Blog

  • MJP Terima Piagam Penghargaan Dari KAGAMA Kota Manado

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Melky Jakhin Pangemanan (MJP), senin (21/12) menerima Piagam Penghargaan dari Pengurus Cabang Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Kota Manado.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Taufik Tumbelaka selaku Ketua KAGAMA Cabang Kota Manado, di ruangan kerja Anggota DPRD MJP.

    Penghargaan inipun diberikan atas bantuan dan dukungan MJP kepada KAGAMA Manado dalam rangka memajukan kegiatan KAGAMA di Sulawesi Utara.

    MJP dinilai berhasil menjalin sinergitas dan kebersamaan dengan ormas, LSM, akademisi, generasi muda dan seluruh elemen masyarakat dalam rangka mengawasi kerja pelayanan pemerintah.

    MJP juga dinilai rutin melibatkan KAGAMA Manado dalam kegiatan/diskusi (Laporan Pertanggungjawaban MJP) yang digelar setiap bulan serta saling berbagi informasi dalam upaya bersama membangun daerah dan bangsa.

    (ABL)

  • Terkait 2 Draft Ranperda, Komisi IV DPRD Sulut Kunker Ke Kemendagri

    test.petasulut.com/, SULUT – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara melakukan Kunjungan Kerja ke Kementerian Dalam Negeri RI, di Jakarta dalam rangka tahap fasilitasi dua Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (18/12).

    Kunker Komisi IV DPRD Sulut ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV Braien Waworuntu, Anggota Melky Pangemanan, Julius Jems Tuuk, Melisa Gerungan dan Hilman Idrus.

    Komisi IV pun diterima oleh Ni Putu Witari, Kasubdit Wilayah III dan Ramandhika Suryasmara, Kepala Seksi Wilayah IIIB Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otda Kemendagri di Gedung H Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara No. 7 Jakarta Pusat.

    Dalam kunjungan itu, Kemendagri RI telah menerima dua draft Ranperda, yakni Ranperda Fakir Miskin dan Anak Terlantar dan Ranperda Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian CVD 2019 di Provinsi Sulawesi Utara.

    Beberapa catatan pun disampaikan oleh pihak Kemendagri RI kepada Komisi IV yakni untuk penyempurnaan Ranperda Fakir Miskin dan Anak Terlantar dan Ranperda Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian CVD 2019 di Provinsi Sulawesi Utara.

    Catatan dan penyempurnaan dari hasil fasilitasi kedua Ranperda tersebut terkait perbaikan redaksional dan penyesuaian pasal dengan ketentuan regulasi atau aturan yang lebih tinggi serta kewenangan yang diatur untuk pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota.

    Hasil lengkap catatan dan penyempurnaan dari Kemendagri akan diberikan diakhir bulan Desember 2020 atau paling lambat awal Januari 2021. Kemendagri membutuhkan waktu 15 hari untuk menyelesaikan tahap fasilitasi.

    Catatan final dari Kemendagri belum diserahkan ke Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara karena masih terus dipelajari dan dikaji oleh pihak Kemendagri.

    Pihak Kemendagri berjanji akan membantu mempercepat tahap fasilitasi agar bisa dilanjutkan pada tahap selanjutnya.

    Kemendagri RI mengingatkan agar kedepannya DPRD dapat mengatur waktu dengan baik sesuai skala prioritas pembahasan Ranperda.

    Biasanya DPRD mengejar penyelesaian Ranperda dalam tahap fasilitasi di akhir tahun atau di bulan Desember. Sebaiknya bisa dimaksimalkan setiap Triwulan ada Ranperda yang di fasilitasi ke Kemendagri.

    Kemendagri RI memahami karena kondisi pandemi CVD sehingga agenda pembahasan Ranperda di DPRD sedikit terlambat, hampir semua daerah memasukkan draft Ranperda di bulan Desember ini.

    Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utarap pun berharap agar hasil fasilitasi Kemendagri bisa segera tuntas sehingga dapat dilanjutkan ke tahap pembicaraan tingkat kedua yaitu penetapan kesepakatan bersama dalam rapat paripurna DPRD.

