Tag: nick adicipta lomban

  • Lonjakan Harga Minyak Goreng, Nick Desak Disperindag Segera Cari Solusi

    test.petasulut.com/, SULUT – Pada beberapa bulan belakangan ini, harga Minyak Goreng di Sulut tak kunjung turun dan masih di kisaran 20 ribu – 21 ribu per kilogram. Hal itupun membuat legislator gedung cengkih, Nick Adicipta Lomban angkat bicara.

    Personil Komisi II DPRD Sulut itupun mendesak pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Disperindag bergerak cepat merespons harga minyak goreng yang mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir di Sulut.

    "Banyak pelaku usaha makanan skala UMKM yang kesulitan dengan naiknya harga minyak goreng. Saya dapat banyak keluhan seperti pedagang gorengan di beberapa tempat yang terhimpit kenaikan harga minyak goreng. Mau menaikkan harga jual tidak mungkin karena daya beli masyarakat belum pulih," kata Nick, senin (17/01) saat diwawancarai awak media.

    Ia mengatakan, selain berdampak ke ekonomi, kenaikan minyak goreng bisa berdampak negatif ke kesehatan. Sebab, warga bisa saja memakai minyak goreng berulang-ulang lantaran untuk membeli yang baru harganya sudah melonjak naik.

    Lanjut Ketua Fraksi Partai NasDem Sulut, apapun masalah yang terjadi di lapangan terkait lonjakan harga minyak goreng, pemerintah dalam hal ini Disperindag, harus hadir memberi solusi.

    "Pemerintah harus pro aktif terkait masalah melambungnya harga minyak goreng. Segera cari solusi seperti operasi pasar khususnya minyak goreng" Ucapnya.

    "Setidaknya pemerintah hadirkan solusi jangka pendek dan jangka panjang juga untuk masyarakat. Di masa pandemi covid-19 ini juga masyarakat masih berbenturan dengan masalah ekonomi, ditambah dengan masalah baru seperti ini tentunya makin pusing," Tegasnya.

    https://test.petasulut.com/nick-pertanyakan-btp-disperindag-yang-menyentuh-rp-25-m/

    Mengenai persoalan ini, Lomban mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pimpinan dan anggota komisi II DPRD Sulut.

    "Aduan publik soal melambungnya harga minyak goreng di Sulut akan ditindaklanjuti melalui komisi II DPRD Sulut. Saya akan segera koordinasi," Tutupnya.

    (ABL)

  • Ikuti Inpres, NICK Tekankan APBD 2022 Harus Memuat Jamsostek

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat Banggar DPRD Sulut bersama dengan TAPD, Ketua Fraksi Partai NasDem Nick Adicipta Lomban menjelaskan poin penting yang perlu di lakukan Pemerintah Provinsi Sulut.

    “Terkait Inpres Nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi program Jamsostek, dimana Instruksi Presiden itu mengamanatkan diperkuat dengan statement Kemendagri bahwa dalam APBD 2022 harus memuat tentang jamsostek ini, terlebih khusus bagi para pekerja-pekerja Non ASN, termasuk THL dan lain sebagainya,” jelas Anggota Banggar DPRD Sulut itu, senin (15/11) di kantor DPRD Sulut.

    Ketua Fraksi NasDem Sulut, Nick Adicipta Lomban

    Lanjut Aleg Dapil Bitung-Minut, Tadi juga sudah direspon TAPD, kurang lebih ada 18 ribuan dilingkup pemprov Sulut, itu akan masuk dalam program pesona dan perkasa.

    “Ini diharapkan harus diseriusi. Dan tetap sebagai ketua Fraksi NasDem dan sebagai anggota banggar, kami tetap akan awasi karena sifatnya instruksi dari Presiden. Berarti ini hal yang krusial untuk kemudian di cover dalam APBD 2022. Ini juga berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, terlebih khusus untuk pekerja Non ASN,” Jelas Personil Komisi II DPRD Sulut.

    Ditanya pekerja seperti apa yang akan di cover, Nick menuturkan bahwa dalam Inpres itu menekankan tentang lingkup pemerintah provinsi juga BUMD.

