Tag: Sjenny Kalangi

  • APBD 2022 Disetujui, Ketua FNM Sjenny Kalangi: Kesejahteraan Rakyat Diutamakan

    test.petasulut.com/, SULUT – Selama 3 hari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pembahasan terkait Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2022.

    Berbagai masukan, usulan bahkan kritikan dikemukakan dalam pembahasan itu.

    Alhasil, pada selasa (16/11) sore Banggar bersama TAPD menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2022 dinaikkan ke tingkat 2.

    Dimana semua Fraksi DPRD Sulut dalam pandangan umum menyetujui hasil ini, termasuk juga Fraksi Nyiur Melambai.

    Rapat Banggar DPRD Sulut bersama TAPD

    Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Sjenny Kalangi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengikuti pembahasan ini sejak awal dan sampai hari ini. Meskipun diwarnai dengan berbagai pertanyaan, sanggahan, bahkan adu argumen namun, semuanya dilakukan dengan satu tujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Kami Fraksi Nyiur Melambai yang duduk di Banggar sudah berembuk, dan sepakat untuk mendukung dan menerima RAPBD tahun anggaran 2022,” ungkap politisi Partai Gerindra saat diwawancarai awak media.

    Legislator dari Dapil Bolmong Raya ini berharap, anggaran yang dialokasikan di semua sektor baik, pendidikan, kesehatan, sosial bahkan kemasyarakatan dapat dikelola dengan baik oleh pihak eksekutif.

    “Hal ini demi kesejahteraan masyarakat bahkan mendukung semua program dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan wakil gubernur, Steven Kandouw,” tutup Sjenny Kalangi.

    (ABL)

  • SJENNY KALANGI Gelar SosPer Covid dan Fakir Miskin di Mongondow

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat, Anggota DPRD Sulut Sjenny Kalangi menggelar kegiatan Sosialisasi Perda di Kelurahan Mongondow kecamatan Kotamobagu Selatan, senin (1/11) siang.

    Sosialisasi Perda yang dimaksud adalah Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Fakir Miskin dan Anak Terlantar.

    Hadir dalam SosPer tersebut yakni Narasumber Cristofel Monteharjo dan Sangadi Rhin paputungan.

    Pada kesempatan itu di hadapan Masyarakat Mongondow, Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Sjenny Kalangi dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi Perda ini wajib di lakukan oleh seluruh Anggota DPRD Sulut dan wajib diketahui masyarakat bahwa lembaga legislatif telah mengeluarkan produk hukum daerah.

    “Perda Covid-19 merupakan usulan eksekutif dan Perda Fakir Miskin adalah Inisiatif DPRD. Penerapan kedua Perda ini wajib diketahui dan dipatuhi masyarakat,” ucap Sjenny Kalangi.

    Tak hanya itu, Personil Komisi II DPRD Sulut Sjenny Kalangi juga mengatakan kiranya sosialisasi Perda yang sementara dilakukan ini benar-benar berdampak dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulut.

    “Kami (DPRD Sulut) terlibat aktif dalam penerapan kedua perda ini mulai dari draft perencanaannya sampai pada di sahkan oleh Kemendagri, saya berharap perda ini bisa betul-betul berdampak dan menjawab semua hal yang menjadi keresahan masyarakat Sulawesi Utara,” Ucap Politisi Partai Gerindra dalam sambutannya.

    Warga Mongondow Antusias mengikuti SosPer

    Menurut Sjenny Kalangi, Perda ini di buat untuk mengoptimalkan peran masyarakat dan pemerintah agar supaya kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan kerja pemerintah terkait dengan kedua perda ini bisa terarah dan sesuai dengan tupoksinya.

    “Intinya, ini untuk mengoptimalisasi kita semua dalam penanganan pandemi maupun dalam perhatian pemerintah terhadap fakir miskin dan anak terlantar. Untuk kurangnya, kami DPRD akan mengawal perda ini. Untuk lebih kurangnya, jika mendesak kami akan mengevaluasi perda ini. Sesuai atau tidak,” Ucapnya.

    Selanjutnya, NarSum Cristofel Monteharjo menjelaskan poin-poin penting dari kedua Perda ini yang dipandang perlu diketahui dan dipatuhi masyarakat.

    Terpantau, kegiatan itu tetap mengedepankan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19.

    (ABL)

  • Petani Menjerit Soal Pupuk dan Bibit Jagung, KALANGI Warning Distanak Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut, Sjenny Kalangi kembali menyoroti kelangkaan pupuk bersubsidi serta bibit jagung.