    (ABL)

  • JERRY MASSIE: OD Patut Berbangga Miliki JEMS TUUK Kader Yang Brilian

    test.petasulut.com/, SULUT – Keberhasilan PDIP di Sulawesi Utara patut diacungi jempol, dimana partai Banteng Moncong Putih (PDI-P) mampu menggunguli partai Nasdem dan Golkar pada pilkada serentak 2020 di Sulawesi Utara (Sulut).

    Dari 8 pilkada, mereka mampu unggul 7 daerah pemilihan. Dan ini sebuah rekor fantastis yang ditorehkan partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

    Menurut Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) PDIP telah belajar banyak untuk merebut wilayah basis biru dan kuning.

    “Olly harus berterima kasih pada Anggota Legislatif Bolmong Jems Tuuk yang berjuluk “Mutiara dari Totabuan” ini, tak kenal lelah memenangkan OD-SK pada Pilgub serentak 2020 di Sulut,” kata Jerry, kamis (17/12).

    Memang Jerry menyebut, Jems Tuuk figur yang vokal dan bersih yang telah berjuang optimal merebut suara di Bolmong raya bahkan pekerja tambang.

    “Tak salah Jems direkrut di PDI-P beberapa waktu silam, alasannya saudara kandung Wakil Bupati Bolmong Yanny Tuuk ini, modal sebagai seorang bankir diterapkan dalam politik menjadikan dirinya mapan dan unggul,” ujarnya.

    Selain itu, peneliti politik Amerika ini menyebut, kelebihan Jems yang tak dimiliki politisi lain yakni akrab dengan para wartawan.

    “Saya nilai ke depan Jems layak ke Gedung Parlemen Senayan. Dia bakal menjadi representasi masyarat Sulut. Standar kelayakan dan kepatutan di miliki Ketua organisasi tambang masyarakat Sulut ini,” ucap Jerry.

  • MJP Bagikan Sembako, Sasarannya Para Pemimpin Agama

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Melky J. Pangemanan, S.IP., MAP., M.Si, Selasa (15/12) kembali melanjutkan komitmennya yakni membagikan Bingkisan Sembako secara door to door bersama tim.

    Sasaran MJP kali ini khusus untuk para pemimpin agama (Pendeta, Gembala, Ketua Stasi, Imam dan Pemimpin agama lainnya) di Kota Bitung.

    Pembagian bingkisan dari MJP adalah bentuk Solidaritas dan kepedulian kepada para pemimpin agama menjelang hari besar keagamaan umat Kristiani, Natal Yesus Kristus di tahun 2020 ini.

    “Saya berkomitmen untuk terus bekerja dan melayani serta memberi bantuan semaksimal mungkin sebagai bagian dari rasa solidaritas bagi semua ciptaan Tuhan,” ucapnya.

    (ABL)

  • Flashback Pilkada Serentak 2020

    test.petasulut.com/, NASIONAL – Jerry Massie (Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies): Kendati Golkar mengklaim unggul di 165 daerah di Pilkada serentak 2020, tapi saya lihat ada sejumlah kegagalan partai ini. Khususnya di yellow province (provinsi kuning) yang didominasi oleh partai berlambang Beringin ini.

    Contoh di Sumsel, Golkar kalah telak sama Nasdem yang unggul di 6 daerah dari 7 daerah yang diikutinya. Begitu pula di Riau yang mana gagal mengimbangi Nasdem merebut 6 pilkada disana. Yang tragis, di Indramayu dan Blora sejak lama dikuasai Golkar buntutnya mereka keok.

    Paling tragis di pilkada Sulawesi Utara (Sulut) dari 8 pemilihan tak satupun kader Golkar menang. Padahal dalam 1 dekade provinsi ini dikuasai Golkar. Sebut saja, Kabupaten Minahasa, Bolmong, Sangihe, KotaMobagu, Manado, Tomohon, Minsel semuanya milik Golkar namun kini di take over (diambil alih) PDIP. Kader Golkar yang tersisa hanyalah di Kabupaten Sangihe.