    “Jadi di Inpres itu menekankan pekerja dalam lingkup pemerintah provinsi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” Tutup Nick Lomban.

    (ABL)

  • PSP BERDERMA, Ketua GP NasDem NICK LOMBAN: Terima Kasih Untuk Semua Pendonor

    test.petasulut.com/, SULUT – Kegiatan donor darah bertajuk ‘PSP BERDERMA’ yang digelar oleh Garda Pemuda NasDem Provinsi Sulut bekerja sama dengan PMI Sulut Pada kamis (28/10) di Kantor DPW NasDem Sulut berjalan aman dan sukses.

    Kegiatan yang di komandoi oleh Ketua GP NasDem Sulut Nick Adicipta Lomban tersebut berhasil menghadirkan ratusan pendonor dari berbagai kalangan.

    Gerakan donor darah ini dilakukan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun.

    Kepada para pendonor, Nick tak lupa mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan bersedianya mendonor darahnya. Selain dapat bermanfaat bagi sesama, donor darah juga berguna bagi kesehatan dan memberikan dampak positif bagi tubuh pendonor.

    “Ditengah Pandemi Covid-19 ini, memang kubutuhan masyarakat khususnya para pasien di rumah sakit meningkat sedangkan stok darah semakin berkurang. Untuk itu melalui kegiatan GP NasDem ini, kiranya dapat membantu pemerintah maupun masyarakat yang membutuhkan,” jelas Aleg Dapil Bitung-Minut itu saat diwawancarai pers.

    Ketua Fraksi NasDem Sulut itu juga menjelaskan bahwa partai NasDem terus berkomitmen untuk hadir ditengah-tengah masyarakat yang berkesusahan dan berkebutuhan.

    “Kiranya kegiatan donor darah ini menjadi salah satu uluran tangan partai NasDem untuk bisa menjadi manfaat tapi juga kesehatan bagi masyarakat. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pendonor,” katanya.

    (ABL)

  • Gerakan Donor Darah GP NasDem, BW: Setetes Darah Kita Selamatkan Jutaan Jiwa

    test.petasulut.com/, SULUT – Sekretaris Garda Pemuda NasDem Provinsi Sulut, Braien Waworuntu menyambut baik dan mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah memberikan waktu dan tenaga untuk bisa mendonorkan darah.

    Hal ini disampaikan Braien Waworuntu saat memantau langsung kegiatan donor darah dan plasma yang diselenggarakan oleh GP NasDem Sulut, kamis (28/10) di Kantor DPW NasDem Sulut.

    “Saya berharap gerakan donor darah dan donor plasma ini selain dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, hal ini juga dapat membantu ketersediaan darah sehingga nantinya dapat berguna bagi masyarakat khususnya pasien yang membutuhkan darah,” ucap BW.

    Gerakan donor darah ini dilakukan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun.

    Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Sulut, rumah sakit dan PMI sering kekurangan darah, terutama golongan darah yang langka dan susah ditemukan. Guna mengatasinya pihak keluarga pasien tidak jarang harus berupaya secara mandiri demi mendapatkan darah tersebut.

    “Atas nama pribadi dan Partai NasDem, saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan donor darah ini. Tentunya ini merupakan wujud kepedulian sosial GP NasDem untuk membantu sesama. Diharapkan darah yang diperoleh dalam kegiatan donor darah ini dapat membantu ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu disela-sela kegiatan.

    Diketahui, kegiatan yang diselenggarakan GP NasDem Sulut ini atas inisiatif dan instruksi dari Ketua GP NasDem Prananda Surya Paloh yang dilaksanakan oleh seluruh GP NasDem di seluruh provinsi dan Kabupaten/Kota.

    Lanjut dikatakan Braien Waworuntu bahwa melalui kegiatan donor darah ini ‘setetes darah kita bisa menyelamatkan jutaan jiwa’ yang terkena penyakit bukan cuma covid-19 tetapi penyakit-penyakit lainnya.

