Tag: dapil minahasa-tomohon

  • PPKM Mikro, BRAIEN WAWORUNTU Bagikan Bantuan di 19 Desa, Target Untuk 1000 Janda/Duda

    test.petasulut.com/, SULUT – Pemerintah saat ini diketahui telah mengambil kebijakan untuk melakukan PPKM di beberapa daerah. Himbauan ini juga diketahui sudah berjalan pada beberapa pekan ini.

    Pemberlakuan himbauan ini otomatis berdampak pada masalah sosial ekonomi masyarakat kelas menengah kebawah.

    Melihat hal ini, Kepedulian pun dilakukan Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Braien Waworuntu (BW).

    Dimana, dirinya berinisiatif secara pribadi untuk membagikan bantuan berupa beras dan sejumlah uang tunai kepada masyarakat khususnya untuk para Janda-Duda guna membantu kebutuhan sehari-hari mereka.

    “Hari ini, rekan-rekan BW Center kembali turun ke masyarakat di 19 desa yang ada di kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa untuk membagikan bantuan,” kata Braien, Kamis (5/8) saat dihubungi melalui telepon seluler.

    Diketahui, target pemberian bantuan dari Legislator Braien Waworuntu adalah sekitar seribuan lebih Janda dan Duda yang berada di 19 desa kecamatan Sonder.

    Bantuan berupa beras telah siap untuk disalurkan

    Legislator Partai NasDem mengatakan bahwa kebijakan PPKM ini menekan penyebaran pandemi Covid-19 sangat berdampak ke masyarakat pekerja harian/pekerja informal.

    “Program ini kami lakukan secara swadaya yang dihimpun melalui BW Center. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban hidup masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

    Braien juga mendoakan semoga pandemi covid-19 ini cepat berlalu.

    “Hidup ini harus jadi berkat. Bantuan sekecil apapun, kalau kita tulus memberi pasti akan menjadi berkat untuk kita,” tutup BW.

    Sebelumnya, BWC telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat desa Rambunan.

    (ABL)

  • PPKM Sampai 16 Agustus, BW: Pemerintah Wajib Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat

    test.petasulut.com/, SULUT – Terus melonjaknya kasus positif covid-19 di Sulawesi Utara membuat Pemerintah Provinsi Sulut kembali mengambil sikap.

    Dimana, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey kembali memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, mulai dari 2 Agustus 2021 sampai 16 Agustus 2021.

    Keputusan ini sebagaimana yang dimuat dalam Surat Edaran Gubernur Sulut nomor: 440/21.4514/Sekr-Dinkes tanggal 30 Juli 2021.

    Menanggapi hal itu, pandangan pun datang dari Gedung Cengkih yakni Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu.

    Dirinya menyadari bahwa memang Covid-19 di Sulut terus mengalami peningkatan yang signifikan sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk memperpanjang PPKM.

    “Tapi ingat, keputusan PPKM ini sangat berdampak kepada masyarakat di segi ekonomi dan usaha kecil. Masyarakat yang kesehariannya bekerja serabutan atau pula yang hanya mengandalkan penghasilan harian pasti sangat menderita,” jelas Politisi Partai NasDem itu, Minggu (1/8) saat dihubungi melalui pesan WA.

    Lanjut BW, Pemerintah harus mencari solusi cepat akan hal ini.

    “Bantuan pemerintah saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, misalnya Pemerintah menyalurkan bantuan bahan makanan atau sembako, karena menurut saya itu yang paling dibutuhkan warga,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    “Masyarakat makin menderita dengan kebijakan ini. Pemerintah harus peka dan jeli melihat situasi ini. Setiap keputusan pemerintah, berdampak pada kehidupan masyarakat. Jadi sekali lagi saya minta kepada pemerintah untuk langkah awal adalah salurkan bantuan sembako atau bahan makanan kepada masyarakat,” Desaknya.