    Untuk, partai Nasdem ada peningkatan di sejumlah daerah kendati gagal di Sulut. Dari total pasangan calon yang menang sebanyak 90 di antaranya merupakan kader NasDem. Ini mencakup 1 calon gubernur, 2 calon wakil gubernur, 47 calon bupati/calon wali kota, 32 calon wakil bupati/calon wakil wali kota, dan 4 pasangan calon yang semuanya kader NasDem.

    Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri pauti berbangga pasalnya politik sapu bersih di Jateng, Yogyakarta, Bali hingga Sulut.

    Sedangkan kader murni PDIP 11 Jatim, 7 dari 8 pilkada di Sulut, 5 di Sultra, 17 dari 21 pilkada di Jateng.

    Sementara, kader PKB menang di 8 wilayah Jateng terbanyak wakil bupati/walikota
    Demokrat sendiri yang digawangi tokoh Mileneal Agus Yudhoyono (AHY) menang di Pilgub Kalimantan Utara Selatan dan Tengah.
    Pengusung pasangan calon (paslon) di 240 dari 261 kabupaten/kota yang mengadakan pilkada.

    Sejauh ini, PD mengklaim memenangkan 124 pilkada. Partai Demokrat memperoleh kemenangan di 124 daerah yang diikuti. Dari jumlah kemenangan tersebut, 70 daerah yang menang mengusung kader sendiri, dan hanya 54 daerah kemenangan yang non-kader,” 

    Partai Amanat Nasional PAN) sendiri menurut Ketum Zulkifli Hasan, partainya menang di 130 daerah dalam pilkada serentak 2020 se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 daerah merupakan kader internal partainya

    Paslon PPP telah berhasil menang di 123 daerah atau dalam persentase menang sebesar 55,5 persen yang kemungkinan jumlah dan persentase ini masih akan bertambah. Dilihat dari target pemenangan Pilkada PPP yang 60 persen dari jumlah yang diikuti, maka capaian Pilkada PPP ini telah mendekati target.

    Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memenangkan 122 dari 230 pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diikuti.

    Saya nilai PKS dan PAN mengklaim menang di 122 daerah serta PPP di 123 tapi kader murni kecil belum di publish siapa saja kader tersebut.

    Saling klaim wajar tapi pilkada ini masih di dominasi PDIP, Golkar, Nasdem dan Demokrat serta Gerindra.

    Partai besutan Prabowo Subianto ada kemajuan di Jatim dimana mereka mengklaim menang di 14 daerah.

    Bisa saja Gerindra mengklaim unggul 70 persen di pilkada serentak tapi sejauh ini kader murni yang menang masih kalah sama partai lainnya.

    Menurut saya, jika hanya menang merger atau afiliasi bahkan koalisi politik itu kemenangan semu. Harusnya kader murni yang diusung itu baru sah.

    Tapi penilaian saya Partai Mercy Biru atau Demokrat ada peningkatan. Dan ini menjadi ancaman pada Pilpres 2024 mendatang.

    Sedangkan capaian terbaik Golkar di Sulsel yang mana mereka menang di 7 daerah.

    Barangkali Provinsi Banten akan menjadi milik Golkar. Namun, hasil finalnya akan ditentukan oleh KPU. Dan akankah ada gugatan-gugatan di setiap daerah ini masih akan berlanjut? Silahkan saja klaim- mengklaim tapi itu masih politik hipotesis nanti keputusan ditangan KPU.

    Jangan hanya menang di quick count atau hitugan cepat. Pasti diantara itu ada yang meleset.

  • Timsel KPID Umumkan 21 Nama Yang Lolos

    test.petasulut.com/, SULUT – Setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis serta wawancara, Tim seleksi KPID Sulut pun mengumumkan 21 nama Calon yang lolos, senin (14/12) pagi di kantor DPRD Sulut.

    Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen pun mengawali pengumuman tersebut dengan mengatakan bahwa proses seleksi ini telah melalui tahapan sesuai perintah UU.

    “Dan tidak ada titipan-titipan nama, 21 nama yang lolos itu murni,” singkatnya.

    Usai pemaparan singkat dari Ketua Dewan, Ketua Komisi I DPRD Sulut pun membacakan 21 nama yang lolos.

