Lanjutnya

    Tony juga menyampaikan, jika ada kejadian seperti itu agar di laporkan dan akan di lakukan tindak lanjut sebagai mana bukti yang ada.

    “Jadi kalo ada hal seperti itu, nanti tentunya kami politeknik akan melakukan penelitian ke dalam, sebab mahasiswa kita kan ada sekitar 4146 dan dosen ada sekitar 300 lebih, nah ini kan kita harus cari tau, potensinya seperti apa” Tegasnya.

    Iya juga menyayangkan jika hal tersebut tidak di sampaikan terlebih dulu kepada pimpinan politeknik atau pimpinan yang ada di jurusan.

    “Memang politeknik berharap sebetulnya korban atau orang tua harusnya menyampaikan lebih awal kepada pimpinan politeknik, ada pimpinan jurusan, ada wakil direktur bidang kemahasiswaan, ada wakil direktur 1 budak akademik, atau bisa ke bagian Humas, untuk memberi aduan ini, agar supaya kalo memang adanya itu, kita tindaki” tutupnya.

    (ABL)

  • Info Loker Manado, Toko Bintang Buka Lowongan Kerja

    Manado, test.petasulut.com/ – telah dibuka lowongan kerja di Toko Bintang yang berlokasi di Kawasan megamas Kota Manado, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

    Dibutuhkan segera Store Support di Toko Bintang

    Kualifikasi:

    • Pria/Wanita, Usai 18-26 tahun
    • Pendidikan akhir minimal SMA/Sederajat
    • Berpenampilan menarik
    • Berkepribadian kuat, disiplin dan bertanggung jawab
    • Mampu bekerja secara cepat, teliti dan mampu dibawah tekanan
    • Mampu bekerja secara tim dan individu
    • Bersedia bekerja dengan system shift (pagi & siang)
    • Siap ditempatkan di Toko Bintang Manado

    Sedangkan dengan persyaratan secara umum sebagai berikut:

    • Surat lamaran kerja
    • Riwayat Hidup/Curriculum vitae (CV)
    • Fotocopy KTP & KK
    • Fotocopy Ijazah Pendidikan Akhir
    • Surat Pengalaman kerja (bagi yang punya pengalaman kerja)
    • Fotocopy SKCK
    • Pas foto 3×4, 1 lembar
    • Surat keterangan berbadan sehat

    Bagi yang berkenan untuk melamar kerja silahkan memasukan berkas lamaran yang bertujuan ke HR Recruitment PT. Bintang Internasional.

    Berkas bisa langsung di antarkan ke Toko Bintang Paniki Jl. A.A. Maramis No.291. Paniki bawah, Kec. Mapanget, Kota Manado. (Depan Transmart Kairagi).

    Atau berkas juga bisa dikirim langsung via email ke: hrmanado.bintang@gmail.com dengan format subjuk “SS_Nama”

    Batas pengumpulan berkas: 30 Juni 2021

    Untuk lebih jelasnya Hubungi CP: 08114616053

  • Teddy Kumaat, Mantan Wawali Manado Dikabarkan Meninggal

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabar dukacita kembali menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara khususnya Kota Manado.

    Dimana Mantan Wakil Walikota Manado Periode tahun 2020-2005, Teddy Kumaat terinformasi telah meninggal dunia.

    Hal itu diketahui lewat beberapa rekan partai PDIP maupun keluarga yang mengucapkan berbela sungkawa atas berpulangnya Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut dapil Manado itu.

    Teddy Kumaat pun dikabarkan meninggal pada pukul 13.14 Wita, dan jenazah berada di ICCU RSUP Prof Kandouw.

    Sampai berita ini dimuat, media test.petasulut.com/ masih menelusuri informasi lanjutan perihal berpulangnya Teddy Kumaat.

    (ABL)

  • MoU Dengan BP2MI, ANDREI ANGOUW Fokus Mengirim PMI Manado Yang Skill Work, Bukan Pembantu

    test.petasulut.com/, SULUT – Walikota Manado, Andrei Angouw mengatakan tidak ingin mengirim pekerja migran Indonesia asal Manado hanya bekerja sebagai pembantu.