    Diketahui, dalam surat edaran Gubernur Sulut itu adalah meminta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulut untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19. Surat itu sekaligus sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua; dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disesae 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

    Gubernur meminta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulut untuk memperhatian hal-hal sebagai berikut:

    1. Bahwa sesuai kondisi epidemiologi, wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat berdasarkan kriteria level assessment COVID-19;

    2. Bupati/Walikota menetapkan status kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berdasarkan kriteria level assessment COVID-19 di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan COVID-19;

    3. Melakukan monitoring dan rapat koordinasi secara berkala dengan Satgas COVID-19 dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders);

    4. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring;

    5. Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non essensial diberlakukan 25% Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

    6. Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor essensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50% maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

    7. Pada sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50% maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

    8. Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100% maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

    9. Kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25% kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

    10. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50%;

    11. Untuk Apotek dan toko obat dapat dibuka selama 24 jam;

    12. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat (restoran, warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 25%;

    13. Resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang;

    14. Kegiatan Keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasitas 25% dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

    15. Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 2 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi COVID-19.

    (ABL)

  • Varian Delta Merebak, BW: Saat Ini, Masyarakat Wajib Bekerja Sama Dengan Pemerintah

    test.petasulut.com/, SULUT – Sebanyak 553 kasus varian baru virus Corona di Indonesia menurut Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada 6 Juli 2021.

    Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari enam varian baru virus Corona yaitu Alpha, Beta, Delta, Eta, Iota, dan Kappa.

    Dilansir dari Kompas.com, Dari keenam varian itu, varian Delta terlihat paling mendominasi di Indonesia dibandingkan varian lainnya yaitu sebanyak 436 kasus. Kemudian varian Beta berada pada urutan kedua dengan jumlah 57 kasus, 51 Alpha, 5 Eta, 2 Kappa, dan 1 kasus varian Iota.

    Sebanyak 436 kasus varian Delta tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. DKI Jakarta merupakan provinsi yang paling terbanyak kasus varian asal India ini yaitu 195.

    Disusul Jawa Barat 134 kasus, Jawa Tengah 80 kasus, Jawa Timur 13 kasus, Banten 4 kasus, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur masing-masing 3 kasus, dan 1 kasus di Gorontalo.

    Dominasi varian Delta itupun memicu lonjakan kasus yang pada Selasa (6/7/2021) kembali memecahkan rekor terbanyak dengan tambahan 31.189 kasus baru dalam sehari.

    Mengenai hal itu, Legislator Partai NasDem Sulawesi Utara yakni Braien Waworuntu pun memberi tanggapan.

    Dimana dirinya mengatakan bahwa mengapresiasi langkah cepat Pemerintah daerah yang telah mengambil kebijakan dan mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dia pun meminta seluruh jajaran pemerintah dan Polda untuk menjalankan kebijakan itu secara konsisten dan tegas.

    Ketua Komisi IV DPRD Sulut itu juga mengakui bahwa sebagian besar masyarakat harus tetap bekerja untuk penghasilannya sehari-hari. Dan tidak semua bisa work from home (WFH).

    “Jika ada masyarakat yang harus bekerja, tolong pastikan memakai masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun. Ini penting,” kata BW (sapaan akrabnya), Rabu (7/7) kepada media test.petasulut.com/.

    Tak hanya itu, Braien juga menuturkan bahwa Sulut merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi masuknya varian delta tersebut, merujuk pada daerah Gorontalo yang sudah terkonfirmasi 1 kasus varian delta.

    “Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Kesehatan memang telah bekerja keras dalam hal meminimalisir penyebaran covid-19 ini. Namun, menyikapi situasi sekarang ini, langkah strategis perlu dilakukan. Salah satunya  program vaksinasi kepada masyarakat,” kata Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    Memang lanjut BW, saat ini pemerintah sangat gencar melakukan kegiatan vaksinasi namun ada sebagian masyarakat yang masih ragu melakukan vaksinasi covid-19.

    “Untuk itu, pemerintah wajib terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keuntungan mendapatkan suntikan vaksin,” pintanya.