    “Ini suatu hal yang membanggakan tentunya. Saya dan kaka Nick telah diberikan mandat untuk terus menjadi berkat kepada masyarakat melalui GP NasDem,” tutup Waworuntu.

    Terpantau, ratusan masyarakat antusias mengikuti kegiatan donor darah itu dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    Turut hadir dalam gerakan donor darah GP NasDem Sulut yakni Ketua GP NasDem Nick Adicipta Lomban, Ketua DPW NasDem Sulut Max Lomban, Ketua DPP Ivanhoe Semen, Politisi NasDem Sulut Alfian Bara, Ketua DPD NasDem Minut Peggy Rumambi serta seluruh pengurus GP NasDem Sulut.

    (ABL)

  • Sambut Natal, NICK Desak Pertamina Beri Jaminan Ketersediaan LPG dan BBM

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sulut melalui lintas komisi bersama pihak pertamina, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulut Nick Lomban menegaskan agar Pihak Pertamina memberi jaminan ‘aman’ untuk stok ketersediaan BBM dan LPG Subsidi di penghujung tahun 2021 ini.

    Karena Nick menilai bahwa perayaan hari raya Natal bagi umat kristiani sudah dekat otomatis kebutuhan masyarakat akan Gas LPG dan BBM meningkat.

    “Hampir dipenghujung tahun selalu terdengar warga kesulitan mendapatkan BBM dan LPG Subsidi,” ucap Personil Komisi II DPRD Sulut, Nick lomban, selasa (19/10).

    “Jangan sampai persoalan ini kembali mendengung, perwakilan Pertamina di Sulut harus mampu memberikan jaminan ketersediaan stoknya aman,” tegas Politisi muda ini.

    RDP DPRD Sulut melalui lintas komisi Bersama Pihak Pertamina, Hiswana Migas Manado dan Pemprov Sulut

    Menurut Nick Lomban, Pertamina harusnya mampu melakukan kalkulasi terhadap kebutuhan warga di triwulan akhir tahun.

    “Jangan nanti sudah timbul kerisauan pasar baru kemudian mencari solusi,” tukas mantan Nyong Sulut ini.

    Terlebih lagi menurut Aleg Dapil Bitung-Minut Nick Lomban bahwa ketersediaan solar subsidi seperti menghilang di SPBU, dirinya memdesak akan pertamina segera carikan solusi.

    Dilain sisi, Sales Area Manager Pertamina Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) Tito Rivanto mengatakan, dalam waktu tujuh hari tidak ada lagi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulut.

    “Beri kami waktu tujuh hari ke depan, kami jamin tidak ada antrian panjang di SPBU, asalkan DPRD membantu untuk mendapatkan penambahan kuota dari Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas),” ucapnya.

    (ABL)

  • KUA PPAS 2022, NICK LOMBAN Beri Sejumlah Catatan Strategis ke Eksekutif

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam pembahasan KUA PPAS tahun 2022 bersama Tim TAPD Pemprov Sulut, senin (18/10) Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban mengusulkan serta mempertanyakan sejumlah keluhan masyarakat.

    “Terkait prioritas pembangunan yang ada di kebijakan umum anggaran, bahwa disini ada terkait adaptasi lingkungan dan mitigasi bencana. Memang yang saya baca di berikan eksekutif bahwa dinas kehutanan terjadi penambahan anggaran (kami DPRD apresiasi) tapi juga terkait BPBD yang telah dibicarakan sebelumnya bahwa memang bukan terfokus pada bencananya tapi soal mitigasi bencananya. Mungkin ini jadi masukan untuk eksekutif, minimal anggaran di BPBD dipertahankan seperti sebelumnya,” jelasnya.

    Ketua Fraksi partai NasDem itu juga menuturkan perihal penguatan UMKM dan industri pengolahan yang ada di dinas Koperasi dan Disperindag.

    “Di 2 dinas ini, dibandingkan dengan anggaran yang di tata pada tahun sebelumnya tidak mengalami penambahan yang cukup signifikan. Jangankan kenaikan, kalau dilihat hanya sama saja. Jika memungkinkan, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah kiranya bisa ditambahkan anggarannya di 2 dinas tersebut. Karena di 2 dinas ini menurut hemat saya akan menjadi pendorong pemulihan ekonomi,” jelas NAL.

