Blog

  • Mengangkat Tema Eksistensi Mahasiswa Di Era Covid-19, PMKRI Manado Adakan Diskusi

    test.petasulut.com/, Manado – Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Manado menggelar diskusi via online di Margasiswa PMKRI Cabang Manado, Senin ( 10/05/2021).

    Diskusi yang mengangkat tema Eksistensi Mahasiswa Di Era Pandemi Covid-19 dibuka langsung oleh Ketua Presidium PMKRI Manado Ignatius Andri Buanglera guna membahas peran mahasiswa dimasa Pandemi ini.

    Diskusi ini juga mengundang beberapa pemateri yang handal yakni, RD. Dismas Salettia, Pr ( Pastor Moderator KMK Kusuma), Michael Nainggolan, SH,MH,DEA ( Dosen Fakultas Hukum Unsrat, Senior PMKRI Manado), DR. Magdalena Wullur,SE,MM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat)

    Dalam diskusi tersebut Nainggolan Mengatakan, "Pendidikan bukan hanya tugas guru/dosen tetapi merupakan 1 sistem dengan peserta didik dan didukung oleh komponen di sekitar".

    "Belalajarlah bersama saling mendorong dan peduli dgan lingkungan, peduli dengan sesama dan saling mendoakan". Lanjutnya

    Sementara itu, Pastor Dismas melanjutkan "Situasi pandemi mengingatkan kita akan Pendidikan bukan hanya sekedar pengetahuan, melainkan juga pengalaman tetapi bagaimana cara memberikan dan cara membimbing siswa".

    "Tetap semangat menjadi mahasiswa untuk bertumbuh dan berkembang Jangan lupa berdoa karena kebijaksanaan sebagai manusia akan lebih baik kalau diminta kepada sumber kebijaksanaan". Ungkap Salettia

    Diakhir statmen Magdela Mullur menegaskan, "Eksistensi Pendidikan bagaimana kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Dari kita belajar kita dapat memotivasi orang lain". (Gabri)

  • RONALD SAMPEL Menolak Keras Tambang Mas Sangihe

    test.petasulut.com/, SULUT – Sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat dan LSM menyambangi Kantor DPRD Sulut guna menyuarakan aspirasi yakni menolak aktivitas tambang di Kabupaten Sangihe, Senin (10/5).

    Mereka diterima sejumlah Legislator antara lain, Victor Mailangkay, Ronald Sampel, Berty Kapojos dan Melky Pangemanan.

    Usai pertemuan, Saat diwawancarai awak media, legislator dapil Nusa Utara Ronald Sampel (RoSa) mengatakan kedatangan masyarakat untuk menolak aktivitas PT Tambang Mas Sangihe (TMS).

    “Tujuan utama kedatangan warga, menolak tambang emas sangihe.  memang sesuai dengan UU no 1 tahun 2018 tidak bisa dilaksanakan di kabupaten kepulauan sangihe, karena kabupaten kepulauan Sangihe itu terdiri dari 73ribu hektar sedangkn ijin yang di berikan 40ribu hektar. jadi untuk menjaga anak cucu kedepan jelas kita harus menolak dengn keras,”ucap RoSa.

    Dirinya juga mengakui bahwa TMS ini sudah memiliki ijin yang lengkap sesuai dengan aturan koridor yang ada.

    “Kita negara Hukum bukan siapa yang tidak setuju langsung di cabut ijinya, tetap ini harus mengacu pada aturanya,”sambungnya.

    Kedepan, Politisi Partai Demokrat itu menegaskan akan DPRD akan suarakan aspirasi masyarakat.

    “Kita sudah pergi ke kementrian KKP jadi ada tindaklanjut berikut nanti akan ada pertemuan dengan KKP dengan kementrian SDM,”tandasnya.

    “Kalau secara pribadi, saya menolak keras Tambang Mas Sangihe,”pungkas RoSa.

