Blog

  • Covid-19 Sulut Alami Peningkatan, Deprov Terapkan WFH

    test.petasulut.com/, SULUT – Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara yang pada pekan terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mengeluarkan surat edaran terkait aktivitas di kantor Dewan. Rabu, (14/7).

    surat edaran tersebut dikeluarkan oleh sekretariat DPRD Sulut, sesuai dengan instruksi pimpinan DPRD Sulut. Surat dengan nomor: 800/SET. DPRD/ 363/ 2021 yang bertanda tangan Sekwan Gledy Kawatu itu, berisikan 2 poin yaitu.

    – Aktivitas dan kegiatan pelayanan di kantor DPRD Provinsi Sulut dialihkan sementara menjadi kegiatan work from home (WFH), mulai tanggal 15 Juli 2021 (besok).

    – Aktivitas dan kegiatan pelayanan di Kantor DPRD Provinsi Sulut akan dilaksanakan kembali mulai tanggal 21 Juli 2021.

    Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu

    Sekwan Glady Kawatu mengatakan, terkait kelanjutan aktivitas di lingkungan kantor DPRD Sulut nanti akan di infokan lagi.

    “Untuk aktivitas di lingkungan DPRD Provinsi Sulut kedepannya seperti apa. Nanti, akan diedarkan informasinya lagi,” Tutur Kawatu.

    (ABL)

  • Semboyan “Si Tou Timou Tumou Tou” Tidak Berlaku Lagi, Simak Penjelasannya

    Oleh : DR Jerry Massie PhD (Direktur Political and Public Policy Studies).

    Dewasa ini, agak sulit mewujudkan dan mengaplikasikan semboyan populer tou Kawanua yakni : “Si Tou Timou Tumou Tou” yang digagas tokoh Kawanua di era kemerdekaan yakni Gubernur pertama Sulawesi DR GSSJ Sam Ratulangi.

    Dalam kacamata saya, istilah ini sudah pupus, pudar bahkan mati alias so nyanda berlaku lagi.

    Zaman orde baru tokoh dan pejabat dari Bumi Nyiur melambai masih disegani dan diperhitungkan.

    Pasalnya, masih ada orang Sulut yang mengisi posisi kabinet yakni menteri Perumahan Theo Sambuaga dan Haryono Isman. Justru berbalik dengan era Megawati dan Gus Dur bahkan Jokowi tak ada lagi Menteri asal Sulut yang duduk di kabinet. Sedangkan zaman SBY masih ada nama Mayjen TNI (Purn) EE Mangindaan.

    Di kabinet Jokowi hanya ada figur dari Sulut yang duduk yakni Jerry Sambuaga, Sambuaga sebagai Wamen Perdagangan.

    Barangkali puncak keemasan ‘Tou Kawanua’ disaat Soekarno menjabat Presiden. Bayangkan dalam periodisasi Soekarno sampai turun dari jabatannya sebagai presiden, tokoh Sulut mendominasi kabinet dengan 9 orang Menteri. Mulai menteri keuangan ke-3 Mr AA Maramis sampai 3 kali duduk di kabinet Jan Daniel Massie.

    Jadi, era Soekarno orang Manado sangat disegani dan ditakuti. Bayangkan zaman itu kita memiliki 4 wewene (perempuan tangguh).

    Sebut saja, Walikota wanita pertama di Indonesia yakni, perempuan asal Sulut Agustine Magdalena Waworuntu yang memimpin Manado sejak akhir 1949 namun baru diresmikan pada Maret 1950.

    Wanita Kelahiran 4 Juni 1899 ini karib dipanggil Tiene ini menjadi walikota melalui sebuah pemilihan umum (terbatas).

    Selain walikota ternyata Dokter perempuan pertama di Indonesia juga berasal dari Sulut. Marie Thomas, namanya. Marie Thomas lahir di Likupang, Minahasa, Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896 dari pasangan Adriaan Thomas dan Nicolina Maramis. Ayahnya adalah seorang tentara, sehingga kerap berpindah – pindah dari satu kota ke kota yang lainnya.

    Sedangkan Brigjen Pol Jeane Mandagi tercatat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) pada tahun 1991. Dia menjadi wanita pertama di Indonesia yang menyandang pangkat jenderal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini memiliki beberapa Polisi Wanita (Polwan) bergelar jenderal.

