Author: pemred

  • Dua Tersangka Kasus Narkoba Berinisial RM dan ML di Bekuk Ditresnarkoba Polda Sulut

    test.petasulut.com/, Manado – Kasus Pelanggaran yang kerap terjadi di Daerah Sulawesi Utara semakin lama diberantas kan oleh Jajaran Polda Sulut.

    Pada kesempatan ini Ditresnarkoba Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mengamankan 2 tersangka beserta total 8 paket sabu, Pada hari Selasa (18/05/2021), sekitar pukul 20.30 WITA.

    Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial ML (53), warga Palu, Sulawesi Tengah, dan RM (34), warga Malalayang, Manado.

    Dalam Konferensi Pers di depan sejumlah awak media, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, ML membeli sabu dari Palu, Sulawesi Tengah seharga Rp1,5 juta kemudian dijual kembali kepada RM seharga Rp1,7 juta.

    "Kejadian awal bermulah dari Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Sulut mendapat informasi dari masyarakat tentang peredaran sabu yang dilakukan RM".

    Setelah itu dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan RM di rumah orang tuanya, di wilayah Malalayang,” Lanjutnya, Jum’at (21/05) pagi, di Mapolda Sulut.

    RM pun mengaku, barang tersebut dibelinya dari ML. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan ML di wilayah Talawaan, Minahasa Utara pada Rabu (19/05) dini hari.

    Sementara itu Dirresnarkoba menjelaskan, awalnya sabu yang dibawa tersangka dari Palu seberat sekitar 10 gram, namun yang berhasil diamankan tersisa sekitar 6 gram.

    “Diduga ada sekitar 4 gram yang telah diedarkan oleh tersangka yang berdomisili di Palu berinisial ML tersebut,” terang Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

    Para tersangka tersebut dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” Jelas Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

    Ditambahkan Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Kasus ini terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain. Polda Sulut dan jajaran terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk peredaran maupun penyalahgunaan narkoba jenis apapun,” tandasnya.

    Dalam penangkapan dua pelaku tersebut, petugas mengamankan total 8 paket sabu. Barang bukti sebanyak 6 paket diamankan dari ML, dan 2 paket dari RM,” Tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono. (*/Gabri)

  • Selama Operasi Samrat 2021, 728 Kendaraan Diputar Balik Jajaran Polda Sulut Dr

    test.petasulut.com/, SULUT – Operasi Ketupat Samrat 2021 dalam pengamanan Idul Fitri 1442 H yang dilaksanakan selama 12 hari sejak 6 Mei, dinyatakan berakhir pada Senin (17/05) tengah malam.

    Operasi rutin tahunan ini dilaksanakan oleh Polda Sulawesi Utara (Sulut) dan jajaran beserta TNI, unsur Pemerintah Daerah di antaranya Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan serta instansi terkait lainnya.

    Dalam operasi tersebut, Polda Sulut beserta jajaran berfokus pada pengetatan dan penyekatan kendaraan yang akan mudik,selain pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, enam Pos Penyekatan didirikan di wilayah hukum Polresta Manado, Polres Bitung, Polres Bolmong Utara, Polres Bolmong Selatan, Polres Kotamobagu, dan Polres Minahasa Selatan.

    Sesuai data yang diperoleh dari Biro Operasi Polda Sulut, sebanyak 728 unit kendaraan yang diputar petugas di Pos Penyekatan yang terkenal di enam Polresta dan Polres selama pelaksanaan Operasi Ketupat tersebut.

    “Total kendaraan baik roda 2 atau roda 4 yang masuk 3.652 unit, kendaraan keluar 2.932 unit, dan kendaraan yang diputar balik 728 unit,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (18/05) pagi.

