Blog

  • Rudis Dibiarkan Sejak 2013, JG-KWL Pastikan Segera Amankan Dan Manfaatkan Aset Negara

    test.petasulut.com/, SULUT – Rumah Dinas (Rudis) Bupati dan Wakil Bupati Minahasa utara yang dibangun sejak 2013 silam menghabiskan anggaran sebesar 1,5 Milyar yang dibiarkan begitu saja oleh pemimpin sebelumnya, langsung ditindaklanjuti oleh Bupati Minahasa utara Joune Ganda SE (JG) dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung SH MH (KWL).

    Dimana JG-KWL diketahui akan segera mengamankan dan memanfaatkan aset negara berupa Rudis tersebut.

    Bupati JG mengatakan ini untuk Menindaklanjuti arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pertemuan beberapa waktu lalu terkait pengamanan aset.

    Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung memastikan akan segera menempati rumah dinas yang berlokasi di Airmadidi atas tersebut.

    Kondisi Rudis bupati Minut yang telah dibiarkan (Foto Istimewa)

    Dikatakan Bupati Joune Ganda, Satgas KPK sudah memantau kondisi rumah dinas tersebut dan memberi catatan terkait asas manfaat dari aset tersebut, kenapa tidak pernah ditempati.

    “Jadi Satgas KPK menekankan soal pengamanan aset, bahwa memang dikuasai dan dimanfaatkan Pemkab Minut,” kata Bupati Joune kepada media saat memantau rumah dinas tersebut, Selasa (6/7/2021).

    Oleh karena itu, Ganda menegaskan akan merenovasi kembali rumah dinas tersebut, sehingga bisa secepatnya ditempati.

    “Akan di alokasikan biaya perbaikan rumah dinas untuk bisa di manfaatkan. Sehingga saat KPK datang berkunjung kembali, bisa diundang langsung bertemu di rumah dinas,” tukas Bupati Joune Ganda.

    Namun sangat disayangkan, dari pantauan, rumah model seperti istana kerajaan inggris tersebut sudah rusak seluruh sisi bagian rumah, penuh sampah dan coretan di dinding karena menjadi tempat tongkrongan anak muda, bahkan diduga dijadikan tempat mesum pasangan muda-mudi.

    (Billy George)

  • Berkantor di Likupang Barat, JG-KWL Sapa Warga Yang Sedang Vaksinasi

    test.petasulut.com/, SULUT – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk terus melayani dan mengayomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini patut mendapat acungan jempol.

    Terbukti, Bupati dan Wakil Bupati Minut Joune Ganda-Kevin Lotulong kembali berkantor di kecamatan, tepatnya di Likupang barat, Rabu (7/7).

    “Hari ini bersama jajaran Pemkab Minut, Saya dan Pak Wakil berkantor di Kecamatan Likupang Barat. Kami turut meninjau Vaksinasi Covid-19 di Desa Jayakarsa, menyapa warga yang sedang vaksinasi,” ucap Joune Ganda.

    Tujuan berkantor di Kecamatan adalah mengetahui secara langsung penyelenggara Pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

    “Kami ingin memastikan agar jajaran Kecamatan melaksanakan tugas dengan baik, serta meminta mereka mensosialisasikan kepada masyarakat terkait Program Vaksinasi. Kami juga meminta jajaran Kecamatan dan Desa lebih disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan,” pungkas Bupati.

    Tak hanya itu, Joune Ganda juga mengatakan bahwa kegiatan berkantor di Kecamatan ini sekaligus audiensi dengan seluruh Hukum Tua se-Kecamatan Likupang Barat.

    “Hal ini dilakukan untuk mengetahui berbagai masalah yang dihadapi sehingga solusi yang nantinya diberikan tepat sasaran. Protokol pencegahan Covid19 diberlakukan,” tutupnya.

    (Billy George)

  • PPKM Mikro, Pemkot Manado Bahas Dengan Forkopimda Terkait Penerapan

    Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado Menyikapi surat edaran Gubernur Sulut terkait PPKM MIKRO di 10 daerah yang mana Kota Manado merupakan salah satu dari 10 daerah tersebut.