    Waworuntu berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah di masa pandemi covid-19 ini.

    “Agar maksimal, Protokol kesehatan harus dibarengi dengan program vaksinasi covid-19,” tutupnya.

    (ABL)

  • Corona di Sulut Meningkat, Ini Masukan BRAIEN WAWORUNTU Kepada Pemerintah

    test.petasulut.com/, SULUT – Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara dalam beberapa hari terakhir ini, kembali membuat masyarakat was-was.

    Hal itupun dipicu dari track record kasus positif virus corona di Indonesia, yang di setiap harinya terus memecahkan rekor.

    Mengenai hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu kepada media ini mengatakan bahwa pemerintah segera melangkah lagi kedepan dalam hal mencegah penyebaran kasus covid-19 yang kian meningkat.

    “Langkah yang di ambil pemerintah provinsi sulut soal pelaku perjalanan dari luar dan dalam negeri yang ingin masuk sulut lewat penerbangan maupun pelabuhan wajib Tes Swab PCR sudah baik, namun sekarang ini penambahan kasus covid di sulut cukup signifikan. Sekiranya pengambilan langkah dan kebijakan pemerintah untuk sekarang ini dituntut harus tepat dan cermat,” jelas Politisi Partai NasDem itu, minggu (4/7) saat ditemui di salah satu restaurant ternama di manado.

    Lanjut BW (sapaan akrabnya), pembatasan jam untuk kegiatan masyarakat harus segera diberlakukan oleh pemerintah.

    “ditambah juga untuk wilayah-wilayah perbatasan sulut harus diperketat. Jangan ada yang masuk tanpa ijin, kecuali ada tugas pemerintahan yang bersifat wajib,” kata Aleg dapil minahasa-tomohon itu.

    Saat ditanya soal Perda Covid-19 yang belum lama ini di sahkan DPRD Sulut, Braien mengatakan bahwa produk hukum yang telah dikeluarkan itu harus juga segera dipaparkan ke masyarakat.

    “Karena itu penting. untuk penertiban dan ketertiban masyarakat ditengah pandemi covid-19 yang terus melanda tanah air dan daerah sulut,” katanya.

    Terakhir, BW mengingatkan agar rencana pemerintah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah ditunda dulu.

    “Untuk sekarang Pembelajaran online dulu,” singkatnya.

    Semoga pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan bekerja ekstra dalam melawan covid-19 ini. Dan untuk masyarakat, selalu ikuti protokol kesehatan secara ketat, jangan diabaikan karena covid-19 ini tidak memandang bulu. Tuhan Yesus Memberkati!

    (ABL)

  • BRAIEN Kecam Keras Pelaku Pembunuhan Anak di Koha

    test.petasulut.com/, SULUT – Sulawesi Utara kembali dihebohkan lagi dengan kasus pembunuhan anak di bawah umur. Kali ini, korban inisial MS anak berusia 12 tahun menjadi korban kebiadaban seorang pelaku diduga oknum perangkat desa.

    Sebelumnya terinformasi, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut karena penemuan sebuah karung bekas yang berisikan jenasah anak tersebut di daerah sekitaran perkebunan Desa Koha. Korban MS sudah dinyatakan hilang oleh keluarga selama 3 hari.

    Dari peristiwa tersebut membuat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu (BW) Geram. Menurutnya bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak beradab.

    “Apalagi ini korbannya anak kecil yang baru berusia 12 tahun. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan di Sulawesi Utara,” Jawabnya dengan geram saat di hubungi wartawan media ini, Jumat (21/5).

    MS (12) ditemukan tak bernyawa dalam sebuah karung

    Selanjutnya, BW berharap pelaku segera ditemukan dan mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya.

    “Saya sangat mengecam keras tindakan okn pelaku pembunuhan. Tapi saya yakin, Kepolisian pasti akan menemukan pelaku dan hukum akan menjawab perbuatan pelaku. Selebihnya saya turut berdukacita untuk keluarga,” Harapannya.