    Sedangkan Sarjana Hukum Pertama Indonesia Prof Annie- Abas Manopo dan juga pernah menjabat Rektor USU Sumut

    Era Soekarno budaya baku tongka, baku angka dan baku topang masih menjadi slogan. Apalagi saling baku bantu diperantauan. Tapi saat ini Minahasa tak kenal lagi istilah dari Dr. Sam Ratulangi ini. Pasalnya kita hanya bermain single figther bukan double figther

    Padahal kita punya orang-orang yang duduk diposisi penting tapi enggan membantu sesama Manado. Kita kalah sama suku Batak dan Bugis yang menguasai Kementerian Hukum dan HAM, Perhubungan sampai BUMN dan juga orang Maluku Utara yang mendominasi Kementerian Dalam Negeri.

    Alasan utamanya ada istilah : “Makang Puji, pandang enteng atau orang Betawi menyebutnya ‘Belagu’ dan juga ego tinggi, serta ada istilah : ‘Nemau orang laeng berhasil dia suka dia sa sandiri jo yang sukses’.

    Ini terjadi saat ini tapi di kepolisian masih ada orang-orang Kawanua yang peduli terhadap sesama kawanua. Tapi ada sampai dirinya retired (pensiun) tak ada satupun keluarga dan kerabatnya yang diangkat entah itu di SPN, Akpol atau saat dia menjadi Kapolda merekrut orang Manado sebagai ajudan.

    Saya kenal hanya berapa nama yang masih peduli, yang lainnya hanya lamu bahasa keren Zaman Now.

    Luar biasanya para tokoh Minahasa di era Soekarno lantaran menteri paling banyak di era orde lama ini.

    1. Mr Alex Maramis – Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri
    2. Ir Herling Laoh – Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan
    3. Mr Arnold Mononutu – Menteri Penerangan
    4. Gustaaf Maengkom – Menteri Kehakiman
    5. F F Nyong Umbas – Menteri Muda Perekonomian
    6. Frits H Laoh – Menteri Perhubungan
    Drs Wim J Rumambi – Menteri Penghubung MPR/DPR/DPA dan  Menteri Penerangan
    8. Hans A Pandelaki – Menteri Keuangan Urusan Anggaran
    9. Jan D Massie – Menteri Urusan Penertiban Bank & Modal Swasta di kabinet Kerja IV.

    Belum lagi ada diplomat terbaik tanah air yakni LN Palar.
    Beliau menjadi utusan Indonesia di PBB. Dunia tahu Indonesia berkat peran Palar.

    Sementara saat ini sangat sulit kita bersaing. Kalau sudah di posisi atas sulit mengangkat sesama Kawanua. Terakhir dua nama yang turun jabatannya yakni Dirjen Imigrasi Ronny Sompie dan Jamintel Yan Maringka.

    Kini kita ada nama-nama seperti Dirjen Kementerian Kesehatan Maxi Rondonuwu dan juga Deputi Bidang Hukum Kementerian BUMN Irjen Pol Carlo Tewu.

    Setidaknya jika ingin melihat Tou Kawanua menguasai panggung Nusantara maka ‘saling baku angka bukan baku sekop’. Saya paling tidak suka dengan istilah monohok ‘Manado’ = (Menang Nampang Doang), tapi itulah orang luar memandang kita.

    Dengan kata lain, saat posisi anda di atas maka angkatlah putra daerah terbaik jangan hanya kita yang diatas. Pentingnya ada kaderisasi. Contoh orang Bali di Sulut saat mereka memegang jabatan Kapolres mereka memanggil putra-putra daerahnya.

    Saya pernah mendengar pada era 70-an orang Manado diperantaun masih baku bantu. Sebagai contoh mendiang Alm. Jorry Suwu dan Bernath Tasik di Tanjung Priok, Jakarta Utara masih membantu Tou Kawanua khususnya Langowan kala itu saat merantau ke ibukota Metropolitan Jakarta. Mereka masih menjunjung tinggi budaya “Si Tou Timou Tumou Tou: yakni dengan memberikan penginapan bahkan pekerjaan di Pelabuhan Tanjung Priok. Lantaran Mendiang Jorry merupakan kepala pelabuhan.

    Sama persis dilakukan Sir Alex Lolowang di New York AS. Pada dekade 70-80-an banyak membantu orang Kawanua di Amerika.