    Rapat pembahasan KUA PPAS 2022 di DPRD Sulut

    Berikutnya terkait kewajiban pemerintah daerah, Lanjut Nick dalam hal pendidikan dan kesehatan.

    “Saya meminta jawaban terkait kewajiban pendidikan yaitu 20 persen. Apakah rancangan KUA PPAS ini dalam hal pagunya sudah sesuai, sudah 20 persen untuk pendidikan. Untuk kesehatan, 10 persen diluar gaji,” tanyanya.

    Tak hanya itu, Personil Komisi II DPRD Sulut itu juga menyampaikan bahwa waktu lalu dirinya sudah menyampaikan terkait jalan-jalan produksi di kabupaten/kota terlebih khusus di Bitung dan Minut dan hal itu sudah di dengar oleh Sekprov melalui assisten dan akan diupayakan dalam APBD Induk 2022.

    “Dan melihat anggaran yang ada di dinas pertanian ini cukup lumayan, saya berharap bisa terealisasi minimal di beberapa titik, pengembangan di jalan-jalan produksi ini juga dalam rangka mendorong produktifitas petani dalam mewujudkan ketahanan pangan,” katanya.

    Menanggapi itu, Ketua tim TAPD Edwin Silangen mengatakan bahwa pendidikan mandatorinya 31 persen dari 20 persen dan kesehatan 21 persen, jadi ada 11 persen disana.

    “Terkait aspirasi yang disampaikan, jalan-jalan produksi nantinya akan disesuaikan setelah tentu berita acara yang akan kita tandatangani dari hasil notulen,” kata Edwin.

    (ABL)

  • NICK Berharap Momentum HUT Ke-57 Bisa Membawa Sulut Lebih Tangguh

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Fraksi Partai NasDem Sulut, Nick Adicipta Lomban memaknai Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Sulawesi Utara dengan berharap agar supaya Sulut akan semakin tangguh.

    “Momentum HUT Ke-57 Sulut ini saya berharap sebagai anggota DPRD tapi juga sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem, dimana Sulut ini semakin tangguh dimasa yang sulit ini yakni dimasa pandemi covid-19,” kata Nick, kamis (23/9) usai mengikuti Paripurna DPRD Sulut dalam rangka HUT Ke-57 Provinsi Sulut.

    “Sulut tangguh dalam artian masyarakatnya juga tangguh. Saya berharap Herd Imunity di Sulut itu bisa cepat tercapai,” tambahnya.

    Tapi juga yang tidak kalah penting lanjut Politisi Dapil Bitung-Minut, bagaimana mewujudkan Sulut yang maju dan sejahtera.

    “Kedepannya saya berharap kita secara ekonomi semakin maju, daya beli masyarakat meningkat agar masyarakat dapat sejahtera tentunya dan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih unggul. Itu tiga faktor yakni kesehatan, pendidikan dan dari segi ekonomi (daya beli masyarakat) sehingga jika ketiga faktor itu kedepan sudah tercapai maka sulut sudah bisa dikatakan maju dan sejahtera,” jelasnya.

    Personil Komisi II DPRD Sulut itu juga mengatakan agar kedepannya ada kolaborasi yang lebih positif lagi antara pemerintah dan masyarakat, Eksekutif dan Legislatif untuk mewujudkan ini semua.

    “Program-program yang direncanakan harus menyentuh langsung pada masyarakat dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dan tentunya DPRD konsisten untuk kemudian mengawal itu semua,” tutup Lomban.

    (ABL)

  • NICK Dorong Jatah Pupuk Subsidi Untuk Sulut di Tingkatkan

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulut, Nick Adicipta Lomban kembali menyoroti soal kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Utara.

    Dimana, sampai pada detik ini para petani menjerit akibat kelangkaan pupuk, apalagi di masa pandemi covid-19 ini.