    "ergerakan kendaraan baik yang masuk, keluar maupun diputar balik, terbanyak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Minahasa Selatan dengan Kabupaten Bolmong". Lanjutnya

    Lebih rinci Ia mengatakan, “Untuk di wilayah Minahasa Selatan, kendaraan yang masuk sebanyak 1.557 unit, kendaraan keluar 993 unit, dan kendaraan yang diputar balik 291 unit".

    Kendaraan yang diputar balik tersebut disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan masuk ke wilayah Provinsi Sulut.

    “Seperti tidak membawa surat keterangan Rapid Test Antigen atau swab PCR, dan tetap mencoba masuk di tengah penyekatan pelarangan arus mudik,” Jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

    Meski Operasi Ketupat Samrat 2021 telah selesai, Polda Sulut dan jajaran tetap melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), salah satunya dalam bentuk Operasi Yustisi Protokol Kesehatan.Jelasnya

    “Kami mengimbau masyarakat jangan lengah. Tetap patuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum berakhir". 

    "Mari tetap patuhi 5M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, ”Tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast.
    (*/Gabri)

  • Mengangkat Tema Eksistensi Mahasiswa Di Era Covid-19, PMKRI Manado Adakan Diskusi

    test.petasulut.com/, Manado – Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Manado menggelar diskusi via online di Margasiswa PMKRI Cabang Manado, Senin ( 10/05/2021).

    Diskusi yang mengangkat tema Eksistensi Mahasiswa Di Era Pandemi Covid-19 dibuka langsung oleh Ketua Presidium PMKRI Manado Ignatius Andri Buanglera guna membahas peran mahasiswa dimasa Pandemi ini.

    Diskusi ini juga mengundang beberapa pemateri yang handal yakni, RD. Dismas Salettia, Pr ( Pastor Moderator KMK Kusuma), Michael Nainggolan, SH,MH,DEA ( Dosen Fakultas Hukum Unsrat, Senior PMKRI Manado), DR. Magdalena Wullur,SE,MM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat)

    Dalam diskusi tersebut Nainggolan Mengatakan, "Pendidikan bukan hanya tugas guru/dosen tetapi merupakan 1 sistem dengan peserta didik dan didukung oleh komponen di sekitar".

    "Belalajarlah bersama saling mendorong dan peduli dgan lingkungan, peduli dengan sesama dan saling mendoakan". Lanjutnya

    Sementara itu, Pastor Dismas melanjutkan "Situasi pandemi mengingatkan kita akan Pendidikan bukan hanya sekedar pengetahuan, melainkan juga pengalaman tetapi bagaimana cara memberikan dan cara membimbing siswa".

    "Tetap semangat menjadi mahasiswa untuk bertumbuh dan berkembang Jangan lupa berdoa karena kebijaksanaan sebagai manusia akan lebih baik kalau diminta kepada sumber kebijaksanaan". Ungkap Salettia

    Diakhir statmen Magdela Mullur menegaskan, "Eksistensi Pendidikan bagaimana kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Dari kita belajar kita dapat memotivasi orang lain". (Gabri)

  • Bahas Arah Gerak Mahasiswa, Tematik Komunitas Ruang Kritis Adakan Diskusi

    test.petasulut.com/, Manado — Tematik Komunitas Ruang Kritis mengadakan diskusi di Asrama mahasiswa Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (8/5/2021).

    Diskusi yang mengangkat tema melihat arah gerak mahasiswa di masa Pandemi Covid-19, menghadirkan pemateri yakni mantan aktivis mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Reinaldo Rumlus.

    Sementara itu, moderator diskusi Frengky Toeng mengatakan bahwa arah gerak mahasiswa di masa pendemi Covid-19, semua tergantung kesadaran dari ma
    hasiswa sebagai remot control eksistensi pendidikan di indonesia.

    "Dengan dilakukan diskusi seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak terlalu larut dalam zona nyaman saat pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir," kata Frengky Toeng.

    "Eksistensi dari mahasiswa harus dipertahankan walau dalam keadaan seperti apapun itu". Lanjutnya

    "Kami mengajak semua mahasiswa maupun elemen pemuda agar tetap melakukan hal positif bagi kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya.