    Justru, yang membuat saya bingung slogan kita diadopsi daerah lain dan berhasil.

    Jadi, jika falsafah ini torang kedepankan maka kita percaya torang samua akan dikagumi dan disegani di ibukota. Dan torang samua bisa menepis sejumlah isu miring yang dialamatkan buat orang Manado.

    Menurut saya, jika kita merawat budaya leluhur dan juga falsafah bahkan semboyan yang ditanamkan DR Sam Ratulangi, ini maka saya yakin orang Sulut akan mampu bersaing di nasional bahkan dunia.

    Mengapa daerah lain bisa melakukan ini dan kita tidak bisa. Presentase yang menggunakan ideologi Sam Ratulangi ada tapi relatif kecil.

  • HUT Pemkot Manado Jadi Bukti Sinergitas Gubernur Sulut Dengan Walikota Manado

    Manado, test.petasulut.com/ – Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Manado ke-398, DPRD Kota Manado Menggelar Rapat Paripurna di kantor DPRD Kota Manado yang baru tepatnya di Gedung eks Kantor DPRD Sulut. Rabu (14/7).

    Rapat Paripurna dalam rangka HUT Kota Manado ke-398 itu jadi salah satu bukti Sinergitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Pemerintah Kota Manado terjalin dengan baik.

    Rapat itu dibuka Langsung oleh Ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey yang juga didampingi para Wakil serta anggota DPRD Kota Manado.

    Walikota Manado Andrei Angouw pada kesempatan sambutan lebih menekankan terkait penanganan pandemi dan penanganan kebersihan di kota Manado.

    “penanganan Covid-19 melalui vaksinasi massal yang akan dilaksanakan hingga oktober 2021 menjadi prioritas. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita akan mencapai Herd Immunity,” kata Walikota.

    Dia juga menambahkan, “juga terkait penanganan sampah serta antisipasi banjir dengan melakukan pembersihan drainase, parit-parit dan anak sungai yang tersumbat di banyak tempat.” Tambahnya.

    Sinergitas dimaksud disini adalah Sinergitas Kota Manado dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjalankan roda Pemerintahan seperti pembangunan dan kemasyarakat untuk kesejahteraan masyarakat.

    Seperti yang diutarakan oleh Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya. Gubernur mengatakan ini adalah kali pertama HUT Pemkot Manado dibawah Kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS).

    “Sinergitas Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Provinsi harus tetap terjaga, karena semua ini demi kesejahteraan masyarakat Kota Manado,” Ucap Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

    Gubernur juga singgung terkait penanganan pandemi di Sulut dengan cara membangun kesadaran masyarakat dan keterlibatan serta aktif dalam hal ini dalam penanganan Covid-19.

    “kita focus menangani Covid-19 dan bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar waspada dan mau terlibat aktif.” Tandas Olly.

    Hadir juga, Wakil Walikota Richard Sualang, Sekprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Anggota DPRD Sulut Dapil Kota Manado, Ketua TP-PKK Kota Manado Irene Angouw Pinontoan dan Sekretaris TP-PKK Merry Sualang Mawardi, Sekot Manado Micler Lakat, Forkopimda dan Undangan Lainnya.

    Dan kegiatan itu tak lupa selalu mengutamakan dan memperhatikan protocol kesehatan.

  • Upacara Memperingati HUT Kota Manado ke-398, Ini Pesan Walikota

    Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado menggelar Upacara dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Manado yang Ke-398 di Lapangan Sparta Tikala, rabu (14/7).

    Dalam Upacara Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota Richard Sualang, Ketua Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw Pinontoan, Sekretaris TP-PKK Merry Sualang Mawardi dan Jajaran Pemerintah Kota Manado serta Forkopimda Kota Manado.

    Menjadi Inspektur Upacara, Walikota mengawali arahannya dengan memanjatkan Puji dan Syukur atas HUT ke-398 Kota Manado, dan mengucapkan selamat HUT kepada seluruh jajaran dan Forkopimda serta tamu undangan yang hadir saat itu secara fisik maupun secara virtual.

    Dalam arahannya juga Walikota menuturkan, “pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua untuk selalu mengingat eksistensi kita sebagai Kota Manado dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.” tutur Walikota.

    menjelaskan falsafah dari Kota Manado, Andrei Angouw Ingatkan Falsafah Sam Ratulangi yang mana menurutnya Falsafah Kota Manado tak lain serupa dengan Falsafah Bangsa Indonesia.

