Blog

  • Walikota Manado Terima Bantuan Dari Kalbe Farma

    Manado, test.petasulut.com/ – dalam rangka mensejahterakan masyarakat Kota Manado ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini memang agak sulit jika hanya dilakukan oleh pemerintah kota Manado sendiri.

    Dalam kondisi seperti saat ini pemerintah perlu support dari berbagai kalangan masyarakat, terutama dalam mendukung program pemerintah Kota Manado. Karena program pemerintah bisa berjalan dengan baik jika masyarakatnya bisa bekerjasama dengan baik.

    Pemerintah Kota Manado melalui Walikota Andrei Angouw menerima bantuan secara simbolis dari Kalbe Farma Manado, penyerahan bantuan itu pun diterima langsung oleh Walikota didepan Kantor Walikota Manado (dibagian balkon kantor Walikota Manado), Senin (16/8).

    Walikota Manado Andrei Angouw mengucapkan rasa terimakasihnya kepada kalbe farma dan dia berharap bantuan tersebut bisa disalurkan bagi warga yang terdampak, serta untuk mekanisme penyalurannya. Walikota Manado meminta ke Plt. Kadis Kesehatan Manado untuk menyalurkannya supaya tepat sasaran bantuan tersebut.

    "Bantuan ini nanti disalurkan ke nakes-nakes, petugas vaksinasi dilapangan dan warga yang sedang isoman," tutur Walikota Andrei Angouw.

    Dia juga menambahkan bahwa untuk yang menyalurkan bantuan tersebut adalah dari dinkes manado.

    "Nanti yang mengatur penyaluran ini adalah dr. Joy Zeekeon agar tepat sasaran," tandas Andrei Angouw.

    Turut hadir mendampingi Walikota dalam serah terima bantuan saat itu, kadis PSTP Charles Rotinsulu, kadis infokom Erwin kontu, dan Plt. Kadis kesehatan dr. Joy Zeekeon.

    Adapun bahan bantuan yang diterima secara simbolis itu, ada minuman suplemen sehat, seperti Hydro coco, Entrasol dan Cilko.

  • Peringati 76 Tahun RI, Seasoldier Sulut Dan Mudung Family Upacara di Bawah Laut

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka memperingati HUT Ke-76 Tahun Republik Indonesia (RI), Seasoldier Sulawesi Utara kolaborasi Mudung Family menggelar upacara di bawah laut, Pantai Malalayang, Senin (16/08/2021), Pukul 12.00 Wita hingga 13.30 WITA.

    Upacara dilakukan pada kedalaman 7 meter, dan diikuti oleh 7 anggota Seasoldier Sulut, 3 anggota Mudung Family, 1 Anggota MPA Anemon Politeknik Nusa Utara dan 1 pegawai BPSPL Makassar Satker Manado.

    Terpantau awak media, kegiatan upacara dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.

    Ketua Seasoldier Sulut, Ardi Sehangunaung ketika diwawancarai di tempat, mengatakan upacara bendera guna memperingati HUT ke 76 tahun RI.

    “Upacara yang digelar pada hari ini untuk memperingati HUT RI sudah direncanakan dari jauh hari,” ucapnya.

    Ardi juga menambahkan, selain upacara, adapun underwater cleanup dan monitoring karang.

    “Kami dari Seasoldier Sulut tidak hanya menggelar upacara saja. Tetapi, melakukan underwater cleanup dan monitoring karang yang sebelumnya kami transplantasi beberapa bulan lalu,” tuturnya sembari mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan upacara pada hari ini terlebih kepada Bank SulutGo (BSG) yang telah menjadi pendukung utama kegiatan ini.

    Adapun harapan dari Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HUT Ke-76 RI Seasoldier Sulut, Samuel Leivy Opa. Ia berharap peringatan HUT RI terus diperingati dengan makna yang tepat dan tentunya berdampak bagi lingkungan.

    “Saya berharap kegiatan peringatan HUT RI terus dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat, terlebih yang fokus untuk pelestarian lingkungan dapat memaknai hari kemerdekaan Indonesia dengan melaksanakan kegiatan yang positif dan berdampak baik bagi lingkungan terlebih lagi bagi lingkungan laut,” jelasnya.

    Peringatan pada hari ini pun, kata Samuel dibatasi pesertanya mengingat adanya pemberlakukan PPKM di Kota Manado.

    “Kegiatan upacara pada hari ini dibatasi, karena menghormati aturan PPKM yang ada, guna mengurangi penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

    (ABL)

  • 76 Tahun Indonesia Merdeka, BRAIEN WAWORUNTU: Kobarkan Semangat Untuk Bangsa

    test.petasulut.com/, SULUT – Memaknai 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu mengajak para generasi muda untuk terus kobarkan semangat kepemudaan.

