Tag: pimpinan dprd sulut

  • Sambil Berlinang Air Mata, MEP Tak Ingin Adanya Perceraian

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan persoalan yang dihadapi, Michaela E. Paruntu (MEP) sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sampai pada saat ini terus mendukung dirinya menyelesaikan permasalahan ini.

    “Saya bisa bertahan sampai hari ini, karena dukungan dan semangat dari semua teman-teman, kerabat dan berbagai pihak yang diberikan kepada saya. Tapi sebagai manusia dan warga negara Indonesia yang bertanggungjawab, biarlah kami (JAK-MEP) menyelesaikan masalah ini secara internal, apapun yang terjadi kedepan itu akan menjadi tanggungjawab kami bersama,” ungkap MEP, senin (8/2) didampingi JAK dan kuasa hukum.

    Mika Paruntu juga menambahkan bahwa dirinya sengaja tidak pernah melaporkan masalah ini di DPRD maupun pihak kepolisian karena dirinya tidak ingin permasalahan keluarga ini melebar.

    “Saya ingin persoalan ini diselesaikan hanya pribadi saja dan tidak menjadi konsumsi masyarakat. Saya minta doa dari semua pihak agar masalah ini dapat dan cepat terselesaikan,” katanya.

    “Kita di ajarkan di keluarga kristen, kita harus bisa mengampuni. Biarlah Kami diberikan kesempatan untuk memperbaiki keluarga kami. Saya tidak ingin ada perceraian karena itu firman Tuhan. Bukang kita tako pa JAK, bukan kita tako pa siapa-siapa, kita cuma tako pa Tuhan. Kita tahu Tuhan pasti bimbing pa kita,” tutup MEP sambil berlinang air mata.

    (ABL)

  • MEP Tegaskan Bahwa Video Rekaman Suara Itu HOAX

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait dengan Video Rekaman suara yang beredar dimana dalam rekaman video tersebut menjelaskan bahwa adanya pemberian uang 1 Milliar yang diberikan salah satu pimpinan DPRD Sulut Inisial J kepada Wanita Berinisial Adan juga informasi mengenai wanita Inisial A untuk menggugurkan kandungan dengan imbalan memberikan uang sebesar 1 (satu) Miliyar Bahwa untuk kedua kalinya saya menyuruh perempuan inisial A agar menggugurkan kandungannya dengan imbalan memberikan mobil Toyota Fortuner.

    Mengenai berita-berita yang beredar tersebut, Michaela E. Paruntu (MEP) pun membuat klarifikasi sekaligus membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

    “Saat ini saya wajib memberikan klarifikasi terkait berita-berita yang beredar supaya tidak ada lagi kesalapahaman di publik dan tidak ada lagi berita-berita hoax yang disebarkan, yang bisa menjadikan persoalan-persoalan yang baru. Padahal tidaklah seperti itu,” ungkap MEP mengawali Konferensi Pers, senin (8/2) pagi.

    MEP tegaskan bahwa tuduhan 1 Milliar, Aborsi dan Mobil Fortuner itu HOAX.

    “Atas beredarnya Video itu yang sudah menjadi sangat viral, ini sebenarnya adalah urusan keluarga kami (JAK-MEP). Terlepas dari itu semua, Kami keluarga Kojongian-Paruntu memohon maaf kepada masyarakat, tidak ada maksud kesengajaan untuk mempublikasikan. Biarlah yang terjadi dalam video itu, menjadi urusan keluarga kami,” katanya.

    “Ada istilah tidak ada gading yang tak retak, begitu juga dalam keluarga tapi saya yakin dan percaya apa yang saya alami pun banyak keluarga lainnya yang mengalami, tapi yang berbeda kami di video. Jadi sekali lagi saya katakan bahwa tuduhan dalam rekaman video suara itu tidak benar,” jelas MEP didampingi JAK dan kuasa hukum sembari meminta kepada masyarakat untuk beri kesempatan untuk keluarga kami Kojongian-Paruntu untuk menyelesaikan masalah ini, apa yang terjadi nantinya biarlah hanya sebatas keluarga kami yang tahu.

    (ABL)

    Berikut Video Lengkapnya:

    https://youtu.be/RbaAuZgN9eI
  • MEP Hadir, Ini Hasil Rapat Badan Kehormatan DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Kehormatan DPRD Sulut, rabu (03/02) melaporkan hasil rapat kedua perihal persoalan video viral yang mencuat di masyarakat menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut Sandra Rondonuwu mengatakan bahwa BK sementara mengkaji lebih dalam sesuai dengan tahapan-tahapan.