    Hal itu terungkap saat Kalangi menyerap aspirasi masyarakat di Bolmong raya, dimana sebagian besar masyarakat petani BMR menjerit dikarenakan persoalan Pupuk dan bibit.

    Mengenai itu, Anggota Komisi II DPRD Sulut pun mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan selaku instansi terkait yang dinilai kurang tanggap mengantisipasi persoalan yang menjadi kebutuhan utama petani ini.

    Dikatakannya, semangat Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandow yang selalu mengkampanyekan ” Marijo bakobong” terkesan tidak ditunjang instansi teknis dengan banyaknya keluhan petani di lapangan.

    “Kebanyakan yang sering dikeluhkan petani saat saya turun lapangan terlebih saat reses, soal pupuk bersubsidi dan bibit jagung yang sulit mereka peroleh, kalaupun ada, penyaluran tidak sesuai permintaan petani.” ungkap politisi Partai Gerindra itu, senin (13/9) diruang kerjanya.

    Menyikapi persoalan tersebut Kalangi menegaskan, akan mengusulkan untuk mengagendakan hearing bersama Dinas Pertanian guna mengetahui pengkal persoalan penyebab kelangkaan tersebut.

    ” Akan segera diusulkan melalui komisi II untuk mengagendakan pertemuan dengan Instansi terkait agar persoalan yang dihadapi para petani kita dapat dicarikan solusi terutama bagaimana memenuhi ketersediaan pupuk dan bibit yang mereka butuhkan saat ini.” pungkas Kalangi.

    (ABL)

  • Paman Cabuli Ponakan di Bolsel, SJENNY KALANGI: Peran Ortu di Utamakan

    test.petasulut.com/, SULUT – Perihal kasus pencabulan Paman terhadap keponakannya yang terjadi Kabupaten Bolaang mongondow selatan, Sulawesi Utara (Sulut) membawa sejumlah tanggapan dari para politisi maupun masyarakat. 

    Salah satunya, Anggota DPRD Sulut Sjenny Kalangi memberi tanggapan terkait kasus tersebut.

    Politisi Partai Gerindra itu menghimbau untuk para orang tua agar jangan membiarkan anak-anak mereka ditinggal sendirian dirumah.

    "Terutama anak-anak perempuan yang masih kecil, yang belum bisa berdaya untuk melawan orang-orang bejad seperti itu. Perlindungan dan pengawasan dari orang tua kepada anak-anak yang masih kecil harus ekstra ketat guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan," jelas Aleg Dapil BMR itu, senin (31/5) kepada media test.petasulut.com/.

    Dan untuk pelaku, lanjut Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut kiranya mendapat efek jerah atas perbuatannya.

    "Jeratan Hukum harus diberlakukan kepada pelaku. Dan tentunya mengikuti aturan dan undang-undang yang berlaku. Semoga dari kasus ini, kita semua dapat belajar memahami arti perlindungan terhadap anak," pungkas Kalangi.

    Diketahui, Pelaku Pencabulan berinisial MP (42) kepada keponakannya sendiri yang berinisial IP (10) telah ditahan pihak kepolisian Bolsel.

    (ABL)

  • Gelar Reses, KALANGI Bertekad Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sebagai representasi masyarakat, Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Sjenny Kalangi menjaring aspirasi masyarakat di 6 lokasi.

    Dalam reses I tahun 2020, Kalangi mendapat banyak keluhan, aduan serta usulan dari masyarakat.

    Diantaranya kelangkaan pupuk di Desa Moyag Kotamobagu, bantuan penerangan lampu 60 Titik di desa baru di Pinagoluman Lolak.

    Untuk Desa Mariri, masyarakat sangat membutuhkan bantuan untuk saluran air bersih. Desa Pinogaluman mereka meminta bantuan untuk normalisasi sungai 2500 meter. Bahkan, keluhan terkait kurangnya guru PNS di SD Negeri 1 dengan harapan akan ada penambahan guru , lebih memilukan lagi tidak adanya tenaga kesehatan di puskesmas yang ada, padahal fasilitas sangat menunjang.

    Saat di Desa Moyag masyarakat meminta bantuan bibit ikan, di Desa
    Bangunan Wuwuk, dan untuk di Boltim para tokoh agama khususnya pendeta meminta Asuransi Kematian dilakukan secara merata, kelangkaan pupuk dan harga yang tinggi menjadi keluhan masyarakat.