    “Karena pemuda harus tetap menjadi garda terdepan dan ujung tombak untuk indonesia lebih kuat dan maju sehingga masyarakat didalamnya juga bisa hidup aman dan sejahtera,” Politisi Partai NasDem itu, senin (16/8).

    Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu juga menuturkan bahwa saat ini bangsa kita Indonesia sedang di perhadapkan dengan bencana non alam yakni Wabah covid-19, maka dari itu sebagai pejuang, sebagai pemuda kita harus tetap eksis kobarkan semangat kepemudaan, karena kitanya yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini kedepan.

    “Di HUT RI yang ke-76 ini, kita harus tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Terus jalin tali persaudaraan terhadap sesama kita. Hidup harus menjadi berkat,” pungkasnya.

    (ABL)

  • Keluarga Besar DPRD Sulut Ikuti Ibadah Penghiburan Alm. WINSULANGI SALINDEHO

    test.petasulut.com/, SULUT – Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut beserta Sekretariat DPRD Sulut, senin (16/8) siang tadi mengikuti ibadah penghiburan atas meninggalnya alm. Winsulangi Salindeho.

    Ungkapan dukacita mendalam dilantunkan Ketua DPRD Sulut dr Fransiskus Andi Silangen SpB-KBD secara pribadi bahkan juga mewakili seluruh legislator DPRD Sulut disampaikan saat memimpin ibadah penghiburan bersama keluarga besar DPRD Sulut.

    Mengutip pembacaan Alkitab Yohanes 11: 25-26, Ketua DPRD Andi Silangen memberi penguatan iman bagi keluarga besar Salindeho – Lintang yang mengalami dukacita serta berharap keluarga tetap berpegang dan mengimani firman Tuhan dimana Kristus yang telah menjanjikan kehidupan kekal bagi almarhum di sorga.

    ” Almarhum telah menyelesaikan tugas dengan baik di dunia ini dan ini menjadi penghiburan sejati bagi keluarga bahwa almarhum hanya berpindah tempat yang telah disediakan Tuhan baginya, ” ucap Silangen dalam khotbahnya.

    Ia berharap keluarga besar Salindeho – Lintang dapat terus dikuatkan dan diteguhkan iman lewat kebenaran firman Tuhan.

    Meski terbilang belum lama dilantik sebagai wakil rakyat tahun 2019 lalu, namun dimata Ketua DPRD ini, Alm Winsulangi Salindeho yang berasal dari daerah pemilihan Nusa Utara merupakan salah satu sosok inspiratif dan menjadi motivasi serta teladan dalam tugas memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    “Banyak kesan yang didapatkan dan menjadi teladan dari almarhum, luar biasa sangat perhatian dalam menjalani tugas pekerjaan, demikian juga perhatian bagi keluarga.” kata Silangen.

    Di akhir khotbah Silangen kembali mengutip ayat Alkitab Filipi 4:7-9

    “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

    “Atas nama keluarga serta pimpinan dan anggota DPRD Sulut saya menyampaikan turut berduka cita atas kepergian rekan kita Alm. Drs Winsulangi Salindeho, kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan iman dalam menghadapi peristiwa dukacita ini, Amin, ” ucap FAS sapaan akrabnya.

    (ABL)

  • DPRD Sulut Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden RI

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka memperingati HUT ke-76 Proklamasi Republik Indonesia, DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar dua kali rapat paripurna sekaligus.

    Yakni agenda mendengarkan pidato Presiden pada sidang tahunan MPR RI serta pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian RUU APBN 2022 dan nota keuangan, Senin (16/8) pagi.

    Agenda rapat ini tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat guna meminimalisir penyebaran covid-19.

    Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen, didampingi Wakil Ketua Victor Mailangkay dan Billy Lombok serta dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.

    Usai membuka rapat paripurna, ketua DPRD mengarahkan ke siaran langsung melalui media elektronik ke sidang paripurna yang sedang berlangsung di Senayan, Jakarta.

    Diketahui, sejumlah poin disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato pada sidang tahunan MPR RI, diantaranya Presiden Jokowi mengakui kesadaran, partisipasi dan gotong royong masyarakat dinilai semakin baik di bidang kesehatan.

    Presiden juga mengapresiasi lembaga pemerintah lintas sektor yang membuat kapasitas kesehatan meningkat pesat.

    Kemudian, Jokowi menilai kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di semakin tinggi. Dilihat dari kebiasaan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

    Kemudian mengenai vaksinasi, Jokowi mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Menurutnya pandemi ini telah menguatkan institusi sosial di masyarakat.