    “21 nama yang lolos itupun akan mengikuti FPT bersama komisi I,” ucapnya.

    Turut hadir, Ketua tim seleksi KPID Vrekee Runtu, Sekretaris Komisi I Mohammad Wongso dan Sektertaris DPRD Sulut Glady Kawatu, SH, M.Si.

    (Ardybilly)

  • VICTOR MALONDA Nilai OD Layak Duduk Menteri Kelautan dan Perikanan

    test.petasulut.com/, SULUT – Sosok Olly Dondokambey pada beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan publik, dimana sosok OD dinilai sebagai ujung tombak atas keberhasilan PDIP Sulut pada perhelatan pilkada 9 desember 2020.

    Dari 7 kabupaten/kota dan provinsi Sulut yang melakukan Pilkada, 6 daerah dipastikan akan dimenangkan oleh Partai berlambang banteng itu, hal ini berkat tangan dingin dari sosok Olly Dondokambey.

    Olly-Steven juga sudah dipastikan akan melanjutkan pemerintahan di Sulut di periode kedua ini.

    Merujuk pada kinerja Olly di pemerintahan periode pertama, berbagai pengembangan daerah pun dilakukan, contohnya di sektor pariwisata, Infrasturktur, Kelautan dan Perikanan, SDM dan lainnya sehingga berbagai rekor keberhasilan telah diraih Sulawesi Utara.

    Mengenai hal itu, tanggapan pun datang dari mantan birokrat pusat Victor Malonda.

    Ia menilai bahwa Sosok Olly Dondokambey layak menduduki kursi menteri perikanan dan kelautan.

    “Beliau (Olly Dondokambey) sangat layak duduk sebagai menteri karena pengolahan menegemennya sangat-sangat baik, berbagai Inovasi pasti akan beliau lakukan guna mensejahterakan para Nelayan,” ungkapnya, sabtu (12/12).

    Wakil ketua FORUM GERAKAN MINUT MAJU (FGMM) itu juga menilai kinerja OD di pemerintahan Sulut, dimana pada masa pandemi ini OD tetap berjuangan agar ekspor ikan ke daerah dalam bahkan luar negeri tetap berjalan dan itu terbukti sehingga di masa Covid sekarang ini, ekonomi Sulut tidak anjlok, nelayan tetap berpenghasilan bahkan OD pernah mengeluarkan kartu khusus nelayan guna kesejahteraan mereka.

    “Pak Olly memang sudah memikirkan hal itu jauh sebelumnya dan bukan tiba saat tiba akal. Jadi sangat wajar jika OD menduduki kursi Menteri, tapi tinggal menunggu hal prerogatif Presiden. Dan pasti rakyat Sulut setuju dengan hal ini,” ucapnya.

    Diketahui, kursi Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini diduduki sementara oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL) karena Menteri sebelumnya Edi Prabowo terjerat kasus korupsi.

    ” Olly Dondokambey Pilihan yang paling tepat untuk duduk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Definitif,” tutup Malonda.

    (ABL)

  • ODSK Menang, APRI Sulut: Beribu Terima Kasih Untuk 170 Ribu Penambang

    test.petasulut.com/, SULUT – Kontekstasi Pilkada 2020 di Sulawesi Utara khusus 7 kabupaten/kota dan Provinsi telah selesai. Merujuk di Pilgub Sulut, suara pasangan Olly-Steven melesat jauh melebihi 2 paslon lainnya menurut hasil hitung cepat yang beredar.

    Berbagai ucapan selamat dari kader, pengurus, tim pemenangan maupun masyarakat diberikan kepada pasangan calon OD-SK, guna melanjutkan kepemimpinan di daerah Sulut.

    Kemenangan ODSK di Pilgub 2020 kali ini dinilai tak lepas dari dukungan penuh oleh seluruh komponen DPW APRI Sulut.