    Kepada wartawan, Politisi Partai Gerindra itu mengatakan sebagai wakil rakyat dirinya akan berjuang semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi tersebut di gedung cengkih hingga terealisasi.

    “Saya pasti akang perjuangkan, tentunya sesuai dengan kewenangan yang mana menjadi domain provinsi, untuk domain kabupaten tetap saya akan Koordinasikan dengan pemerintah setempat, tapi pastinya ini amanah rakyat yang harus disuarakan” ucap Aleg Dapil BMR itu, Minggu (11/4).

    (ABL)

  • Ketua Fraksi Nyiur Melambai: Keamanan di Sulut Harus Diperketat

    test.petasulut.com/, SULUT – Aksi Teror yang dilakukan para teroris sekarang ini semakin menjadi-jadi.

    Bagaimana tidak, diwaktu yang berdekatan telah terjadi dua penyerangan aksi teror di dua lokasi yang berbeda, yakni di Gereja Katedral Makassar dimana pelaku melakukan aksi bom bunuh diri dan baru-baru ini terjadi di Mabes polri, dimana seorang terduga teroris melakukan aksi teror dengan menembaki para anggota polri namun pelaku tersebut langsung dilumpuhkan.

    Menyikapi hal itu, Ketua Fraksi Nyiur Melambai Sjenny Kalangi pun mengapresiasi langkah dan tindakan pihak kepolisian dalam memberantas terorisme.

    Khusus di Sulawesi Utara, Politisi Partai Gerindra itu berpesan agar keamanan di Sulut agar lebih diperketat.

    “Perketat keamanan daerah perbatasan di Sulut dan juga harus berhati-hati terhadap orang luar yang beridentitas kurang jelas yang akan memasuki daerah Sulut,” ucap Kalangi, Rabu (31/3) kepada media test.petasulut.com/.

    Lanjut Aleg Dapil BMR, Apalagi ini memasuki perayaan Jumat agung dan Paskah. Penjagaan di Gereja-gereja lebih dan lebih ditingkatkan.

    “Namun saya meyakini, Polda Sulut dibawah arahan Kapolda Irjen Nana Sudjana pasti akan menjaga dan menseriusi dari segi keamanan di rumah-rumah ibadah maupun di perbatasan-perbatasan daerah kita ini,” ucapnya.

    “Saya minta semua masyarakat percayakan hal ini kepada kepolisian dari segi keamanan,” tambahnya.

    Dirinya juga menyampaikan agar kita semua tidak terpancing dengan oknum-oknum radikal dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Dengan saling bekerja sama dan menjalin relasi yang baik dengan Kepolisian dan Pemerintah maupun dengan semua unsur agama yang ada,” tutupnya.

    (ABL)

  • KALANGI Dapat SK Partai Duduk Ketua Fraksi Nyiur, Melki: Beliau Berpengalaman

    test.petasulut.com/, SULUT – Saat ini kursi ketua Fraksi Nyiur Melambai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kekosongan pasca ditinggal Wenny Lumentut yang telah maju dan terpilih sebagai Wakil Walikota Tomohon.

    Siapa yang akan mengisi kekosongan kursi tersebut, saat ini sudah mulai terlihat. Dimana Legislator Partai Gerindra daerah (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR), Sjenny Kalangi dikabarkan berpeluang menduduki jabatan tersebut.

    Menanggapi hal tersebut, Kalangi mengatakan bahwa Partai Gerindra sudah membuat surat ke Fraksi Nyiur Melambai dan pimpinan DPRD Sulut.

    “Partai sudah membuat surat ke Fraksi dan pimpinan dewan bahwa semua AKD (Alat Kelengkapan Dewan) yang ditinggalkan bapak Wenny Lumentut saya yang gantikan. Tapi belum rapat Fraksi. Karena akhirnya nanti keputusan Fraksi,” kata Sjenny Kalangi, Kamis, (11/2).

    Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Sulut, Melky Suawah membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi wartawan test.petasulut.com/.

    “Ibu Sjenny Kalangi adalah kader senior, dan sudah berpengalaman di DPRD selama beberapa periode. Beliau loyalitas tinggi di partai. Semoga ibu Sjenny bisa menjalankan tugas-tugasnya dengan baik,” singkat Suawah.

    Diketahui Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut adalah gabungan dari beberapa partai yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    (ABL)