    Selanjutnya, presiden mengatakan Kerja sama antarlembaga serta kepemimpinan responsif dan konsolidatif menjadi kunci dalam menangani pandemi.

    Di samping itu, presiden berterimakasih pada lembaga legislatif dan pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengkonsolidasikan kekuatan fiskal. Bahkan TNI/Polri terus mendisiplinkan protokol kesehatan, 3T, vaksinasi serta isolasi terpusat.

    Rapat paripurna DPRD Sulut itu juga dihadiri Anggota DPRD Sulut, Forkopimda Sulut, Sekprov Sulut Edwin Silangen dan Sekwan Glady Kawatu serta undangan lainnya yang hadir melalui fisik dan virtual.

    (ADVETORIAL)

  • Bu Winsu Berpulang, WALUKOW: Beliau Sosok Yang Patut Diteladani

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali dirundung duka. Salah satu tokoh terbaik asal Nusa Utara, Winsulangi Salindeho dikabarkan telah berpulang.

    Anggota DPRD Sulut, Winsulangi Salindeho meninggal dunia pada minggu (15/8) setelah sempat dirawat di RS Hermina Manado.

    Duka mendalam pun dirasakan para legislator Sulut sepeninggalan mantan Bupati Sangihe itu.

    Salah satunya rekan kerja komisi I Bu Winsu yakni Henry Walukow. Dimana dirinya mengaku kaget mendengar kabar tersebut.

    Anggota DPRD Sulut, Henry Walukow

    Di mata politisi partai Demokrat ini “Bu Winsu” panggilan akrab Winsulangi Salindeho adalah sosok yang patut diteladani.

    “Bu Winsu” adalah sosok senior yang penuh keteladanan, disiplin, tepat waktu, suka berbagi ilmu penuh pengalaman namun tetap suka memberi nasehat dan memiliki rasa humoris yang tinggi, “ujar Henry Walukouw.

    “Sebagai rekan kerja di Komisi 1 kami semua sangat kehilangan sosok yang mampu berkontribusi dan memberi warna dalam tugas pekerjaan dan pelayanan,” tegas Walukouw saat dihubungi via Whatsapp.

    Sebagai Informasi, sebelum meninggal Winsulangi Salindeho selain sebagai eksekutif dan legislator beliau juga adalah pelayan gereja yang pernah memangku jabatan jabatan strategis.

    Berikut Jabatan strategis yang pernah di jabat beliau.

    -Mantan Sekkot Manado,
    -Mantan Wabup Sangihe,
    -Mantan Bupati Sangihe,
    -Mantan Anggota BPMS GMIM, anggota DPRD Sulut Periode 2019-2024.
    -Beliau juga adalah Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Nusa Utara dan
    -Tokoh pendiri Kabupaten Kepulauan Sitaro serta Perintis Pendirian Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar).

    Selamat Jalan “Bu Winsu” Rakyat Sulawesi Utara akan selalu Mengenangmu.

    (ABL)

  • Sedih Sekali, MJP: Selamat jalan Senior Panutan, Winsulangi Salindeho

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabar berpulangnya legislator DPRD Sulut sekaligus tokoh nusa utara Winsulangi Salindeho membuat sebagian masyarakat merasa kehilangan.

    Bagaimana tidak, Bu Winsu adalah salah satu tokoh yang mempunyai peranan penting dalam membangun daerah Sulawesi Utara.

    Salah satu legislator DPRD Sulut dan juga partner di BAPEMPERDA DPRD Sulut, Melky Pangemanan pun mengaku sangat sedih mendengar kabar berpulangnya Winsulangi Salindeho.

    “Kaget dan rasa belum percaya ketika mendapatkan informasi bahwa Pak Winsulangi telah meninggal. Sosok yang sangat saya segani karena kedisiplinan, kerendahan hati dan kecintaannya terhadap keluarga,” ungkap MJP.

    MJP juga menceritakan hubungan kerja bersama Bu Winsu semasa hidup.

    Sejak saya dipercayakan menjadi Wakil Ketua BAPEMPERDA DPRD Provinsi Sulawesi Utara mendampingi Pak Winsu sebagai Ketua BAPEMPERDA, hubungan kami menjadi semakin dekat karena sering berkomunikasi terkait tugas di DPRD bahkan tak jarang kami berdiskusi diluar kerja kedewanan, urusan keluarga dan pengalaman beliau yang telah malang melintang sebagai seorang birokrat dan politisi senior. Pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah Kota Manado, Wakil Bupati dan Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe. Di bidang keagamaan, pernah dipercayakan menjadi Anggota Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM.