    Sementara itu salah satu peserta diskusi Amandus Ahmori Yumte mengatakan sangat berterimakasih dan berapresiasi dengan diadakanya kegiatan diskusi ini.

    "Dengan adanya kegiatan ini, kita sebagai mahasiswa dalam arti kaum intelektual bisa belajar dan bisa menambah cakrawala berpikir, sehingga segala sesuatu yang tidak benar dapat kita benarkan," ujar Suva sapaan akrab Amandus Ahmori Yumte.

    Lebih lanjut, Suva menambahkan kegiatan ini bukan hanya sebatas membuka cakrawala berpikir tetapi juga bisa membangun tali persaudaraan sesama anak bangsa untuk saling belajar.

    "Satu kata yang harus diingat bersama, kalau bukan kitorang sapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," tandasnya.

    Sementara itu Narasumber menyampaikan banyak apresiasi kepada Komunitas ini.

    "Saya sangat memberikan apresiasi kepada teman-teman mahasiswa, dimana walaupun dimasa pandemi ini mereka selalu melakukan hal yang baik".

    " Mahasiswa seharusnya berpikir kritis, artinya kritis untuk diri sendiri dan kritis untuk kemajuan kita sebagai anak bangsa". Tutupnya.

    Diskusi ini dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

    ( Gabri )

  • Pengurus KBK Paroki Yesus Gembala Yang Baik DiLantik

    test.petasulut.com/, Manado – Setelah mengadakan pertemuan penentuan pengurus Kaum Bapa Katolik Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea Manado, akhirnya dilantik pada oleh Pastor Paroki Melku Pantouw. Pr pada saat misa syukur di Gereja Yesus Gembala Yang Baik Wanea. Minggu, ( 09/05/2021). Pagi

    Saat menyampaikan Renungan Pastor Melky yang menegaskan tentang Cinta kasih yang tulus dalam tugas dan karya,
    “Dalam upaya untuk berkarya kita perlu menyadari kasih Tuhan yang amat besar dalam hidup dan kelanjutan kepengurusan KBK ini”. Ungkap Pastor Melky.

    Disisi lain, Ketua KBK Mayor Vence Mamarodia mengajak semua untul bergerak bersama seturut dgn apa yang menjadi semboyan KBK yakni Pro Familia Ecclesia Et Patria.

    “KBK harus menjadi tiang yang mambentengi rumah besar bersama seluruh keluarga, dan umat menuju kepada semakin banyaknya orang yang dekat dengan Tuhan”.Tegas Mamarodia

    Sementara itu Ambrosius Loho, yang juga merupakan bagian dari kepengurusan KBK Paroki YGYB Wanea Manado mengatakan, “dengan dilantiknya kepengurusan ini, yang terpenting bukan bertanya apa yang KBK atau gereja berikan kepada kita (Kaum Bapak katolik),tetapi bertanyalah apa yang kita buat untuk gereja Bangsa dan Tanah Air”.

    “Belajar dari pesan pendahulu yang pernah mengatakan hal yang sama tapi untuk bangsa dan negara. Kunci utamanya adalah dengan semangat pelayanan dan kasih seperti Tuhan, mari torang bergerak bersama dalam karya san bukan sekedar kata. Lanjutnnya

    Kegiatan pelantikan ini dihadiri juga oleh pengurus KBK Keuskupan dan Kevikepan Manado, sebagai tanda kehadiran dan dukungan maksimal untuk setiap kegiatan kaum bapak katolik di Keuskuoan manado maupun di Kevikepan Manado. (Gabri)

  • Paska Banjir SMP Mikael Dibangun Kembali Umat Paroki Rike dan Kodim Manado

    test.petasulut.com/, Manado – Pembangunan kembali fondasi sekolah SMP Katolik Mikael Manado paskah bencana banjir awal Tahun lalu dilakukan oleh Umat KBK Rike dan Kodim Manado, Selasa, (27/04/2021).