    (ABL)

  • Fasilitas Jadi Kendala Terwujudnya ‘Merdeka Belajar’ di Wilayah Kepulauan

    test.petasulut.com/, SULUT – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diketahui telah mengeluarkan program ‘Merdeka Belajar’.

    Program ini dinilai cara ampuh mengatasi pembelajaran siswa ditengah pandemi covid-19. Dimana pembelajaran mengedepankan sistem digitalisasi mempermudah peserta didik untuk belajar.

    Mengenai itu, Anggota DPRD Sulut Winsulangi Salindeho buka suara. Dimana, ia menilai Spirit itu harus direalisasi paling terutama di wilayah kepulauan. Masalah fasilitas yang belum memadai jadi penyebab.

    Dirinya dengan tegas mengingatkan tentang betapa pentingnya penyediaan fasilitas menunjang pendidikan di Nusa Utara.

    Hal tersebut sangat terasa terutama di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    “Terkait Merdeka Belajar di daerah kepulauan, sekarang era pandemi. Semua belajar mengajar dibuat digitalisasi, yang kini banyak sekali hambatan bagi anak-anak di kepulauan,” ungkap Salindeho, Jumat (7/5), di ruang kerjanya.

    Persoalannya di daerah kepulauan sangat susah listrik dan tidak ada signal. Kemudian jarak antara daerah satu ke daerah yang lain sangatlah jauh. Ini dinilai sangat menyulitkan para siswa.

    “Pemerintah berikan himbauan lewat dana BOS (bantuan operasional sekolah) berikan pulsa bagi siswa. Tapi buat apa kase pulsa kalau nda ada signal,” tegasnya.

    Dengan demikian menurutnya, perwujudan Merdeka Belajar ini, khususnya daerah kepulauan perlu dikeroyok bersama. Semua stakeholder harus terlibat mengupayakan ketersediaan fasilitas bagi kelancaran pendidikan.

    “Jadi Merdeka Belajar ini harus dikeroyok bersama. Jangan hanya dimonopoli kemendikbud. Harus libatkan juga seperti PLN (Perusahaan Listrik Negara), Telkomsel dan lainnya,” ungkap politisi Partai Golongan Karya ini.

    Selanjutnya bagi dia, program Merdeka Belajar ini berarti Kemendikbud memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak ini untuk memilih sesuai dengan kemampuannya.

    “Jadi memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memilih dia belajar apa, tidak lagi tergantung kepada angka. Angkanya di matematika cuma dapat 6, tapi pelajaran yang lain mungkin bagus. Jadi ditentukan oleh bakat dari anak. Tapi kadang tidak matching dengan kemauan orang tua. Orang tua sering memaksakan apa yang mereka inginkan ke anak,” kuncinya.

    (ABL)

  • Geluti Bisnis Perikanan, JAK Tetap Mengucap Syukur

    test.petasulut.com/, SULUT – Walau diperhadapkan dengan berbagai persoalan, namun James Arthur Kojongian (JAK) tetap beraktifitas positif.

    Disela-sela tanggung jawab sebagai wakil rakyat, JAK juga telah merambah bisnis di bidang perikanan.

    Diketahui, JAK mulai melakukan usaha kecil-kecilan sebagai nelayan melaut menangkap ikan.

    “Puji Tuhan, setidaknya saya masih diberikan kesempatan untuk menghasilkan bagi keluarga,” kata JAK, Sabtu (8/5/2021).

    Kata JAK, selama 3 bulan hak dia sebagai anggota dewan masih ditahan pihak sekretariat sehingga ia pun harus melakukan beberapa aktifitas tambahan untuk kebutuhan keluarga.

    Disinggung penghasilan dari melaut dan bertani, JAK menanggapi dengan kata ucapan syukur.

    “Selain melaut, saya juga sudah mulai memberdayakan hasil kebun seperti kopra, syukur kepada Tuhan diberi kecukupan hidupi keluarga,” tandasnya.