    (ABL)

  • Temui Pemerintah Min-Tom, HVK Sampaikan Aspirasi Masyarakat

    test.petasulut.com/, SULUT – Anggota DPRD Sulut Dapil Minahasa-Tomohon melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Tomohon perihal penyampaian aspirasi masyarakat pasca kegiatan Reses I tahun 2021, Senin (12/4) kemarin.

    Seperti yang dikatakan Herol Vresly Kaawoan, Wakil ketua komisi 1 DPRD Provinsi Sulut, Dapil Minahasa Tomohon.

    Dimana, dalam penyampaian hasil resesnya di enam lokasi yakni Desa Kaima, Sinuian, Parepei kecamatan remboken, Desa tempok selatan kecamatan tompaso kabupaten Minahasa.

    Serta Kota tomohon, di Kelurahan Woloan satu kecamatan Tomohon Barat dan Kelurahan Lansot Kecamatan Tomohon Selatan.

    Aspirasi yang ditemui adalah
    soal infrastruktur, penggunaan jaring soma di danau tondano, bantuan alat pertanian kultifator petani desa parepei, pembuatan jalan pertanian,
    kelangkaan pupuk, jalan lingkar danau desa kaima sampai desa Sendangan, Revitalisasi bendungan/irigasi sedap mata desa sendangan tompaso, balai desa sinuian, musrembang tahun kemarin di kelurahan kampung jawa
    tomohon belum terealisasi.

    Pertemuan Seluruh Anggota DPRD Sulut Dapil Minahasa-Tomohn Dengan Pemerintah Kota Tomohon

    “Saya sudah sampaikan langsung aspirasi masyarakat ini kepada bupati minahasa Dr. Ir Roy roring Msi
    Asisten 1 Denny mangala dan
    juga kepada Wakil walikota tomohon, Wenny Lumentut SE dan jajarannya,” kata Politisi Partai Gerindra itu, Selasa (13/4) kepada media test.petasulut.com/.

    “Intinya, pemerintah Minahasa dan Tomohon menyambut baik aspirasi yang kami sampaikan ini,” tambah HVK.

    (ABL)

  • BRAIEN Fokus Mengawal Aspirasi Warga Kinilow

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu kembali melanjutkan kegiatan reses I tahun 2021.

    Kali ini, Waworuntu menyambangi warga Kinilow, Kota Tomohon, Sabtu (10/4).

    Pada kesempatan itu, Braien mengawali pertemuannya dengan menjelaskan tugas utama Anggota DPRD.

    “Anggota DPRD mempunyai 3 tugas utama yakni Legislasi (pembuatan Peraturan Daerah), Pengawasan (mengawasi kinerja Eksekutif) dan Budgeting (menata anggaran daerah),” ungkapnya.

    Sementara itu, Masyarakat kinilow melontarkan sejumlah aduan, keluhan dan masukan kepada Braien Waworuntu.

    – Fredy montolalu, terkait Pariwisata Kota Tomohon, meminta sarana penunjang berupa Jalan Kinilow ke Kali yang belum teraspal untuk diperbaiki. dan mengenai UMKM, mohon bantuan dimaksud tercover atau ditindaklanjuti dan BPJS tenaga kerja pada 2 tempat.

    – Yusuf Ketua LPM, usulan yang ada dimusrembang kiranya dapat dikawal dan khususnya infastruktur Jalan jalan  tani, di Bidang Pendidikan meminta bantuan untuk siswa, serta meminta bantuan pembangunan balai Pertemuan Umum.

    Menanggapi itu, BW mengatakan bahwa penyampaian aspirasi ini pasti akan diperjuangkan di lembaga DPRD tapi dengan skala prioritas yang ada.

    “Terkait Infrastuktur, hal itu akan disampaikan ke Walikota Tomohon dan untuk bantuan sosial, kendalanya terkait data,” ucapnya.

    Warga Kinilow Terlihat Antusias Mengikuti Reses Braien Waworuntu

    – Jhony Tombokan mengeluhkan terkait air Kinilow yang dibawa ke Tomohon sehingga desa kinilow kesulitan mendapatkan air. Dimintakan pembuatan Bak bagi warga desa kinilow.