    Pun, Nick menuturkan bahwa pada kegiatan reses anggota DPRD Sulut baru-baru ini, sebagian besar masyarakat mempertanyakan masalah tersebut.

    Personil Komisi II DPRD Sulut itu juga mengakui bahwa terjadinya kelangkaan pupuk ini memang bukan semata-mata kewenangan pemerintah provinsi, tapi ini harus sinkron antara pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

    “Tentunya pertama adalah melobi ke pusat agar jatah pupuk bersubsidi itu ditingkatkan, kemudian mekanismenya yakni adanya pengawasan dan lain sebagainya,” ungkap Aleg Dapil Bitung-Minut itu, senin (13/9) di kantor DPRD Sulut.

    “Sekali lagi, kami (DPRD Sulut) mendorong agar jatah pupuk subsidi untuk Sulut itu ditingkatkan,” tambahnya.

    (ABL)

  • Reses NICK LOMBAN, Masalah Pertanian Dan BPJS Jadi Keluhan Warga Paslaten

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban melanjutkan kegiatan reses II Tahun 2021 dengan menyambangi warga desa Paslaten, Minahasa Utara, Jumat (27/8).

    Protokol Covid-19 pun tetap di jalankan secara ketat sesuai dengan himbauan pemerintah. Dimana kehadiran konstituen sangat terbatas.

    Nick mengawali pertemuan tersebut dengan menjelaskan tugas dan tanggung jawab Anggota DPRD.

    “Tugas Anggota dewan yakni fungsi pengawasan, Bugdeting dan Legislasi. Saya juga duduk Komisi II bidang Perekonomian,” ucapnya.

    Disisi lain, warga Paslaten pun sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut guna menyuarakan keluhan-keluhan mereka.

    Berikut Aspirasi yang disampaikan warga:

    – Seorang warga mengeluhkan dana duka di BPJS Ketenagakerjaan. Waktu lalu ada seorang hamba Tuhan yang meninggal umur 75 tahun dan kebetulan telah mengantongi kartu BPJS, tapi setelah ditanya ke pihak terkait jawabannya adalah almarhum telah melewati umur tapi menurut warga awal pembuatan kartu BPJS ini tidak dijelaskan mengenai batas umur.

    – Meminta bantuan pupuk untuk para petani di desa Paslaten.

    – Pembuatan jalan perkebunan yang tembus Munte.

    Nick menjawab memang setahu dirinya bahwa di BPJS Ketenagakerjaan itu ada batasan umur tapi kalau memang almarhum masih mengantongi kartu BPJS itu salahnya di administrasi BPJS itu sendiri.

    “Seharusnya pihak BPJS dari awal harus menyampaikan hal ini. Keluhan dan masalah ini akan menjadi masukan untuk saya walaupun ini tetap akan dipertanyakan ke pihak BPJS. Nantinya saya akan koordinasikan dengan Komisi IV yang merupakan mitra kerja BPJS, nanti kalau sudah ada jawabannya pasti saya akan sampaikan,” jelasnya.

    Terkait permintaan bantuan pupuk, nick mengatakan bahwa nantinya ada program dari dinas pertanian terkait hal itu.

    ” Saya secara pribadi akan memberikan pupuk untuk diberikan khusus oma yang meminta tadi karena saya tidak mungkin bisa mengcover semuanya sambil mencari solusi bersama-sama untuk semua. Masalah pupuk ini memang bukan saja di desa paslaten tapi di banyak daerah mengeluh hal yang sama. Saya juga duduk di Komisi II sementara mendalami hal itu. Dalam kelompok tani itu ada yang namanya RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dari RDKK itu kemudian diakumulasi dan diajukan ke pusat, pusat setujui berapa banyak, jatah subsidi yang akan diberikan di Sulut. Kendalanya walaupun sudah diusulkan sekian banyak tetapi masih saja kurang,” jelas Nick.

    “Dan juga kalau memang didesa Paslaten ada yang betul-betul petani dan tidak membuat kelompok tani, agak susah mendapatkan bantuan. Karena memang kalau menerima bantuan, syarat awalnya harus bentuk kelompok,” tambahnya.