    Selasa (6/7) siang, Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang melakukan pertemuan bersama dengan Forkopimda Kota Manado guna membahas persiapan penerapan surat edaran Gubernur Sulut.

    Walikota Andrei Angouw mengatakan, "Menindak lanjuti Edaran Gubernur Sulut, makanya akan juga dikeluarkan surat edaran Walikota," kata Walikota dalam pertemuan dengan Forkopimda Manado yang bertempat di Pandopo Kantor Walikota Manado.

    Walikota Manado menekankan dalam edaran Pemkot Manado soal pembatasan jam usaha serta operasional hiburan malam.

    Pertemuan itu menyepakati untuk koordinasi antara Pemerintah kecamatan, kelurahan hingga kepala-kepala lingkungan di tingkatkan lagi, karena saat ini koordinasi sangat penting dilakukan. Saat ini juga diharapkan adanya koordinasi antara Forkopimda Manado agar supaya tambah maksimal untuk disosialisasikan ke masyarakat kota manado.

    Pertemuan itu juga dilanjutkan dengan agenda kunjungan ke beberapa lokasi vaksinasi di kota manado, dimana Walikota dan Wakil di dampingi Forkopimda Manado turun ke lapangan bersama.

    Ikut hadir dalam pertemuan dengan Forkopimda yakni, Sekot Manado Micler C.S. Lakat, Asisten I Heri Saptono dan tim teknis vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Manado dr. Joy Zeekeon.

  • Minimalisir Kontak Fisik, KAWATU: Agenda DPRD Sulut Untuk Sementara Via Daring

    test.petasulut.com/, SULUT – Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara beberapa hari belakangan ini membuat aktifitas kegiatan DPRD Sulut seperti rapat-rapat Anggota DPRD dengan para mitra kerja untuk sementara dilakukan via daring.

    Hal itupun dibenarkan oleh sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu, senin (5/7) di kantor DPRD Sulut.

    Dirinya mengatakan bahwa Ketua DPRD Sulut Andi Silangen mengambil keputusan untuk meminimalisir kontak fisik sehingga rapat-rapat dilakukan secara daring. Bahkan ada agenda-agenda yang ditunda.

    “Termasuk rapat komisi II, rapat internal komisi I dan RDP komisi IV dengan dinas kesehatan dengan dinas pendidikan, itu ditunda. Yang jalan pembahasan pansus ranperda irigasi tapi juga dilakukan secara daring,” kata Kawatu.

    Demikian juga lanjut Sekwan bahwa sekretariat dewan akan mengawasi secara ketat untuk masuk-keluar tamu di kantor DPRD Sulut yang diakui agak melonggar akhir-akhir ini.

    “Kita akan melakukan seperti diawal-awal untuk wajib rapid tes sebelum masuk kantor kemudian juga membatasi kunjungan tamu termasuk jam kunjungan. Apalagi memang kondisi ini ada keterbatasan tenaga medis termasuk hari ini, belum dapat ditempatkan petugas rapid di kantor dewan sehingga saya instruksikan tidak menerima tamu tanpa rapid tes dan kita batasi betul tamu untuk hari ini kebetulan dari kadis kesehatan menyampaikan bahwa adanya keterbatasan petugas,” jelasnya.

    “Sehingga dihimbau termasuk jajaran pers untuk mensosialisasikan dan menyampaikannya ke masyarakat untuk kita betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” tambah Glady.

    Tak hanya itu, Kawatu juga menuturkan bahwa ketua DPRD Sulut menitipkan kepada dirinya untuk meminimalisir perjalanan dinas kecuali yang sangat urgent.

    “Dan terkait juga dengan hal-hal yang lain seperti yang disampaikan pak gubernur. Kita menunggu petunjuk lebih lanjut apakah ada WFH atau ada pembatasan-pembatasan lain, menurut ibu kadis kesehatan bahwa ada edaran nantinya dari pak gubernur, untuk itu dari sekretariat dewan sedang menunggu dan akan mematuhi semua petunjuk yang nantinya akan disampaikan pimpinan daerah kita,” tutupnya.