    (ABL)

  • Bahas Arah Gerak Mahasiswa, Tematik Komunitas Ruang Kritis Adakan Diskusi

    test.petasulut.com/, Manado — Tematik Komunitas Ruang Kritis mengadakan diskusi di Asrama mahasiswa Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (8/5/2021).

    Diskusi yang mengangkat tema melihat arah gerak mahasiswa di masa Pandemi Covid-19, menghadirkan pemateri yakni mantan aktivis mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Reinaldo Rumlus.

    Sementara itu, moderator diskusi Frengky Toeng mengatakan bahwa arah gerak mahasiswa di masa pendemi Covid-19, semua tergantung kesadaran dari ma
    hasiswa sebagai remot control eksistensi pendidikan di indonesia.

    "Dengan dilakukan diskusi seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak terlalu larut dalam zona nyaman saat pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir," kata Frengky Toeng.

    "Eksistensi dari mahasiswa harus dipertahankan walau dalam keadaan seperti apapun itu". Lanjutnya

    "Kami mengajak semua mahasiswa maupun elemen pemuda agar tetap melakukan hal positif bagi kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya.

    Sementara itu salah satu peserta diskusi Amandus Ahmori Yumte mengatakan sangat berterimakasih dan berapresiasi dengan diadakanya kegiatan diskusi ini.

    "Dengan adanya kegiatan ini, kita sebagai mahasiswa dalam arti kaum intelektual bisa belajar dan bisa menambah cakrawala berpikir, sehingga segala sesuatu yang tidak benar dapat kita benarkan," ujar Suva sapaan akrab Amandus Ahmori Yumte.

    Lebih lanjut, Suva menambahkan kegiatan ini bukan hanya sebatas membuka cakrawala berpikir tetapi juga bisa membangun tali persaudaraan sesama anak bangsa untuk saling belajar.

    "Satu kata yang harus diingat bersama, kalau bukan kitorang sapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," tandasnya.

    Sementara itu Narasumber menyampaikan banyak apresiasi kepada Komunitas ini.

    "Saya sangat memberikan apresiasi kepada teman-teman mahasiswa, dimana walaupun dimasa pandemi ini mereka selalu melakukan hal yang baik".

    " Mahasiswa seharusnya berpikir kritis, artinya kritis untuk diri sendiri dan kritis untuk kemajuan kita sebagai anak bangsa". Tutupnya.

    Diskusi ini dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

    ( Gabri )

  • Pengurus KBK Paroki Yesus Gembala Yang Baik DiLantik

    test.petasulut.com/, Manado – Setelah mengadakan pertemuan penentuan pengurus Kaum Bapa Katolik Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea Manado, akhirnya dilantik pada oleh Pastor Paroki Melku Pantouw. Pr pada saat misa syukur di Gereja Yesus Gembala Yang Baik Wanea. Minggu, ( 09/05/2021). Pagi

    Saat menyampaikan Renungan Pastor Melky yang menegaskan tentang Cinta kasih yang tulus dalam tugas dan karya,
    “Dalam upaya untuk berkarya kita perlu menyadari kasih Tuhan yang amat besar dalam hidup dan kelanjutan kepengurusan KBK ini”. Ungkap Pastor Melky.

    Disisi lain, Ketua KBK Mayor Vence Mamarodia mengajak semua untul bergerak bersama seturut dgn apa yang menjadi semboyan KBK yakni Pro Familia Ecclesia Et Patria.

    “KBK harus menjadi tiang yang mambentengi rumah besar bersama seluruh keluarga, dan umat menuju kepada semakin banyaknya orang yang dekat dengan Tuhan”.Tegas Mamarodia

    Sementara itu Ambrosius Loho, yang juga merupakan bagian dari kepengurusan KBK Paroki YGYB Wanea Manado mengatakan, “dengan dilantiknya kepengurusan ini, yang terpenting bukan bertanya apa yang KBK atau gereja berikan kepada kita (Kaum Bapak katolik),tetapi bertanyalah apa yang kita buat untuk gereja Bangsa dan Tanah Air”.