    Terkait jalan perkebunan yang tembus Munte, Nick menjawab pastinya hal ini akan disuarakan.

    “Semua aspirasi ini saya sudah catat dan nantinya akan dibacakan menjadi laporan reses saya, supaya bisa direalisasikan. Kalau belum bisa tahun ini, sabar! Ini karena masih di masa pandemi covid-19 banyak anggaran di refocusing. Tapi untuk hal-hal yang paling urgent yang paling menyentuh terhadap kebutuhan masyarakat, kebutuhan petani tolong kejar terus itu, mengenai pupuk dan jalan-jalan produksi dan tentang BPJS Ketenagakerjaan ini pasti saya akan perjuangkan,” tutupnya.

    Diketahui, pada reses itu pula secara pribadi Nick membagikan bahan pokok berupa beras kepada semua warga yang hadir.

    (ABL)

  • NICK Reses di Kokole, Berbagai Masalah Pertanian Jadi Aspirasi Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban, Semua Anggota DPRD Sulut Turun ke dapil masing-masing guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat atau disebut dengan reses.

    Pada Reses II Tahun 2021 ini, Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban melaksanakan reses di Desa Kokole I, Minut pada jumat (27/8) kemarin.

    Protokol Covid-19 pun tetap di jalankan secara ketat sesuai dengan himbauan pemerintah.

    Pada kesempatan itu dihadapan konstituen, Lomban menyampaikan tugas dan fungsi pokok Anggota DPRD Sulut.

    “Fungsi pengawasan, Butgeting dan Legislasi,” singkatnya.

    Menanggapi itu, warga yang hadir pun menyampaikan sejumlah aspirasi, diantaranya:

    – Jalan utama di kawasan kokole I yang berpotensi ambruk, diminta agar dinas PU memperhatikan hal ini.

    – Banyak warga bekerja sebagai petani dan sekarang ini sebagian besar warga menanam jagung tapi untuk saat ini harga pupuk sangat mahal, diminta agar harga pupuk kembali normal.

    – Usulan, untuk dana desa yang turun rata-rata mencapai 1 miliar, diminta apakah bisa mengambil dana dari dandes untuk membeli traktor, karena warga petani sangat membutuhkan itu. Dan tentunya petani akan sejahtera.

    – Untuk kartu tani yang sudah diberikan kepada petani di Sulut, sampai saat ini belum bisa digunakan. Kartu tani sekaligus ATM BNI yang dibuatkan oleh dinas pertanian tidak ada gunanya, saya memohon agar bisa dicari tahu apa kendalanya.

    – Ada Poskesdes di Kokole I tapi tidak pernah difungsikan kiranya melalui perjuangan Anggota DPRD Nick Lomban, Poskesdes ini bisa di aktifkan.

    – Minimalisir kejahatan, warga meminta adanya pos-pos penjagaan dititik-titik yang rawan.

    – Usul kalau ada bantuan dana untuk modal usaha bagi anak muda di masa pandemi ini. Karena Bumdes di desa Kokole I itu saat ini macet dan sampai sekarang pertanggungjawabannya tidak ada.

    – Penjual captikus di warung-warung yang sudah terlalu banyak sehingga mabuk mabukan di desa sering terjadi, mohon dipikirkan solusinya.

    – Usul, Pemberdayaan anak muda yaitu pelatihan-pelatihan khusus agar mereka ada skill tertentu untuk bekerja atau ber-usaha.

    – Perhatikan infrastruktur desa yaitu jalan perkebunan, kalau tidak ada jalan perkebunan susah memang untuk mengeluarkan hasil bertani dari dalam kebun.

    Menanggapi berbagai aspirasi warga, Ketua Fraksi NasDem itu menjelaskan bahwa Likupang ini merupakan salah satu daerah kawasan super prioritas. Di Sulut ini merupakan satu-satunya provinsi yang mempunyai dua kawasan ekonomi khusus, di Bitung KEK industri dan di Minut ada KEK Pariwisata Likupang.