    Menurut Pastor Melky Pantow Pr, Selaku Pastor Paroki Rike mengatakan, Pembangunan tersebut dilakukan karena dampak dari bencana pada awal tahun 2021.

    "Karena salah satu bagiannya (tanggul) mengalami tanah longsor, maka kami mengambil inisiatif untuk membangun kembali sekolah sebagai tempat atau wadah pembelajaran bagi para siswa – siswi dikota manado". Pungkasnya

    Hal ini mendorong Inisiatif juga dari Ketua Kaum Bapa Katolik Rike, Umat Paroki Rike yang turut membantu Kami dalam pembangunan kembali sekolah ini.

    Tidak hanya itu bantuan dan inisiatif juga datang dari Kodim Merdeka yang di fasilitator langsung oleh Mayor Vence Mamarodia.

    Dalam keterangannya pastor Melky menjelaskan, Kegiatan ini telah berlangsung selama kurang lebih sebulan terakhi.

    “Kegiatan ini sudah berjalan selama sebulan terakhir, dan ini dalam proses finishing”.

    “Dari fakta ini, yang terpenting adalah bahwa membangun fondasi paling tidak sama dengan membangun kekuatan iman setiap umat beriman”. Lanjut Pastor Melky

    Dengan gerakan bersama, semua umat telah bersama-sama bekerja untuk bisa membuat kondisi bangunan sekolah ini dipastikan aman. Harapnya

    Akhirnya satu hal yang penting lain adalah, jika kita bekerja bersama, tentu mendapatkan hasil yang diinginkan, walaupun dengan keterbatasan kita.

    Diakhir kata pastor Melky mengatakan bahwa umat paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike akan terus berjuang mempertahankan fondasi Iman daalam upaya agar kita semakin dekat dengan Tuhan dalam segala Karya dan pekerjaan. ( Gabri )

  • KBK Rike Adakan Rapat Pembentukan Pengurus Baru

    test.petasulut.com/, Manado – Kaum Bapa Katolik ( KBK ) Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike mengadakan Rapat Pembentukan anggota yang berlangsung di Aula Paroki YGYB Rike. Selasa,(27/04/2021).

    Kegiatan yang di pimpin oleh Bpk. Mayor Ventje Mamarodia ini pada akhirnya telah menyusun kepengurusan periode yang akan berjalan dan akan dilantik pada Minggu tanggal 9 Mei 2021,Mendatang.

    Menurut Ambrosius Loho, Menjadi pemimpin atau orang yang dipimpin, tentu dituntut pemberian diri.

    "Menjadi pengurus sebuah kelompok, organisasi atau dalam gereja Katolik dikenal dengan kelompok kategorial juga mengedepankan pemberian diri dan pelayanan untuk semua orang (umat). Ungkapnya

    Ia menjelaskan, dengan adanya semboyan Pro Familia Et Patria ( Demi Gereja dan Tanah Air) merupakan pemberian dari Mgr. Soegijapranata ini menjadi dasar dari semboyan KBK ini. Lanjutnya

    "Jika kita menelaah latar belakang tentang semboyan ini ada kata Familia, (keluarga) sebagai tempat paling pertama seseorang hidup dan berkembang, yakni keluarga". Lanjutnya.

    "Berpijak dari sinilah, Kaum Bapak Katolik tentu terus berjuang untuk menjadi sosok pribadi untuk keluarga, gereja dan tanah air".

    “Maka dalam penyusunan pengurus ini, tentu spirit itu menjadi penuntun bagi siapa saja yang ditempatkan disetiap posisi dalam kepengurusan”, Tegasnya.