    “Memang mengenai persoalan ini, tidak semudah membalikan telapak tangan, karena kita harus melalui tahapan-tahapan dan proses sebagaimana yang diatur dalam tatib DPRD Sulut,” ungkap Saron usai rapat BK.

    “Tahapannya juga yakni verifikasi, klarifikasi,” tambahnya.

    Ditanya mengenai siapa lagi yang akan dipanggil BK, Saron menjawab pastinya akan di umumkan.

    “Yang jelas berikan kesempatan kepada BK untuk melaksanakan tanggung jawab,” katanya.

    Dalam rapat tadi, diketahui BK mengajukan sebanyak 25 pertanyaan untuk MEP.

    “Semua pertanyaan dan jawaban di rapat tadi menjadi konsumsi internal,” tutup Sandra.

    Rapat kali ini, menghadirkan Michaela E. Paruntu (MEP) serta di pimpin langsung oleh Ketua BK Sandra Rondonuwu didampingi anggota Alfian Bara, Nursiwin Dunggio, Inggrid Sondakh dan Ronald Sampel.

    (ABL)

  • MEP Buka Suara Terkait Hubungannya Dengan JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Kehormatan DPRD Sulut, rabu (03/02) hari ini kembali menggelar rapat internal perihal video viral menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Rapat kali ini, menghadirkan Michaela E. Paruntu (MEP) serta di pimpin langsung oleh Ketua BK Sandra Rondonuwu, Alfian Bara, Nursiwin Dunggio, Inggrid Sondakh dan Ronald Sampel.

    Rapat Badan Kehormatan berlangsung selama 1 jam lebih.

    Usai rapat, MEP langsung keluar dari ruang rapat BK menuju ruangan Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian.

    Setelah beberapa menit, MEP pun keluar bersama-sama dengan JAK.

    Kepada Wartawan, MEP pun memberikan jawaban singkat. Ia mengatakan bahwa kedatangan dirinya di tempat ini adalah dalam rangka menghadiri undangan dari BK untuk mengklarifikasi.

    “Selanjutnya mari kita serahkan kepada BK untuk mengerjakan apa yang menjadi prosedur, yang harus dilaksanakan. Apapun hasil akhirnya, ya kita berdoa saja yang terbaik. Saya pamit ya,” ungkap MEP didampingi JAK.

    Saat ditanya mengenai hubungan dengan JAK.

    “Ngoni lia ini bagaimana dang,” singkat MEP sembari tersipu malu disamping jak, sambil keduanya mengangkat tangan yang masih mengenakan cincin nikah.

    (ABL)

  • MEP Hadiri Rapat Badan Kehormatan DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Hari ini, Rabu (3/2/2021), Badan kehormatan DPRD Sulut menggelar rapat internal membahas persoalan video viral yang mencuat di masyarakat menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Terpantau, Michaela E. Paruntu (MEP), sekitar pukul 15:30 Wita, tiba di gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

    Kedatangan MEP di gedung rakyat Sulut ini diketahui untuk memenuhi surat undangan klarifikasi Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut.

    MEP memasuki ruang BK pada pukul 15:45 Wita, di dampingi Rubi Rumpesak, Sekretaris Partai Golkar Kota Manado.

    MEP akan diklarifikasi oleh BK terkait kasus video viral di media sosial beberapa waktu lalu. Klarifikasi tersebut dilakukan BK secara tertutup.

    (ABL)

  • Badan Kehormatan Terima Klarifikasi JAK, Begini!

    test.petasulut.com/, SULUT – Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut, Senin (01/02) hari ini melaksanakan rapat internal membahas persoalan salah satu pimpinan DPRD Sulut yakni James Arthur Kojongian.

    JAK pun terlihat memenuhi panggilan BK dengan hadir langsung dalam rapat tersebut.

    Usai melakukan rapat BK, kepada wartawan Ketua BK DPRD Sulut Sandra Rondonuwu mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihaknya merupakan tugas dan tanggungjawab BK DPRD Sulut.

    “Ini tugas dan tanggungjawab BK DPRD Sulut yang sudah menindaklanjuti laporan dari masyarakat, kemudian telah kami tindaklanjuti dengan memberikan surat panggilan klarifikasi kepada yang bersangkutan dalam hal ini JAK dan yang bersangkutan sudah memenuhi undangan serta melakukan klarifikasi,” ujar Sandra Rondonuwu.

    Dilanjutkan legislator yang akrab disapa Saron ini, sesuai tatib, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan klarifikasi kepada JAK.