    Hal itu dikatakan Andrei Angouw saat melakukan MoU Pemkot Manado dengan Badan Pelindung Pekerja Indonesia (BP2MI), Selasa (22/6) yang dihadiri langsung oleh Kepala BP2MI, Benny Ramdhani bersama jajaran.

    “Kita nanti bukan mengirim pembantu rumah tangga, tapi yang punya Skill Worker,” tegas Andrei.

    Pernyataan Andrei Angouw ini ternyata memiliki tujuan jangka panjang.

    “Mereka bekerja diluar negeri nanti akan terbentuk etos kerja yang utama makin mengasah keterampilan kerja,” jelas mantan DPRD Sulut ini.

    Foto Bersama usai pergelaran MoU BP2MI bersama Pemkot Manado

    Efek domino nantinya menurut Andrei Angouw, para pekerja ini akan membantu perekonomian di Kota Manado.

    “Mereka tentunya nanti akan mengirimkan uang kekeluarga dan uang tersebut akan berputar di Kota Manado sehingga dapat membantu perputaran ekonomi, karena uang dari luar masuk ke kota ini,” lugasnya.

    Selain itu, para pekerja ini disaat kembali ke kota Manado akan diminta membantu warga.

    “Asahan keterampilan yang didapat dari luar negeri akan dimanfaatkan untuk kemajuan kota Manado dari berbagai aspek,” tegas pasangan Richard Sualang.

    Karena itu Angouw berharap adanya dukungan dari Forkpimda dan DPRD Sulut untuk kemajuan kota Manado.

    Turut hadir pada kegiatan itu, Para Pejabat Pemda Kota Manado, Para Plt. Deputi dan Direktur di lingkungan BP2MI, Kepala UPT BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Toku, Para Kepala UPT yang hadir secara virtual.

    (ABL)

    Video selengkapnya:

  • Roland Roeroe Sebut Kritikan Terhadap PD Pasar Sebagai Vitamin

    test.petasulut.com/, Manado – sebelumnya Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado di cap Pandang enteng oleh Komisi III DPRD Kota Manado karena tidak tepati janji untuk mendampingi kunjungan kerja mereka di pasar bersehati, kel. Calaca, Kec. Wenang. Sabtu (5/6). Kinjungan itu bertujuan untuk melihat tumpukan sampah di wilayah tersebut yang belum ditangani selama sepekan.

    Yang terjun langsung dalam kunjungan tersebut ada Ketua Komisi III Rony Makawata, didampingi anggota komisi III Lainnya, antara lain Jean Sumilat dan Lucky Datau. Dan ikut hadir kepala Dinas Lingkungan Hidup Manado Franky Porawouw bersama jajaran, tinggal dari PD Pasar Manado yang tidak ada perwakilan yang hadir pada waktu itu.

    Menanggapi hal tersebut Dirut PD Pasar Manado Roland Roeroe mengatakan bahwa hal itu merupakan bentuk kepedulian dan fungsi pengawasan dari legislatif.

    "Beberapa waktu lalu kami diundang secara resmi oleh lembaga DPRD Manado dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda bersama Panitia Khusus (Pansus) Penataan Pasar. Disana kami memaparkan program yang sudah berjalan dan akan dilaksanakan. Semua program itu didukung mereka yang di dalamnya ada elemen lintas Fraksi." Terangnya kepada awak media setelah ditemui di kantor Walikota Manado, kamis (10/6).

    “Jadi secara kelembagaan kami didukung penuh oleh Pansus Penataan Pasar DPRD Manado, dibawah pimpinan Ibu Jean Sumilat. Jadi kalau ada kritikan dari pribadi itu sah-sah saja. Namun secara institusi resmi kami mendapatkan support,” jelasnya.

    Selanjutnya, diperiode yang belum lama itu memang PD pasar menjadikan semua kritikan sebagai bahan motivasi. Agar bisa mengevaluasi kinerja kedepan lebih baik.

    “Bagi kami kritik itu vitamin. Ini merupakan support kepada PD Pasar. Karena semakin banyak kritikan kepada kami, berarti banyak yang sayang,” tandasnya.