    Pada Rabu 28 Juli 2021, saya dipercayakan menjadi Wakil Ketua Pansus Ranperda tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, dengan kembali mendampingi Pak Winsu sebagai Ketua Pansus.

    Dibawah kepemimpinan pak Winsu sebagai Ketua BAPEMPERDA dan Ketua DPRD Pak Fransiscus A. Silangen, kami bisa menghasilkan suatu produk hukum daerah, setelah kurang lebih 7 tahun DPRD Sulawesi Utara tidak melahirkan Peraturan Daerah (Perda) yang diinisiasi oleh DPRD Sulawesi Utara.

    Kami berdua memang sering “Duet” dalam mengerjakan berbagai tanggung jawab legislasi. Saya belajar banyak dari beliau, sungguh pelajaran yang sangat berharga bisa bekerja sama dengan Pak Winsu. Pak Winsu selalu memberi kesempatan kepada saya untuk belajar.

    Pak Winsu sudah saya anggap sebagai orang tua dan menjadi role model bagi saya sebagai seorang politisi. Di usia yang tidak muda lagi, Pak Winsu masih tetap semangat dan rajin menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

    Beberapa waktu lalu selesai rapat, Pak Winsu berdiskusi panjang dengan saya dan rekan Aleg Ronald Sampel. Beliau mengutip ayat Alkitab dalam Amsal 30:7-9. “Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kau tolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

    Ayat tersebut menjadi Doanya kepada Tuhan, agar terus dimampukan dalam bekerja untuk masyarakat dan daerah. Pak Winsu sungguh sangat menginspirasi saya dan rekan-rekan di DPRD Sulawesi Utara dengan keteladanannya serta etos kerjanya yang tinggi dalam pengabdian sebagai wakil rakyat.

    Saya dan keluarga merasa sangat kehilangan sosok Pak Winsu. Tidak akan ada lagi suara melalui telepon yang diawali dengan ucapan “Halo anak muda,.,..” dari beliau. Beberapa hari lalu Pak Winsu menghubungi saya dan bahkan sempat berbincang dengan Istri Pendeta Meiva. Pak Winsu bilang “So rindu karena jarang baku-baku dapa dikantor ini anak muda, kong kase bacerita deng Pendeta Meiva. Pendeta Meiva bilang, cocok sekali kerja sama Pak Winsu dengan Pak Melky, Pak Winsu sering cerita”. Jujur saya terharu, kedua sosok suami istri ini adalah figur publik yang banyak dipercayakan mengemban ananah besar di daerah ini.

    Masih banyak tanggung jawab yang harusnya kami kerjakan bersama kedepan namun Tuhan memiliki otoritas tunggal untuk memanggil pulang milik kepunyaanNya yang telah memberi diri melayani rakyat.

    Mengenang Pak Winsu dan menulis cerita bersamanya membuat saya sedih. Ada banyak keteladanan darinya yang saya pelajari. Pak Winsu telah meninggalkan kita semua di dunia, namun semangatnya, kedisiplinan, tanggung jawab dan kerendahan hatinya akan selalu kami kenang.

    Beristirahatlah dalam damai Kristus, Pak Winsu. Selesai sudah tugas yang telah engkau emban di dunia ini. Tuhan memberi penghiburan sejati bagi Keluarga Salindeho-Lintang (Pendeta Meiva, Christin, Christian dan Junior).

    #RIPPakWinsu

    (ABL)

  • ANDI SILANGEN: Selamat Beristirahat Dari Jerih Lelahmu ‘Bu WINSULANGI SALINDEHO’

    test.petasulut.com/, SULUT – Kabar dukacita kembali menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara, dimana Anggota DPRD Sulut dari Fraksi Partai Golkar, Winsulangi Salindeho dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (15/08/2021) hari ini.

    Berbagai ungkapan dukacita pun diberikan kepada tokoh nusa utara tersebut yang dikenal humoris dan pekerja keras itu.

    Terlebih ungkapan dukacita disampaikan ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen.

    Melalui akun Facebooknya, Silangen mengungkapkan selamat beristirahat dari jerih lelahmu ‘Bu WINSULANGI SALINDEHO’. Untuk Keluarga yang ditinggalkan, TUHAN YESUS memberkati.

    “Shalom. Yohanes 14:1-2 (TB) Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu,” tulis Silangen.

    Diketahui, Bu Winsulangi Salindeho selama duduk sebagai Anggota DPRD Sulut dan yang juga adalah ketua BAPEMPERDA Sulut, selalu fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    Fungsi legislasi pun dikerjakan dengan serius, dimana pada tahun ini DPRD Sulut telah melahirkan sejumlah Perda prakarsa DPRD dan yang sementara bergulir sejumlah Ranperda.