    “Bisa teman-teman lihat, JAK merespon dengan baik undangan kami. Sesuai dengan tatib, hasil klarifikasi yang ada di BK akan dilaporkan dalam bentuk berita acara dan disampaikan ke Pimpinan DPRD,” aku Saron didampingi anggota BK DPRD Sulut Inggried Sondakh dan Ronald Sampel serta JAK sendiri.

    (ABL)

  • Diminta Mundur, Ini Jawaban JAK

    test.petasulut.com/, SULUT – James Arthur Kojongian (JAK) akhirnya buka suara perihal desakan untuk mundur oleh sejumlah pihak yang disampaikan kepadanya.

    Senin (1/2/2021) lewat konfrensi pers, JAK dengan besar hati memohon permintaan maaf kepada seluruh pihak.

    “Saya pribadi dan keluarga besar saya dengan tulus dan rendah hati memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan kepada lembaga DPRD Sulut baik itu pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulut,” tegas JAK.

    Adapun desakan mundur yang terus berdatangan, JAK mengatakan masyarakat bisa memberinya kesempatan kedua.

    “Dalam konteks ini saya berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada saya. Desakan dan keinginan kepada saya untuk mundur akan saya terima sesuai mekanisme dan akan saya jadikan pelajaran,” tuturnya.

    Ketika ditanya lebih jauh soal hubungannya bersama sang istri, JAK mengaku dalam hubungan yang baik.

    “Hubungan saya dan ibu MEP masih berjalan dengan baik,” tutupnya.

    Diketahui, hari ini, JAK menghadiri pemanggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut guna menyampaikan klarifikasi tentang video viral yang beredar di masyarakat.

    Dalam video tersebut, JAK menyeret sang istri Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dengan mobil sejauh puluhan meter.

    (ABL)

  • JAK Hadir Rapat BK DPRD Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Hari ini, senin (01/02) Badan kehormatan DPRD Sulut menggelar rapat internal membahas persoalan video viral yang mencuat di masyarakat menyangkut salah satu pimpinan DPRD Sulut.

    Terpantau, James Arthur Kojongian turut hadir dalam rapat badan kehormatan DPRD Sulut tersebut.

    Dimana, sekitar pukul 11.20 wita, JAK masuk diruangan badan kehormatan DPRD Sulut lantai 3.

    Di ruangan BK sendiri sudah hadir Ketua BK Sandra Rondonuwu, Ronald Sampel, dan Inggried Sondakh.

    (ABL)

  • JAK Respon Keputusan PG Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Diketahui, DPD I PG Sulut telah mengumumkan pencopotan James Arthur Kojongian sebagai Ketua Harian PG Sulut lewat konferensi pers yang di gelar di kantor DPRD Sulut.

    Alasan pencopotan ini sehubungan dengan berita akhir-akhir ini yang mencuat di media sosial maupun masyarakat luas yakni video viral yang yang menimpa salah satu kader PG Sulut.

    JAK, sapaan akrabnya, pun buka suara. Ia menyampaikan terkait dengan penonaktifan dirinya dari jabatan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulut, JAK mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari Partai Golkar.

    Legislator dari daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara itu mengatakan, harusnya Partai Golkar Sulut meminta klarifikasi terlebih dulu kepada dirinya sebelum menggelar jumpa pers.

    “Sampai saat ini, pengurus Golkar Sulut belum meminta klarifikasi kepada saya. Saya sangat menjunjung tinggi keputusan partai, tapi setidaknya partai memanggil saya hadir dalam rapat internal terbatas pengurus DPD I,” ungkap JAK, rabu (27/01).

    Disisi lain, JAK pun menyampaikan permintaan maaf dirinya kepada istri tercinta, Michaela Elsiana Paruntu, dan seluruh keluarga besar, serta masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia.

    “Kekhilafan dan tragedi tidak pernah kita inginkan. Saat ini saya dan keluarga akan memperbaiki hal yang salah yang telah terjadi. Saya minta maaf sedalam-dalamnya atas peristiwa sedih dan menjadi tragedi dalam bahtera rumah tangga saya,” ujarnya melalui pesan singkat.

    “Saya minta maaf kepada istri tercinta dan seisi keluarga, dan kepada seluruh rakyat Sulut dan Indonesia,” tambahnya.

    Dikatakannya, apa pun yang terjadi kepadanya dan keluarga, ia memastikan bertanggung jawab atas segala konsekuensi.

    “Saya berharap, proses ini bisa dilihat partai bukan sebagai kasus korupsi atau kejahatan berat. Ini bagian dari kehidupan saya, dan partai harus membedakan mana urusan organisasi partai dan kehidupan pribadi,” tandasnya.

    (ABL)