    Pengurus DPW APRI sulut pun sangat berterima kasih kepada seluruh komponen penambang rakyat, baik penambang emas, batu, maupun pasir dan seluruh keluarga besar penambang dan kepada seluruh jajaran pengurus DPC APRI se Kababupaten/Kota, Koordinator Kecamatan dan Desa bahkan sampai Pedusunan serta seluruh Pengurus CRM dan wadah kelompok penambang, kepala kongsi, tukang ojek, pemilik warung makanan, penjual kopi dan kue, penjual rokok maupun tukang pikul bahan dan material.

    “Dengan ini, saya Ir, Julius Jems Tuuk bersama DPW APRI sulut, Pdt. Stenly Pakasi (Sekretaris), Jemi Tumiwa (Bendahara) dan Ir. Melky Buatasik mengucapkan terimakasih atas kekompakan kita menjadi satu barisan dalam memenangkan ODSK sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, sekaligus menjadi salah satu penentu kemenangan dalam konstentasi Pilkada di Kabupaten/Kota dalam satu paket tarikan nafas perjuangan yang cukup sengit,” tuturnya.

    “Dalam kontestasi ini, keberadaan penambang rakyat disulut sejumlah 170.000 orang penambang aktif dan kurang lebih 500.000 orang keluarga besar penambang yang tersebar di berbagai pelosok bukanlah kekuatan kecil, bahkan merupakan salah satu pilar kokoh penopang pemerintahan ODSK yang sangat menentukan pembangunan ditanah tercinta ini,” jelas Tuuk, sabtu (12/12).

    Dukungan ini lanjut Jems Tuuk, kita berikan karena Olly Dondokambey adalah Pemimpin yang sangat peduli dengan penambang rakyat.

    “APRI Sulut, sebagai payung besar yang menaungi para penambang, ternyata menjadi titik sentral kekuatan yang vital dan Fatal dalam mempengaruhi dan menentukan arah kebijakan politik dan pembangunan khususnya tambang rakyat, yang juga menjadi salah satu lokomotif dan mitra strategis pemerintah Propinsi dan Kabupaten kota, ditanah Nyiur Melambai ini,” ucapnya.

    “Maka, beribu terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami khaturkan buat Penambang diseluruh pelosok Sulawesi Utara yang telah menyumbang suara ODSK, demi negeri tercinta ini. Salam Kemenangan, Salam Sehat, Salam tambang, Salam Satu Betel, Bongkaaar,” tambahnya.

    (ABL)

  • JERRY MASSIE: Strategi Politik OD, Sapu Pilkada di Sulut

    test.petasulut.com/, SULUT – Kemenangan telak yang raih pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw pada perhelatan pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2020 ini menaikkan gairah positif di kalangan masyarakat tentang bagaimana cara berpolitik santun dibarengi dengan kekuatan penuh, seperti yang ditampilkan oleh pasangan ODSK.

    Salah satu kunci kemenangan ODSK di pilgub dan 5 kota/kabupaten yakni Strategi politik ‘linear’, serta ‘snake and dove’ inilah strategi jitu PDI-P sukses di Sulawesi Utara.

    Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie kepada wartawan Kamis (10/12/2020). Dengan keunggulan 56 persen ini membuktikan Olly Dondokambey masih disegani dan dicintai publik Sulut.

    Kelihaian dan kemapanan politik mantan Wakil Ketua Banggar ini dan Bendahara PDIP ini tak diragukan lagi.

    “Olly bikin pesaingnya Nasdem dan Golkar tak berdaya, Minut, Manado dan Bitung home base-nya Nasdem direbut Banteng Moncong Putih. Faktor penentu yang lain adalah Grand stretegy, grand design politik berjalan baik,” kata Jerry.

    Dia menilai, konsep team work, hard work and work together menjadi kunci kemenangan PDIP.

    Memang kata Jerry, partai PDI-P menentukan calon sangat selektif mulai dari kemapanan finansial sampai figur yang disukai publik.

    “Memang partai lain tak punya konsultan dan kader mereka tak mampu meladeni Olly yang sudah malang melintang di tingkat nasional. Kekalahan Golkar penyebab utamanya saat mereka menendang tokoh senior dan tokoh berpengaruh seperti; Jimmy Rimba Rogi, Marhany Pua dan Stevanus Vreeke Runtu dan mantan Wakil Walikota Tomohon Sherly Sompotan. Dan ini dimanfaatkan PDIP,” ujar Jerry.