    “Kita harus selalu mengingat Falsafah Dr. Sam Ratulangi, “Si Tou Timou Tumo tou” yang sangat serupa dengan Falsafah Bangsa Kita, “Pancasila”. Pancasila Kalau kita Kompres jadi satu arti, itu adalah gotong royong.” jelasnya.

    Sambil menunjuk Didepan kantor Walikota Manado, iya menyampaikan pesannya. disana ada patung kegotong royongan, dia berkata bahwa itu artinya saling bantu, bukan saling menjatuhkan. Ingat Itulah Si Tou Timou Tumo Tuo, dan itulah Pancasila.

    “saya harap dalam kesempatan yang baik ini kita mengingat falsafah bangsa kita, kita mengingat falsafah kota kita bahwa kita harus bergotong royong.” Pintanya.

    Saat ini kita sedang menghadapi pandemi yang mempengaruhi seluruh dunia. Dengan optimis Angouw katakan, Kita akan menang, kita akan melewati pandemi ini dengan gotong royong.

    Vaksinasi merupakan gotong royong yang perlu dilakukan saat ini, karena jika tidak divaksin kita bisa terpapar covid sehingga bisa menular juga ke orang lain. Oleh karena itu sangat diperlukan kerjasama yang baik dan rasa bertanggungjawab kita terhadap lingkungan sekitar.

    “kalau hari ini seluruh penduduk Kota Manado bisa tes dan yang terpapar bisa isolasi dirumah atau rumah sakit, dua minggu depan selesai pandemi ini. Itu idealnya, dan kita mulai dari yang ideal semaksimal mungkin kita laksanakan tugas kita masing-masing.” Tegas Mantan Ketua DPRD Sulut itu.

    Tak hanya terkait pendemi, Andrei Angouw juga berpesan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga lingkungan.

    “kita harus bergotong royong membangun daerah tercinta, jangan membuang sampah sembarangan, karena nantinya kita bisa mencelakakan orang lain dengan mengakibatkan banjir dan penyakit. Itulah gotong royong, itulah Si Tou Timou Tumo Tou.” Tandasnya.

    Walikota juga membeberkan bahwa dirinya dengan wakil hingga saat ini menjalankan semangat Gotong Royong untuk membangun Kota Manado. Karena menurutnya untuk membangun Kota Manado perlu sinergitas dan gotong royong.

    “Saya mengajak kita semua untuk bersinergi membangun Kota Manado, Mari bangun kerukunan antar warga dan toleransi antar umat beragama. Kita tidak akan bisa membangun kalau kita tidak Bersatu, jadi kita harus bergotong royong membangun Kota Manado tercinta. Jagalah Lingkungan dan peliharalah kebersihan supaya kota Manado menjadi rumah kita yang aman dan nyaman.” pungkasnya.

    Ia juga menghimbau jajaran Pemerintahan untuk menjalankan tugas dengan baik dan professional.

    “Kepada jajaran Pemerintah, saya mintakan untuk bekerja dengan Profesional dan mengedepankan pelayanan publik yang ramah kepada masyarakat. Dan jangan lupa selalu menjalankan protokol kesehatan.” Imbaunya.

    Mengingat situasi dan kondisi Pandemi saat ini, kegiatan upacara itupun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu yang tidak bisa hadir langsung secara fisik bisa mengikuti lewat Zoom App.

    Diketahui, Sekot Manado, kepala SKPD, para Camat dan Lurah se-Kota Manado juga terpantau hadir dalam ucapara tersebut.

  • Sepekan, Kasus Covid-19 Sulut Ketambahan 1.233 Kasus

    test.petasulut.com/, SULUT – Kasus Covid-19 ditanah air pada beberapa pekan terakhir ini melonjak drastis.

    Bahkan pada beberapa hari belakangan ini terus memecahkan rekor tertinggi di dunia, dalam hal penambahan kasus positif covid-19 harian.

    Lonjakan kasus itu pula diikuti juga oleh Provinsi Sulawesi Utara. Dimana pada sepekan terakhir, kasus positif covid-19 terus meningkat.

    Ini data kasus covid-19 di Sulut pada sepekan terakhir, yang berhasil di rangkum media test.petasulut.com/ berdasarkan update data covid-19 pemerintah provinsi Sulut.