    “Belajar dari pesan pendahulu yang pernah mengatakan hal yang sama tapi untuk bangsa dan negara. Kunci utamanya adalah dengan semangat pelayanan dan kasih seperti Tuhan, mari torang bergerak bersama dalam karya san bukan sekedar kata. Lanjutnnya

    Kegiatan pelantikan ini dihadiri juga oleh pengurus KBK Keuskupan dan Kevikepan Manado, sebagai tanda kehadiran dan dukungan maksimal untuk setiap kegiatan kaum bapak katolik di Keuskuoan manado maupun di Kevikepan Manado. (Gabri)

  • Bukan Sekedar Koleksi, Uang Rp75.000 Sah Untuk Transaksi

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Uang baru pecahan Rp75.000 saat ini menjadi pertanyaan publik, apakah uang tersebut dapat digunakan untuk transaksi atau hanya merupakan koleksi semata.

    Hal itu menjadi pertanyaan ketika uang ini muncul pada hari kemerdekaan tahun 2020 lalu.

    Mengenai hal itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution menegaskan bahwa Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 atau uang baru pecahan Rp75.000 merupakan uang sah untuk digunakan transaksi dan bukan cuma sekedar koleksi atau souvenir.

    “UPK 75 ini bisa untuk pembayaran, bukan cuma sekadar untuk souvenir. Ini alat pembayaran yang sah di NKRI,” kata Suti Masriani di Jambi, Jumat (7/5) menanggapi keraguan sejumlah warga khususnya pelaku usaha dan jasa untuk menerima pembayaran uang baru itu.

    Sejumlah Pelaku usaha perdagangan dan jasa ternyata masih ragu menerima uang baru kertas pecahan Rp75.000 untuk alat transaksi.

    Dia menyebutkan, Uang Peringatan Kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia berupa kertas pecahan Rp75.000 merupakan alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI sehingga masyarakat bisa menggunakan uang tersebut untuk bertransaksi.

    “Kalau ada penolakan dari masyarakat yang nggak mau dibayar pakai uang pecahan Rp75.000 seharusnya tidak boleh terjadi. Kan sudah ada undang -undangnya, ” kata Suti dikutip dari Antara.

    Menunjuk pasal 23 ayat 1 undang-undang No 7 tahun 2011 tentang mata uang diatur bahwa setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran.

    Pada pasal 33 ayat 2 yang menolak untuk menerima rupiah dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan pidana denda paling banyak Rp200 juta.

    Pada momen Idul Fitri 2021, uang pecahan Rp75.000 bisa dijadikan THR idul fitri. Selain itu bisa dijadikan mahar pernikahan karena terlihat cantik dan khas.

    Kurangnya Sosialisasi menjadi keragu-raguan sejumlah warga menerima pembayaran uang baru pecahan Rp75.000 terjadi karena belum tersentuh sosialisasi dan informasi terkait uang pecahan baru itu.

    Mereka memilih untuk meminta pembayaran dengan uang pecahan lama seperti Rp50.000 atau Rp100.000 yang sudah akrab dalam transaksi mereka sehari-hari.

    (ABL)

  • Monitoring, Pansus LKPJ 2020 Turun di 10 Titik Lokasi

    test.petasulut.com/, SULUT – DPRD Provinsi Sulut melalui Pansus LKPJ Tahun 2020 kembali melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Minahasa, Minsel, Mitra, BMR dan Kota Kotamobagu pada Rabu 5 mei dan Kamis 6 mei 2021.

    Kunjungan kerja itu dilakukan dalam rangka monitoring kegiatan dilapangan dan realisasi capaian perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2020.

    Turun lapangan ini dipimpin langsung oleh ketua Pansus Rocky Wowor didampingi Wakil Ketua Pansus Nick Adicipta Lomban serta para anggota pansus lainnya.

    Kepada Wartawan, Rocky Wowor mengatakan bahwa Kunker dilaksanakan dalam 10 titik kunjungan.