  • HUT ke-1 Tahun, Komunitas Marijo Belajar Kampanye ‘Kurangi Penggunaan Sampah Plastik’

    test.petasulut.com/, SULUT – Pada tanggal 5 Juni kemarin, Komunitas Marijo Belajar berusia 1 tahun.

    Komunitas inipun memaknai HUT itu dengan mengkampanyekan penggunaan sampah plastik untuk bisa dikurangi.

    Itu juga untuk mendukung program pemerintah Provinsi Sulut.

    Terbukti, ketika berada di Pasar Bersehati Manado, dimana Komunitas Marijo Belajar mengambil tas kresek dari masyarakat dan menggantikannya dengan tas ramah lingkungan yang bisa digunakan kembali.

    “Diluar dugaan antusias masyarakat dengan pembagian 50 Pcs tas ramah lingkungan ini,” ungkap Founder Marijo Belajar, Meinagustia Ngangi kepada media, Selasa (8/06/2021).

    Ia menambahkan, kiranya diumur ke 1 tahun ini, Komunitas Marijo Belajar lebih memberikan dampak besar bagi Indonesia, melalui edukasi, tindakan dan kolaborasi guna mencapai tujuan yang baik bagi masyarakat yang lebih baik. Baik dari segi pendidikan, kerakter dan ramah akan lingkungannya.

    Sedangan CoFounder, Vicky Manangkalangi mengharapkan, Komunitas Marijo Belajar bisa terus berkomitmen sebagai wadah edukasi yang berdampak bagi masyarakat sesuai visi dan misi, serta menjadi agen penggerak bagi masyarakat untuk memberdayakan potensi serta bisa berkontribusi.

    Selain membagikan tas ramah lingkungan, Komunitas Marijo Belajar juga berkolaborasi dengan Komunitas Dinding Manado dalam memberikan pembelajaran bagi anak-anak yang ada di Pasar Bersehati Manado.

    (ABL)

  • Peringati HUT Ke-19, KMPA Tansa Sulut Gelar Lomba Pembersihan Drainase

    test.petasulut.com/, SULUT – Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tansa Sulut mengadakan perlombaan pembersihan drainase. Hal ini dilakukan guna memperingati hari lingkungan hidup serta menyabut HUT ke 19 Tahun.

    Pembersihan drainase dilakukan di Kairagi II, Kec. mapanget, di sepanjang Jalan Politeknik Manado, Minggu, (6/06/2021).

    Terpantau di lapangan, 14 titik drainase yang dibersihkan sesuai dengan organisasi yang mendaftarkan diri pada perlombaan drainase.

    Pada kesempatan itu, peserta lomba drainase dari KPAB Biosfer, Milthen F. Lengkey menjelaskan, kegiatan yang dilakukan oleh KMPA Tansa sangat baik. Perlu menjadi contoh bagi daerah lain, dan pemerintah Kota Manado. “Ada banyak hal yang kami dapatkan selama pembersihan, dimana drainase sudah full dengan pasir dan sampah, ini bukan hanya menjadi perhatian para pengiat lingkungan, tetapi perlu perhatian pemerintah yang sudah menjadi tanggungjawabnya.”

    Bukan itu saja, perlu juga kesadaran masyarakat yang memiliki drainase didepan rumahnya agar memperhatikan drainasenya sendiri. “Pasir pada drainase ada yang digali sampai 1 meter, jika seperti ini, seakan tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah dan masyarakat setempat,” tuturnya.

    Sedangkan ketua panitia perlombaan drainase, Meikel Pontolondo ketika di konfirmasi mengatakan.

    “kegiatan pembersihan drainase dalam rangka menyambut hari lingkungan hidup pada tanggal 5 Juni 2021, dan menyambut HUT KMPA Tansa Sulut ke 19 Tahun, yang jatuh pada tanggal 7 Juni 2021.”

    Ia menambahakan, kegiatan pembersihan drainase dilakukan, karena banyak masyarakat yang mengeluhkan setiap hujan, air mengenang jalan, adapun sudah mulai masuk ke dalam rumah.