    – 6 Juli 2021: 162 kasus positif Covid-19
    – 7 Juli 2021: 128 kasus positif Covid-19
    – 8 Juli 2021: 216 kasus positif Covid-19
    – 9 Juli 2021: 277 kasus positif Covid-19
    – 10 Juli 2021: 217 kasus positif Covid-19
    – 11 Juli 2021: 144 kasus positif Covid-19
    – 12 Juli 2021: 89 kasus positif Covid-19

    Total kasus positif Covid-19 di Sulut pada sepekan terakhir (6-12 Juli 2021) yaitu 1.233 kasus.

    Data Covid -19 di Sulut (Sumber: Instagram Pemprov Sulut)

    Untuk kasus aktif covid-19 sampai detik ini yaitu 1.646 kasus.

    Total Kasus sembuh 15. 621 orang dan yang telah meninggal, 577 orang.

    Dengan ini, total kasus positif covid-19 di Sulut sejak awal pandemi melanda yaitu 17.844 kasus.

    Pemerintah pun menilai bahwa protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Jauhi Kerumunan dan cuci tangan pakai sabun) saat ini sudah melekat erat untuk dilakukan masyarakat.

    Apalagi sekarang ini telah muncul beberapa virus Corona varian baru. Tentunya kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat wajib dilaksanakan oleh setiap orang.

    (ABL)

  • Anggaran Covid Capai 1000 Triliun, MASSIE: Pemerintah Banyak Buang Uang Tapi Kasus Terus Meningkat

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menyoroti tajam kinerja pemerintah dalam hal pemberantasan covid-19 ditanah air.

    Massie menilai bahwa anggaran penanganan Covid-19 sudah di atas Rp 1.000 triliun ini sudah wasting money atau membuang uang terlalu banyak.

    "Ada pikir indikasi korupsi disana. Lebih parah peringkat kita berada pada posisi pertama di dunia penanganan terburuk Covid-19. Padahal anggaran sekian banyak berbeda dengan hasilnya, yang mana Indonesia mencapai 40 427 kasus perhari dan sudah tembus 2,6 juta terpapar Covid-19," jelasnya, selasa (13/7) kepada media test.petasulut.com/

    Anggaran Covid-19 di Singapura saja lanjut Jerry, hanya Rp 10,6 triliun dan vaksin COVID-19 gratis tapi mereka saat ini bebas corona sama seperti Vietnam dengan menggunakan metode 3T (Tracing, Testing Treatment) buntutnya mereka bebas Covid. Begitu pula pemerintah India menghabiskan sekitar US$5 miliar (sekitar Rp73 triliun) untuk menyediakan vaksin gratis.

    "Saat ini kita terlalu banyak mendata, rapat koordinasi sampai rapat kerja membahas penyebaran Covid-19 dan juga membisniskan vaksin Covid-19. Jangan-jangan virus pun dibisniskan," tuturnya.

    "Kita tak fokus. Ada yang sibuk urus obat, proyek, orang asing, vaksin dibisniskan. Kita harus satu arah bukan dua arah. Ditengah pandemi begini pikiran jangan terbelah dan bercabang," tambahnya.

    Massie juga memandang jika kita lockdown, paling mentok Rp 200-300 triliun dipakai saja dana Silpa ada 300-an triliun dan anggaran kesehatan yang tertata dalam APBN hanya 20 persen serapan anggaran atau yang dipakai dari Rp. 169.7 triliun.

    "Gaya pengeluaran di Indonesia sama persis dengan partai Demokrat liberal progresif AS yang dipimpin para "squad" Alexandra Ocazio Cortez yang mendesak anggaran $6 triliun tapi tolak Grand Old Party (GOP) atau partai Republik yang sebelumnya anggaran $1,9 triliun telah di loloskan di senat untuk anggaran Covid-19," pungkasnya.

    (ABL)

  • Fokus Bangun Pelabuhan Wisata Likupang, Qowi Pastikan Tenaga Kerja Lokal Selalu Dilibatkan

    test.petasulut.com/, SULUT – Keseriusan pemerintah dalam hal membangun berbagai sarana penunjang pariwisata di Sulawesi Utara patut mendapat acungan jempol.

    Salah satunya, fasilitas terminal wisata pelabuhan Likupang yang berada di lahan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang di Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat, Minut, Sulut.