    – Jan Runtulalo, Pelayanan Rumah Sakit terkait pasien Covid, Pasien diidentifikasi covid sehingga dikubur protokol covid. Tapi selang 40 hari hasil Swab negatif. Dirinya mengusulkan agar diundang hearing. Dan juga meminta bantuan bedah rumah karena masih banyak rumah tidak layak huni yang belum tercover, demikianpun dengan bantuan sosial.

    BW menjawab Akan dikoordinasikan dengan Dinas terkait untuk air.

    “Rumah sakit telah dipanggil hearing untuk masalah dimaksud. Saya akan berusaha berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa untuk menyampaikan aspirasi tersebut,” jawab Politisi Partai NasDem itu.

    – Lurah Permana Pangalila, Balai Pertemuan Umum (BPU) tidak ada anggaran pemerintah sehingga dimintakan bantuan untuk lanjutan pembangunan. Dan BPJS Kesehatan dan Bedah Rumah sementara dalam pendataan (syarat harus memiliki sertifikat / surat ukur  kepemilikan)

    BW mengatakan akan dikoordinasikan dengan komisi III terkait BPU mengingat anggaran sementara di refocusing ke vaksinasi.

    “Intinya semua aspirasi yang masuk, nantinya akan disampaikan disidang paripurna dan pasti akan didengar oleh pemerintah provinsi Sulut, dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut,” tutup Politisi Milenial itu.

    (ABL)

  • Banjir Aspirasi, BW Bertekad Tindaklanjuti Aduan Warga Pineleng

    test.petasulut.com/, SULUT – Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu kembali melanjutkan kewajiban dan tanggung jawabnya kepada publik.

    Dimana dalam masa reses I tahun 2021 ini, Waworuntu menyerap aspirasi warga Pineleng Kabupaten Minahasa pada Jumat (9/4).

    Pelaksanaan reses yang tetap memperhatikan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19.

    Dalam penjaringan aspirasi tersebut, Braien mendapat aspirasi dari masyarakat terkait dengan masalah BPJS kesehatan yang penganggarannya melalui APBD Kabupaten Minahasa yang sempat tidak bisa digunakan sampai pada penambahan kuota penerima BPJS kesehatan tersebut.

    Pun, aspirasi lainnya yaitu masyarakat berharap warga Pineleng bisa mendapat jadwal untuk penyuntikan vaksinasi sampai pada pengeluhan pembuatan jalan dan jembatan desa.

    Tak kalah penting, masyarakat berharap Braien Waworuntu bisa mengusulkan kepada pemerintah provinsi untuk memperbaiki masalah drainase yang ada di daerah tersebut karena drainase sudah tidak dapat menampung debit air sehingga saat cura hujan tinggi, air tergenang dan mengakibatkan banjir.

    Tak hanya itu, masyarakat berharap nasib dari pekerja tibo dan penjual buah-buahan mendapat perhatian penuh dari pemerintah provinsi.

    Dalam sambutannya, Pertama Politisi Partai Nasdem tersebut menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa bertatap muka dengan masyarakat desa Pineleng tersebut.

    Ia pun menegaskan bahwa aspirasi-aspirasi dari masyarakat tersebut akan diperjuangkan oleh dirinya.

    “Komitmen saya adalah bagaimana menjadi berkat bagi masyarakat Sulawesi Utara. Maka dari itu sudah sepatutnya saya akan memperjuangkan aspirasi-aspirasi bapak ibu sekalian,” Tegasnya.

    Pun dirinya sedikit menjelaskan bahwa hal-hal terkait dengan aspirasi akan dibawah ke pemerintah Kabupaten maupun provinsi.

    “Ada yang merupakan kewenangan dari Provinsi dan itu akan saya sampaikan melalui lembaga DPRD, pun yang menjadi kewenangan kabupaten Minahasa, kami telah menjadwalkan bertemu dengan Bupati untuk berbicara mengenai persoalan BPJS,” Jelasnya.