    (ABL)

  • Hadiri Kegiatan Launching Vaksinasi Untuk Anak 12-17 Tahun, Ini Harapan Walikota Manado

    Manado, test.petasulut.com/ – Pemerintah Kota Manado melalui WaliKota Manado Andrei Angouw dan Wakil WaliKota Richard Sualang menghadiri kegiatan Launching Vaksinasi Covid-19 Untuk Anak-Anak 12-17 tahun yang berlokasi di SMA Eben Haezer Manado. Senin (5/7).

    Kegiatan Launching itu di pimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw.

    Dalam sambutannya Gubernur Sulut menuturkan bahwa jangan pernah takut untuk membawah anak-anak untuk di vaksin, karena hal ini bermaksud untuk mencegah penularan Covid-19. hal itu pun ia tujukan kepada orang tua dan bahkan guru-guru yang hadir saat itu secara fisik maupun secara virtual.

    "Nantinya tetap musti mengikuti anjuran Pemerintah tentang vaksinasi dan tetap tertib protokol kesehatan," kata Gubernur.

    Adapun yang menjadi 'maskot' dalam kegiatan vaksinasi 12-17 tahun pertama di Sulut ini adalah Antoni Angouw (anak dari Walikota Manado) dan Oswaldo Kandouw (anak dari Wagub Sulut).

    Pada kesempatan itu Walikota Manado Andrei Angouw diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutannya, dalam sambutannya Ia berharap agar vaksinasi buat anak-anak secepatnya selesai, sehingga sektor pendidikan segera normal dan peserta didik bisa belajar dan guru bisa mengajar di sekolah, walaupun tetap menerapkan dan memperhatikan protab kesehatan.

    “Semoga dalam vaksinasi kepada anak-anak umur 12-17 tahun penanganan percepatan mencegah Covid-19 ini bisa segera selesai dan aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal, tapi masih dalam protokol kesehatan,” harap Angouw.

    Diketahui, yang hadir secara virtual dalam kegiatan Launching tersebut ada Walikota dan Bupati se Sulawesi Utara.

    Serta yang hadir secara fisik, Gubernur dan Wakil didampingi Ibu Ketua dan Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut, pejabat Eselon Pemprov Sulut, Kadis Pendidikan Provinsi Sulut, dan unsur pemerintahan yang terkait.

    Begitupun dari Pemerintah Kota Manado yang hadir, Walikota dan Wawali Kota Manado didampingi Ibu Ketua dan Sekretaris Tim penggerak PKK Kota Manado serta Sekot Manado Micler C.S Lakat.

  • Covid Sulut Meningkat, JOUNE GANDA: 14 Hari Kedepan Minut Berlakukan PPKM

    test.petasulut.com/, SULUT – Terkait adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara, Bupati Minut Joune Ganda mengatakan bahwa peningkatan kasus virus corona ini tidak hanya terjadi di kabupaten minahasa utara atau di sulawesi utara tapi di seluruh indonesia.

    “Dan ini merupakan salah satu langkah-langkah yang kita ambil. Sebenarnya kita sekarang sejak tanggal 30 juni 2021 kemarin, kita sudah melakukan antisipasi dengan mengaktifkan kembali pos-pos keamanan. Per kemarin kita sudah perpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sampai 14 hari kedepan,” jelas Joune Ganda kepada wartawan disela-sela kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun di SMK Negeri 1 Airmadidi, senin (5/7) tadi.

    “Untuk itu, kita akan melihat dan menilai lagi apakah 14 hari kedepan ini situasi sudah lebih terkendali atau bagaimana,” tambah JG.

    Jadi ini perlu disampaikan, Lanjut Ganda bahwa langkah-langkah yang diambil ini adalah langkah Balencing antara kegiatan masyarakat untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengantisipasi perkembangan Covid-19.

    “Jadi kita tidak juga langsung menutup atau kita langsung stop kegiatan masyarakat, jadi kita lihat berdasarkan wilayah. Wilayah-wilayah yang masuk zona merah, kita akan ketat. Saya besok akan rapat dengan satgas covid-19 untuk kita undang semua camat dan akan dilihat kecamatan mana atau desa mana yang memiliki zona merah, kita akan lokalisir dan akan melakukan pengetatan yang lebih dibandingan daerah yang lain. Daerah yang masih hijau atau kuning, kita akan sedikit buka kegiatan masyarakatnya walaupun tetap dalam pengawasan dan pantauan yang ketat dari satgas covid,” tutupnya.