    “RSUD Noongan Kabupaten Minahasa, Samsat Kabupaten Minahasa Tenggara, SMK Motongkat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, SMA Negeri 1 Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan, Balai Benih Holtikultura Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan, Kelurahan Mogolaing Kota Kotamobagu, Jalan Desa Sinsingon – Desa Insil – Desa Mobuya Kabupaten Bolaang Mongondow, KPH IV Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow, SMK Negeri 1 Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan dan SMK Negeri 1 Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan,” tutur Ketua Fraksi PDIP Sulut itu.

    Foto: Beberapa titik lokasi yang dikunjungi Pansus LKPJ

    Disisi lain, Wakil Ketua Pansus Nick Adicipta Lomban mengatakan bahwa monitoring ini dilaksanakan guna memastikan realisasi program sebagaimana disampaikan masing-masing pimpinan OPD saat pembahasan.

    “Dari semua titik lokasi ini, nantinya akan ditarik kesimpulan terhadap LKPJ sebagai bentuk rekomendasi,” tutup Ketua Fraksi NasDem Sulut.

    (ABL)

  • PON XX Papua, Sulut Berpotensi Sabet 8-10 Emas

    test.petasulut.com/, SULUT – Pada pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, Kontingen Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi meraih 8-10 medali emas bahkan lebih dari itu.

    Ada yang berbeda pada PON kali ini dengan sebelumnya, dimana digelar di tengah pandemi corona. Jadi, prokes tetap akan diberlakukan untuk menghindari penularan Covid-19.

    Jika kita melihat ke belakang, Prestasi fenomenal ditorehkan kontingen Sulut pada era 80-an dimana berhasil masuk 10 besar. Begitu pula di zaman Gubernur EE Mangindaan yang kala itu menyabet 8 medali emas.

    Pelajaran berharga juga perlu diambil yakni di era Kadis Pemuda dan Olahraga Sulut Haervey Sendoh Sulut berhasil menembus 15 besar dengan meraih 12 medali emas.

    Tapi lambat-lain prestasi daerah Nyiur Melambai terus melorot. Pada perhelatan PON 2016 silam, Sulut hanya mampu mengoleksi 1 medali emas dan berada diperingkat 31 dari 34 peserta. Padahal ranking Sulut pada PON 2012 (peringkat 17 dari 33 Provinsi),

    Sulut diketahui sangat dikagumi dan dan ditakuti Sulut sejak zaman Alm Adrianus Taroreh, Ilham Lahia dan Martinus Loring, Bonix Saweho dan Royke Waney sangat ditakuti daerah lain. Lambat laun prestasi dicabang tinju ini terus menyusut.

    Tapi, PON tahun ini Sulut berpotensi meraup 3 medali emas untuk cabanh adu jotos ini. Dengan mengandalkan tiga petinjunya metaih medali emas orang diantaranya Farrand Papendang di Kelas 64 kg Elite Man dan Toar Sompotan di Kelas 81 kg Elite Man, serta pelatih Ryandi Sahlan, dipanggil masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk Sea Games 2021 Vietnam. Dan juga boxer berbakat Orlando Limahelu (24) yang akan tampil di kelas 60 kilogram.

    Cabang Muai Thay menjadi cabor andalan daerah ini, usai cabang Bridge tak dipertandingkan. Padahal cabang ini Sukut punya atlet kawakan Frangky Karwur, Hengky Lasut dan juga Harke Tulenan.

    Padahal jika olahraga ini dipertandingkan, bisa saja para pebrigde kita meraih 2 sampai 3 medali emas.

    Muai thay Sulut Angelina Runtukahu di Kelas 57 kg putri yang saat ini berada di pelatnas untuk berlaga di SEA Games 2021 di Vietnam yang akan berlangsung 21 November mendatang diharapkan bis mendulang medali emas.

    Memang ada 7 atlet yang akan berlaga di PON berpotensi meraih medali.