    “Maka dengan semangat pro familia ecclesia et patria, semoga kaum bapak katolik terus berperan aktif dan tugas dan tanggung jawab dalam keluarga, untuk memajukan gereja dan mengisi karya bagi masyarakat”, Harapnya.

    Menjadi teladan seturut Teladan Yesus Kristus sang pemimpin sejati, kiranya kaum bapak bisa menjadi panutan dalam tugas dan karya. Tutup Ambrosius Loho yang merupakan seorang pegiat Filsafat Estetika dan Dosen Unika Della Sale Manado ini. ( Gabri )

  • Ditbinmas Polda Sulut Gelar Pelatihan Aplikasi BOS V2

    test.petasulut.com/, SULUT – Mendukung pelaksanaan Program Prioritas Kapolri, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Utara menggelar pelatihan aplikasi Binmas Online System Versi 2 (BOS V2).

    Kegiatan ini dilakukan kepada Bhabinkamtibmas jajaran zona II yang berlangsung di Aula Parama Satwika Polres Tomohon, Senin (26/04/2021) Pagi.

    Kegiatan yang dibuka oleh Wakapolres Tomohon Kompol Agnes Turambi tersebut diikuti oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) dan personel Bhabinkamtibmas empat Polres jajaran yakni Polres Tomohon, Polres Minahasa, Polres Minahasa Selatan, dan Polres Minahasa Tenggara.

    Menurut Kompol Agnes Turambi “Pelatihan ini tentunya dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Prioritas Kapolri".

    Ia berharap, seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena aplikasi BOS V2 ini sangat berguna untuk pembuatan laporan kegiatan.

    “Semoga pelatihan aplikasi BOS V2 ini bermanfaat bagi seluruh peserta, dan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, terutama untuk mengirim laporan kegiatan,” ungkap Wakapolres Tomohon.

    Usai pembukaan, pembacaan penyampaian materi pelatihan oleh Kasi Binev Subdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Sulut, Kompol Saryana, dan Kasi Wasjaspam Subdit Satpam Ditbinmas Polda Sulut, AKP M. Aswar Nur. ( */Gabri )

  • Transformasi Intelektual Dan Moral: Sebuah Tantangan Pendidikan.

    Pandemi telah setahun lebih melanda dunia. Hantaman pandemi termasuk menghantam dunia pendidikan. Pendidikan adalah sektor penting yang, atas cara tertentu, tidak bisa diabaikan.

    Namun demikian, kendati pendidikan telah dihantam badai pandemi yang juga menyebabkan pembelajaran terkendala dan terbatas, pendidikan harus terus berjalan.

    Dengan model pembelajaran ber-platform online, membuktikan pendidikan tetap berjalan. Walaupun tidak ada jaminan bahwa hal itu akan membantu para guru dan para siswa dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran itu, pendidikan tetap harus berjalan.

    Harus diakui, bahwa agak sulit memastikan bahwa proses pembelajaran memang berjalan sebagaimana mestinya, dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada, tapi pendidikan harus tetap merupakan proses transformasi intelektual dan moral.

    Maka berkaitan dengan pendidikan yang dimaksud,sekurang-kurangnya dapat disebutkan di sini, pandangan seorang Filsuf Kanada, Bernard Lonergen (1922-1984), tentang pendidikan.

    Menurutnya, pendidikan adalah revitalisasi belajar yang berkesinambungan mengenai kehidupan.

    Pendidikan yang dimaksudkan Lonergen ini mencakup dua hal: Pertama, transformasi intelektual, yaitu transformasi dari mitos kognitif, bahwa mengetahui itu adalah melihat objek, yang didorong oleh keinginan untuk mengetahui, dan mengetahui itu mencakup mengalami, memahami dan menilai objek.

    Jadi, dengan pendidikan, manusia bertransformasi lewat mengalami, memahami dan menilai objek itu (dalam konteks tulisan ini, yakni kebudayaan).