    “Saya berharap kegiatan ini, bisa menyadarkan masyarakat setempat dan pemerintah Kota Manado untuk lebih memperhatikan drainase yang ada. Karena banjir bukan disebabkan oleh sampah saja, melainkan drainase yang sudah tidak terpelihara lagi,” jelasnya.

    Adapun bentuk penilaian lomba yang diberikan panitia kepada peserta lomba diantaranya, luar drainase yang diberikan, mengupload foto after/Before disertai Caption mengritisi lokasi yang dibersihkan disertai solusi. Yang dinilai baik, akan mendapatkan hadiah. Hadiah bagia Juara 1, akan mendapatkan uang Rp. 700 ribu, Piagam, dan sertifikat keikutsertaan, Rp. 500 ribu, Piagam penghargaan, sertifkat keikutsertaan, dan Juara 3 mendapatkan Rp. 300 ribu, Piagam, dan sertifikat keikutsertaan. Sedangkan yang tidak mendapatkan juara, keseluruhannya akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan.

    Sedangkan jumlah peserta yang ikut dalam pembersihan drainase berjumlah 112 orang. Dimana, setiap kelompok berjumlah 8 orang. Sedangkan komunitas yang ikut serta pembersihan drainase seperti KPAT Atlantic, KPAB Paniki Sulut, KPAT Antariksa, KPAB Tunas Baru, Himaju Pariwisata Polimdo, KPAB Silonopsis, KPAB Biosfer, KPA Silvaterra, NKS, KPAB Formicidae, MPA Consili Solafide IAKN Manado, MPA Hyawata Jurusan Akuntansi Polimdo, MPA Khatulistiwa ADV Elektro Polimdo dan PPAB Everest.

    (ABL)

  • AA Hadiri Undangan FGD Dirjen Perhubungan Laut

    test.petasulut.com/, Manado – Pemerintah Kota Manado bangun sinergi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. pasalnya Wali Kota Manado Andrei Angouw baru-baru ini menghadiri undangan dari Dirjen Perhubungan Laut dalam acara ”Focus Group Discussion“ (FGD) di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Kamis (3/6).

    Andrei Angouw yang didampingi team work Pemerintah Kota Manado untuk menunjang Program-program AARS itu ikut serta dalam FGD tentang Pelaksanaan Pengelolaan dan pemanfaatan Kapal Wisata Bottom Glass.

    FGD yang bertemakan “Peran Kementerian Perhubungan dalam mendukung program Pemerintah untuk mendukung 5 (Lima) Destinasi Wisata Super Prioritas” di laksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

    hal itupun di publish di Akun Media sosial Pemerintah Kota Manado agar transparansi dari kinerja Wali Kota dan Pemerintah bisa diketahui masyarakat Kota Manado.

     

    (Nzo)

  • Sepeninggalan Alen, Calon Istri Luapkan Isi Hatinya

    test.petasulut.com/, SULUT – Pasca sepeninggalan Alen, calon istri Alen meluapkan isi hatinya melalui postingan di media sosial pada minggu (30/5).

    Postingan dari Meiske (Calon Istri Alen) itu memakai akun pribadi dari Alen Suatan.

    Berikut isi postingan tersebut:

    Ungkapan hati Meiskewaty Brek

    Kau mengajariku untuk mencintai, setia dan bertahan dalam situasi apapun. Tetap bersama sampai maut memisahkan😭

    Sakit sekali, dengan situasi ini. Bagiku apa yang terjadi diluar kendalimu, itu BUKAN MAUmu karena kita berjuang bersama untuk mempersiapkan segalanya.
    Semua yang terjadi kuserahkan kepada Bapa di sorga, hanya Engkau yang tahu segalanya.

    Dengan iman kukatakan, sampai bertemu dirumah Bapa.

    Untuk kalian teman-teman Alen dan Meis di Medsos 🙏🙏🙏 terima kasih dukungan kalian, dan saya memohonkan jangan menyebarluaskan berita, gambar, video yang hanya menambah luka bagi saya dan keluarga. Saya sedang berusaha bangkit dengan tidak ingin melihat gambar atau video waktu kecelakaannya😭😭😭😭

    Jika kalian diposisi saya, pasti kalian akan memahami sakit yang saya alami.🙏🙏🙏🙏

    Salam kasih❤️ alen meis❤️❤️ Tuhan berkati

    Foto-foto kebersamaan alen-meis pun diunggah.