    (ABL)

  • Kawal Keluhan Warga Soal Pelayanan Kesehatan, Komisi IV Bentuk Timsus

    test.petasulut.com/, SULUT – Dimasa Pandemi Covid-19 yang sampai detik ini terus menggerogoti daerah Sulawesi Utara, berbagai keluhan masyarakat terus diutarakan, salah satunya mengenai pelayanan kesehatan.

    Dimana pada beberapa pekan belakangan muncul keluhan-keluhan warga akan pelayanan kesehatan rumah sakit yang sempat viral di media sosial.

    Baru-baru ini pula, Komisi IV DPRD Sulut menerima laporan salah satu keluarga pasien yang mengadu terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit.

    Langkah cepat pun dilakukan Komisi IV dengan langsung memanggil pihak RS Walanda Maramis dan Kandou untuk meminta penjelasan terkait keluhan tersebut.

    Rapat dengan pihak RS tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu, didampingi Wakil Ketua Careig N. Runtu, serta dihadiri Koordinator Komisi IV Billy Lombok SH, anggota Melky Pangemanan, Yusra Alhabsyi dan Hilman Idrus.

    Pada pertemuan itu, pihak rumah sakit maupun pihak keluarga korban (Ibu hamil yang meninggal) melalui juru bicara menyampaikan penjelasan.

    Rapat yang berjalan kurang lebih 4 jam itu membuat Komisi IV DPRD Sulut mengeluarkan beberapa kesimpulan, salah satunya adalah akan membentuk tim khusus atas keluhan pelayanan rumah sakit, agar lebih detail dan bisa fokus.

    Selain itu juga, Komisi IV juga menyatakan siap mengawal dan memperjuangkan insentif nakes, sehingga pelayanan akan semakin baik.

    “Permasalahan-permasalahan yang terjadi dibeberapa rumah sakit di Sulut, termasuk di rumah sakit Prof Kandou kita akan mengusulkan untuk membuat tim khusus, supaya segala sesuatu permasalahan bisa berkembang disitu,” tegas Ketua Komisi IV Braien Waworuntu, (12/8).

    “Dan terkait dengan tunjangan dari nakes kita tentunya akan memperjuangkan. Tahun tahun sebelumnya komisi IV telah memperjuangkan insentif dari para dokter LPDS, dan itu disalurkan langsung oleh menkes. dan kita terus akan mengawal supaya COVID-19 di Sulut menurun. kita sama-sama berdoa,” tandasnya.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Careig Runtu juga mengatakan tim khusus komisi IV ini akan mengawal pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit yang berada di Sulut.

    “Bukan cuma di Kandou atau Walanda Maramis, Timsus ini akan mengawal pelayanan kesehatan di seluruh RS di Sulut, semoga kedepannya tidak terjadi lagi keluhan-keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” tutup CNR.

    (ABL)

  • BRAIEN: Siapapun Dia, Semua Mempunyai Hak Yang Sama Peroleh Fasilitas Kesehatan

    test.petasulut.com/, SULUT – Diketahui, baru-baru ini Komisi IV DPRD Sulut segera menindaklanjuti keluhan-keluhan yang dialami dan dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Utara terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dengan menggelar RDP bersama Rumah Sakit Walanda Maramis dan RSUP Prof. R.D Kandou Malalayang, Kamis (12/8) kemarin.

    Pada kesempatan itu, Komisi IV DPRD Sulut pun mendengar langsung keluhan yang dialami salah satu keluarga ibu hamil yang meninggal, disertai juga penjelasan dari kedua pihak rumah sakit.

    Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu mengambil hal positif dan pelajaran berharga dari kasus yang terjadi itu.

    “Duka mereka menjadi duka saya juga, Saya tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali kepada masyarakat Sulut, siapapun dia dan latarbelakang apapun dia. Semua mempunyai hak yang sama untuk memperoleh fasilitas kesehatan sebagai warga Negara Indonesia sesuai amanat pasal 28 Ayat 1 UUD 1945” tutur Politisi Partai NasDem Sulut itu.

    Dalam kondisi dan situasi pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Braien Waworuntu bahwa kita tetap dukung dan doakan saudara-saudara kita dan sahabat-sahabat kita Tenaga Kesehatan yang berjuang dan menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi ini.

    “Semoga tetap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk tetap profesional dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    “BW Bersama Rakyat! BW Bersama NaKes! God bless Indonesia, God Bless North Sulawesi! Salam sehat,” tambahnya.

    (ABL)