    Kedua, transformasi moral, yaitu perubahan kriteria pengambilan keputusan, dari kriteria apa yang memuaskan diriku, kepada kriteria berdasarkan nilai-nilai.

    (Sastrapratedja, 2013: 317). Pendidikan pada prinsipnya adalah sarana menyampaikan apa artinya menjadi manusia.

    Pendidikan yang sesunggguhnya dan sebetul-betulnya, adalah mampu menyesuaikan diri bukan hanya dengan tradisi, tetapi juga dengan akal budinya itu, kemudian manusia mampu menganalisa, dan mengkritisi perkembangan demi sebuah perkembangan yang sesungguhnya juga.

    Hal ini turut pula menegaskan tentang cara membenahi kebudayaan dan cara pandang tentang kebudayaan.

    Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa pendidikan kini agak sulit untuk dijalankan, bagaimana kita bisa menjamin bahwa proses transformasi intelektual dan transformasi moral itu berjalan, sebagaimana dimaksudkan Lonergen?.

    Berbagai kreativitas guru dalam mengajar selama pandemi dengan pembelajaran model online/virtual, tentu harus menjadi yang utama. Penulis mengamati, bahwa para guru-pengajar telah berupaya dengan kreativitasnya berbagai model atau cara mengajar lewat layar laptop atau pun handphone.

    Dari model ini, bisa dipastikan, siswa atau objek yang diajari, tidak maksimal dalam menerima apa yang diajarkan oleh para pengajar. Kendati demikian, banyak pengajar telah berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan iklim belajar yang paling tidak, bisa membuat siswa atau objek yang diajari mengerti dan memahami materi.

    Adapula pengajar yang memanfaatkan media digital dengan meminta para siswa atau objek yang diajar untuk menciptakan sendiri kreativitasnya melalui pembuatan konten, terkait pembelajaran atau materi yang dibahas.

    Adapula yang mewajibkan mahasiswa menuliskan kembali pandangan mereka dalam bentuk esai atau makalah kemudian dipresentasikan di kelas secara online. Itulah fakta yang terjadi.

    Terkait apa yang dikatakan oleh Lonergen, bagaimana kita bisa mengukur bahwa model pembelajaran yang selama ini dikembangkan oleh guru, bisa menunjukan bahwa proses transformasi intelektual berjalan?.

    Hemat penulis, melalui metode ujian lisan virtual dimana setiap siswa atau objek yang diajari, berdialog secara virtual dengan pengajar. Metode ini tentu menjadi kunci bagi pengajar untuk mengukur kemampuan intelektual objek yang diajari (para siswa dan mahasiswa).

    Di dalam model ujian ini, semua hal bisa diuji oleh para pengajar, sehingga alat ukur untuk memberikan nilai bagi mereka bisa jelas. Di sisi yang sama, kita bisa melihat secara jelas (walaupun virtual) para subjek didik, mengerti dan atau tidak mengerti apa yang telah pernah diajarkan.

    Kedua, terkait transformasi moral yang menjadi fokus dari Lonergen, pengajar tentu harus memaksimalkan poin-poin dalam materi yang diajarkan untuk bisa menghasilkan transformasi moral ini.

    Transformasi moral juga bisa tampak lewat pembuatan konten, sebagai bagian dari pendalaman materi yang telah diajarkan di kelas online). Jika semua ini bisa dijalankan, tentu pada akhirnya mengabdi kepada kretivitas yang benar-benar memanfaatkan media digital yang ada.

    Demikian juga, konten yang diciptakan oleh para subjek didik, bisa diposting di berbagai media sosial yang ada, dalam rangka juga mengedukasi masyarakat.

    Dengan demikian, jika hal ini bisa berjalan dengan baik, dua poin yang dikatakan oleh Lonergen, tentu bisa berjalan dalam proses pendidikan. Menjadi pengajar bukan hanya bermental: ‘catat buku sampai habis’, lalu diberi penilaian.