    Lantaran menurut salah satu coach (pelatih) teknik Osland Sulut bisa meraih 2-3 medali emas.

    Sesuai data yang mana kontingen Sulut yang terdiri dari 139 atlet baik putra maupun putri yang akan bertanding di 23 cabang olahraga.

    Menurut Ketua Harian Pengda PABBSI Sulut Harke Tulenan, daerah punya segudang. Memang 10 cabang olahraga yang ditolak Papua yakni balap sepeda, bridge, dansa, gateball, golf, petanque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball. Padahal selain bridge, ski air adalah cabor penyumbang medali Sulut.

    Tapi Sulut bisa mencuri 2 medali emas dicabang pencak silat. Keduanya sempat mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan Belgium Open Championship, (24-28/04/2019) di ‎Schoten Belgia.

    Menurut pelatih Royke Maengkom seperti dilansir tribunmanado.co.id, atlet Sulut Hidayat Limonu dan Abdul Malik‎ dan Hidayat berhasil meraih medali emas di kelas C 55-6 kg.

    Cabang bela diri ini menjadi cabor andalan. Royke Maengkom dan Suryani Usman dan Pengky Simbar adalah atlet penyumbang medali emas bagi Sulut.

    Mereka meraih emas pada PON XV di Surabaya yang saat itu Sulut berhasil menyabet 11 medali emas dan duduk diperingkat ke-11.

    Selain brigde, cabang pencak silat kala itu meraih 2 medali emas, 2 perak dan dua perunggu.

    Sementara, cabang atletik Sulut punya bintang-bintang seperti Herman Mabdagi jawara lari 400 dan 800 meter, Deysi Sumigar sprinter terbaik tanah air. Dan di era 80-an nama Christian Nenepath sangat ditakuti. Kini tumpuan ada ditangan sprinter Valentine Lonteng. Dia mempersembahkan dua medali emas Atletik POPNAS 2019

    Untuk tenis lapangan, Sulut tak punya stok. Seandainya saja kita merekrut petenis berdarah kawanua yang kini membela DKI Jakarta Christoper Rungkat juara nasional dan ATP Tour BNI Open bisa saja Sulut meraih emas.

    Sepengetahuan saya pada dekade 70 dan 80-an Sulut punya petenis kawakan seperti, Lanny Kaligis, Wailan dan Maya Walalangi. Namun kali ini kontingen Sulut bakal sulit mengulang tradisi emas di cabang tenis.

    Hal demikian terjadi di cabor renang. Duo Item yakni Gerald IP Item dan Jhon Item adalah legenda renang Indonesia. Keeuanya mampu mengangkat cabang renang Sulut di tingkat nasional dan internasional.

    Gerald mempersembahkan 2 perak dan 3 perunggu pada Asian Games 1978.

    Khusus Cabang karate sejak era Meity Kaseger, prestasi kita menurun jauh. Sama halnya dengan Judo, kala Perry Pantouw menjadi atlet. Seiring berjalannya waktu kedua cabang ini mulai pudar.

    Ada juga cabang anggar yang mana dilatih oleh Wellem Oz Tareda, waktu lalu punya bintang-bintang diantaranya Paulina Rattu dan Olivia Rumuat serta Handry Lenzun. Tapi saat ini prestasi kita mulai menurun.

    Sulut sendiri bagi saya, berpotensi emas 2 Pencak Silat, 2 tinju, 3 Muaythai serta atletik 1. Bukan saja itu, cabor lain juga berpotensi mendulang emas untuk Sulut.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulut Marchel Sendoh pun optimis daerah ini mampu mengukir prestasi membanggakan di PON 2021 Papua. Apalagi jelasnya, Ketua KONI dipegang Wagub Steven Kandouw.