    Postingan dari Meiske mendapat banyak tanggapan dari teman-teman alen-meis, dimana komentar-komentarnya berisi ungkapan dukungan terhadap meis.

    Tak hanya itu, postingan dari meis melalui akun pribadi Alen Suatan itu juga dibagikan hampir seribu kali.

    (ABL)

  • Keluarga Buka Suara Terkait Jatuhnya Alen Dari Lantai 7 Hotel di Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – Jatuhnya calon pengantin pria GFS alias Alen dari lantai 7 hotel berbintang di Manado sehingga menewaskan GFS menimbulkan sejumlah pertanyaan.

    Dimana, pihak keluarga tidak mempercayai bahwa GFS berniat untuk melompat dari lantai 7 hotel.

    Keluarga menduga dan percaya bahwa GFS terjatuh saat membuka kain tirai jendela hotel.

    Hal itu dibenarkan dan diakui oleh adik korban. Dimana dirinya menyebut bahwa Alen terjatuh dan bukan melompat.

    Paman korban Jack Andalagi, juga menjelaskan jika rekan-rekan korban yang akan menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin, mengaku saat kejadian Alen dalam kondisi selalu ceria dan tidak menampilkan raut wajah kecewa, sehingga bisa memicu dirinya melompat dari jendela.

    “Dari pengakuan adik dari Alen dan teman-teman Alen saat kejadian, kami keluarga berkeyakinan jika Alen tidak melompat tapi terjatuh. Pertama adiknya yang sudah kelas 6 SD mengaku jika kakaknya Alen terjatuh bukan melompat. Kemudian, teman-temannya bilang, Alen dalam kondisi yang sangat ceria. Jadi kami yakin Alen tidak melompat tapi terjatuh,” ujar Andalagi saat Ditemui di rumah duka yang ada di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, sabtu (29/5) dilansir dari Kumparan.

    Menurut Andalagi, ada kemungkinan Alen terjatuh karena kelelahan mempersiapkan pernikahannya.

    Lanjut dikatakan Andalagi, dirinya sangat tahu jika keponakannya tersebut memiliki mental yang kuat. Alen sejak kecil telah menjadi tulang punggung keluarga, di mana dirinya berjualan kue untuk membantu ibunya. Sementara, ketika lulus sekolah, Alen memilih jadi pelaut.

    “Anak ini seorang petarung. Sejak kecil sudah bertarung dengan kerasnya hidup. Setelah lulus dia memilih jadi pelaut yang harus punya mental baja. Jadi, kalau hanya masalah kecil, tidak mungkin sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar Andalagi.

    Sementara, terkait dengan adanya dugaan jika Alen melompat dari lantai 7, disebabkan ada masalah internal, yakni keluarganya terlambat datang ke pernikahan, menurut Andalagi hal tersebut tidak mungkin menjadi penyebab hingga Alen harus melakukan perbuatan yang tidak masuk akal.

    Walaupun diakui Andalagi, pasti ada rasa kekecewaan yang dirasakan terkait dengan keterlambatan tersebut, namun tidak mungkin sampai memicu seseorang hingga bunuh diri.

    “Saya kenal benar anak ini, karena Alen sejak kecil saya ikut merawatnya. Bahkan di profil facebooknya, Alen menulis saya itu ayahnya. Alasan ada masalah internal keluarga itu saya bisa katakan tidak mungkin sampai membuat dia melompat. Jadi, saya mewakili keluarga menyampaikan jika Alen terjatuh karena kemungkinan terlalu lelahnya Alen mempersiapkan pernikahan ini,” ujar Andalagi. Sumber: Kumparan.com

    Sebelumnya, Alen yang adalah pengantin pria akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.

    Namun, satu jam sebelum pemberkatan nikah, kejadian naas pun terjadi.

    (ABL)