    Adapun terkait dengan drainase, dirinya menyebut itu adalah hal yang harus diselesaikan. Dirinya pun berjanji akan menyampaikan hal tersebut di DPRD Provinsi untuk ditindaklanjuti.

    Terkait dengan vaksinasi, dirinya menyebut akan mengkoordinasikan dengan pihak terkait khususnya Dinkes Sulut dalam hal jadwal program vaksinasi.

    “Tapi tentunya akan menunggu jadwal sesuai dengan ketersedian vaksin,” Tambahnya.

    Dalam reses tersebut pun, Braien mengajak masyarakat mendaftarkan diri mengikuti bantuan UMKM yang sementara dibuka.

    “Terkait dengan pendaftaran dan syaratnya bisa langsung menghubungi dinas Koprasi kabupaten,” Imbuhnya sambil berharap masyarakat bisa terbantukan dengan program tersebut ditengah pandemi Covid19 saat ini.

    (ABL)

  • BW Reses di Mokupa, Berbagai Keluhan Diutarakan Warga

    test.petasulut.com/, SULUT – Reses I Tahun 2021 dilakukan seluruh Anggota DPRD Sulut guna menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    Hal itu pula yang dilakukan Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu dengan menyambangi warga Mokupa pada Rabu (7/4).

    Pada kesempatan tersebut, Politisi Partai NasDem itu mengawali pertemuan dengan mengucap terima kasih kepada warga Mokupa atas topangan sehingga dirinya bisa duduk di Gedung Cengkih.

    Lanjutnya, dimasa pandemi covid-19 ini perekonomian sangat terdampak. Hal itu yang menjadi perjuangan dirinya untuk meminimalisir keadaan di masa pandemi ini.

    “Saya duduk di Komisi IV bidang kesejahteraan rakyat yang bermitra dengan Dinas Kesehatan Sulut, tentunya perjuangan mulai dari awal pandemi sampai sekarang pada tahap vaksinasi terus di awasi komisi IV,” ucap Aleg Dapil Minahasa-Tomohon itu.

    “Saya juga bersyukur, Ketua Komisi IX DPR RI, ibu Felly Runtuwene yang adalah orang Sulut bisa memperjuangkan dan memprioritaskan warga Sulut dimasa pandemi ini. Saya selalu berkomunikasi dengan Ibu Felly dalam hal bantuan-bantuan untuk masyarakat dari pemerintah pusat dimasa pandemi dan sejauh ini komunikasi itu berjalan dengan baik,” jelasnya lagi.

    Dalam pertemuan itu, Warga Mokupa menyampaikan berbagai keluhan serta masukan.

    -Novri Kaligis meminta agar warga Mokupa bisa diberikan BPJS Kesehatan dari Pemerintah dan juga dirinya meminta agar dibukanya layanan Vaksinasi di Mokupa karena banyak warga yang ingin sekali divaksin.

    -Yosi Sampel meminta agar bisa mencari solusi terkait masalah pengangguran, karena dimasa pandemi ini banyak orang yang terpaksa di PHK. Dirinya juga meminta adanya pelebaran jalan dan jembatan yang ada di Mokupa, serta dirinya meminta jalan kebun Mokupa dibuatkan Aspal.

    -Menas Masinggo meminta bantuan pupuk.

    -Pala, Serli dulahi mengeluhkan masalah air. Waktu lalu sempat melaporkan masalah air ini ke PAM, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

    Reses Braien Waworuntu di Desa mokupa

    Menanggapi keluhan-keluhan warga, Waworuntu mengatakan Mengenai Vaksinasi memang belum menyeluruh karena stok vaksin dari pemerintah pusat untuk sementara hanya terbatas.

    “Tapi saya janji akan memperjuangkan hal ini agar warga Mokupa bisa secepatnya di Vaksin,” katanya.