    (Billy George)

  • Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun, MJP: Ini Terobosan Yang Baik

    test.petasulut.com/, SULUT – Launching Pencanangan Vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12-17 Tahun di Sulawesi Utara telah resmi dilakukan Pemprov Sulut di 15 kabupaten dan kota, senin (5/7) hari ini.

    Mengenai hal itu, Anggota DPRD Sulut Melky Pangemanan memberi respons atas program vaksinasi untuk para anak remaja ini.

    Kepada awak media, MJP (Sapaan akrabnya) mengatakan bahwa ini program pemerintah yang sudah meluas untuk anak 12-17 tahun, dirinya menilai hal ini sangat baik dalam rangka mencapai Hard Imunity.

    “Sehingga nantinya aktifitas masyarakat juga lebih terjaga namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena sasarannya untuk anak 12-17 tahun, berarti mereka usia sekolah. Kalau ini sudah dilaksanakan vaksinasi secara massal kepada anak usia sekolah, ini juga bisa mendorong untuk nantinya ada pembelajaran tatap muka,” jelas MJP diruang kerjanya.

    Kemarin juga dirinya mengingatkan kepada dinas pendidikan daerah provinsi Sulut bahwa dikaji secara komperehensif terkait dengan tatap muka langsung.

    “Kalau bisa dioptimalkan dulu, ada inovasi baru terkait dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Nah, kalau program vaksinasi anak usia sekolah ini sudah berjalan dan sudah menyentuh seluruh peserta didik kita, praktis 12-17 tahun tersebut ini bisa ada kebijakan yang diambil dalam rangka untuk membuka kembali sekolah tatap muka,” jelas Personil Komisi IV DPRD Sulut itu.

    MJP menuturkan bahwa ini terobosan yang baik, untuk itu himbau juga kepada masyarakat. Orang tua yang memiliki anak usia 12-17 tahun untuk bisa memberikan pemahaman kepada generasi muda kita dan juga mensosialisasikannya agar menunjang program pemerintah.

    “Sehingga nantinya ini sasarannya anak usia 12-17 tahun ini bisa segera dilakukan program vaksinasi, menerima vaksin dan kita berharap sulawesi utara dapat jauh dari Covid-19,” tutup MJP.

    (ABL)

  • Bupati-Wabup Minut Pantau Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun di SMK N 1 Airmadidi

    test.petasulut.com/, SULUT – Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulong, bersama Ketua DPRD Minut Denny K. Lolong, S.Sos, mengikuti Launching Pencanangan Vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12-17 Tahun. Secara daring/virtual, kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, S E, didampingi Wagub Drs. Steven O.E Kandouw, dan diikuti oleh Bupati/Walikota se-Sulut.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 1 Airmadidi, senin (5/7).

    Diketahui vaksinasi anak usia 12-17 tahun pertama kali dilakukan di 15 Kabupaten Se-Sulut.

    Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Minut meninjau langsung kegiatan vaksinasi tersebut.

    Vaksinasi di Minut ini juga bersinergi dengan berbagai pihak, dari Polres Minut, Puskesmas Airmadidi di Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Wori/Puskesmas Tinongko bekerja sama dengan Dan Keslanta TNI-AL.

    Dikonfirmasi awak media, JG-KL terus mendorong masyarakat Minahasa Utara untuk segera melakukan vaksinasi dalam pencegahan Covid-19.

    “Bukan hanya di Minut tapi seluruh Dunia, ini implementasi perintah presiden Jokowi dan pemerintah Provinsi sampai Kabupaten “ungkap Ganda saat di wawancara Media.

    Di ketahui juga dalam Daring /virtual tersebut, Bupati JG menyampaikan kepada Gubernur agar ada penambahan vaksin di kabupaten minut agar supaya Target yg di harapkan dapat di serap dengan baik.

    “Puji Tuhan Gubernur menyanggupi permintaan tersebut, harapan agar masyarakat lebih cepat mencapai HARD IMUNITY dan kembali hidup normal,” tutup Joune Ganda.