    Pelabuhan wisata likupang itu diketahui terus dipacu pembangunannya dan ditargetkan akan tuntas pada tahun 2022 nanti.

    Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu juga sempat mengapresiasi kinerja Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang yang sampai saat ini tengah fokus dalam pembangunan terminal wisata itu.

    ” Tentunya Kami (DPRD Sulut) akan terus menunjang UPP Kelas III Likupang dalam pembangunan terminal wisata ini,” kata Waworuntu, selasa (13/7) di ruang kerjanya.

    Disisi lain, Kepala Pelabuhan Kelas III Likupang M. Qowi mengatakan pembangunan terminal wisata pelabuhan Likupang merupakan upaya pemerintah pusat untuk mendukung kawasan Strategi Pariwisata Nasional di daerah tersebut.

    Pelabuhan Wisata Likupang yang berada di lahan kantor UPP Kelas III Likupang

    Qowi juga memaparkan proses serta tahapan pembangunan terminal wisata telah dilaksanakan persetujuan kontrak Tahun Jamak (Multy Years Contract) Pekerjaan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Likupang TA. 2021 – 2022 sudah keluar dan ditanda tangani Menteri Perhubungan pada tanggal 21 Juni 2021.

    ” Lelang Pekerjaan konstruksi saat ini sudah memasuki tahap SPPBJ dan Lelang Pekerjaan Supervisi sudah memasuki tahap masa sanggah prakualifikasi, rencana kontrak akhir bulan Juli 2021 ini.” jelas Qowi kepada wartawan Selasa (13/7/21) melalui pesan Whatsapp.

    Sementara itu terkait harapan wakil rakyat Sulut Braien Waworuntu untuk melibatkan tenaga kerja lokal dalam pembangunan fasilitas pelabuhan, menurut Qowi selama ini pihaknya tetap berkomitmen untuk memprioritaskan penduduk sekitar maupun warga Minahasa Utara.

    ” Terkait pelibatan tenaga kerja lokal, pasti kami selalu libatkan warga sekitar Likupang / Minahasa Utara. Nanti setelah kontrak dan pekerjaan dimulai akan kami informasikan terkait jumlah tenaga kerja yang dilibatkan. Setiap pembangunan di Pelabuhan Laut Likupang guna mendukung KEK Pariwisata dan Destinasi Super Prioritas Likupang akan selalu melibatkan tenaga kerja lokal, ” terangnya.

    Dikatakannya untuk tahun 2020 kemarin pihaknya telah melibatkan 30 tenaga lokal dan 15 tenaga dari luar. Sedangkan untuk pekerjaan padat karya di Pelabuhan Laut Likupang untuk Bulan April 2021 juga telah melibatkan 50 pekerja lokal/warga sekitar Pelabuhan untuk pengecatan pagar dan pembersihan lingkungan pelabuhan.

    Disisi lain Qowi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan wakil rakyat Sulut dalam menunjang pembangunan fasilitas pariwisata yang ada di pelabuhan Likupang.

    Diketahui, pembangunan sarana itu bakal menghabiskan anggaran Rp 40 miliar untuk tahun 2021 sampai 2022.

    (ABL)

  • Walikota Manado Meninjau Air Meluap Ke Jalan Diseputaran SPBU Tikala

    Manado, test.petasulut.com/ – hujan deras mengguyur Kota Manado sore tadi selasa (13/7), walaupun hujan hanya beberapa jam saja tapi membuat air diseputaran lapangan Tikala meluap ke jalan sehingga membuat Walikota Manado melakukan peninjauan ke lokasi secara mendadak.

    Walikota Manado Andrei Angouw turun langsung ke lokasi untuk memastikan hal apa penyebabnya, sambil menyusuri sepanjang jalan di kompleks Lapangan Tikala sampai di jalan kompleks SPBU Tikala dengan berjalan kaki.

    Tak hanya Walikota saja yang turun langsung ke lokasi air meluap saat itu, melainkan didampingi Kadis PUPR John Suwu.

    Dalam peninjauan Walikota Manemukan ada beberapa saluran air yang tersumbat sehingga membuat air meluap ke jalan.

    Dengan adanya masalah itu Walikota Manado tentunya akan menganalisa dan akan mencari jalan untuk mengatasinya.