    “Oleh karena itu, semuanya sepakat dan setuju bahwa KEK Likupang harus dinikmati oleh seluruh masyarakat likupang. Sehingga perlu adanya pengembangan destinasi unggulan, salah satunya sektor pariwisata yang ada di Kokole, itu harus dikembangkan. Ini menjadi catatan saya dan semoga bisa direalisasikan.

    Dirinya juga mengatakan untuk jalan utama yang berpotensi ambruk itu nanti menjadi catatan dirinya untuk disampaikan ke Komisi III DPRD Sulut membidangi Infrastruktur. Pastinya hal yang mendesak itu menjadi bagian yang utama.

    “Terkait harga pupuk, memang saat ini tengah menjadi masalah, di kabupaten lainnya pun mengeluhkan hal yang sama, menurut informasi yang kami komisi II dapati dilapangan bahwa kouta dan kebutuhannya berbanding terbalik, diusulkan sekian tapi realisasinya dibawa rata-rata. Dan terakhir menurut informasi dari pemerintah bahwa kuotanya akan ditingkatkan. Yang saya lihat juga kebutuhan pupuk meningkat karena banyak masyarakat yang beralih menjadi petani,” jelasnya.

    “Untuk pengadaan traktor diambil dari dandes nantinya saya akan kaji itu bersama tim ahli fraksi. Nantinya saya akan sampaikan terkait hal itu secara detail. Dan untuk kartu tani juga menjadi perhatian saya untuk di sampaikan, bukan saja di pemprov saya akan tanyakan melalui jalur partai NasDem yang berada di pusat. Intinya saya juga akan berusaha turun di desa kokole bersama dinas pertanian provinsi,” tambahnya.

    Aleg Dapil Bitung-minut itu juga menjelaskan terkait Poskesdes yang tidak difungsikan, dimana hal itu memang menjadi kewenangan kabupaten tapi nanti dirinya akan ingatkan hal itu. Nanti saya akan meminta fraksi nasdem minut yang akan mengejar itu.

    “Dan untuk adanya pos-pos penjagaan di desa, ini menjadi masukan saya untuk disampaikan ke Komisi I DPRD. Dan aspirasi tadi terkait pemberdayaan para pemuda, kalau memang Bumdes belum maksimal saya usulkan para pemuda terjun ke pertanian ataupun pariwisata karena perlahan-lahan pasti bantuan itu akan datang. Tentunya bisa kami komisi II DPRD Sulut fasilitasi dan bantu. Dan juga untuk pelatihan untuk para pemuda, nanti saya akan koordinasi dengan komisi IV DPRD terkait program-program yang menyentuh para pemuda,” jelasnya lagi.

    Terkait penjualan captikus, Nick mengatakan bahwa nantinya hal ini kita semua serahkan ke instansi terkait untuk pengaturannya. Bisa juga dibuatkan regulasi di desa terkait penjualan captikus ini. Nanti juga hal ini menjadi catatan.

    “Terkait jalan perkebunan, waktu rapat KUA PPAS tanggal 24 agustus 2021 lalu saya sudah ingatkan ke eksekutif terkait hal ini karena daerah-daerah lain juga mengeluh tentang ini. Jawaban eksekuti bahwa hal itu belum prioritas untuk 2021 tapi dalam APBD 2022 itu yang akan saya kejar, tapi pengerjaannya akan bertahap karena anggarannya juga pastinya terbatas,” katanya seraya menuturkan dalam masa pandemi ini, ada tiga prioritas yang dilaksanakan pemeritah yakni pemulihan ekonomi, kesehatan dan jaring pengaman sosial.

    Nick menutup acara reses itu dengan mengatakan bahwa dalam laporan reses nanti semua aspirasi akan disampaikan.

    “Dalam SIPD nanti, pokok-pokok pikiran anggota DPRD, ini akan menjadi Pokir saya. Untuk realisasinya tentu saya akan awasi itu,” tutupnya.

    Diketahui, pada reses itu pula secara pribadi Nick membagikan bahan pokok berupa beras kepada semua warga yang hadir.

    (ABL)