    (Billy George)

  • AA Pimpin Apel Perdana Pemkot Manado

    Manado, test.petasulut.com/ – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menginstruksikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor selama pandemi, untuk melakukan apel fisik dengan jumlah yang sangat terbatas sesuai protokol kesehatan maupun virtual setiap Hari Senin. Setiap pukul 10.00 waktu setempat, instansi pemerintah wajib memutar lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila. Instruksi ini dilakukan untuk menegakkan rasa nasionalisme di kalangan ASN.

    Menyikapi himbauan dari Menteri PANRB tersebut, Pemerintah Kota Manado, Senin (5/7) Pagi menggelar Apel Perdana dibulan Juli yang bertempat di Lapangan Tikala Depan Kantor Walikota Manado. Senin (5/7).

    Menjadi Pembina apel perdana Walikota Manado Andrei Angouw menyampaikan sambutan dalam upacara, ia mengingatkan jajaran untuk tetap waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam bekerja dan juga meminta ASN selalu mensosialisasikan kepada masyarakat agar tetap taat anjuran Pemerintah Perihal Covid-19.

    Tak hanya itu, Walikota Maando juga mengingatkan situasi pandemi saat ini sedang meningkat dari sisi penyebarannyan, sehingga ia meminta untuk diseriusi dan selalu ikuti Prokes.

    "Bagi pasien diwajibkan isolasi mandiri agar tetap berdiam dirumah sehingga tidak menimbulkan resiko penularan bagi orang lain." Pungkasnya.

    Terkait masalah sampah juga disinggungnya pada kesempatan itu. Ia meminta agar kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan itu selalu dijaga.

    “Kesadaran ini harus dimulai dari para ASN dan THL Pemerintah Kota Manado,” Himbau Andrei.

    Dalam Apel tersebut Walikota Manado Andrei Angouw Didampingi Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Sekot Manado Micler C.S Lakat, Staff Ahli, Inspektorat, para asisten dan berapa kepada SKPD.

  • Corona di Sulut Meningkat, Ini Masukan BRAIEN WAWORUNTU Kepada Pemerintah

    test.petasulut.com/, SULUT – Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara dalam beberapa hari terakhir ini, kembali membuat masyarakat was-was.

    Hal itupun dipicu dari track record kasus positif virus corona di Indonesia, yang di setiap harinya terus memecahkan rekor.

    Mengenai hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu kepada media ini mengatakan bahwa pemerintah segera melangkah lagi kedepan dalam hal mencegah penyebaran kasus covid-19 yang kian meningkat.

    “Langkah yang di ambil pemerintah provinsi sulut soal pelaku perjalanan dari luar dan dalam negeri yang ingin masuk sulut lewat penerbangan maupun pelabuhan wajib Tes Swab PCR sudah baik, namun sekarang ini penambahan kasus covid di sulut cukup signifikan. Sekiranya pengambilan langkah dan kebijakan pemerintah untuk sekarang ini dituntut harus tepat dan cermat,” jelas Politisi Partai NasDem itu, minggu (4/7) saat ditemui di salah satu restaurant ternama di manado.

    Lanjut BW (sapaan akrabnya), pembatasan jam untuk kegiatan masyarakat harus segera diberlakukan oleh pemerintah.

    “ditambah juga untuk wilayah-wilayah perbatasan sulut harus diperketat. Jangan ada yang masuk tanpa ijin, kecuali ada tugas pemerintahan yang bersifat wajib,” kata Aleg dapil minahasa-tomohon itu.

    Saat ditanya soal Perda Covid-19 yang belum lama ini di sahkan DPRD Sulut, Braien mengatakan bahwa produk hukum yang telah dikeluarkan itu harus juga segera dipaparkan ke masyarakat.

    “Karena itu penting. untuk penertiban dan ketertiban masyarakat ditengah pandemi covid-19 yang terus melanda tanah air dan daerah sulut,” katanya.

    Terakhir, BW mengingatkan agar rencana pemerintah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah ditunda dulu.

    “Untuk sekarang Pembelajaran online dulu,” singkatnya.

    Semoga pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan bekerja ekstra dalam melawan covid-19 ini. Dan untuk masyarakat, selalu ikuti protokol kesehatan secara ketat, jangan diabaikan karena covid-19 ini tidak memandang bulu. Tuhan Yesus Memberkati!

    (ABL)