    (ABL)

  • Tingkatkan Kualitas, Polimdo Kembali Gelar Pameran DSBG

    test.petasulut.com/, SULUT – Dalam rangka pengembangan penguasaan kompetensi guna menjawab permasalahan struktur secara komprehensif, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar pameran ‘desain struktur bangunan gedung’ (DSBG) terbuka secara umum,

    Pergelaran itu bertempat Lobby Utama Gedung Kuliah Terpadu Polimdo, Rabu-Kamis, (05-06/05/2021), Pukul 08:09-16:00 Wita.

    Terpantau Media, pelaksanaan Pameran DSBG tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    Pameran DSBG sudah menjadi program tahunan dari perguruan tinggi Polimdo yang digelar oleh Jurusan Teknik Sipil khususnya mahasiswa semester 8, Diploma-4, Prodi kontruksi bangunan gedung (KBG) dengan dosen pembimbing: Dian Puspita Sari, ST.M.Arc, Cynta Tendean,ST.MT, Olivia Moningka,ST, M.Arc dan Ir. Julius E. Tenda MT.

    “Pameran DSBG ini sangat didukung oleh Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA. Dimana, pelaksanaan pemeran ini sebagai pendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang mengarah pada penguasaan kompetensi dari calon lulusan sarjana terapan yang memiliki kemampuan untuk menjawab permasalahan struktur secara komprehensif,” ungkap Julius.

    Ada banyak pengetahuan serta manfaat yang akan didapatkan oleh peserta pameran DSBG ini.

    “Pengetahuan yang akan mereka dapatkan yaitu mengetahui masalah kekuatan struktur bangunan, konsep desain hingga jumlah anggaran yang diperlukan,” tuturnya.

    Bangunan pada pameran DSBG berbentuk persegi, bujur sangkar dan L,T,U,H. Adapun bangunan 7 hingga 10 tingkat ditampilkan seperti Hotel, Rumah Sakit, Kantor, Mall, Sekolah, Apartemen dan Rumah Susun.

    “Pameran didalamnya juga ada unsur kompetisi dimana setiap kelompok harus serius melayani para pengunjung dalam proses tanya jawab, dikarenakan setiap pengunjung akan memberi penilaian terhadap kualitas buku dan maket yang dibuat oleh 85 mahasiswa ini, yang terbagi menjadi 20 kelompok,” ucapnya.

    “Untuk itu, Kami sebagai dosen pembimbing mengajak orang tua dari peserta pameran DSBG ini untuk datang melihat karya dari anak-anak mereka serta bisa menilainya. begitupun dengan Alumni Polimdo untuk bisa hadir agar bisa bertukar ilmu serta memberikan masukan kepada peserta yang ada, mari sama-sama saling membangun dan meningkatkan kualitas Polimdo yang lebih baik kedepannya. Adapun pengunjung yang sangat diharapkan dapat mengambil bagian di Pameran DSBG ini terdiri dari Pimpinan Polimdo, Pimpinan Jurusan, Dosen, Mahasiswa dan Pegawai,” jelasnya.

    Julius pun berharap, dimasa yang akan datang kegiatan seperti ini sebaiknya digelar secara terpadu diikuti oleh semua jurusan yang ada di Perguruan Tinggi Polimdo sebagai agenda institusi dengan menampilkan ciri khasnya dari setiap jurusan atau Prodi yang ada.

    Sedangkan salah satu peserta pameran DSBG, Isabella Tengkue saat diwawancarai mengatakan, banyak hal yang didapatkan pada pembelajaran ini.

    “Pada pameran ini kami mendapatkan banyak pengetahuan baik pembuatan maket hingga buku dengan adanya perencanaan penyusunan kekuatan struktur bangunan, konsep desain hingga penganggaran yang betul-betul baik,” pungkasnya.

    Lanjut dia, pembuatan maket hingga buku ini memakan waktu satu hingga dua bulan, untuk anggaran yang dihabiskan perorangan 200 ribu, dimana setiap 1 kelompok ada 4 orang, jadi ke 4 orang tersebut patungan untuk membuat maket dan buku, dan itu kami kerjakan sambil dibimbing oleh dosen-dosen terbaik.

    (ABL)