    Memang head to head susah dikaji Jerry jauh-jauh hari agak sulit meruntuhkan hegemoni Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.

    “Ambisi ambyar dua tokoh perempuan di pantai selatan Tetty Paruntu dan Vonny Panampunan di pantai Utara belum mampu berbuat bnyak. Masin partai juga mereka tak berjalan.

    Kunci kemenangan Olly juga ada di tokoh penting seperti Arthur Kotambunan (Manado), Fabian Kaloh (Bitung), Andy Silangen (Nusa Utara), James Tuuk dn Rocky Wowor di daerah Bolmong Raya.

    Keuntungan lain saat PJS walikota/bupati di Clay Dondokambey (Minut), Mecky Onibala (Minsel) dan Edison Humiang (Bitung).

    Strategi yang dijalankan berhasil. Ini bagian untuk mensterilkan wilayah perang.

    “Kunci lain the power of media (kekuatan media). Contoh di Pilwako Manado Andrei Angouw juga putra Langowan menakai jasa media hampir 40 baik cetak dan online. Dan ini berhasil dalam menyampaikan pesan ke publik Manado,” kata Jerry.

    Bukan itu saja, selain pasangannya Richard Sualang ikut mendongkrak keunggulannya. duo legislator ini mampu menggusur keperkasaan Walikota Vicky Lumentut yang mendukunng sang istri Paulina Runtuwene.

    Selain itu ucapnya, konsep gagasan dan ide yang ditawarkan cukup realistis dan up to date.

    “Olly menang di isu dan program saat debat, ini sangat menentukan bagi pemilih swing voters atau pemilih mengambang,” ujar Jerry.

    Tapi semua itu juga, tak terlepas dari tim relawan sampai mileneal for OD-SK yang bekerja keras memenangkan sang petahana.

    (ABL)

  • Komitmen Sejak Lama Terus Dipenuhi, Hari Ini MJP Bagikan Sembako ke Lansia

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Melky J. Pangemanan, S.IP., MAP., M.Si kembali menyalurkan Sembako secara door to door terlebih khusus bagi orang tua lanjut usia (Lansia) di Kota Bitung, Kamis, (10/12).

    Pembagian bingkisan ini menurut MJP adalah bentuk Solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat mengingat situasi sosial ekonomi masyarakat saat ini yang lagi sulit, terutama buruh harian dan kelompok masyarakat yang bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap serta para orang tua lanjut usia.

    “Saya akan terus melayani dan memberi bantuan kepada masyarakat semaksimal mungkin sebagai bagian dari rasa solidaritas bagi warga yang saat ini dalam masa sulit,” ungkapnya.

    Diketahui, baru-baru ini sempat beredar video yang mengaitkan nama Melky Pangemanan. Dimana pembuat video tersebut menduga bahwa bantuan sembako yang dibagikan MJP melalui tim saat itu bertujuan untuk mendukung salah satu Paslon yang akan bertarung pada Pilkada 2020 ini. Pembuat video itu berpatokan pada stiker kecil salah satu paslon yang terpampang pada mobil yang mengangkut sembako dari MJP.

    Ini beberapa foto yang menampilkan perjalanan MJP membagikan sembako ke masyarakat yang dimulai dari pertengahan tahun 2020 sampai hari ini

    MJP pun menepis dugaan itu dengan mengatakan bahwa bantuan sembako yang disalurkan ke masyarakat adalah murni bantuan pribadi.

    “Saya tidak pernah mengaitkan bantuan pribadi saya dengan kepentingan pilkada, itu sangat keliru,” katanya.

    Diketahui pula bahwa bantuan-bantuan kepada masyarakat yang telah disalurkan oleh MJP itu sudah sejak awal-awal covid-19 menggerogoti Sulut, sebelum tahapan pilkada dimulai pun sampai hari ini telah selesai Pilkada MJP sudah sangat eksis memberikan bantuan pribadinya. Hal itu terbukti pada laporan harian MJP di Facebook.

    (ABL)