    Terkait BPJS Kesehatan, BW mengakui bahwa waktu lalu sempat terjadi kesalahpahaman antara BPJS dan Pemkab Minahasa sehingga kerjasama antara kedua belah pihak terputus.

    “Namun, sesuai informasi dalam waktu dekat ini Pemkab dan BPJS akan bekerja sama lagi,” jawabnya.

    Mengenai masalah air, infrastruktur jalan dan jembatan, BW menjawab bahwa memang itu kewenangan dari Komisi III DPRD Sulut tapi tak mengapa, dirinya akan berkoordinasi lewat Fraksi maupun lintas Komisi.

    ” Intinya semua aspirasi yang disampaikan ini akan saya bawa di lembaga DPRD Sulut dan semua aspirasi ini akan dibacakan dalam rapat paripurna dan pastinya Gubernur dan Wagub Sulut akan mendengar permasalahan ini,” jelas Politisi milenial itu.

    BW juga menginformasikan kepada warga Mokupa yang ingin mengambil bibit padi dan Kedelai bisa langsung ke balai bibit pertanian dengan membawa KTP.

    “Saya barusan telepon kepala balai perihal bantuan bibit. tapi untuk saat ini hanya ada bibit padi dan Kedelai, nanti sekitaran bulan Agustus bantuan bibit kelapa dan cengkih akan tersedia,” infonya.

    (ABL)

  • Ini Pesan Kerukunan BW Dalam Peringatan Hari Paskah

    test.petasulut.com/, SULUT – Begitu banyaknya pelajaran kemanusiaan yang bisa didapatkan dari hari-hari menjelang dan saat Paskah. Bagi Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu ada pesan kuat di hari-hari tersebut.

    “Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa hidup adalah menghargai dan melayani,” ujar BW, Sabtu (3/4/2021).

    Menurut BW, hari Paskah dinilai sebagai bentuk keberagaman di Indonesia agar tetap terjalin kerukunan. Indonesia menjadi contoh harmoni perbedaan yang bisa dicontoh negara lain.

    “Saya yakin Kerukunan dan kebersamaan kita tetap terjalin harmoni, Walaupun Wabah Covid-19 sementara menggorogoti kita tapi itu bukan penghalang untuk kita saling menjaga keberagaman umat beragama,” katanya.

    “Kita bangun Indonesia yang kuat dari keberagaman sebagai takdir kita, agar menjadi mosaik indah dan contoh bagi dunia semesta. Semoga damai kita selalu di bumi dan di akhirat,” imbuhnya.

    Mewakili Keluarga Waworuntu-mewo, mengucapkan selamat Hari Paskah untuk semua umat kristiani. Hari saat perjamuan Yesus tersebut jadi momentum perbaikan diri.

    “Bagi saudara-saudaraku terkasih, selamat mempdringati perayaan Paskah. Semoga hari-hari penting ini menjadi momen introspeksi menuju pribadi yang melayani sesama manusia. Sekali lagi selamat untuk umat Kristen di seluruh penjuru Indonesia,” ucapnya.

    BW bertutur, sosok Yesus sendiri sebenarnya teladan ideal untuk seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan yakni sosok yang sampai rela menderita untuk orang lain.

    “Yesus menunjukkan dirinya sebagai sosok pemimpin lembut yang rendah hati. Ia membasuh kaki murid-muridnya dan mendoakan mereka. Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa memimpin adalah menghargai dan melayani, bahkan menderita,” ungkapnya.

    “Perjamuan itu berlangsung sangat sederhana. Yesus membelah roti lalu membagi-bagikannya. Lalu mengucap syukur. Bahkan yang sedikit pun tetap dibagi dan itu disyukuri. Sering sekali, kita kerap lupa berbagi, lebih sering lagi lupa bersyukur, karena yang didapat selalu terasa kurang,” katanya lagi.

    Lanjut dia, keteladanan ini pula sepatutnya jadi sumber inspirasi.

    ” Semoga di hari perayaan paskah ini menjadi awal berakhirnya wabah Covid-19 dan kita semua bisa menang,” pungkasnya.

    (ABL)