    Pengajar harus mampu dan siap mengukur pengetauan subjek didik, melalui ujian lisan virtual, termasuk memberikan kesempatan para subjek didik untuk menciptakan konten kreatif berdasarkan materi yang diajarkan. Dari sini, proses transformasi yang memayungi kedua poin ini, benar-benar berjalan dengan baik.
    (Gabri)

  • Terkait Kasus RS Siloam Palembang, Perawat Sulut Angkat Bicara

    test.petasulut.com/, SULUT – Akhir – Akhir ini kita digemparkan dengan isu penganiayaan, salah satunya yang terjadi di Palembang. Kamis (15/4/2021) lalu.

    Hal ini memancing perhatian dari berbagai kalangan public, bahkan tagar #SavePerawatIndonesia menggema di media sosial WhatsApp dan beberapa medsos lainnya.

    Menanggapi hal itu seorang perawat muda asal Minahasa Sulawesi Utara Rina Maria Putri Tumion yang sekarang mengenyam pendidikan akhir di Akademi keperawatan Gunung Maria Tomohon.

    Menurutnya, "Hal semacam ini sering terjadi di rumah sakit ketika ia turun praktek, namun semuanya itu ada penanggulangan langsung oleh team medis".

    "Perawat juga manusia jika ada hal yang terjadi bisa dibicarakan dengan baik bukan dengan cara langsung dipukul tanpa mengetahui alasan yang jelas". Lanjutnya

    "Tenaga medis adalah garda terdepan guna menyelamatkan nyawa manusia, jika tenaga medis saja tidak di hargai bagaimana kinerja kami sebagai seorang Nakes kedepan untuk menolong sesama", ungkap Perawat cantik asal Minahasa ini lewat rekam suara yang diterima test.petasulut.com/, Kamis,22/04/2021.

    Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali karena hampir tiap tahun selalu ada kasus penganiyaan terhadap perawat, untungnya perawat itu mempunyai hati yang bersih serta lembut dan terbuka kepada siapa saja. Harap Rina sapaan akrabnya.

    Diketahui kronologi terjadinya penganiayaan perawat hingga viral tersebut berawal dari pasien yang merupakan anak pelaku sudah diperbolehkan pulang. Untuk itu, korban sebagai perawat melakukan tugasnya melepaskan infus yang terpasang di tubuh pasien.

    Menurut direktur rumah sakit yang dilansir dari Sumsel.inews.id

    “Pelepasan infus sudah sesuai SOP yang ada. Namun karena usia anak yang dirawat masih 2 tahun dan gerakannya terlalu lincah, sehingga plaster terlepas dan mengeluarkan darah”.

    “Alhasil, perawat langsung mengganti dengan perban yang baru hingga darah pasien tidak keluar lagi,” Lanjutnya

    Kepala Ruangan RS Siloam Sriwijaya mendatangi ibu pasien dan meminta maaf atas kejadian yang sempat terjadi. “Itu ayah pasien (pelaku) belum datang karena posisinya lagi di Kayu Agung, masalah sudah dianggap selesai karena kepala ruangan kami mendatangi ibu pasien,”

    Namun saat pelaku datang, istrinya menceritakan kronologi dan pelaku memanggil dan korban langsung ditanya “bagaimana cara melepaskan infus”. Belum sempat menjawab, di saat yang bersamaan pelaku menampar keras perawat hingga terjatuh.

    Dua orang yang menemani perawat sontak langsung membantunya berdiri dan berusaha melindungi, akan tetapi pelaku tetap berusaha melalukan tindak kekerasan disertai menarik rambut korban.

    Dari kejadian tersebut Korban yang merupakan perawat tersebut langsung dirawat dirumah sakit Siloam, serta pelaku penganiaya ditahan oleh pihak kepolisian dengan Pasal yang dikenakan terhadap pelaku yakni Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara dua tahun delapan bulan.
    ( Gabri )