    Bagi Walikota ini akan diatasi dan beberapa hal sehubungan dengan bagaimana mengatasi air meluap bahkan antisipasi banjir akan dikaji untuk pelaksanaan program penanggulangannya kedepan.

  • BRAIEN WAWORUNTU Minta Libatkan Warga Sekitar Dalam Pembangunan Pelabuhan Wisata Likupang

    test.petasulut.com/, SULUT – Pemerintah saat ini tengah membangun pelabuhan Wisata Likupang, tepatnya di lahan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang di Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat, Minut, Sulut.

    Diketahui, saat ini Gedung utama pelabuhan wisata sudah berdiri. Tinggal menunggu pembangunan dan pengadaan lebih lanjut seperti pembuatan dermaga apung, area parkir, ruang terbuka hijau dan penunjang lainnya.

    Pelabuhan Wisata Likupang ini diketahui akan menjadi salah satu di antara sejumlah fasilitas penunjang KEK Pariwisata Likupang.

    Awal tahun 2021, Kepala Pelabuhan Kelas III Likupang M. Qowi sempat mengatakan bahwa pengembangan secara keseluruhan fasilitas pelabuhan laut Likupang akan selesai tahun 2022.

    ” Khusus fasilitas terminal wisata, akan diselesaikan tahun 2021 namun secara keseluruhan pengembangan fasilitas yang ada di Pelabuhan Laut Likupang direncanakan selesai tahun 2022 nanti ” tandas Qowi waktu lalu.

    Menanggapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu sangat mengapresiasi atas apa yang tengah di lakukan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang bersama para pihak terkait dalam hal pembangunan Pelabuhan wisata ini.

    ” Tentunya Kami (DPRD Sulut) akan terus menunjang UPP Kelas III Likupang dalam pembangunan terminal wisata ini,” kata Waworuntu, selasa (13/7) di ruang kerjanya.

    Braien mengakui bahwa kepala Pelabuhan Kelas III Likupang M. Qowi sangat kooperatif dan santun dalam melaksanakan tugasnya.

    “Pak Qowi memang sangat cekatan. Hal itu terlihat saat kunker komisi IV waktu lalu, dimana saat Komisi IV meminta data perihal tenaga kerja disana, pak Qowi sangat cepat memberikan data tenaga kerja itu dan langsung menindaklanjutinya,” jujur Braien.

    Waworuntu pun berharap, untuk pembangunan ini masyarakat sekitar bisa dilibatkan.

    “Semoga warga lokal dilibatkan dalam pembangunan Pelabuhan wisata Likupang,” tutupnya.

    (ABL)

  • Sosialisasi Penerapan TTE, JG: Masyarakat Lebih Mudah Cek Informasi

    test.petasulut.com/, SULUT – Bupati dan Wabup Minut Joune Ganda-Kevin Lotulong, selasa (13/7) hari ini di Pendopo Pemkab Minut, mengikuti kegiatan Sosialisasi Penerapan TTE (Tanda Tangan Elektronik) yang dilakukan melalui Zoom Meeting oleh Badan Siber dan Sandi Negara Melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Sertifikat Elektronik.

    Narasumber dalam kegiatan ini adalah Rinaldy, S.Sos., M.T.I, selaku Kepala Balai Sertifikasi Elektronik, BSSN.

    Hadir juga dalam kegiatan itu yakni Sekretaris Daerah, Jajaran Pemkab Minut, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian.

    Pada kegiatan itu, Bupati JG mengatakan bahwa pada saat ini tanda tangan sudah mulai beralih dari manual menuju ke tanda tangan elektronik.

    “Ini tentunya merupakan salah satu perkembangan yang sangat baik, dimana dengan adanya tanda tangan elektronik ini informasi yang ada dalam suatu data itu dapat kita cek keasliannya atau kita verifikasi data yang ada,” ungkap Ganda.

    Dengan pengecekan yang sudah melalui sistem ini lanjut Joune, maka pengecekan data akan lebih mudah dan cepat, sehingga hoax yang beredar dapat cepat diantisipasi.

    “Semoga dengan adanya tanda tangan elektronik ini masyarakat akan lebih mudah mengecek informasi yang ada dan tanggap dalam memilah informasi – informasi yang ada,” Pungkas Bupati Minut.

    Diketahui, kegiatan tersebut tetap mengikuti Protokol Kesehatan secara ketat guna pencegahan Covid-19.

    (Billy George)